Kupatan Gunung Kendeng

Kang Putu

 

Hari pertama Kupatan Gunung Kendeng telah berlangsung. Siang tadi, usai zuhur, para perempuan perkasa dari Desa Timbrangan dan Tegaldawa, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, penolak penghancuran Gunung Kendeng Utara oleh pabrik semen Indonesia, berarak mengambil air dari sumber air Brubulan di Desa Pasucen. Lalu, mereka berkonvoi dipandu para gadis penari menuju ke tenda perlawanan di kawasan Gunung Bokong. Mereka menyerahkan air bersih dan jernih itu kepada para ibu yang bertahan di tenda: untuk memasak ketupat. Dan, esok hari… mereka bakal merayakan kupatan bersama-sama.

kupatan-gunung-kendeng01 kupatan-gunung-kendeng02 kupatan-gunung-kendeng03 kupatan-gunung-kendeng04 kupatan-gunung-kendeng05 kupatan-gunung-kendeng06 kupatan-gunung-kendeng07 kupatan-gunung-kendeng08 kupatan-gunung-kendeng09 kupatan-gunung-kendeng10 kupatan-gunung-kendeng11

Siang sampai sore hari tadi adalah hari kedua Kupatan Gunung Kendeng. Acara itu diselenggarakan warga Desa Timbrangan dan Tegaldawa, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Lihatlah, gunungan ketupat itu melambangkan keberlimpahan pangan — produksi pangan di kawasan Pegunungan Kendeng Utara, yang selama ini dikesankan gersang dan karena itu (antara lain) menjadi pembenar untuk dieksploitasi sebagai bahan baku semen. Air melimpah, tanah yang subur, pepohonan yang lindung adalah mitra hidup mereka. Dan, mereka mensyukuri nikmat dan berkah dari Gusti Allah itu dengan kegembiraan.

kupatan-gunung-kendeng12 kupatan-gunung-kendeng18 kupatan-gunung-kendeng17 kupatan-gunung-kendeng16 kupatan-gunung-kendeng15 kupatan-gunung-kendeng14 kupatan-gunung-kendeng13

Pperayaan dan wujud syukur itu mengunjukkan pula daya hidup mereka. Daya hidup yang membuhulkan keyakinan dan tekad: untuk mewariskan keindahan dan kekayaan alam itu kepada anak-cucu. bukan mewariskan kehancuran atas nama keserakahan!

 

Foto-foto jepretan mas Supiyon.

 

 

9 Comments to "Kupatan Gunung Kendeng"

  1. Linda Cheang  25 July, 2015 at 16:42

    nggak bisa ikutan ke Kupatan Kendeng karena aku kekenyangan makan kupat/ketupat lebaran, hehehehe.

    luar biasa, kisahnya, Kang Putu

  2. Alvina VB  25 July, 2015 at 05:12

    Kang Putu trima kasih buat reportasenya. Mantep euy….Musti dilestarikan tradisi yg spt ini, liat aja itu ibu2 dan mbak2nya semua kebayaan dan pake sarung batik kan? apa gak cantik dan apik kelihatannya? Semoga tradisi org arab gak nyusup ke dlm masyarakat ini, semoga….

  3. djasMerahputih  24 July, 2015 at 18:47

    Selalu bangga dengan keaslian Nusantara…!!
    Ritual kaya simbol dan selipan pesan moral. Tak semua orang bisa menikmati.

    Thanks sharingnya Kang Putu…

  4. James  24 July, 2015 at 06:57

    Kupatan Lebaran……..hadir siap-siap santap kupat

  5. Handoko Widagdo  24 July, 2015 at 06:54

    Luar biasa Kang Putu.

  6. J C  24 July, 2015 at 05:55

    Acara-acara seperti ini yang sungguh sangat perlu dipertahankan keberadaannya…

  7. Lani  24 July, 2015 at 03:15

    Lihat kupatnya bikin merem melek kemecer………..

  8. Swan Liong Be  24 July, 2015 at 00:01

    Kang Putu, menyegarkan melihat foto² diatas, dimana para wanita mengenakan pakaian daerah mereka, harus dinikmati bener², gak tau masih berapa lama lagi pakaian ini diganti dengan pakaian daerah gurun!

  9. Dj. 813  23 July, 2015 at 18:35

    Kang Putu….
    Terimakasih untuk informasi kupatannya dan juga foto-foto yang indah-indah..
    Apakah Kuoatan ini serupa dengan lebaran kupat….???

    Menurut Dj. ini adalah tradisi yang sangat indah, semoga akan selalu menjadi peprhatian masyarakat dan menjaganya sampai kapanpun.
    Sekali lagi, terimakasih dan salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.