Inbox Basa Basi

Pingkan Djayasupena – Belanda

 

Pasti pembaca umumnya punya account Facebook dan suka dapet inbox basa basi yang sangat basi kan? Seperti pertanyaan-pertanyaan dan sapaan yang sama dari setiap teman baru kita di Facebook yang baru kita terima sebagai teman, walau akhirnya cuma menuh-menuhin friendlist aja karena nggak pernah berinteraksi dengan semua teman kita di Facebook, karena kita sudah punya temen sampe ribuan tentu nggak bisa semuanya kita memberi komentar atau memberi sekedar Like di setiap status atau foto yang mereka share di timelinenya.

basabasi

Aku selama punya Facebook paling sebel kalau ada yang inbox menanyakan “Dimana tinggalnya dan kerjanya apa?” Kalau aku jawab pasti pertanyaan berikutnya yang mengarah ke hal-hal pribadi terus gencar dilakukan temen di Facebook itu. Coba bayangkan seandainya setiap temen yang baru kita terima jadi temen di Facebook, inbox kita dengan pertanyaan yang sama, berarti kita pun harus menjawab dengan pertanyaan yang sama pula kan? Mbok ya di klik profilnya kalau mau lebih jelas tentang teman kita diFacebook itu jangan inbox nanya macam-macam ke masalah yang sangat pribadi kenal juga nggak kan? Cuma sebatas temen di Facebook.

Kalau mau lebih akrab sebaiknya dimulai dengan berinteraksi memberi komentar di status atau foto-foto yang teman kita share jangan main langsung inbox nanya macem-macem terus apa sih untungnya pake inbox nanya macem-macem ke hal-hal pribadi? Kalau inbox cuma sekedar bilang terima kasih sudah diterima sebagai teman di Facebook tentu nggak masalah, tapi kalau sudah dijawab jangan nanya macem-macem karena nggak semua orang suka ditanya macem-macem, sebaiknya klik aja profilnya atau kalau memang kurang jelas profilnya sebaiknya kita juga harus tahu diri berarti teman kita itu memang nggak mau mengumbar biodatanya. Titik!

Nah, ada lagi yang inbox langsung minta no Pin BBM atau no WA sementara chatting sama dia di Facebook aja nggak pernah, apalagi dia kasih komen atau nge-like di status atau foto yang kita share juga nggak pernah, begitu juga sebaliknya.

Kok dateng-dateng inbox minta no Pin BBM atau WA untuk apa coba? Kalau memang mau ngobrol atau berinteraksi cukup di Facebook aja kenapa harus nanya Pin BBM atau WA? Buat aku no BBM atau WA itu hal yang sangat peribadi hanya akan aku kasihkan buat mereka yang sudah bener-bener jadi temen yang aku kenal baik dan tentu juga BBM dan WA itu khusus untuk saudara dan anakku saja.

Aku juga nggak pernah ikut group di WA atau BBM apalagi yang jumlah group itu sampe puluhan atau ratusan, langsung aku akan leave itu group, bisa pusing trang-tring-trang-tring walau aku bisa matiin suaranya jadi silent, tapi tetep aja pusing baca obrolan temen yang masuk nggak ada waktu untuk itu. Aku punya group WA atau BBM anggotanya cuma tiga-lima orang cukup dengan temen yang deket buat haha…hihi. . dan gossip paling update. Ada juga group WA dengan kedua anak dan menantuku itu aja nggak ada lagi.

Aku pernah punya Pin BBM dua, satu khusus temen-temen di Facebook karena sering banget yang minta Pin BBM akhirnya aku bikin deh khusus buat mereka yang akhirnya aku matikan karena banyak yang alay banget nyapa aku di BBM, lama-lama aku jadi merasa terganggu sama ulah BBM mereka itu maka aku matikan gak aktif lagi.

Aku juga paling sebel kalau ada yang inbox aku di Facebook sok akrab dengan manggil aku pake kata Say. . say. . say…weleh-weleh sayur kale ye?Hahahaha…. Gimana nggak sebel kenal juga nggak langsung inbox manggil aku say. . say…aku tegor mereka ”kenapa manggil aku say kenal banget juga nggak?”

Jawab mereka itu Bahasa pergaulan mereka di Indonesia memang begitu katanya. Walau sudah dijelaskan tetap aja aku merasa risih dipanggil say. . say…buatku kalau akan manggil say kalau memang sudah kenal deket banget, kalau belum kenal banget berat rasanya aku manggil say ke setiap orang yang belum aku kenal.

Ketika ada yang inbox minta no Pin BBM aku jawab “Nggak punya” Eeeh malah dia inbox lagi “Ketahuan bohongnya deh” katanya…Hahahaha…maksa banget sih kenapa nggak bisa ngerti kalau udah dibilang nggak punya berarti harus ngerti kok maksa ya?

Apalagi kalau yang inbox itu sok mesra atau akrab pas aku klik profilnya ternyata seumur anakku kadang malah lebih muda dari umur anakku. Memangnya mereka nggak klik profilku dan lihat fotoku apa? Yang sudah jelas-jelas kalau aku ini adalah emak-emak yang pantes jadi ibunya kok malah mereka mau genit-genit ke aku nyebelin kan? Biasa aku langsung unfriend aja kalau nemu yang kaya begitu buang energy aja baca-baca inbox alaynya memang aku ini ABG?

Jadi kalau kalau mau inbox temen di Facebook itu mbok nggak usah nanya ke hal-hal pribadi cukup inbox “Salam kenal, terima kasih sudah di add” kalau dijawab “Salam kenal kembali” sebaiknya nggak usah inbox lagi menanyakan “Tinggal dimana dan pekerjaannya apa?” terus ditambah lagi dengan pertanyaan “Sudah menikah, anaknya berapa?” Sebaiknya klik profilnya cukup!karena nggak semua orang nyaman ditanya macem-macem. Ada lagi yang bikin aku ngakak dan bingung inbox aku gini “Can u speak Indonesia?” terus aku klik profilnya pengen tahu orang apa yang inbox aku dengan pertanyaan konyol. Nggak tahunya yng inbox aku anak alay orang Indonesia tulen gimana aku nggak ngakak sambal bingung, apa selama bertemen di Facebook nggak pernah lihat timeline aku apa? Bukankah selama di Facebook aku nggak pernah tuh nulis status pake Bahasa Inggris selalu Bahasa Indonesia. Hahahaha… aya aya wae tingkah manusia.

Kalau mau memulai bertemen akrab dimulai dengan kasih komen di status timelinenya atau di foto-foto yang di shares istilahnya pendekatan dengan cara itu dulu okidoki?

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

13 Comments to "Inbox Basa Basi"

  1. rhiel chess  23 July, 2015 at 13:50

    Saya sdh baca dan mengerti , jd mhn maaf kalau mengganggu !!! Tapi saya tdk akan melakukan hal2 yg ibu pikirkan … terimakasih ! Tuhan memberkati …

  2. rhiel chess  23 July, 2015 at 13:44

    Aku sudah baca penjelasannya yg lumayan panjang, dari situ aku ngerti bhw ibu Pingkan sangat kreatif dan terbatas … oleh sebab itu aku minta maaf kalo sdh tanya pin BB dan WA tapi tidak maksud apa yg ibu pikirkan ! Terima kasih saling informasi spy saling tau dan mengerti !!! Shalom …

  3. donald  9 July, 2015 at 00:17

    Benar, semua yang basi tidak enak rasanya.
    Harap maklum, mbak……

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *