Dunia ini Sempit

Asrida Ulinnuha

 

Orang tua kita dahulu, getol sekali berkunjung ke rumah kerabat. Katanya mempererat tali persaudaraan. Agama juga mengajarkan silaturahim itu membuka pintu rezeki. Well, yes true.

Setelah dari Yogya, akhirnya Mas Aji sampai juga di Semarang, yang konon tanah lahirnya — napak tilas. Ketika membuatkan janji jumpa ke Oom Jongkie Tio, untuk Mas Aji, dengan spontan beliau berkata, “Oh…yang orangnya pinter itu ya?”. Hahaha, beliau selalu terkesan dengan anak muda yang menulis. Tolong jangan terkecoh istilah ‘anak muda’ dari Oom Jongkie, karena si Abang Joseph Chen ini anaknya 3. Tapi bolehlah dibilang muda, bodynya sekarang lebih langsing lhoo. Dan saya sudah dikasih tau rahasianya…ssstt…

Mas JC dan Oom Jongkie begitu riuhnya saling bercerita tentang si anu, si itu, yang bentuk orangnya begini, rumahnya begitu, sebelah sana. Jarak boleh jauh, namun nyatanya dunia ini sangat sempit –begitulah yang mereka katakan berulang-ulang.

Saya tidak paham satupun nama kecuali Oei Tiong Ham, Papahnya Pak Harjanto Halim, Bu Inge Widja Dharmo, buku kuliner, makanan, Gang Pinggir, Plampitan, Sam Po. Rasanya seperti menyaksikan kepingan puzzle dari masa lalu yang sedang disambungkan.

Sayangnya Mba Benedicta Moedjiani Nurmeitasari datang telat, karena ada tugas di gereja dulu katanya. Begitu datang langsung ditodong Mba Susan, istrinya Mas JC, meminta info sekolah senior high school asrama untuk anak pertamanya. Dan sayang sekali Mba Wesiati Setyaningsih urung datang karena ada urusn yang tidak dapat ditinggal. Padahal sebetulnya saya pengen mengenalkan dengan Oom Jongkie sambil kasih bukunya, Tersesat di Jalan yang Benar. Eh lha, malah bukunya diminta sama Mas JC. Yang minta lurahnya Baltyra, maap Mba, tak kasihkan…

By the way, saya juga menyampaikan salam dari Bu Anneke Natanael yang sempat dititipkan via inbox. Setelah saya tunjukan foto-foto Bu Anneke, Oom Jongkie mengenalinya sebagai adik kelas. Again, dunia ini sempit.

Pak Jongkie Tio, orang yang sangat rendah hati, dia yang begitu terkenal, di pelataran saat mengantar saya dan suami masih mengatakan, “Wah, temanmu banyak ya di mana-mana. Terimakasih sudah kemari”, dan seperti biasa saya hanya tertawa kecil saat menjawab, “nggak lah, yang hebat itu Pak Jongkie, yang kenal jauh lebih banyak. Saya sangat berbahagia bisa mempertemukan orang hebat dengan orang hebat lainnya.”

semarang-resto01

Last but not least. Saya juga terkesan dengan anak-anak Mas JC, kepekaan sosialnya bagus, mudah diajak ngobrol, ganteng (et daaah). Yang anak kedua cukup reaktif dengan godaan…hahaha…

 

 

10 Comments to "Dunia ini Sempit"

  1. Ulin  14 July, 2015 at 10:57

    haaiii semuaa, kalau ke semarang kabar-kabarin kita yaaa.

  2. J C  10 July, 2015 at 06:06

    Hahaha…pak Hand masih ingat saja kalau nomer 2 senang naik kuda tiap kali ada kesempatan…

    Lani, merhatikan kaos yang aku pakai gak?

    Ulin, terima kasih banyak sudah mengatur waktu ketemuan. Nyah Mberok, suwun juga segala macam info tentang sekolah itu…

  3. djasMerahputih  9 July, 2015 at 22:46

    Hadir telat bang James….
    Keren… Ngga sia-sia jadi warga Baltyra… Lurahnya itu lho…!!

  4. Dj. 813  7 July, 2015 at 00:39

    Dimas Josh Chen memang kelihatan lebih muda….

    Hebat….!!!
    Terimakasih mbak Asri…
    Salam manis dari Mainz.

  5. Lani  7 July, 2015 at 00:29

    Wah lurahe langsing tenan iki……….jelas iki yg ditularkan si mas Dedy

  6. Lani  7 July, 2015 at 00:28

    JAMES : mahalo absenannya………bener dunia sempit apakah itu bs diartikan kedepannya kita bakal bs ketemu????? ngarep iki

  7. Swan Liong Be  6 July, 2015 at 17:05

    Nanti kalo keSemarang aku kepingin ketemu dengan Yongkie Thio ah!

  8. james  6 July, 2015 at 16:22

    hadir disertai absen para Kenthirs lainnya…..

    dunia ini sempit, apa se sempit daun kelor ?

  9. Handoko Widagdo  6 July, 2015 at 15:37

    Anak kedua itu penyuka kuda.

  10. Linda Cheang  6 July, 2015 at 13:45

    kalo dunia nggak sempit, nggak seru….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *