Tips Memilih Penginapan Ala Saya

Ady Nugroho

 

Setiap turis punya selera masing-masing ketika memilih penginapan untuk liburan. Saya di sini bicara penginapan dalam arti tempat apa pun yang bisa dipakai untuk numpang tidur selama jalan-jalan ke luar daerah atau ke luar negeri, jadi bisa berupa hotel, hostel, losmen, vila, apartemen, sampai tempat-tempat umum. Saya sendiri sudah pernah tidur di berbagai tempat yang mungkin bagi sebagian orang nggak layak ditiduri, seperti stasiun kereta di Hamburg dan bandara di Helsinki waktu masih kuliah.

Stasiun dan bandara sebenarnya sangat umum dipakai sebagian turis untuk tidur, baik selama menunggu keberangkatan kereta/pesawat berikutnya maupun sengaja cuma transit untuk melihat-lihat kota seharian sebelum lanjut ke tujuan berikutnya. Dan ini bukan hanya karena anggaran pas-pasan, melainkan juga karena alasan kepraktisan dan efisiensi waktu.

penginapan01

Saran saya, kalau mau tidur di stasiun atau bandara, riset dulu sebelum berangkat di forum-forum internet atau situs-situs seperti sleepinginairports.net untuk mencari informasi apakah aman, buka 24 jam, dan titik-titik mana saja yang nyaman. Informasi detail sampai jenis bangku, lantai, karpet, wi-fi, suhu, dll juga tersedia. Pilih lokasi yang banyak ‘penginap’-nya juga, jangan menyendiri. Jaga barang-barang, kalau ada tempat penitipan mending barang-barang berharga dititipkan di sana.

penginapan02

Saya juga masih suka menginap di hostel sampai sekarang karena suasana hostel yang menyenangkan, bisa dapat teman jalan-jalan, dan fasilitas yang lengkap mulai dari dapur yang bebas dipakai, mesin cuci yang dioperasikan dengan koin, dan kadang-kadang juga sarapan gratis. Mesin cuci ini sangat berguna dan lebih murah daripada bayar ongkos tambahan untuk koper kalau terbang dengan maskapai-maskapai penerbangan murah.

Saya paham cara kerja mesin cuci, jadi satu tas kecil ukuran kabin sudah cukup untuk semua keperluan selama jalan-jalan. Di kamar hostel yang berisi beberapa ranjang susun, saya biasanya memilih ranjang atas yang paling jauh dari pintu, jadi nggak terlalu berisik suara orang keluar-masuk pintu kamar. Kalau di pesawat dapat penutup mata dan telinga, mending dibawa ke hostel untuk membantu tidur nyenyak.

penginapan03

Untuk urusan menginap di hotel, saya punya beberapa kriteria pada waktu booking lewat internet:

  • Seprai, selimut, sarung bantal, dan handuk harus kelihatan putih di foto. Karena putih, noda lebih gampang kelihatan. Sesampainya di hotel, saya lebih mudah mengecek apakah benda-benda ini sudah dicuci bersih.
  • Sarapan sudah termasuk dalam harga.
  • Pajak sudah termasuk dalam harga, jadi waktu sampai di tujuan nggak perlu bayar pajak lagi kecuali kutipan kota yang biasanya cuma seperak-dua perak.
  • Fasilitas gratis dalam kamar: wi-fi; perlengkapan mandi (syukur ada kelebihan yang bisa diangkut pulang); sandal (lagi-lagi bisa diembat); perebus air dan teh.
  • Lokasi di tengah kota atau dekat dengan objek-objek wisata yang ingin dilihat.

 

Pilihan penginapan lain adalah properti sewa yang bisa berupa apartemen, ryokan di Jepang, chalet di pegunungan Alpen, atau rumah biasa. Situs-situs seperti Homeaway, Holidaylettings, dan Airbnb biasanya saya pakai untuk mencari properti yang disewakan di seluruh belahan dunia. Properti sewa lebih cocok untuk keluarga karena terasa seperti tinggal di rumah sendiri dengan segala fasilitas yang dibutuhkan, termasuk dapur lengkap, mesin cuci, televisi, internet, kulkas, dll. Karena produk elektronik di setiap negara berbeda-beda, pemilik properti biasanya memberi tahu petunjuk pemakaian perabot, seperti cara kerja mesin cuci, remote control TV, kompor listrik, dll seperti pada saat saya menginap di ryokan di Jepang. Kadang saya tetap kagok memakai mesin cuci orang lain walaupun sudah tahu cara kerja mesin cuci seperti ini pada umumnya.

Di luar itu semua, penginapan yang terbaik tentu saja adalah rumah teman, keluarga, atau kenalan karena gratis dan punya fasilitas lengkap.

 

 

About Ady Nugroho

Tukang jalan-jalan keliling dunia yang sekarang tinggal di Inggris. Memutuskan meramaikan BALTYRA.com dengan spesialisasi artikel-artikel yang terkait dengan jalan-jalan. Baik di dalam maupun di luar negeri, pengalaman perjalanan, tips perjalanan seperti cara berburu tiket murah, mengemas tas backpack, tidur nyaman di bandara, dll. Artikel-artikel tersebut akan dikaitkan dengan cara perawatan perlengkapan jalan-jalan khusus, misalnya cara mencuci sleeping bag, cara mencuci selama perjalanan dan banyak lagi hal yang terkait dengan jalan-jalan menyusuri bumi ini.

Arsip Artikel

12 Comments to "Tips Memilih Penginapan Ala Saya"

  1. HennieTriana Oberst  7 July, 2015 at 21:55

    Ady, memang jalan-jalan selalu mengasyikkan. Kalau jalan sendiri memang relativ lebih leluasa ya memilih penginapan. Kalau aku, karena bawa anak jadi milihnya yang ramah untuk anak-anak dan tentu yang ramah kantong juga

  2. Nonik-Louisa  6 July, 2015 at 08:05

    Om DJ: waduh Om, kok sampe muter2 nyari si mbarep….. lucu dan unik sekali pengalamannya hahahahaha!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.