[Brunei Darussalam] Lapangan Terbang Antarbangsa Brunei

Cechgentong

 

Tanggal 16 Mei 2014 adalah hari keempat atau hari terakhir kami berada di Brunei Darussalam. Sementara urusan koper yang hilang belum ada kejelasan maka itu hari terakhir yang bertepatan dengan hari Jumat  kami berangkat pagi hari sekitar jam 11 pagi karena kami ingin segera mendapatkan kejelasan tentang koper dari Air Asia.

brunei-darussalam (1)

Dengan diantar Pak Azman, supir taksi langganan kami check out dari hotel dan menuju ke Bandara International Brunei (BIA). Dalam waktu 15 menit tibalah kami di BIA. Tetapi sebelum kami masuk ke tempat keberangkatan, Pak Azman mengingatkan bahwa hari Jumat adalah hari libur nasional Brunei Darussalam. Pak Azman menyarankan kami untuk membeli makanan di toko-toko yang ada di BIA karena jam 12.00-14.00 waktu Brunei toko-toko akan tutup karena semua karyawannya istirahat sekaligus melaksanakan sholat Jumat khususnya kaum pria. Padahal waktu keberangkatan kami selanjutnya yaitu Kota Kinabalu pada pukul 16.45 sehingga kami pasti akan menunggu lama.

Segeralah saya pergi ke kantor Air Asia. Ternyata hasilnya kurang menyenangkan karena koper kami belum juga ada kejelasan keberadaannya. Demikian dituturkan oleh Azmi, supervisor Air Asia Brunei Darussalam. Mengecewakan sekali karena kami berharap koper ditemukan dan dapat kami bawa langsung ke Kota Kinabalu tetapi itulah yang terjadi dan kami dituntut untuk lebih bersabar lagi.

brunei-darussalam (2) brunei-darussalam (3) brunei-darussalam (4) brunei-darussalam (5)

Setelah mendapatkan informasi yang kurang menyenangkan dari Air Asia, segeralah kami mencari makanan yang dijual di BIA sebagai teman menunggu di BIA selama 4 jam lebih. Ternyata kami menemukan semua toko sudah tutup bersamaan terdengar suara azan di mesjid yang letaknya tidak jauh dari BIA. Apa yang dikatakan Pak Azman benar adanya. BIA langsung sepi tanpa aktivitas sama sekali.

Walaupun tidak ada yang menjual makanan, kami beruntung karena salah satu tas kecil masih tersedia beberapa kudapan yang cukup mengganjal perut selama 2 jam. Selain itu lamanya waktu menunggu kami manfaatkan untuk mengambil foto sekilas tentang BIA pada saat semua aktivitas terhenti pada hari Jumat tersebut.

brunei-darussalam (6) brunei-darussalam (7) brunei-darussalam (8) brunei-darussalam (9)

Perlu diketahui BIA masih dalam proses pembangunan. Sejak 2008 telah dibuat Master Plan BIA sehingga menjadikan BIA sebagai lapangan terbang berkelas Internasional dan dimulailah pembangunan besar-besaran. Pada tahun 2005 kapasitas BIA baru dapat menampung 1,3 juta orang. Tetapi pada saat ini fase 1 telah mengalami peningkatan kapasitas penumpang dan terminal kargo (direncanakan rampung akhir 2014). Pada tanggal 1 Oktober 2013, fase 1A telah selesai yaitu dibukanya hall kedatangan yang baru dan diharapkan terjadinya peningkatan jumlah penumpang mencapai 2 juta orang pada akhir tahun 2014. Sedangkan fase 2 baru akan terwujud pada tahun 2020 yaitu pembangunan terminal baru yang direncanakan dapat menampung 8 juta orang.

brunei-darussalam (10) brunei-darussalam (11)

Semoga kelak suatu hari kami dapat berkunjung lagi ke Brunei Darussalam dengan kondisi BIA yang lain dan lebih baik dari sekarang. Selamat Tinggal Brunei, Selamat Datang Kota Kinabalu.

 

Bisa juga dibaca di: https://ruddabby.wordpress.com/2014/06/26/brunei-darussalam-lapangan-terbang-antarbangsa-brunei/

 

 

9 Comments to "[Brunei Darussalam] Lapangan Terbang Antarbangsa Brunei"

  1. Linda Cheang  24 July, 2015 at 15:56

    sunyi dan sepiiiii…..

  2. J C  24 July, 2015 at 05:50

    Sepinya bandara ini mirip dengan sepinya bandara di Bali ketika Hari Nyepi…

  3. Lani  22 July, 2015 at 01:32

    CECH : akhirnya sampai balik ke Fiji kopernya ditemukan apa ngga???? Klu tdk apakah mendptkan ganti rugi??????

    Wah, iki lapangan terbang apa kuburan?????? Sepi nyenyet………….

  4. Lani  22 July, 2015 at 01:31

    KANG DJAS : mahalo absenannya

  5. Dj. 813  21 July, 2015 at 19:59

    Waaaaaaw…. bendara indah tapi sunyi senyap…..
    Mungkin orang brunai tidak senang terbang, karena bisa terbang sendiri….
    Tapi pisang goreng ada di Brunai kan Ceh….???
    Syukurlah kalau ada,,,,
    Terimakasih dan salam,

  6. James  21 July, 2015 at 11:16

    hadir lagi bang Djas meski terlambat dikit……

    BIA begitu rapih apik dan bersihnya……kapankah Soetta dapat dipertahankan demikian ??

  7. djasMerahputih  21 July, 2015 at 10:49

    Itu pas Jumatan mas Hand, lagi break… di kita ngga ada kan…??

  8. Handoko Widagdo  21 July, 2015 at 10:41

    Bandaranya sepi ya?

  9. djasMerahputih  21 July, 2015 at 10:36

    1: Absenin trio Kenthir lagi…
    Brunei negeri keselamatan. Sayang kopernya belum bisa diselamatkan..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.