OPTIMIS

Anwari Doel Arnowo

 

Saya ini sudah berlatih selama lima tahun berturut-turut agar bisa seketika memaafkan orang lain yang berbuat kesalahan kepada diri saya. Tidak saya beritau dia pada ketika itu, tentu saja. Saya khawatir dia akan sekali lagi melakukannya kepada orang lain hal yang serupa.

Kepada si pembuat kesalahan, saya maafkan seketika dan itu selalu sebelum dia meminta maaf kepada saya. Itu sudah terjadi, hampir bersamaan ketika istri saya, Jekti A. Arnowo, jatuh sakit oleh karena cancer yang berat menyerangnya. Jekti meninggal dunia pada awal Maret 2014 yang lalu. Satu tahun sebelumnya saya sudah mampu memaafkan orang lain yang berbuat kesalahan kepada saya, seketika.

Setelah mengalami masa lebih dari tujuh dekade plus sepuluh persen alias 77 tahun menjalani hidup di dunia ini, ternyata saya masih memiliki atau mempunyai rasa iri hati. Apalagi terjadi? Mengapa saya bisa dan masih mempunyai rasa iri hati kepada massa, kepada seseorang atau lebih, kepada “waktu sekarang” yang milik siapa-siapa saja, orang-orang tertentu, ras tertentu atau bangsa tertentu juga. Saya bersyukur bahwa rasa iri saya itu hanya kepada manusia secara menyeluruh di dunia.

Tetapi hanya mereka manusia yang akan mengalami masa depan, yang tidak seperti telah saya alami. Hal itu tentunya adalah periode setelah saya mati nanti. Saya tidak dapat memprediksi batas masa depan yang mana. Saya tidak tau masa depan yang mana, karena kapan mati, saya tidak akan mendapatkan informasi kapannya saya akan mati, bukan? Siapakah yang akan mampu dan bisa menerangkan hal ini dengan jelas? Ini semua karena sifat alamiah yang telah tercipta dari evolusi dan maupun revolusi, berkesinambungan secara konstan di sepanjang masa, berupa: perubahan dalam kehidupan manusia.

Baru satu hari yang lalu saya mengatakan kepada seseorang yang usianya kurang dari sepertiga umur saya, oleh karena dia, 25 tahun umurnya, mengeluhkan kehidupannya yang terasa sulit, meskipun dia ini sudah menjalaninya dengan penuh kehati-hatian dan kejujuran. Apa yang saya katakan kepadanya  seperti tanpa sengaja kata demi kata telah terhambur berlompatan dan cepat, mungkin kurang teratur, tetapi amat bersemangat.

Sesungguhnya inti dari kumpulan kata-kata saya hanya agar jangan cepat berputus asa.Tetaplah hidup baik dan tetap juga melakukan seperti yang telah dilakukannya sama seperti itu selama ini. Hati-hati dan jujur.

Saya gambarkan bahwa apa yang telah saya alami tentu akan berubah menjadi lebih baik lagi nanti, seperti apa yang dia akan alami di masa depan.

Saya kan tidak akan mengalaminya karena saya pasti sudah tiada lagi berada di sini, di dunia. Mula-mula tergambar di raut wajahnya bahwa dia tidak menangkap optimisme apa yang bisa dia terima sesuai dengan daya mampu yang dimilikinya sekarang.Saya coba berkata dengan memberi gambaran bahwa masa depan manusia di seluruh dunia semuanya akan lebih baik oleh karena:

Menurut penelitian sejak lama, sekarang sudah boleh dipercayai, bahwa hampir semua manusia di dunia saat ini akan mencapai umur yang lebih panjang bilamana  dibanding dengan usia ibu yang melahirkannya dulu. Itu menurut prediksi ilmiah, nanti pada akhir abad ini, timbul generasi baru yang umurnya akan bisa melampaui 100 tahun. Pada waktu itu, akhir abad ini, jumlah penghuni Planet Bumi sudah dikirakan akan mencapai jumlah 14 miliar jiwa. Itu bisa terjadi karena sudah akan timbul banyak kemajuan berpikir dan bersinergi dalam tata cara memelihara kesehatan dan naiknya nilai-nilai kehidupan dan kemampuan memproduksi obat-obat dan alat-alat kesehatan. Begitu pula dengan perbaikan mutu makanan dan cara mengolahnya.

Bagi diri saya, memang telah terjadi, karena ibu kandung saya meninggal dunia pada usia 72 tahun. Ayah saya mencapai 80 tahun dan ibu dari ayah saya meninggal pada usia 94 tahun. Saya sendiri tidak mengharapkan akan sampai mencapai umur berapapun jua karena yakin bahwa mati itu bukan urusan saya, tetapi adalah jelas sekali saya pasti akan mati.

optimis

Masalahnya: saya tidak akan pernah tau kapan, itu saja. Hal tersebut di dalam 1. di atas, disebabkan oleh banyak hal, antara lain: lingkungan hidup, makanan, teknologi dan upaya peningkatan pemeliharaan kesehatan.Hal-hal yang sesuai dengan fakta yang terbukti ternyata hampir semuanya menuju ke arah perbaikan.

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa pada saat ini alam sedang di dalam kondisi mengalami degradasi di mana-mana, akan tetapi setelah membaca banyak penelitian, sekarang sudah patut diyakini bahwa apapun yang menurun tingkatnya, telah dan akan ditemukan bagaimana cara-cara upaya di dalam manusia dan makhluk akan mengatasinya.

Siapa yang pernah memikirkan bahwa pada tahun1923 ketika kakek saya bernama Arnowo meninggal dunia, beliau tidak pernah sempat mendengar dering pesawat telepon? Beliau melihat pesawat terbangpun, tidak dan belum pernah. Apalagi melihat siaran televisi berwarna? Hal-hal itu sekarang adalah gawai (itu kata di dalam bahasa Indonesia untuk: gadget) yang menempel rapat di kehidupan manusia saat ini. Saya yang terlahir hanya 15 tahun kemudian, tahun 1938, setelah kakek Arnowo meninggal, telah jauh berlainan hidup di dunia yang sama sekali berbeda dengan yang dialami oleh beliau. Saya sudah pernah lebih dari satu kali mengelilingi dunia,  Planet Bumi, dengan pesawat terbang.Saya malah sudah  pernah menjadi penumpang di dalam sebuah pesawat penumpang Concorde.

optimism

Pesawat Concorde (British Airways), menempuhnya hanya dalam 3 setengah jam saja, karena kecepatannya mencapai sekitar 2200 kilometer per jam, dari dari New York ke London pada tanggal 15 Maret, 1997. Pesawat biasa, pada saat itu menempuh jarak yang sama ini, memerlukan waktu 6 jam dan 30 menit. Concorde, yang sekarang sudah tidak boleh digunakan lagi oleh karena boros bahan bakar, suara mesinnya berpotensi merusak lingkungan hidup dan sama sekali tidak ekonomis. Harga tiketnya waktu itu fantastis mahalnya. ribuan USDollar per trip seperti itu. Para peternak di sekitar lapangan terbang di Narita, Tokyo, saya ingat pernah berdemo hanya karena ayam-ayam peliharaan tidak mau bertelur. Di sini tersirat bahwa manusia itu telah berbuat hal-hal yang baik-baik dengan upaya-upaya bagi melindungi lingkungan hidup serta suasana hidupnya.

Akan tetapi sesuatu yang baik itu belum tentu mangkus (berhasil guna, ini adalah kata bahasa Indonesia juga). Seperti hal pembuatan pesawat Concorde, mari kita bandingkan dengan pembuatan-produksi alat-alat untuk berperang antar sesama manusia? Menggali kekayaan alam tanpa sanggup mengelola dengan lebih baik, karena adanya system kapitalisme yang telah terbukti tidak baik, tanpa mampu menghentikannya?

Memperhatikan hal-hal seperti itu semuanya, sebaiknya kita mengubah mindset (pola pikir) dasar kita semua mejadi positif. Berpikir positif membuat aura manusia menjadi positif, demikian juga atmosphere di sekeliling kita menjadi lebih nyaman. Cara kita berkomunikasipun amat menentukan terbitnya rasa nyaman bergaul di dalam masyarakat. Sehubungan dengan hal komunikasi, ternyata ada data hasil penelitian seperti berikut: cara penyampaian pikiran kita pun dalam percakapan verbal itu hanya tujuh persen dari jumlah kata-kata yang diucapkan tersampaikan dengan langsung. Selebihnya yang 38% tersampaikan hanya dengan suara dan intonasi serta keras lembutnya suara yang berupa kata-kata, sisanya yang sebesar 55% berbentuk dalam segala sikap, semua tindak tanduk dan  segala mimik roman muka dan bahasa tubuh.

Hal itu membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan yang didapat dari alam dan dari pergaulan bahwa kita amat pandai memanfaatkan kemampuan berkomunikasi di luar “mendengar” suara dan mengindra yang bukan suara berupa kata-kata. Ah, saya sekarang menjadi agak jahil menduga-duga: bila dua pihak bertengkar debat yang hebat dan menghentikan berbicara secara jeda sementara, sesungguhnya mereka sedang meneliti dan menelaah apa-apa saja kata-kata yang telah terhambur dari kedua pihak sebelumnya. Mereka sedang ber”dialog” juga tanpa suara. Mengevaluasi dengan lebih bijak, dengan diam dan menutup mulut, tetapi berfikir lebih jernih. Ini sering kita saksikan karena pihak-pihak akan diam dan mulai mengambil minuman atau mengambil alat tulis atau kertas dan pura pura sibuk membaca.

Mereka tetap berdialog melalui kegiatan otak-otak mereka yang memang dimungkinkan.

Tulisan saya seperti itu pernah dimuat dengan judul: Brain to Brain Communication dengan link berikut: (http://baltyra.com/2015/03/11/komunikasi-antar-otak/)  di situs  bernama Baltyra.com.

Sekarang saya ajak anda mengintip kemungkinan yang ada di masa depan.Sementara waktu berjalan telah ditemukan satu material yang kekuatannya luar biasa: lebih keras dari batu berlian dan 200 kali lebih kuat dari besi baja, bebas hambatan aliran arus listrik dan bisa dibuat tipis sekali seperti kertas, fleksibel atau amat lentur sekali sehigga nantinya semua telephone genggam bisa dilipat dan tentu saja produk pesawat televisi / telepon yang menggunakan bahan ini juga bisa saja dijatuhkan tanpa pecah dan cacat. Nama material itu adalah GRAPHENE yang diucapkan : grafin. Menurut link berikut ini graphene itu ada di dalam bahan pembuat pensil yang sudah dikenal dengan isltilah graphite yang berwarna hitam itu. Silakan buka link:

http://m.babamail.com/view.aspx?emailid=15952&source=mobileshare . Tentu saja sudah juga ditemukan banyak alat bantu yang akan bersifat amat menolong manusia di dalam kehidupannya sehari-hari. Ada baju atau pakaian terbuat dari metal yang ringan, yang dipakai seorang yang lumpuh dan bisa dipakai menggerakkan anggota badannya, atau bahkan sebagai ganti tubuhnya yang sudah lumpuh itu.

Jangan sebut saya sebagai seorang futurologist, karena saya yakin anda sendiri akan dapat menemukan apa yang saya sebut tadi di mesin-mesin pencari data di Internet. Sesungguhnya kita ini sudah hidup dengan menggunakan pengetauan yang akan marak sebagai andalan untuk hidup seperti di masa depan nanti. Pembuatan robot untuk keperluan membantu manusia sehari-hari sudah tercipta.

Di pabrik-pabrik otomotif, kendaraan bermotor sudah puluhan tahun yang lalu menggunakan mesin-mesin robot yang mangkus dan cepat sekali. Jumlah mobil pribadi pada saat ini di seluruh dunia sudah melampaui angka satu miliar buah. Apabila diambil rata-rata panjang sebuah mobil itu 5 meter saja maka panjangnya deretan mobil saja sudah mencapai 5 miliar meter atau 5 ratus ribu kilometer, itu sama dengan 12 kali panjang garis keliling khatulistiwa yang 42.000 KM.  Selidikilah apa saja yang akan mungkin menunjang pandangan kita terhadap perubahan-perubahan yang membaik di dunia. Optimisme itu kadang-kadang bisa membesarkan hati gundah menjadi sebaliknya. Menjadi seseorang yang sebagian besar pikirannya bisa ke arah yang optimis malah membuat tubuh menjadi sehat. Dari pengalaman pribadi saya sendiri, sudah berani menarik kesimpulan semua derita itu mampu disebabkan oleh pikiran sempit yang terlalu mengkhawatirkan ini dan itu yang kurang perlu, apalagi yang tidak akan terjadi.

 

Anwari Doel Arnowo – 22 Juni, 2015

 

 

9 Comments to "OPTIMIS"

  1. djasMerahputih  4 July, 2015 at 19:27

    Hadir om DJ..
    Optimis, seperti seekor ayam menunggu fajar untuk segera berkokok…!!

    Thanks Cak Doel…

  2. J C  3 July, 2015 at 17:27

    Saya terus optimis! Tulisan pak Anwari selalu jadi cermin dan pelajaran untuk saya dan istri…

  3. james  2 July, 2015 at 09:20

    terima kasih mas DJ……hadir juga deh……optimis Arowana

  4. Chandra Sasadara  2 July, 2015 at 08:09

    tetap Optimis Cak!!

  5. Lani  2 July, 2015 at 07:14

    MAS DJ : setuju bingittttttttt……….sapa yg ndak mau?

  6. Dj. 813  1 July, 2015 at 23:53

    Bagus yu….
    Jadi SatPam di Kona, sangat menyenangkan….
    Hahahahahahaha…..!!!
    Salam manis dari Mainz.

  7. Lani  1 July, 2015 at 22:52

    Mas DJ, trio kenthir yg di Kona baru saja bangun………malah saat ini gerimis, untung sdh muter kota ngecek apakah kondisi aman dan kondusif hahaha…………

  8. Lani  1 July, 2015 at 22:51

    Spt biasanya artikel Cak Doel memberikan pencerahan……….

  9. Dj. 813  1 July, 2015 at 20:51

    1.
    Dimana nih TrioKenthir….???

    Terimakkasih cak Doel….
    Hidup harus optimis….!!!

    Salam,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.