Surat Kedelapanbelas dari Desa

Angela Januarti Kwee

 

Dear David,

Comment ca va? Ca fait longtemps que je ne t’ai pas ecrit.

Seorang teman mengajariku bahasa Perancis dan aku rasa aku perlu menuliskan beberapa kalimat untukmu. Tidak terasa ya, David sudah lebih lima bulan aku tidak mengirimkan surat. Maafkan aku bila kamu ketinggalan begitu banyak cerita aktivitas harian yang kulakukan. Beberapa bulan ini aku sibuk menyelesaikan deadline pekerjaan dan target pribadi. Terkadang aku harus mengorbankan waktu santai untuk sekedar nonton, membaca, menulis atau berkumpul dengan teman-teman. Tapi, bagiku tidak apa-apa karena untuk mewujudkan sebuah impian memang dibutuhkan pengorbanan.

Sebaiknya kita mulai dari mana ya, David? Ada banyak cerita di kepalaku yang ingin kutuliskan. Hmmm, tunggu sebentar. Aku rasa ada satu cerita menarik untukmu.

Belum lama ini, aku diminta terlibat dalam program pemberian beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini merupakan program baru bersama mitra kami (Good Return-Australia). Karena baru dan menjadi pilot project, program ini harus sukses. Untuk kelancaran program, kami membentuk tim yang terdiri dari perwakilan mitra, guru-guru SMK Keling Kumang dan aktivis-aktivis CU Keling Kumang dari dua departemen. Tujuh tahap seleksi dilakukan lebih kurang satu bulan.

Ada cerita menarik ketika beberapa anggota tim melakukan survei lapangan. Mereka harus melewati jalan berlumpur di tengah malam yang gelap dan bahkan harus tidur di warung miliki orang di kampung yang mereka kunjungi.

surat-ke-18-sintang (1) surat-ke-18-sintang (2)

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil para calon penerima beasiswa. Kamu tahu, David. Terkadang ada perasaan sedih melihat kondisi masyarakat. Bagaimana mungkin perekonomian di daerah tersebut bisa maju bila akses jalan rusak parah?

(Potret tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah yang tim kunjungi)

(Potret tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah yang tim kunjungi)

(Potret tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah yang tim kunjungi)

(Potret tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah yang tim kunjungi)

(Potret tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah yang tim kunjungi)

(Potret tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah yang tim kunjungi)

Melihat semangat para anggota tim, aku sungguh terharu. Aku dan seorang perwakilan mitra punya magic words untuk semua ini yaitu fighting for the poor. Jadi, ketika kami harus bekerja ekstra, kalimat ini memotivasi untuk terus bersemangat. Aku rasa David juga perlu memiliki magic words seperti ini.

* Fighting For The Poor *

Tiap perjuangan yang tanpa lelah, tentu akan menghasilkan hal yang baik. Pada 9 Juli 2015 lalu, kami melakukan penandatanganan MoU dengan penerima beasiswa. Ada lima puluh beasiswa untuk anak-anak kurang mampu yang bersekolah di SMK Keling Kumang. Melihat para orangtua dan wali hadir mendampingi anak-anaknya dan melihat raut wajah bahagia dari mereka, membuat kami merasa bahwa perjuangan yang kami lakukan telah terbayar lunas.

(Gedung SMK Keling Kumang di Jalan Merdeka Selatan Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir)

(Gedung SMK Keling Kumang di Jalan Merdeka Selatan Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir)

(Siswa/i, orangtua dan wali penerima beasiswa hadir dalam penandatanganan MoU. Foto oleh Kris Lucas)

(Siswa/i, orangtua dan wali penerima beasiswa hadir dalam penandatanganan MoU. Foto oleh Kris Lucas)

(Siswa/i penerima beasiswa menerima sertifikat beasiswa SMK Keling Kumang. Foto oleh Kris Lucas)

(Siswa/i penerima beasiswa menerima sertifikat beasiswa SMK Keling Kumang. Foto oleh Kris Lucas)

(Pemberian alat tulis untuk siswa/i penerima beasiswa. Foto oleh Kris Lucas)

(Pemberian alat tulis untuk siswa/i penerima beasiswa. Foto oleh Kris Lucas)

Ketika proses penandatanganan MoU telah selesai, kami membuat video testimoni sebagai bahan dokumentasi. David tahu, ada seorang anak menangis menceritakan kesulitan untuk bersekolah di masa lalu. Seorang guru yang merekam video itu terkejut dan menceritakannya kepada kami. Dalam hati, aku sungguh berharap bahwa beasiswa ini bisa menjadi sebuah harapan untuknya di tengah kesulitan hidup yang dialami dia dan keluarga.

By the way David, bagaimana dengan kegiatan sosial yang kamu lakukan di sana? Semoga semua berjalan lancar ya. Aku selalu tahu kamu sangat bersemangat, aku pun tak mau kalah dengan semangatmu. David, sekarang aku menyadari satu hal, ketika aku dilibatkan pada pekerjaan yang berhubungan dengan membantu orang lain, ada banyak hal baik yang bisa kupetik dari pengalaman itu. Aku jadi teringat perkataanmu, bahwa tiap proses hidup yang kualami akan membuatku semakin dewasa dan bijak. Kamu benar David, paling tidak sekarang aku lebih bisa mensyukuri hidupku dan tidak banyak mengeluh. Terima kasih ya, David karena sering mengingatkanku akan hal ini.

Malam semakin larut, aku mulai merasa lelah. Sudah saatnya beristirahat. Jaga kesehatanmu David, aku pun akan melakukan hal yang sama. Sampaikan salamku untuk keluarga di sana. Bonne nuit.

Tu me manques,

surat-ke-18-sintang (10)

Mawar

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Surat Kedelapanbelas dari Desa"

  1. SCA.GHOST  22 September, 2015 at 01:27

    * Fighting For The Poor *
    Bekerja dengan hati mengatasi segala pengabdian yang dilakukan dengan sukarela.perangi kemiskinan dengan hati yang kaya dan lakukan yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan kayanya hatimu. tim yang hebat, angela yang hebat juga serta semangat david yang besar

  2. J C  14 August, 2015 at 14:36

    Angela, aku selalu sangat menikmati cerita-ceritamu…asik sekali…

  3. Linda Cheang  8 August, 2015 at 10:49

    Angela, aku tertarik dengan warna papan di bunga papan – bunga papan ucapan, yang berwarnja-warni

  4. Angela Januarti  7 August, 2015 at 16:08

    Kak Ina : Makasih untuk support-nya

    Pak DJ : Benar sekali pak DJ. Bukan mereka saja yang merasa gembira, kami juga.

    Kak Alvina VB : Iya kak, kami menyebutnya Batik Dayak, karena bahannya bukan tenun

    James : Terima kasih, kali ini senang membaca komentarnya agak panjang. Biasanya singkat. hehehe

    Pak Handoko Widagdo : Terima kasih, kapan-kapan main ke SMK KK ya pak.

    djasMerahputih : Merci, à la prochaine David

  5. djasMerahputih  7 August, 2015 at 15:37

    Hadir juga…
    Pengalaman berkesan…

    Au Revoir
    /David

  6. Handoko Widagdo  7 August, 2015 at 14:13

    Terima kasih untuk suratnya. Selamat untuk SMA-nya.

  7. James  7 August, 2015 at 09:49

    hadir meski telat dikit Alvina……

    sekali buka baca artikel Angela selalu menarik untuk di ikuti karena selalu mengemukakan daerah pedalaman, sungguh indah adanya, terima kasih Angela

  8. Alvina VB  7 August, 2015 at 02:06

    Mawar a.k.a. Angel, two thumbs up!!! kerennnnn…….(bajunya pake motif dayak ya?)
    keep up the good work!!!
    Pada kemana yak trio di KAM, masih pada tidur…..sepi nian…..

  9. Dj. 813  6 August, 2015 at 22:54

    Waaaaaw . . . .
    Satu pengalaman yang sangat menyenangkan . . .
    Terutama itu malam hari masih mengendarai motor menuju ke tempat yang dimaksud.
    Tapi hasil dari jerih payah, membuahkan hasil yang menggembirakan hati, bukan . . . ? ? ?
    Salammanis dari Mainz

  10. Ina  6 August, 2015 at 21:55

    SUPER be inspired for others gel there is no reason why u’r name is Angel …. keep move in and i’m sure there is a way with a greatest hope..m

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.