BALTYRA.com – 6 Tahun Pasang Surut

Carik Baltyra

 

Tak terasa waktu berlalu. Enam tahun sudah rumah kita bersama ini hadir di tengah kita. Sangat terasa perbedaan suasananya di awal-awal berdirinya dulu dibandingkan dengan sekarang. Hiruk pikuk penulis, pembaca dan komentator terasa lebih ramai dibandingkan sekarang.

Sekarang, keramaian dulu sudah sangat jauh berkurang. Suasana yang terasa lebih matang, lebih dewasa dibandingkan gedebak-gedebuk di masa lalu. Diskusi dan komentar juga terasa lebih terarah, bukan sekedar bersenda gurau, bertukar sapa seperti masa itu.

Mungkin memang harus demikian siklus satu situs jurnalisme warga? Di masa jayanya, cikal bakal BALTYRA yang masih bercokol di industri media terbesar Tanah Air, yaitu Kompas, sangat terasa kekocakan, kehebohan dan hiruk pikuk, bahkan terjadi pertikaian dan pertengkaran baik secara online maupun offline. Suasana yang sama terasa di saudara BALTYRA, yaitu Kompasiana, yang jauh lebih besar dibandingkan BALTYRA – dari jumlah pengunjung maupun jumlah kontributornya, sangat berbeda suasananya dibanding masa-masa awal berdirinya.

Bisa jadi karena life cycle para punggawa di belakang layar masing-masing situs, dan juga para kontributor, pembaca serta komentator yang melakoni siklus hidupnya. Di masa kira-kira 5-10 tahun yang lalu, sebagian besar mungkin di usia awal 30’an dan pertengahan 30’an. Kemudian bergeser ke akhir 30’an dan sekarang sudah awal 40’an, bahkan sebagian sudah tergolong usia pensiun, beberapa malah usia senja. Gejolak pemikiran dan semangat tentu saja berbeda di tiap era. Belum lagi kesibukan di tengah keluarga, mulai dari bekerja (baik bekerja kantoran ataupun bisnis sendiri), mengurus rumah, mengurus anak-anak, yang tentu masing-masing memiliki prioritas yang berbeda-beda tingkat skala kepentingannya.

Sepertinya terjadi ‘generation lost’ dimana pada waktunya dulu, situs-situs jurnalisme warga mungkin jadi salah satu perekat dan pengikat antar teman, antar bangsa dan lintas benua. Masih ingat di kisaran 2009, yang ada Friendster dan di Indonesia baru mulai Facebook. Hari ini, hampir setiap orang yang punya smartphone, atau sedikit paham komputer, 99% atau lebih bisa dipastikan memiliki akun di Facebook. Belum lagi social media yang lain, Instagram, Tweeter, Path dan masih banyak lagi. Masih ada juga segala macam pengikat antar individu dan kelompok dengan Whatsapp, WeChat, Line, KakaoTalk dan sejenisnya. Terjadi ‘generation lost’ yang saat ini jauh lebih praktis, lebih mudah dan lebih sederhana di berbagai jenis social media yang ada.

Di Facebook, tinggal tulis Notes, tidak perlu mengirimkan ke Redaksi tertentu, tidak perlu bahasa yang baku. Tulis, posting atau publish, tag ke teman-teman dan dalam sekejap komentar mengalir. Instagram demikian juga. Dan semua social media bisa langsung di’install di gawai (gadget) masing-masing, OS apapun: Android, iOS, Windows, semuanya tersedia, sehingga terhubung kapan saja dan di mana saja.

Yang masih sedikit menggembirakan adalah, jumlah pembaca dan pengunjung ternyata tidak menurun, tapi malah meningkat dari tahun ke tahun. Yang berarti silent reader yang berkunjung, membaca dan mungkin menikmati dari bulan ke bulan semakin banyak. Karena semakin meningkatnya jumlah pengunjung dan pembaca, terutama pada waktu artikel Wesiati Setyaningsih yang berjudul Jilbabmu, Kebaikanmu (http://baltyra.com/2015/06/17/jilbabmu-kebaikanmu/) tiba-tiba melesat jumlah pembacanya, tumbanglah (lagi) server Baltyra. Padahal waktu itu sudah pindahan, dengan harapan lebih mumpuni, tapi ternyata tidak sanggup meng’handle ‘banjir bandang’ jumlah pengunjung. Dan tidak tanggung-tanggung, tumbang dalam waktu terlama dalam sejarah Baltyra, yaitu down seminggu penuh! Tidak ada cara lain, selain kemudian mencari server baru yang harapannya lebih mumpuni. Baltyra pun pindahan lagi ke server yang baru ini. Sejauh ini, masih terpantau lancar-lancar saja. Semoga ke depannya tidak ada lagi permasalahan server.

Walaupun ‘terasa’ lebih sepi daripada waktu-waktu sebelumnya, namun fakta dari statistik yang ada, justru jumlah pengunjung dan pembaca terus meningkat dari waktu ke waktu. Hampir pasti tiap minggu terjadi kenaikan jumlah pengunjung dan pembaca; yang berarti memang banyak sekali silent reader yang berkunjung. Mungkin memang demikian fenomena yang sekarang berlangsung. Nanti apa lagi di masa depan? Tak seorang pun yang bisa prediksi…

Terima kasih untuk seluruh pengunjung dan pembaca BALTYRA.com, terutama untuk para silent readers di seluruh penjuru dunia (sekitar 185 lebih negara). TERIMA KASIH…

Begitulah kehidupan…ada yang datang, ada yang pergi…pasang dan surut…

6th-anniversary

SELAMAT ULANGTAHUN KE 6 BALTYRA.com…

 

 

14 Comments to "BALTYRA.com – 6 Tahun Pasang Surut"

  1. Wesiati  24 September, 2015 at 12:57

    Oalah.. Aku baru baca sekarang. Kirain dewi murni guyonan…

  2. Amstrong Sembiring  22 September, 2015 at 21:32

    Happy Birthday Media Baltyra!!! SEMOGA SELALU BERMANFAAT !

  3. Dewi Aichi  4 August, 2015 at 09:08

    Selamat ulang tahun baltyra, makin kokoh dan makin memberikan manfaat kepada semuanya.

  4. Hennie Triana Oberst  4 August, 2015 at 05:20

    Happy Birthday Baltyra!!! Semoga makin sukses.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *