Cucu

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Salam jumpa di hari Selasa yang indah ini…

Sebelum terlambat terlalu lama…Perkenankan Dj. mengucapkan kepada anda semua yang merayakan lebaran…

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H.

S U G E N G  R I Y A D I…!!!

Nyuwun pangapunten, bilih kathah kelepatan kawulo…!!! Mugi Gusti, tansah maringi penjenangan sedaya, bagas waras nir ing sabengkolo. Mugi Gusti ingkang akarya Jagad, maringi berkah pengestunipun, kagem panjenagan sedaya.

Sebagai manusia yang tidak sempurna, tentu sering salah ucap kata, atau salah nulis dan salah nutul…Mohon maaf lahir bathin….!!!

Okay….
Satu kebahagiaan yang ingin Dj. bagikan di sini, yaitu kebahagiaan jadi opa dan boleh momong cucu…Mungkin bagi anda yang sudah mengalami jadi opa atau oma, ya pasti tahu apa yang Dj. maksudkan…Tapi Dj. rasa tidak semua orang, senang dipanggil opa atau oma…Mungkin anda berpikir, itu kan orang barat, tidak senang dipanggil opa atau oma, apalagi mereka yang tidak menikah.

Tapi Dj. pernah jumpai beberepa orang Indonesia yang berpikiran lain dengan Dj. Pernah Dj. bertemu dengan teman sekolah, spontan Dj. tanya…Cucumu sudah berapa…??? Dia kelihatan masam di wajahnya… dan berkata, jangan tanya cucu…!!! Lalu disambung, enak saja, anak-anak bikin anak, lalu sekarang sering ditinggalkan di rumah kami dan kami harus momong…Hahahahahahahaha… .!!!

Nah mungkin ini salah satu kekecualian ya…Okay… Dj . kok sangat bangga punya cucu dan bahkan sangat gembira, setiap saat mereka berada di dekat Dj. Jujur memang, kalau mereka datang, semua bisa berantakan…Dan kalau mereka pulang, rasanya tenang lagi, tapi tetap saja senang kalau mereka datang. Bahkan kalau 1 minggu tidak lihat, pasti Dj. telpon atau mereka yang menelpon kami.

Hallo opa, wie geht ’s dir…??? (Hallo opa, bagaimana keadaanmu…???)
Kadang pagi-pagi David sudah nulis pesan di Whatsapp , Opa Bist du schon wach , ich muss schon zur schule gehen…(hallo opa, apa kamu sudah bangun , aku mesti berangkat sekolah…)

Ya… dan obrolan yang lainnya tentu…David anak yang baik, jarang rewel, bahkan termasuk anak yang acuh tak acuh, duduk di pojok dan baca buku. Satu sore, telpon berdering dan di seberang sana, bukan suara David…Hallo opa… (ternyata Sarah yang telpon), dan dia banyak belajar dari kakaknya.

Dia langsung tanya Dj.: Opa, kommst du…??? (opa, datangkah…)

Lalu HP nya disambar oleh David dan berkata, oh ya opa, besok ikut lihat ya, aku mau konzert dan ini untuk pertama kalinya.

Dj. : Jam berapa…???
David: Jam 5 sore opa, datang ya…
Dj.: opa belum tahu, bagaimana opa bisa datang? Kan opa harus jemput Sarah jam 4 sore…???

Kemudian Dj. berbicara dangan mami mereka dan semua semakin klaar…

Seperti biasanya, kalau maminya sibuk, maka Dj. yang jemput Sarah dari Kinder Garten. Dia sangat senang kalau lihat Dj. di Kinder Garten, langsung dia lari ke arah Dj. dan memeluk paha Dj. Dan setelah dia ambil ransel dan topinya, maka kami pulang ke rumah kami…Kalau ke rumahnya, dari Kinder Garten ke kanan, tapi kalau ke rumah kami, ke kiri. Dj. sering tanya, ke sana atau ke sini….Dia selalu menunjuk ke arah kiri dan berkata Da lang… (Ke arah sana), sambil senyum.

paisan01

Dia tidak pernah minta gendong, bahkan pernah Dj. mau gendong, dia tidak mau, dia milih jalan sendiri.

paisan02

Kadang Dj. sengaja, saat sudah di depan apartment, maka Dj. jalan terus…Heee… dia behenti dan panggil… Opa…!!!

paisan03

Okay, itu Sarah….. dan David saat itu sedikit kecewa kalau kami tidak bisa datang…Tapi memang kami sengaja, agar jadi satu kagetan, kalau kami datang…Hari itu matahari ngamuk lagi, suhu cukup tinggi dan cukup panas, bagaimana mau ke konzert… (pikir Dj.). Puji TUHAN…!!! Oma nya menjelaskan, ini konzert anak-anak di sekolah, jadi santai saja, karena anak-anak mulai kelas 3 SD dapat pelajaran musik.

Memang Dj. tahu, kalau kami ke rumah mereka, David sering kasih lihat, bagaimana dia main klarinet yang mulai tahun ini dia pelajari.

Jadi David belum tahu apa kami bisa datang atau tidak. Dan ini Dj. rasa cukup membikin dia gembira saat dia melihat opanya ke depan untuk mengambil foto. Benar sekali, dia senyum dan kasih tahu teman di sebelahnya, kalau opanya ada… Olehnya temannya juga lihat ke arah Dj.

paisan04

Sungguh satu kebahagiaan, melihat David duduk di antara teman-temannya dan akan memainkan alat musik. Dj. lihat dia, ternyata dia termasuk yang paling gagah di antara teman-temannya… Hahahahahaha…!!! Boleh kan, muji cucu sendiri…Untung sekali, walau kami datang 5 menit terlambat, tapi dia belum mulai, karena yang mulai duluan Koor anak-anak kelas 1 dan 2 SD. Ya…. Konzert ini diadakan di Aula sekolah, jadi bukan di Theater… olehnya merekapun tidak berpakaian rapi seperti Konzert di Theater.

Kamudian tibalah saatnya group David memainkan musiknya, yaitu dua lagu.

paisan05 paisan06 paisan07

Jujur, Dj. jadi merinding, melihat David memainkan klarinetnya dengan baik, tanpa ada nada yang salah. Dan setelah selesai, dia melihat ke arah Dj. seolah ingin tahu, apa Dj. suka…??? Jelas Dj. dan penonton tepuk tangan dan Dj. acungkan jempol ke arahnya dan diapun senyum puas.

paisan08

Kemudian nunggu cukup lama sampai dia main lagi, karena giliran anak-anak kelas 4 yang akan memainkan alat musik mereka. Nah, di sini diberi tahu, karena anak-anak kelas 4 cukup sedih, baru 2 tahun belajar musik dengan baik, sudah harus pindah sekolah. Ya… di Jerman, SD hanya sampai kelas 4 saja dan yang nilainya kurang bagus mereka harus melanjutkan ke “Real schule” sampai kelas 10 dan mereka nantinya bisa melanjutkan ke sekolah kejuruan.

Namun kalau mereka merasa mampu, setelah sekolah kejuruan, mereka juga bisa melanjutkan untuk mendapatkan Ijazah yang setara dengan SMA Kejuruan. Misalnya setelah tamat Real schule, mereka bisa sekolah jadi perawat dan setelah selesai, mereka melanjutkan 1 tahun sekolah yang setara dengan SMA. Mereka juga bisa kuiah di kedokteran, mereka sudah memiliki pendangan yang lebih luas dan mengenal lingkungan

Dan yang nilainya bagus, mereka akan melanjutkan ke “Gymnasium”, sampai kelas 13 (tapi di beberapa negara bagian, ada yang hanya sampai kelas 12). Nah mereka ini yang nantinya bisa langsung kuliah, kalau mau. Banyak yang setelah tamat Gymnasium, mereka tidak langsung kuliah, tapi mereka ambil sekolah kejuruan dan setelah tamat baru mereka melanjutkan kuliah. Karena banyak yang lulusnya pas-pasan dan mereka pikir, kalau sampai gagal kuliah, maka mereka, sudah memiliki keahlian dan masih bisa bekerja.

Okay, maaaf… Kalau Dj. malah cerita sekolah di Jerman, nanti salah nulis dapat semprot…!!! Hahahahahaha…!!! Kembali ke Konzertnya David….

Penonton, kebanyakan adalah orang tua mereka sendiri yang ingin juga lihat, sejauh mana anak-anak mereka memainkan instrument yang mereka pelajari.

paisan09

Nah ini pemain-pemain dari anak-anak kelas 4. Lagu-lagu yang mereka mainkan, juga jelas yang lebih sulit dan lebih cepat, karena mereka sudah 2 tahun belajar.

paisan10

Dan Dj. sangat tertarik dengan anak wanita ini yang begitu cekatan memainkan intrumentnya. Tangan kanannya harus naik turun dengan cepatnya, sungguh mengherankan.

paisan11

Juga guru-guru musik, mereka memperlihatkan kemahirannya…Dan merekapun berpakaian sangat relax, tidak dengan Dress code… hahahahahaha….!!!

paisan12

Dan untuk penutupan, maka groupnya David, masih harus memainkan satu lagu lagi…Tapi, kali ini, mereka tidak boleh melihat di buku, jadi harus membelakangi penononton…Hahahahahahahaha…!!!

paisan13

Nah di sini, mereka harus menunjukkan, bahwa mereka menguasai instrument yang mereka mainkan. Setelah konzert selesai, maka David tidak sabar dan lari ke arah Dj. dan bukan ke arah maminya. Dia langsung tanya… Nah opa, bagaimana tadi…??? Dj angkat dia dan peluk dan cium keningnya, karena Dj. benar-benar bangga akan dia.
Kemudian kami berdua jalan menemui maminya, omanya dan adik-adiknya…Dan omanya memesan minuman untuk kami semuanya, karena udara begitu panasnya…Walau tidak 41°C tapi masih di atas 30°C , dan di dalam ruangan tanpa AC, ya cukup puanaaaas….!!!

paisan14

Okay…Setelah semuanya beres, maka kamipun jalan kaki menuju rumah, karena sekolah David tidak jauh, hanya sekitar 600 meter dari rumahnya.

Semoga cerita tentang cucu-cucu Dj. ini berkenan di hati anda semuanya. Mohon maaf bila banyak salah nutul dan juga kata-kata yang tidak pada tempatnya.

Terimakasih Dj. ucapkan kepada anda semuanya yang telah membaca oret-oretan Dj. Juga kepada Baltyra yang selalu menayangkannya.

Sekalai lagi, kali ini Dj. benar-benar minta maaaf…Karena ingin sedikit mengurangi frekwensi oret-oretan Dj. Jelas Dj. masih akan tetap mengirimkan oret-oretan Dj., tapi mungkin tidak lagi setiap minggu, Dj. akan kirim kalau Dj. ada banyak waktu.

Terimakasih atas perhatian anda semua selama ini.

Semoga Kasih dan Barkat TUHAN, senantiasa menaungi kita semuanya, sampai Maranatha TUHAN datang…!!!

Salam manis dari kami di Mainz

Dj. bersama Laura yang selalu senyum.

paisan15

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

50 Comments to "Cucu"

  1. Dj. 813  27 July, 2015 at 18:42

    Hallo Mei . . . .
    Waaaaw . . . Selamat Pagi . . . ! ! !
    Sudah bangun . . . ? ? ?
    Atau nglindur . . . . . .
    Banyak lho yang nglindur disiang bolong . . .
    Hahahahahahahaha . . .
    Ya dah sana, tidur lagi . . . . Biar besok bisa bangun pagi dan bisa saur . . .
    Salam manis dari Mainz

  2. Dj. 813  27 July, 2015 at 18:40

    Hallo Ikha . . .

    Terimakasih sudah mampir, apa kabarnya . . . ? ? ?
    Yuuuuup.. dia memang ganteng, cucu siapa dulu . . . ? ? ?
    Hahahahahahahahahaha . . . .

    Jangan keras-keras , nanti ada yang bingung . . .
    Salam manis dari Mainz.

  3. Dj. 813  27 July, 2015 at 18:38

    Bung Johny Lubis . . .

    Terimakasih sudah mampir….
    Impian yang sangat indah . . .
    Tanpa impian, tidak ada harapan dan tnpa harapan, tidak akan ada usaha
    dan tnpa usaha tidk akan ada kenytaan…. Hahahahahaha… ( sok tahu )
    Dj. sangat bangga dengan adanya anak-anak dn cucu-cucu yang lucu-lucu dan sangat menyenangkan.
    Barusan istri pulang untuk istirahat makan siang dirumah dan bercerita.
    Kkalau Davi dan jemput adiknya di Kinder Garten, karena memang hanya berjarak sekitar 200 Meter saja.
    Dia cerita kalau rapotnya sudah dia terima hari Jumat yang lalu, hanya lupa cerita.
    Dia naik kelas dengan nilai rata-rata 2 itu kalau di Indonesia mungkin = 9 karena 1 = 10
    Dia cerita kalau hari Sabtu akan diajak nonton oleh Papanya.
    Lalu omanya cerita, opa juga sudah ada idee untuk kamu.
    Waaaah, dia jadi penasaran dan tanya apakah dia boleh datang hari ini, atau besok . . . ? ? ?
    Nah disini Dj. yang bingung, karena Dj. sudh kehabisan idee . . . Hahahahahahaha…!!!
    Lalu omanya bilang, ya kasih saja € 50, biar dia beli mainan. Atau kamu pergi sama dia beli maiann yang dia suka…. Hahahahahahaha….!!!
    Nah ya, inilah kebahagiaan punya cucu….
    Satu saat anda juga akan mersakannya, satu kebahagiaan yang tidak bisa diambil oleh orang lain.

    Okay, selamat menanti cucu . . .
    Salam Sejahtera dari Mainz . . .

  4. Nur Mberok  27 July, 2015 at 15:58

    Sarah sudah besar ya … David senyummu mempesona… hahahhaa

  5. Ikha  27 July, 2015 at 12:44

    Sarah yg lucu dan David yg ganteng….

  6. Jhony Lubis  26 July, 2015 at 16:28

    Pak Dj, kehidupan yang saya impikan diwaktu akan datang….. beraktiftas sama cucu… bahkan saya candain putri tunggal saya agar memberikan saya cucu 3 orang…. biar masa tua saya n istri ramai….. *smile
    maklum hanya punya putri tunggal… jadi rumah terasa sepi….

  7. Swan Liong Be  25 July, 2015 at 17:08

    Oh jadi orang diatas 60 tahun masih ke-kanak²an kalo mengeluarkan pendapat yang bertentangan atau kritik. Berarti orang yang berusia diatas 60 tahun harus manut aja apa yang tertulis , juga kalo “make no sense” or nonsense . Aku sih ga malu terhadap yang lain lain, koq malu kenapa, selama aku tidak menyinggung atau menyerang pribadi.

  8. Swan Liong Be  25 July, 2015 at 17:00

    Bener, Alvina, kalo anaknya mirip bule itu biasanya lebih cakep dalam pandangan orang asia, aku masih ingat dulu waktu anak²ku masih kecil di Indonesia sering dicubitin pipinya sampai anakku gak seneng. Itu kan kebiasaan orang indonesia.

  9. Dj. 813  25 July, 2015 at 13:55

    Alvina….
    Selamat Pagi dari Mainz….
    Terimakasih sudah mampir….
    Banyak kok yang Dj. kenal orang Jerman yang nikah dengan orang Afrika dan anak
    mereka malah lebih cakep lagi.
    Kulitnya tidak pucat, rambut hitam dan ada yang matanya biru dan gidungnya mancung.
    Jadi mirip oraang India, hanya rambutnya hitam ikal dan yang lucu mata biru.
    Ada lagi yang rambutnya ikal sekali, tapi pirang… lucu…

    Tapi yang afrika dengan afrika, sih kebanyakan tetap sama….
    Tapi juga dari faktor makanan , badan mereka jadi tinggi besar

    Okay…
    Sekali lagi, terimakasih dan salam mannis dari Mainz.

  10. Alvina VB  25 July, 2015 at 06:17

    Mas DJ, cucunya cakep2 krn maminya org bule, coba kl maminya org Asia/Afrika, ceritanya lain lagi, he..he….just kidding…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.