Mengejar Pesawat Hercules

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Note:

Sehubungan dengan jatuhnya pesawat Hercules di Medan baru-baru ini, pak Djoko Paisan membagikan pengalamannya bertahun-tahun yang lalu dengan pesawat Hercules.

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA . . .

Mohon maaf sebelumnya, bila oret-oretan kali ini tidak seperti biasanya yang menggembirakan, dengan keluarga,
serta makanan yang berlimpah ruah dan banyak foto. Cerita ini sebenarnya sudah sangat lama Dj. tulis, tapi selalu mikir, apakah dikirim atau tidak, mengingat, ini adalah satu cerita kenakalan Dj. saat remaja.

Dengan adanya pesawat Hercules yang jatuh di Medan, maka Dj. kira tidak ada salahnya untuk mengirimkannya. Di samping juga sebagai peringatan, bahwa bahaya penerbangan tidak bisa dianggap enteng, atau dengan jokes. Dulunya….. oret-oretan ini Dj. tulis atas permintaan beberapa teman…

Atas permintaan yang berulang kali dari sobat, teman dan handai-tolan yang pernah Dj. ceritakan tentang kenakalan Dj. di masa muda atau saat kecil, banyak sekali, entah sudah berapa puluh orang yang meminta Dj. untuk menuliskannya.

Nah, di kesempatan ini, Dj. mencoba memberanikan diri untuk bercerita dalam oret-oretan ini. Olehnya Dj. mohon maaf sebelumnya, bila oret-oretan ini kurang atau tidak berkenan di hati anda semuanya. Ini hanyalah cerita apa yang terjadi, yang juga sering untuk cerita anak cucu, saat sarapan bersama…. Hahahahahaha….!!!

Pengalaman hidup selama 62 tahun atau hampir 63 tahun ini, sudah begitu banyaknya, kadang ada yang bisa dibanggakan, tapi juga tidak sedikit yang memalukan, tentunya. Siapa sih anak kecil atau saat muda tidak pernah nakal….??? Jujur memang kenakalan Dj. saat muda adalah seringnya berkelahi, karena sama sekali tidak ada yang ditakuti… Hahahaha….. (sok tahu)…

Orang Jerman yang Dj. pernah dengar berkata, kalau seorang ibu berkata, bahwa anak saya tidak pernah nakal, atau berbohong, maka dia sudah berbohong….!!! Maaf…. Tidak ada anak yang tidak pernah nakal dan tidak pernah bohong, bisa jadi di depan orang tuanya saja dia alim, tapi di belakang orang tuanya….??? Who knows…???

Nah ya, ada pula yang berkata, anak nakal itu lumrah (okay) asal jangan kurang ajar…. hahahahahaha….!!! Di sini sudah mendapat kelonggaran, anak boleh nakal, bukan… ??? Ada pula yang berkata anak yang nakal itu otaknya jalan, alias selalu berusaha…. Hahahahahahaha….!!! Tapi coba ingat-ingat masa kecil anda dulu… Benarkah anda tidak pernah nakal…???

Mungkin saja hanya mencuri mangga di kebun tetangga, akau melempari anjing tetangga dengan batu…. atau menjahili barang kakakk anda…??? Mungkin ngintip orang mandi….??? Hahahahahahahaaha….!!! Hayoooo… mas Anoew… ngaku….!!! Sampai jatuh dari genteng… Hahahahaha….!!! (Jokes). Ooooo ya, masih banyak lagi macam kenakalan anak-anak…Dj. sendiri tidak banyak pusing tentang anak yang nakal, asal bertanggung jawab atas kenakalannya….

Tapi, kalau diingat-ingat…. ada juga yang lucu….Saat istirahat sekolah, kami 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan, nyuri dondong di kebun belakang sekolah. Dj yang naik dan memetik buahnya…. Dan saat turun, sudah tidak ada teman lagi, tapi pemilik kebun yang menunggu Dj. turun… Ya… jelas kena hukuman di sekolah…. untung 4 teman turut ngaku dan juga kena hukuman…..

Manjat pohon dan jatuh dari pohon sudah terlalu sering… Juga jatuh dari atas rumah, karena main layang-layang juga pernah. Coba tanya mas Fire…. pasti lebih sering…. Hahahahahaha….!!!

Okay…. itu beberapa kenakalan yang mungkin hampir setiap anak bisa bikin. Tapi ada kenakalan atau satu hal yang nekat yang Dj. bikin dan Dj. yakin tidak ada yang pernah melakukannya….Tidak percaya….???

Silahkan baca sendiri baik-baik, ini cerita pengalaman Dj. saat remaja. Saat itu Dj. sudah duduk di bangku SMA di Lanud Hasanuddin, Mandai, di Makassar, karena kakak Dj. dokter di AURI. Jelas anda sudah sering dengar akan kenakalan anak kolong (anak-anak yang tinggal di komplex militer). Jujur, Dj. tidak bangga dengan kenakalan tersebut, tapi ini satu contoh yang semoga tidak dicontoh…. Hahahahahahaha….!!!

Sebagai anak kolong dan kakak dokter di komplex AURI, maka Dj sering main di rumah sakit yang mana jaraknya hanya sekitar 100 meter saja dari rumah kami. Dj. sering gangguin perawat yang sedang piket malam dan ada pula kakak-kakak yang juga sering datang ke Rumah sakit, dari POL AU (Polisi Angkatan Udara). Alasannya sih banyak, ada yang bilang nemani dan lihat situasi di Rumah Sakit, tapi yang jelas, kami sering main kartu “GAPLE“ di sana setiap malam.

Jadi kami di komplex sudah saling mengenal dan tidak ada yang aneh, mereka juga tahu kenakalan Dj. Yang mana Dj. sering ikut terbang dengan pesawat Hercules milik AURI, baik ke Ambon atau ke Manado, karena kenal pilotnya, yang mana jelas tanpa ijin. Tapi itu juga hanya kalau liburan saja, jadi tidak mengganggu pelajaran di sekolah (tidak juga mbolos sekolah).

Okay…. satu hari seperti biasa setiap tahun, anggota atau keluarga dari AURI selalu dapat jatah untuk turut terbang gratis (ceritanya mudik ke Jawa). Dan saat itu, Dj. juga libur sekolah selama 2 Minggu, jadi ingin turut ke Jawa bersama kakak sekeluarga. Semua berjalan lancar dan saat itu juga sudah check in. Bahkan koffer Dj. juga sudah masuk, jadi Dj. pikir sudah tenang, tinggal nunggu Boarding saja.

Nah ya, Boarding ala Cowboy (saat itu), jadi tidak seperti boarding dengan pesawat sipil yang semuanya teratur. Kami Boarding di lapangan, tidak ada pembatas sama sekali, hanya dijaga oleh POL AU yang mana sebahagian Dj. kenal karena sering main kartu di Rumah Sakit. Yang aneh… dulu…. bahkan badan para penumpang harus ditimbang dan tidak hanya koffer saja.

Mungkin karena yang mau ikut terbang cukup banyak dan bukan hanya manusia saja, juga ada Jeep dan barang-barang meliter yang lain (barang logistik atau Cargo). Nah ya, namanya pesawat barang (Cargo) dan benar-benar Cowboy, bahkan tidak semua orang bisa dapat tempat duduk, harus bergelantungan seperti naik Bus.

Okay, pendek cerita, setiap orang akan dipanggil namanya untuk Boarding….. dan Dj. heran, kok nama Dj tidak dipanggil-panggil….??? Yang lain sudah jalan menuju pesawat, hanya Dj. seorang diri yang tidak dipanggil…. Ada apa gerangan….??? Penasaran Dj. nanya ke POL AU yang jaga dan yang Dj. kenal…. yang juga bawa daftar penumpang….

Dj. : Mas… kok namaku tidak dipanggil….???
Dia hanya senyum saja…. dan Dj semakin penasaran….

Dj. bertanya lagi, aku kok tidak dipanggil, apa aku boleh menuju pesawat….??? Yang aneh, bukan dijawab, malah lengan Dj. dia pegang, cukup kencang dan juga terasa sedikit sakit…. Jelas Dj. meronta karena rasa sakit…, tapi semakin Dj. meronta, semakin kencang dia pegang lengan Dj. , bahkan saat pesawat jalan menuju Runway, ada dua POL AU yang memegang lengan Dj. satu di kiri dan satu di kanan. Dipegang 2 POL AU, seperti layaknya penjahat.

Dj. menyerah dan lemes tidak bisa berbuat apa-apa….Dj. bilang…. pesawat sudah bergerak kok aku masih dipegangin….??? POL AU yang satu berkata….. Kami kenal kamu dik Djoko, jangan-jangan nanti kamu kejar itu pesawat….T I N G . . . ! ! ! Sepertu dikasih idee….. Jadi peswat bisa dikejar….??? Why not…???

Entah bagaimana kok pegangan tangan mereka mulai longgar….. Dan saat itu Dj. gunakan untuk melepaskan diri dan lari mengejar pesawat yang sudah jalan menuju ke Runway….Adegan ini cukup seru…. Dj dikejar oleh salah satu POL AU dan yang satunya ambil Jeep. Cukup seru, karena di belakang Dj. ada Jeep POL AU dan di depan Dj. pesawat Hercules yang jalan menuju Runway…. tapi belum cepat.

Dan di belakang Dj. Jeep yang mana seorang POL AU teriak dengan megaphone…. agar Dj. berhenti dan ke samping….Tapi Dj. tetap…. Lari…. lari… dan lari…..!!! Pintu pesawat bahagian belakang, saat itu belum diangkat (belum ditutup), jadi Dj. yakin masih bisa meloncat masuk….Saat dekat dengan pesawat Dj berusaha meloncat, tapi Dj. jatuh dan hanya dengan satu tangan memegang pintu pesawat dan jelas badan Dj terseret. Semakin tegang dan seru, semua yang ada di dalam pesawat bahagian belakang bisa melihat kejadian tersebut.

Karena posisi penumpang tidak sama dengan kalau duduk di pesawat sipil, yang teratur berjejer dari depan ke belakang dan menghadap ke depan. Pesawat Hercules, tempat duduknya terbatas, hanya di samping saja dan di tengah, ada jeep dan dan yang di belakang bergelantungan, pegangan apa saja yang bisa dipegang. Jadi ya, benar-benar seperti Cowboy, tidak ada sabuk pengaman…. Entah sekarang…Penumpang yang ada di dalam melihat dan berusaha menolong Dj. tapi mereka juga takut kalau malah terlempar keluar…..

Jadi… ada semangat juga, karena mereka yang di dalam pesawat di bahagian belakang juga teriak….Tapi dari belakang masih ada Jeep POL AU…. yang masih juga mengikuti….Akhirnya Dj, bisa berpegangan di pintu pesawat dengan dua tangan dan setengah badan Dj, sudah ada berbaring di pintu belakang, tapi kaki Dj. masih terrseret di aspal….Hampir saja Dj. kehilangan tenaga… tapi pada saat yang sama…. pintu belakang mulai naik dan badan Dj. turut ke angkat.

Untung Dj. masih bisa berusaha, saat ujung pintu pesawat sedikit lebih naik dari engselnya, Dj. berusaha untuk masuk dan akhirnya badan Dj. bisa hanya dengan menggelundung ke dalam pesawat….Mereka yang di dalam pesawat tepuk tangan….. Dj. seolah seorang pahlawan kesiangan….. Hahahahahahaha…..!!!

Pesawat tetap jalan dan di dalam pesawat banyak yang menepuk-nepuk bahu Dj. dan bertepuk tangan. Pesawat Hercules dengan tujuan Malang dan sesampai di Malang, sudah ada POL AU di Malang yang menunggu, mungkin mereka sudah mendapat laporan dari Makassar.

Untung kakak Dj. yang belain Dj. sehingga semua beres dan dari Malang, masih melanjutkan penerbangan ke Bandung. Setelah liburan 2 Minggu selesai, maka kami kembali naik pesawat Hercules AU ke Mandai, Makassar tanpa ada yang aneh. Tapiiiiii……

Cerita ini rupanya belum selesai sampai di situ…..

Saat sedang belajar di sekolah, Dj. dijemput oleh 2 POL AU untuk menghadap Komandan Pangkalan. Semua teman di sekolah heran, kok ada POL AU ke sekolah….??? Apalagi Dj. dibawa dengan Jeep yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Entah apa yang ada di benak teman-teman di sekolah saat itu, bisa jadi Dj. telah jadi kriminal…. Hahahahaha….!!

Saat Dj. sampai di Gedung kantor Komandan AURI di Mandai, maka kakak Dj. juga sudah ada di sana. Dan kami sama-sama menunggu sampai kami dipanggil untuk masuk. Sedang 2 POL AU juga masih ada di ruang tunggu bersama kami atau menjaga kami. Kakak Dj. marah besar ke Dj. karena dia tidak menyangka kalau ini urusan sampai ke Komandannya, tapi apa boleh buat, semua telah terjadi….

Yang pertama dipanggil masuk adalah kakak Dj. dan Dj. masih harus nunggu dan ditemani 2 POL AU di ruang tunggu. Sekitar 20 menit kemudian kakak Dj. keluar dengan ngomel ke Dj. dan kata-kata terakhir yang masih Dj. ingat…. sekarang giliranmu….Rasain Kamu….. Saya tidak akan tolong kamu lagi….!!!

Entah apa, kok Dj. saat itu sangat tenang dan tidak punya rasa takut sama sekali….Saat kami masuk kantor Komandan, dia sedang membaca sesuatu, jadi tidak langsung melihat ke arah kami (Dj. dan dua POL AU). Dj. langsung duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan sang komandan…. Dan saat itu dia bicara…. : “Apakah saya sudah persilahkan duduk….???” Namun Dj. tidak langsung berdiri tapi Dj. jawab, terimakasih….!!!

Entah ada apa….. sang Komandan bukan marah, melihat Dj. kok malah senyum dan menggelengkan kepala….
Dj. tidak langsung diajak bicara, soal lari mengejar pesawat, tapi dia malah nanya ke dua POL AU agar menceritakan kejadian tersebut. Mendengarkan cerita mereka dan Dj. merasa benar apa yang mereka ceritakan, jadi Dj. pun tidak protes.

Kemudian sang Komandan berdiri dari tempat duduknya dan jalan di belakang Dj. sambil berkata, apakah benar apa yang baru saja kita dengar….??? Maka Dj. mengiyakan…. Karena memang banar adanya. Kemudian dia bertanya, apakah tidak takut mati…??? Kan bisa saja terjadi hal yang sangat berbahaya, seperti kejepit pintu pesawat…??? Bisa jadi pesawat kelebihan berat dan bisa terjadi kecelakaan…Dj. jawab… Tidak…!!! Karena liburan hanya 2 Minggu dan tidak mungkin nunggu lagi.

Lalu dia pegang kepala Dj. dan berkata….Sayang saya tidak ada di tempat kejadian, pasti seru….!!! Tapi lain kali jangan bikin lagi ya….!!! Itu kejadian sangat berbahaya, tapi…. bisa dibikin film….Dj. kaget saaat dia berkata soal film….Beliau tertawa dan berkata…. Sana keluar dan jangan bikin yang aneh-aneh lagi….!!!

Saat kami keluar dengan masih ditemani 2 POL AU, ternyata kakak Dj. masih nunggu di luar dan bertanya….
Komandan marahin kamu bagaimana….??? Kok tidak kedengaran….??? Belum Dj. jawab, taunya malah mas Tomo, salah seorang POL AU yang menjawab, tidak marah dok, malah komandan sebenarnya ingin lihat dan
kejadian tersebut dan kata beliau bisa dibikin film…Hahahahahahahahahaha….!!! Kakak Dj. ngedumel… saya dimarah dan kamu disuruh bikin film…??? Gilaaaaaa….!!! Dia tidak bisa percaya kalau dia dimarah, tapi Dj. tidak.

Okay….Dj. rasa panjang sudah yang Dj ceritakan di atas…..Terimakaksih untuk perhatian anda semuanya….Maaf kalau tidak berkenan, Dj. hanya bisa cerita apa adanya saja dan sangat sederhana sekali, bahkan tanpa foto.

Ooooo… ya sayang tidak ada foto pesawat Hercules yang Dj. miliki, hanya ada yang dari jauh, saat di Grand Preanger Hotel di Bandung. Mungkin ini pesawat yang Dj. kejar hahahahahaha….!!!

hercules01

Nah, Dj rasa yang ada di foto atas ini adalah pesawat Militer Hercules, yang mana di belakang bawah / ekornya itu ada pintu besar yang bisa dibuka untuk memasukan kendaraan atau Tank atau Panzer ke perut pesawat….Mungkin Linda masih punya foto pesawat Hercules yang lebih jelas….

hercules

Sekali lagi…. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon jangan ditiru ya….Hanya Dj dan MacGyver saja yang boleh mengejar pesawat…. Hahahahahahahahaha….!!! (Sok Tahu)

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan semoga masih belum bosan menerima oret-oretan Dj. Semoga Baltyra selalu Jaya dan selamat Berkarya….Siapa tahu, lain kesempatan Dj. cerita kenakalan Dj. yang lainnya….. Hahahahahahaha….!!!

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, menyertai kita semuanya.

Semoga oret-oretan ini boleh mengenang pesawat yang jatuh di Medan atau yang dulu di dekat kota Malang. Semoga TUHAN memberi kekuatan dan ketabahan bagi sanak saudara dari para korban yang ditinggalkan.

TUHAN YANG MEMBERI DAN TUHAN YANG MENGAMBIL . . .
TERPUJILAH NAMA TUHAN . . . ! ! !

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

djoko-paisan

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

53 Comments to "Mengejar Pesawat Hercules"

  1. Dj. 813  10 July, 2015 at 23:16

    Dimas Josh Chen…..
    Matur Nuwun dimas….
    Hahahahahahahahaha…..!!!
    Jelas ingat dong, kalau dibilang mbledik itu masih belum cukup….
    Dulu ada yang bilang, anak setan…..!!!
    Puji TUHAN . . . ! ! !
    Sekarang jadi anak TUHAN . . . ! ! !

    Terimakasih kata Susi untuk salamnya…. sementara malam ini, kami hanya berdua dirumah.
    Besok pagi akan ngumpul dirumah dan salamnya akan Dj. sampaikan.

    Salam manis juga untuk seluruh keluarga dirumah.
    Terutama untuk 3 jagoannya, dari oma dan opa di Mainz.

  2. Dj. 813  10 July, 2015 at 23:12

    Cornelia 9 July, 2015 at 23:29

    Hebat benar kamu Dj sampe ngejar Hercules ga nyangka!!
    Sudah puluhan tahun baru saya tahu.
    Bersyukurlah kalo menyadari Dj nakal,, memang nakal hehehe

    Kalo baca kisahnya suka mencuri buah,tapi ada yg Dj ga ngakuin yaitu mencuri hati…
    Hayuuu ngaku ga??? Hehehe
    ———————————————————————-

    Hallo Corry….
    Hahahahahahahaha…..!!!
    Nah ini sakksi hidup kenakalan Dj. diangkasa….
    Ante kama Corr….. Hahahahahahaha…..!!!
    Ingat ya, jaman kita hidup di ankasa, kenangan yang sungguh sangat menyenangkan.

    Lho Dj. tidak merasa mencuri hatinya Corry……
    Ooooooo…. merasa dicuri Dj ya Cor…. ??? Hahahahahahaha….!!!

    Huuuuussss…..jangan keras-keras…. nanti tahu semuanya…..

    Salam manis dari Mainz…

  3. J C  10 July, 2015 at 06:12

    Waduh, waduh, waduh…ternyata oooohhh ternyata masa muda pak Djoko benar-benar “dahsyat” dan mbedig tenan…(masih ingat istilah mbedig? ).

    Salam untuk keluarga besar Paisan di Mainz ya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *