Semanggi – Suroboyo Lontong Balap Wonokromo

Mastok

 

90 hari melintang di Jawa timur beberapa waktu yang lalu, kalau biasanya saya selalu menyajikan tulisan sarat akan hutan bambu, beberapa urusan administrasi yang harus saya sendiri selesaikan di ibukota propinsi Jawa Timur (Surabaya) dan yang ini lain dari kebiasaan saya ingin rasanya saya mencoba kuliner khas Surabaya. Ya Semanggi Suroboyo nama kuliner itu. Kalau kita perhatikan makanan ini sama sekali tidak ada spesialnya. Bahkan terkesan sederhana layaknya sayur pecel biasanya itu.

lontongbalap01

Semanggi merupakan sejenis tumbuhan paku yang banyak kita jumpai di persawahan. Banyak ahli gizi mengatakan bahwa tanaman berdaun empat dan bernama ilmiah “Marsilea crenata” ini mengandung zat yang penting untuk mencegah osteoporosis dan menopause.

“Marsilea crenata”

“Marsilea crenata”

Di daerah Kupang Panjaan di mana saya pernah tinggal di daerah ini tahun 83-86 saya kenal penjual pecel yang sekarang diteruskan oleh anaknya Yu Kat dengan lengkapnya Bu Katimin penjual pecel semanggi yang saya datangi Minggu siang itu tampak ceria sambil mengatakan “kalau hari Minggu seperti sekarang ini dagangan saya laris mas”. Penjual semanggi asal Desa Benowo Gresik ini pagi-pagi sekali sudah berada di balai kota. Biar bisa menggelar dagangannya dengan leluasa begitu katanya.

pecel-semanggiBu Katimin cukup lama menekuni usaha berjualan semanggi ini. Sambil bersepeda onthel ia membawa dagangannya dengan berkeliling. Pada Minggu dan liburan lainnya ia mangkal di Balai Kota Surabaya. Herannya profesi sebagai penjual semanggi ini justru banyak dijalankan oleh mereka yang berasal dari luar Kota Pahlawan ini. Di antaranya Bu Katimin yang berasal dari Benowo Gresik. Kami asyik berbincang sambil menikmati Semanggi Suroboyo, sesekali meminum air dalam lodong (bambu untuk menyimpan air) yang saya siapkan dari rumah sejak pagi tadi.

Untuk membuat sambal semanggi diperlukan bahan-bahan seperti ketela rambat yang sudah masak seperti getuk, kacang tanah, gula jawa, gula putih, petis, dan bawang putih yang sudah digoreng. Sementara itu sayuran kulupan dibuat dari kangkung atau daun ketela rambat, kecambah dan tentunya semanggi. Untuk memasak semanggi setelah dibersihkan dari kotoran, cukup direndam dalam air panas beberapa saat saja supaya daun semanggi tidak hancur.

Saat menyajikan pecel semanggi, pertama-tama sayuran yang terdiri dari kulupan semanggi, daun ketela atau kangkung dan kecambah tadi dilumuri dengan bumbu yang sebelumnya sudah dicairkan dengan air. Sayuran ditempatkan pada sebuah wadah daun (pincuk) seperti layaknya sayur pecel Madiun. Akan lebih maknyus bila kuliner ini disajikan dengan kerupuk puli. Harga satu pincuk semanggi cuma Rp.7500,- lumayan murah sayapun masih tambah lontong yang khas yang berbentuk kerucut.

Sambil menunggu hari Senin untuk menyelesaikan segala urusan di Surabaya saya berkeliling kota menghabiskan liburan Minggu siang itu dengan memilih rute-rute yang mengandung sejarah Kota Surabaya, di antaranya Jalan TAIS. Nasution dimana tugu bambu runcing berada. Jalan Bubutan dimana patung Dokter Sutomo berada. Setelah itu perjalanan saya teruskan dengan melewati Jalan Tunjungan Surabaya. Kemudian berteduh di pendopo Gedung Cak Durasyim (Balai Budaya) di Jalan Gentengkali. Cak Durasyim merupakan pujangga Surabaya sekaligus seniman yang berjuang dengan gigih melawan penjajah Jepang lewat kesenian ludruk. Dengan sindiran-sindiran syair ludruknya beliau menentang penjajah Jepang.

 

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "Semanggi – Suroboyo Lontong Balap Wonokromo"

  1. ariffani  15 July, 2015 at 16:41

    yang bikin kangen dari semanggi itu bumbunyaa… ga pernah bisa nolakk!!

  2. djasMerahputih  4 July, 2015 at 19:46

    Pengeeeen….!!

  3. J C  3 July, 2015 at 17:14

    Lhaaaaa kalau pecel semanggi gini aku belum pernah coba…

  4. wesiati  1 July, 2015 at 08:58

    Enaaak… Huhu… Aku kangen pecel. Bulan puasa gak ada yg jual pecel.

  5. mastok  30 June, 2015 at 19:28

    ini jalan jalan yang cukup panjang akhir tahun 2014 – samapi awal tahun 2015…. total 330 desa di jawa timur dari 8000 desa lebih akhirnya ada kesamaan kuniler yang tetap bertahan dengan budaya dan tidak bisa di rekayasa dengan teknologi.. termasuk membudi dayakan Semanggi #Marsilea crenata…. selama ini saya buka kamus tentang semanggi yang mbak Lani maksud ternyata tidak ada atau lain……

    hahahahah mas Dp… yang itu beton mas…mungkin lebih banyak..di kemplangnya dari pada semanggi yang sepincung hanya 7500… salam dari sumedang….

  6. Dj. 813  30 June, 2015 at 16:41

    Mas Tok, terimakasih…
    Kalau jembatan semanggi, ya tahu lah…
    tapi anehnya kok tidak di Surabaya, malah di Jakarta.
    Hahahahahahaha….!!!
    Salam,

  7. james  30 June, 2015 at 09:26

    Ci lani….dah hadir nih mata melek lihat pecel semanggi

    disini kadang tumbuh liar alias tidak ada yang pelihara, gak tau apa itu benar Semanggi bukan daunnya sama bersayap empat

  8. Lani  30 June, 2015 at 06:21

    MAS TOK : Karena aku belum pernah melihat penampakan tumbuhan Semanggi, selain yg sdh dibikin pecel, setelah melihat menurutku daunnya mirip dgn bentuk daun (lupa namanya) yg ada di St. Patrick celebration, apakah mirip atau mmg sama ya? Dimana daunnya yg mirip bunga sll genap, katanya klu bs menemumukan yg Cuma 3 helai perkuntum akan mendptkan keuntungan, katanya lo ya………

  9. Lani  30 June, 2015 at 06:13

    MAS TOK : hadeh, bikin ngileeeeeeeeeer pecel semangginya, ingat ktk di Surabaya makan pecel ini sampai puasssssss……..manteeeeeeep!

    Absenin trio kenthir, ngga tau apakah mrk tahu dan pernah mengicipi pecel semanggi???????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.