Jerman Dilanda Panas

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . . .

Salam Jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini. Dj. pikir apa yang mas Iwan pernah tulis, memang ada benarnya, setiap orang yang menulis di Baltyra, memang jelas ingin pamer. Dan kita tidak bisa memungkirinya…

Bahkan yang komentarpun, juga ada yang ingin pamer…. Hahahahahahaha….!!! Namun demikian, Dj. rasa tidak semua yang mas Iwan maksudkan, selalu negatif. Pamer bisa dipandang juga sebagai informasi, bagi anda yang “mungkin” belum pernah mengenal bagaimana budaya orang lain.

Dan Dj. rasa memang benar, di Baltyra banyak orang yang pintar, walau Dj. belum termasuk di dalamnya…. Hahahahahahaha….!!! Ada yang benar-benar pinter dan ada yang sok pinter… Hahahahahahaha….!!! Hanya saja, kalau kita sudah mau berteman, kita harus mau menerima dengan senang hati, karena memang setiap manusia memiliki watak berbeda.

Well, Dj. mohon maaf bila pembukaan oret-oretan ini, sedikit menyimpang dari apa yang ingin Dj. pamerkan… Hahahahahahaha….!!! Di Jerman barat daya dan tengah, akhir bulan Juni dan awal Juli dilanda udara panas kiriman dari gurun Sahara. Anda tahukan, bagaimana menyengatnya matahari di gurun pasir, sehingga panas yang dihasilkan, mencapai Mainz juga…. Hahahahahaha….!!! (lagi)

Panas yang sangat menggelisahkan banyak manusia, terutama mereka para manula, karena perbedaan dari sekitar 25°C dan mendadak jadi 35°C. Tidak cukup dengan itu, bahkan naik sampai 41° C. Nah perbedaan yang turun naik ini yang sangat menggelisahkan.

jerman-panas01

Pada tanggal 4 Juli 2015, kami mendapat undangan ke Heidelberg, untuk mengikuti baptisan suci anak dari putri teman kami yang sudah seperti adik sendiri. Kota Heidelberg adalah kota dimana bung Karno, pernah mendapat gelar doktor (kalau tidak salah), mas Iwan jauh lebih tahu tentang sejarah ini.

Karena undangan acara baptisan di Gereja, maka kamipun tidak mungkin pakai celana pendek, kaos dan sendal. Jadi ya, paling tidak harus berpakaian yang sopan, tapi kalau berpakaian yang sopan dan akan semakin keluar keringat.

jerman-panas02

Udara begitu panasnya, walau dengan demikian, hari itu gereja sangat penuh dan tidak ada tempat duduk lagi…. Hahahahahaha….!!! Dan selesai ibadah baptisan suci, maka mereka yang di baptis, foto bersama di luar di depan gereja, untuk kenang-kenangan…

jerman-panas03

Saat kembali ke mobil, wadooooh…. !!! Masuk ke dalam mobil, seperti masuk kedalam oven, puaaaanaaas puol….!!! Pegang kemudi mobil saja harus pakai tissue….Puji TUHAN . . . ! ! ! Di mobil ada AC, walau tidak langsung dingin….
Akhirnya kamipun sampai di rumah mereka, untuk merayakan pesta baptisan tersebut…

Mohon maaf Dj. tidak ambil semua kejadian, tapi karena sangat panas, jadi pikiran hanya ingin minum… minum… dan minuuuum….!!! Setelah banyak minum, maka acara makanpun dimulai, walau sedikit kurang bergairah, padahal sangat banyak makanan yang disajikan….

jerman-panas04 jerman-panas05

Biasanya Dj. berdiri di paling depan, tapi kali ini, Dj. juga lebih milih mengalah…. Hahahahahaha….!!!

jerman-panas06

Bagi anda yang tinggal di Indonesia, atau yang di belanda… pemandangan seperti ini, mungkin sudah biasa, tidak mengherankan. Karena baik anda yang di belanda, apalagi di Indonesia, memang tempatnya…Tapi bagi kami yang di kampoeng Mainz, hal ini adalah satu hal yang sangat istimewa, karena tidak bisa makan yang seperti ini setiap minggu. Hahahahahahahaha….!!!

Bakmi goreng…

jerman-panas07

Tahu dan entah dimasak apa…

jerman-panas08

Oseng-oseng tempe dan boncis.

jerman-panas09

Oseng-oseng kangkung.

jerman-panas10

Sambal goreng terong pudeeesnya pol….

jerman-panas11

Sambal goreng udang….

jerman-panas12

Sayuran atau Cap Chay….

jerman-panas13

Daging sapi dan entah dimasak apa…

jerman-panas14

Sambal goreng telur…

jerman-panas15

Sambal goreng daging sapi yang dibikin seperti bakso kecil-kecil…

jerman-panas16

Ayam dengan jamur…..

jerman-panas17

Benar, saat itu tidak ada daging babi, mengingat tamu yang akan datang juga ada yang Islam. Hanya saja, mereka akan datang saat buka puasa…. Jadi tuan rumah sangat menghargai yang berpuasa juga…

Kebanyakan yang datang adalah pasangan Jerman-Indonesia….Jadi untuk Dj. juga tidak kebanyakan sudah kenal, karena sering bertemu, walau hanya di pesta-pesta saja. Dj. memulai dengan makan sop bakso dengan pak choy dan bawang goreng saja… Hhhhhmmm…. lecker…!!!

jerman-panas18

Nah ya… setelah bakso, kok masih ingin nyicipi yang lain juga…. Hahahahahahaha….!!! Dasar….!!!

Walau panas yang menyengat, kami masih bisa ngobrol dan bahkan becanda dengan gelak tawa yang cukup seru juga. Mereka, suami-suami yang orang Jerman sudah banyak yang pandai berbahasa Indonesia, walau logatnya masih kedengaran lucu. Salah satu pembicaraan kami yang membikin kami semua tertawa, saat salah satu dari kami (A) mengeluh karena panasnya udara saat itu.

A : “Wadooooh….. Jerman panaaaas…..!!!”

Lalu ditanggap oleh seseorang yang lainnya (B) …

B : “Kalian dikasih dingin, minta panas dan sekarang dikasih panas, mengeluh kepanasan…..Dasar manusia yang tidak pernah merasa puas dan ingin yang lain….Yang hitam ingin putih dan yang putih ingin hitam. Yang rambutnya kriting ingin lurus dan yang lurus, ke salon bikin kriting. Yang namanya manusia, selalu mimpi atau menginginkan yang lain…”

Salah seorang lagi (C) nyeletuk….

“Sekarang sedang rame manusia mimpi sorga dengan segala macam cara untuk meraihnya. Berusaha hidup suci dan bahkan sering menganggap yang lain salah, hanya dia dan kelompoknya yang benar….Lalu bagaimana kalau nanti di surga, lain dengan yang dimimpikan….??? Apa mungkin juga mengeluh dan ingin kembali ke dunia…??? Semoga yang satu ini tidak demikian.”

Hahahahahahaha….!!!

Jelas masih banyak lagi yang menjadi bahan pembicaraan, untuk sekedar melupakan udara yang sangat puanas tersebut. Waktu berlalu dengan cepat juga, sambil minum… minum… dan minum…. tidak terasa sudah jam 15:30 dan sudah waktunya tea time…

Nah ini yang Dj. tunggu-tunggu, karena biasanya banyak kueh dan jajanan Indonesia….Benar saja, dugaan Dj. dan secepat kilat Dj. maju ke depan dan ambil duluan…. Hahahahahahahaha….!!!

Karena ada yang Dj. sangat suka, yaitu Lemper dan onde-onde…

jerman-panas19 jerman-panas20 jerman-panas21

Bagi anda yang hidup di Indonesia, mungkin kaget dengan apa yang Dj. ambil dan tidak tanggung-tanggung… Hahahahahaha…!!!

Dan setelah makan lemper dan onde-onde, 1 jam kemudian, kamipun pamit, karena sudah janji akan antar putri kami ke Frankfurt untuk beli sesuatu.

Sampai di di tempat yang kami tuju di Frankfurt, maka Dj. hanya menunggu di Cafe saja, sambil menikmati Java Cip Chocolate, segueeeer….!!!

jerman-panas22

Puji TUHAN . . . ! ! !

Keesokan harinya, walau masih di atas 30°C , namun suhu sudah mulai menurun dan terasa sedikit sejuk. Walau di TV masih diwarnai dengan sangat merah….Dan di daerah Frankfurt dan sekitarnya tidak lagi 40°C, tapi sudah 36°C.
Anda bisa lihat kira-kira letak kota Mainz yang di sebelah barat kota Frankfurt.

jerman-panas23

Okay….

Banyak sudah yang Dj. pamerkan dan semoga tidak membikin anda bosan….Mohon maaf, bila oret-oretan di atas banyak salah ketik, atau juga tidak berkenan di hati anda. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semuanya yang telah memberi perhatian untuk setiap oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya….!!!

 

Salam Sejahtera dari Mainz

Dj. 813

jerman-panas24

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

19 Comments to "Jerman Dilanda Panas"

  1. Dj. 813  15 July, 2015 at 21:35

    Alvina….
    Terimakaksih sudah mampir…..
    Ooooooo…. Kasihan sekali, coba ya, kalau bisa nanti Dj. kirimin….
    Hahahahahahaha…..!!!
    Emerald land itu dimana…..???
    Kok bunyinya seperti Asia, tapi kok dingin….???
    Dan tidak makanan Asia….???
    Maaaaaf…. blo`on nih, karena memang belum pernah dengar…
    Hahahahahahaha……!!!
    Dj. kira Alvina tinggal di Canada….
    Salam manis dari Mainz….

  2. Alvina VB  15 July, 2015 at 16:51

    Mas DJ, Salam sejahtera dari Emerald land! Coba ya hawa panas dan makanannya dikirim ke sini soalnya di sini lagi dinginnnnn dan gak ada makanan Asia, he..he…

  3. Dj. 813  15 July, 2015 at 13:38

    Dimas Josh Chen…
    Matur Nuwun dimas…..
    Hahahahahahahaha…..
    Di Pasar traditional Modern di BSD saja, sangat buanya yang jual makanan
    yang enak-enak…..
    Terutama yang Dj. suka yang diluar yang jjual b2 panggang dan b2 merah….
    dengan Ya mien manis….
    Hhhhhhmmmm…. Yummmy….!!!

    Nah ya, ini sudah termasuk record, untu Jerman….
    Sepengetahuan Dj selama 40 tahun di Mainz, dulu pernah 36°C, itupun sudah
    banyak sekali yang mengeluh.
    Terutama orang-orang yang lanjut usia…
    Tapi jadi ada Indonesia feeling, panas masuk toko yang adem….. ( seperti di Indonesia )
    Biasanya kan kedinginan dan masuk toko biar hangat…. Hahahahahaha….!!!

    Okay
    Salam manis juga untuk seluruh keluarga dirumah ya….

  4. J C  15 July, 2015 at 05:52

    Hahaha…benar pak Djoko, bahwa yang di sini tidak ngiler atau kepingin blas… karena sudah biasa dan sewaktu-waktu kapan saja bisa beli. Biasa kami beli di pasar dekat rumah… rada sulit membayangkan bahwa Jerman kena heat wave sampai 41’C….

    Salam untuk keluarga besar Paisan di Mainz ya…

  5. Dj. 813  15 July, 2015 at 01:01

    Bagi anda beremüat yang sudah membubuhkan LIKE atau jempolnya,
    Walau tidak kelihatan namanya, tapi biasanya Krist, Wid dan dimas Josh Chen.
    Terimakasih….!!!
    Matur Nuwun….!!!
    Kamsia…!!!
    Salam manis dari Mainz.

  6. Dj. 813  15 July, 2015 at 00:59

    Yu Lani…
    Mahalo yu….
    Benar yu, kita manfaatkan saja, walau megap-megap…. Hahahahahaha….!!!
    Tentang rantang, kami tidak pernah bawa yu, tapi kalau nyonya rumah tahu kami sudah akan pulang,
    pasti dibawain bungukusan.
    Malah saat itu dikasih kantong plastik, disuruh ambil sendiri sepuasnya, karena didapaur, setiap masakan masih sangat buanyaaaak….
    Susi yang ngepakin…. Hahahahahahahaha…..!!!
    Puji TUHAN . . . ! ! ! !
    Yang punya rumah masih bilang, jangan lupa onde-onde dan jajanannya untuk Daniel….
    Sungguh luar biasa….!!!
    Begitu banyak berkat TUHAN yang mengalir…..

    Okay yu, ini berusan sampai rumah, tadi jalan-jalan dikota, sedikit nongkrong di Cafe, karena udara sangat bagus.
    Sayang kalau hanya untuk duduk-duduk dirumah saja…

    Salam manis dari Mainz.

  7. Dj. 813  15 July, 2015 at 00:54

    djasMerahputih 14 July, 2015 at 20:54

    Ha ha ha…. padahal djas pesennya onta, yang dikirim malah udara panas…
    Kalo Jakarta sih yang sering dikirimin banjir dari Bogor….
    Mudah2an tahun depan alam sudah bersahabat lagi… (ingat lagu Ebiet)
    ——————————————————————

    Hallo Djas….
    Puji TUHAN . . . ! ! !
    Masih ada yang mau kirim…..
    Baik itu panas atau banjir, kita syukuri saja….
    Banyak mengeluh dan mengkritik juga tidak ada menfaatnya….
    Malaj kelihatan bodonya….. Hahahahahahaha….!!!
    Lha bikin saja tidak bisa, mau mengkritik, aneh kan….???
    Itulah yang namanya manusia, selalau tidak puas dengan apa yang ada….
    Dan selalu merasa lebih baik atau lebih pintar…. Hahahahaha…. ( lagi )
    Kita terima saja apa yang ada, toch untuk merubah juga tidak bisa, atau djas bisa merubah…???
    Hahahahahahahahaha….. ( lagi dan lagi )
    Salam Sejahtera dari Mainz.
    Jangan lupa berdoa, siapa tahu ada perubahan….
    Tarimakasih.

  8. Lani  14 July, 2015 at 23:16

    MAS DJ : biar panas bak di gurun Sahara, yg penting hajaaaaaaaar bleeeeeeh itu semua jajanan, klu perlu bawa rantang susun pitulikur mas buat memboyong semua makanan, dan jajanan sak komplite……..

    Iki sing jenenge nggragas bablassssssssssss……….

  9. Lani  14 July, 2015 at 23:15

    JAMES : mahalo absenannya, sambil merem melek menikmati semua jajanan di foto artikelnya mas DJ………….semuanya lekkerrrrrrrrrrrr……..nyam……nyam……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *