Tidak atau belum jelas, Tidak apa-apa…

Anwari Doel Arnowo

 

Mulanya seseorang bertanya kepada saya: waktu Tuhan itu menciptakan manusia, digunakan nyawa baru atau nyawa bekas dari manusia lain yang sudah meninggal? Oleh karena saya ini sama sekali bukan Tuhan, tentu saja kehilangan kata-kata dalam upaya saya menjawabnya. Saya putuskan tidak menjawabnya karena sesungguhnya saya memang tidak paham.

Saya yakin apapun bunyi jawaban saya akan pasti memicu bantahan atau bahkan juga cemoohan. Bisa saja memicu caci maki atau sifatnya menuduh saya adalah anu atau orang begiti dan beginu. Ini adalah gara-garanya saya menulis seperti berikut ini. Ah, saya diberi sebuah majalah setelah kedatangan anak saya, dari luar Indonesia. Saya baca Reader’s Digest ini adalah terbitan bulan Mei 2015. Cover majalah ini menyatakan bahwa copy ini adalah Inflight Copy dari Reader’s Digest untuk para penumpang SIA (Singapore Aisrlines). Ada sebuah artikel yang tidak mungkin patut dilewati, malah akhirnya saya baca dua kali, berjudul: Children Who’ve Lived Before. Ooh serem juga saya membacanya. Beberapa bagiannya membuat bulu kuduk saya berdiri. Bagaimana tidak?

Seorang anak bernama Sam (nama ini memang sengaja disamarkan), belum genap berumur 2 tahun berkata kepada ayahnya, sebagai berikut: “KETIKA AKU BERUMUR SEUMUR AYAH, AKU YANG MENGGANTI POPOKMU! (When I was your age I changed your diaper)”. Sang ayah merasa bahwa mungkin dia salah mendengar, tetapi setelah selama beberapa bulan lamanya, si kecil Sam ini mengulang-ulangi perkataannya yang mirip dan serupa berkali-kali, ayah dan ibunya yakin, bahwa Sam itu menyatakan bahwa dia dahulu adalah ayah dari ayahnya yang sudah lama meninggal dunia.

Menjawab pertanyaan: “Bagaimana caranya kamu bisa kembali?” dia berkata, bahwa dia itu secara …. wwuuushsh …. pergi dan keluar kembali melalui portal. Meskipun Sam dikenal sebagai seorang anak yang terlalu cepat (atau belum waktunya) menjadi dewasa, seperti sudah menggunakan kalimat-kalimat yang lengkap sempurna, kedua orang tuanya terkejut juga dia menggunakan kata portal, sebuah kata yang kurang lazim digunakan oleh seorang yang masih berumur 18 bulan!

Mereka menanyai Sam apakah dia mempunyai sanak saudara, dia menjawab bahwa dia mempunyai seorang saudara perempuan yang telah berubah menjadi ikan. “Siapa yang mengubahnya menjadi ikan?” dia menjawabnya dengan “Beberapa orang jahat. Dia meninggal dunia.” Mengerikan sekali,  karena sesungguhnya kakak perempuan sang kakek yang adalah ayah dari ayah si kecil Sam ini, memang mati dibunuh 60 tahun yang telah lampau.

Jazadnya telah ditemukan mengapung di teluk San Francisco. Atas pertanyaan: “Bagaimana kamu dulu meninggal dunia?”

Si kecil Sam menjawab dengan gerakan menepuk bagian atas kepalanya sendiri, seperti berusaha memberitau bahwa di situ sebabnya. Fakta nyatanya adalah kakek si kecil Sam ini, meninggal karena cerebral hemorrhage (pendarahan di otak), satu tahun sebelum si kecil Sam itu terlahir di dunia. Apakah fakta cerita si Sam ini telah dapat menjawab pertanyaan seseorang kepada saya di awal kalimat tulisan ini? Saya masih tidak punya atau berani menyediakan jawaban apa-apa.

reincarnation

Artikel inipun menyiapkan pertanyaan berikutnya: Apakah itu berarti bahwa reincarnation memang nyata ada?  Tulisan ini melanjutkan informasi bahwa saat ini telah ada sekitar 75 juta orang di Amerika Serikat yang percaya bahwa reinkarnasi itu memang ada. Padahal “kelompok” ini (75 juta) terdiri dari orang- orang yang tidak beragama atau berkepercayaan yang sama, heterogeneous (bermacam ragam, beraneka warna). Saya memahami bahwa ummat tertentu di Indonesia tidak dibolehkan percaya kepada masalah ini. Jadi bagi diri saya kesempatan menulis ini adalah sesuatu yang saya harapkan akan berguna untuk membuka informasi baru bagi diri saya dan kami orang Indonesia pada umumnya. Meskipun perubahan itu selalu terjadi sejak jutaan tahun yang lalu, apapun yang baru itu biasanya memicu pikiran yang curiga akan membuat repot, malah chaos (gaduh).

Gaduh terhadap paham atau kepercayaan yang telah teguh diikuti selama ratusan tahun. Kita terima sajalah  bahwa tidak ada satupun yang tidak berubah di dalam dunia kita ini, persis sama dengan berubahnya diri saya dari berbentuk bayi menjadi kakek seperti sekarang ini.

Sia-sia rasanya kalau melakukan penolakan perubahan yang seperti ini. Memang mungkin akan memakan waktu lama, akan tetapi perubahan itu tetap akan terjadi, meskipun melalui kurun waktu dari generasi yang satu ke generasi yang berkutnya. Saya tertarik menuliskan hal ini menjadi topik, karena hal ini tidak sama dengan upaya saya selama inimenghindari “fakta” bahwa hidup setelah kita mati itu ada. Kalau saya menghindari itu karena saya merasa itu bukan urusan saya, selama saya ada di dunia nyata ini.

Dunia berikutnya masih gelap bagi saya. Ingatlah bahwa saya tidak pernah mau mempengaruhi orang lain agar seperti saya. Saya merasa tidak ada kewajiban bagi saya untuk mengetaui dunia berikut setelah saya mati. Tetapi reinkarnasi? Itu saya juga amat belum memahami, akan tetapi saya merasa ketinggalan kereta api amat jauh bila dibandingkan dengan 75 juta manusia Amerika Serikat itu. Saya masih baik-baik saja karena memang belum mampu mengerti soal jiwa atau ruh atau nyawa, yang semuanya belum dikenali bila menggunakan istilah ilmu kedokteran (medical term) sekalipun. Dokter secara medis belum mengenalnya. Sebagai manusia, seorang dokter akan menggunakan ratio keagamaannya atau kepercayaannya.

Itu kalau ingin membicarakan tentang jiwa, nyawa atau ruh!! Dia tentu bungkam bila diminta agar menggunakan ilmu kedokterannya. Itu saja. Semudah itu. Ingatlah mungkin setelah saya tiada di dunia ini akan terjadi perubahan yang akan menjadi sesuatu yang biasa di kemudian hari.

Anak-anak dan cucu-cucu saya mungkin akan bilang, ah yang begitu saja kakekku sampai menulis-nuliskannya. Mungkin saja dia akan mampu berkata: Nyawa itu adalah energy yang sudah dikenal jauh sebelum abad sekarang, akan tetapi belum mampu melihat menggunakan mata manusia . Iya saya akui saya sudah melihat banyak akibat karena hasil kinerja energi yang tersebar luas di dunia ini, di darat, di laut maupun di udara dan juga di ruang angkasa luas.

Apa bentuk rupa nyata energi, saya belum melihatnya. Energi yang mengubah minyak bakar menjadi gerak langkah piston di dalam mesin mobil, saya amat mengerti. Prosesnya mengerti. Sampai di situ saya mengerti. Tetapi bagaimana bentuk energi yang mampu mengubah minyak menjadi gerak mekanik, saya belum melihat. Saya pikir sama dengan setelah spermatozoid membuahi sel telur betina, menjadikan rupa/bentuk janin dan berubah menjadi manusia kecil bernama bayi yang belum bernapas, yang ada di dalam perut sang betina. Setelah terlahir, baru bisa bernapas, dan menangis, itu semua orang bisa jelas dalam memahami.

Tetapi spermatozoa bersatu dengan indung telur berubah menjadi janin, adalah masih misteri besar. Menggunakan energi apa?

Segala sesuatu itu biasanya selalu ada batas-batasnya. Nah kali ini kami tersadar saat ini kita masih belum mampu mengetaui sesuatu yang bisa diterangkan oleh mekanisme berpengetauan untuk itu. Sementara ini baik sekali apabila kita dengan sabar menerima kondisi TIDAK TAU seperti ini. Sikap manusiawi seperti ini saya ingin memilikinya dengan harmoni yang seimbang. Kata orang Jawa: Aja kemrungsung (jangan menggebu-gebu). Ada syair nyanyian: Seribu Tahun Tak Lama, Hanya Sekejap Mata ! Kita Kan Berjumpa Pula …

 

Anwari Doel Arnowo  –  28 Juni, 2015

 

 

10 Comments to "Tidak atau belum jelas, Tidak apa-apa…"

  1. J C  10 July, 2015 at 06:11

    Sangat dalam makna tulisan pak Anwari ini…luar biasa…

  2. djasMerahputih  9 July, 2015 at 21:26

    Reinkarnasi itu logis, sebab roh nggak terikat ruang dan waktu..
    Ia berada pada dimensi kelima, cahaya.

  3. Ivana  9 July, 2015 at 14:32

    Seperti biasa, artikel dari Pak Anwari selalu dalam sekali maknanya

  4. Itsmi  8 July, 2015 at 16:10

    Linda tergantung…. misteri apa… Tuhan ?

  5. Linda Cheang  8 July, 2015 at 15:29

    kalo nggak ada misteri nanti ilmu pengetahuan dan teknologi nggak akan berkembang, deh

  6. Itsmi  8 July, 2015 at 14:03

    “””kita kan berjumpa pula”””

    Kalimat kalaimat begini cara orang menghibur diri hahahah

  7. james  8 July, 2015 at 10:54

    hadir meski telat karena semalam ditengok belum di upload jadi bobo dulu

  8. Lani  8 July, 2015 at 01:58

    CAK DOEL ANWARI : msh banyak misteri yg belum diketahui oleh manusia, salah satunya dl kematian, setelah mati njur gimana kehidupan selanjutnya, krn sampai detik ini belum ada orang mati yg kembali hidup dan bercrita………..

    Mungkin hanya bisa dikatakan itu urusan nanti setelah mati dan mengalami sendiri………

    Spt yg Cak Doel selalu katakan……….

  9. Lani  8 July, 2015 at 01:56

    MAS DJ : kesuwun sdh diabsenkan………..kemungkinan si trio kenthir msh podo ngorok……….kkk

  10. Dj. 813  7 July, 2015 at 18:47

    1.
    Trio kwnthir masih pada bobo….

    Matur Nuwun cak Doel…
    Salam,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.