[AMNESIA – The Future in History] Dua Misteri, Dua Pengaruh

djas Merahputih

 

Ingatan di pikiran Sang Pangeran kini dipenuhi dengan dua misteri. Maysha dan Maava, keduanya datang silih berganti menggoda rasa dan rasio. Maysha hilang begitu saja. Maava, Maava Rhonesia, negeri ciptaannya; selain Amorluxico, negeri itu kini jadi sorotan penguasa di Langit Kelima. Sebuah negeri bernama Ra Sirhonesia.

Apa yang aneh dengan negeri itu sehingga penguasa langit harus mengirimkan utusan sebanyak 2 penasehat dan 7 pemantau?” Batin Sang Pangeran, Beliau tak habis pikir.

Maaf, paduka. Pengawal ingin melaporkan sesuatu.

Offo membuyarkan keseriusan Sang Pangeran yang sedang bercengkerama dengan kedua misterinya itu sambil mengelus punggung Ketiweuy.

Ketiweuy melompat dari pangkuan Beliau dan berjalan mengikuti seorang pengawal kerajaan, ke arah kandang emasnya. Dengan iseng ketiweuy mematuk-matuk kaki sang pengawal sepanjang perjalanan.

Silakan Cakra. Pagi ini kalian mendapat kabar apa saja?

Sang Pangeran berharap ada kabar tentang Maysha. Namun tentu saja Beliau tak akan menanyakannya pada pengawal.

Cakra kemudian menceritakan kabar terungkapnya jaringan teroris yang berusaha membunuh Sang Presiden Amorluxico beberapa bulan lalu. Sebuah kelompok bisnis lintas negara berpusat di Ibu Kota Amox, berada dibalik semuanya. Jaringan mereka sangat kuat dan memiliki koneksi dengan orang-orang di sekitar Sang Presiden sendiri. Namun otak serangan tersebut masih dirahasiakan. Dugaan pengamat politik, ini berkaitan dengan kepentingan bisnis dan kekuasaan jahat dari luar negeri.

Sang Pangeran teringat penjelasan Ki Telaga Sukma tentang pengaruh dunia luar itu. Beliau sudah menduga, negeri warisan Pangeran Maxi ini telah terkontaminasi efek buruk dari kegaduhan di luar sana. Bukan watak asli negeri ini untuk berperang dan membuat kerusakan. Bangsa Amox memang gemar berkompetisi, namun peperangan bukanlah jenis kompetisi yang mereka kenal.

Sang Pangeran mendengarkan seluruh informasi dari Cakra. Sayang, hingga Cakra pamit dari hadapan Beliau tak satupun kata yang mengarah pada Sang Gadis bertopi lebar itu. Pangeran Soka Purnama tak mampu menyembunyikan kekecewaan Beliau dari pengamatan Ono dan Offo. Kedua kakak kembar Beliau saling berpandangan tanpa ekspresi. Masih belum saatnya mengabarkan tentang Maysha.

*****

Sang Pangeran terdiam kaku dengan setangkai kail di tangan sambil duduk menggelantungkan kaki di tepi dermaga kecil. Persis seperti saat itu. Beliau menatap ke arah umpan yang baru saja dilemparkan dan berharap seseorang akan datang menegurnya. Dan, harapan itu memang nyata.

Umpannya bergerak, tuan..!!

Haaa…???

Sang Pangeran terkejut dan bingung hendak menoleh ke sumber suara atau pada umpan yang disambar pemangsa. Wajah itu segera terbayang.

Tangan Beliau dengan sigap menyentak tangkai pancing dan mulai memutar gulungan kail sedikit demi sedikit. Setelah yakin ikan pemangsa benar-benar tersangkut pada kail, Sang Pangeran yang nampaknya begitu kenal dengan suara berat itu segera menoleh ke sumber suara.

Maaf, mengganggu tuan. Itu pasti seekor ikan yang besar. Hentakannya lamban dan santai.” Suara itu kembali terdengar.

Wajah dalam bayangan itu telah nampak dengan jelas.

Pufffhh…!!

Sang Pangeran menghembuskan nafas panjang tepat bersamaan dengan tawa Ono dan Offo di kejauhan. Mereka telah menduga sebelumnya.

Suara tadi adalah suara pemilik perahu yang sedang pilek dan belum pulih dari kelelahannya, setelah berhari-hari menunggu langganan setia dan satu-satunya di dermaga itu. Maysha adalah harapan hidup satu-satunya bagi si pemilik perahu. Kedua orang bernasib sama itu akhirnya duduk bersisian menikmati kesepian masing-masing. Tujuh ekor ikan besar yang mereka dapatkan tak mampu mengusir rasa sepi yang ada. Kupu-kupu kecil beterbangan mengitari mereka, namun tak ada kegembiraan yang tercipta. Waktupun berjalan semakin lambat.

*****

Penasehat II Kerajaan dari Langit Kelima baru saja tiba. Pimpinan Biq Xu memperkenalkan Ki Telaga Hati pada Sang Pangeran. Ki Telaga Hati melanjutkan pemaparan Ki Telaga Sukma sebelumnya dengan menyampaikan kondisi konflik yang akhirnya semakin meluas ke seluruh benua Rupatinanco. Tiga kelompok kelas masyarakat saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Penguasa, Pemodal dan Pekerja. Proses pencarian bentuk kekuasaan berlangsung lama dan memakan banyak korban.

Sebuah titik keseimbangan perlahan mulai didapatkan, namun sesungguhnya hal tersebut bukanlah keseimbangan sejati. Sebab nyatanya di titik ini, bangsa-bangsa di benua Rupatinanco hanya mendapatkan sebuah keseimbangan semu.

Bangsa-bangsa terbagi ke dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah bangsa dengan faham Industrialis yang memusatkan pikiran mereka kepada produksi dan barang hasil industri. Kekuasaan negara tidak berhak mencampuri urusan-urusan tentang perekonomian pasar, bahkan untuk pasar di dalam negerinya sendiri. Posisi Penguasa sejajar dengan Pemodal.

Bangsa kedua menganut faham Nasionalis dengan mengalihkan hampir seluruh kepemilikan pribadi menjadi milik negara. Negaralah yang berhak mengelola dan mendistribusikan kembali hasil-hasil produksi yang dihasilkan oleh para warganya. Sehingga perekonomian pasar dalam negeri dapat terkontrol dengan ketat. Penguasa memiliki kontrol terhadap Pemodal.

Sang Pangeran menduga, kedua faham akan berjalan bersama sebab tak ada perbedaan tajam yang terlihat. Pada akhirnya masyarakat pulalah yang akan memperoleh manfaatnya. Lanjutan kisah Ki Telaga Hati sepertinya berbeda dengan dugaan Sang Pangeran tersebut.

Keseimbangan semu tadi mulai terganggu sebab ternyata kekuasaan dalam negara mulai tercampur aduk dengan kekuasaan “wakil-wakil Tuhan” yang berasal dari kelompok rohaniawan. Para wakil Tuhan berkolaborasi dengan Pemodal untuk mengendalikan kekuasaan. Mereka beralasan dan menganggap para Raja serta Penguasa telah menyelewengkan perintah Tuhan. Sehingga kekuasaan para Raja dan Presiden harus segera dibatasi.

Celakalah mereka..!!” Umpat Sang Pangeran dengan suara tertahan. Suara Sang Pangeran begitu kecil hingga tak terdengar oleh Ki Telaga Hati.

Sang Hyang Esa menuntun manusia untuk membedakan Benar dan Salah. Pemodal hanya tahu masalah untung dan rugi. Kolaborasi keduanya menghasilkan logika abadi; jika sebuah tindakan menghasilkan keuntungan pastilah itu sebuah kebenaran dan berpahala. Sedangkan kerugian adalah tanda Kesalahan dan Dosa. Pangeran Soka menggeleng-gelengkan kepala sambil membatin penuh penyesalan.

Dalam kelompok bangsa Industrialis, kehadiran para wakil Tuhan tersebut masih bisa diterima dan terakomodasi dengan baik. Namun tidak demikian halnya dengan bangsa-bangsa penganut faham Nasionalis. Mereka menarik batas yang tegas antara wilayah kekuasaan negara dan wilayah kekuasaan para wakil Tuhan. Urusan Negara dan bisnis bukanlah ruang lingkup agama.

Institusi agama memang lebih tepat jika tak bersinggungan langsung dengan urusan harta dan kekuasaan.

Sang Pangeran menyampaikan pendapat pribadi. Kali ini dengan suara yang jelas terdengar. Beliau mulai terlihat semakin dewasa dan bijaksana. Ono dan Offo tersenyum senang.

Betul, Paduka. Harta dan Kuasa adalah atribut duniawi yang fana dan sangat dibatasi oleh siklus waktu. Sedangkan atribut ketuhanan adalah abadi.

Ki Telaga Hati melengkapi pendapat Sang Pangeran dan kembali melanjutkan pemaparannya.

Kedua faham yang pada awalnya hanya terdiri dari beberapa negara dan bangsa kemudian berkembang dan masing-masing berebut mencari pengaruh ke wilayah-wilayah di luar benua Rupatinanco. Faham-faham tersebut membonceng para pedagang yang menjelajah dengan motif ekonomi. Lama-kelamaan interaksi ini berubah dan menjadi sebuah proses penjajahan dengan memaksakan faham-faham tertentu untuk dianut oleh masyarakat dalam wilayah atau tempat yang baru mereka datangi. Kemudian dilanjutkan dengan mendatangkan sejumlah petugas dan aparat dari negeri penjajah untuk menjadi wakil mereka dalam wilayah koloni tersebut.

Faham Industrialis dan Nasionalis terus berlomba memperluas wilayah masing-masing, hingga pada suatu masa mereka berdua bertemu dalam sebuah wilayah jajahan yang sama. Perebutan pengaruh ini membuat bingung para penguasa di daerah tersebut dan memilih untuk membagi dua wilayah mereka. Tembok tinggi dibangun untuk lebih mempertegas batas tersebut. Tembok yang juga bisa ditafsirkan sebagai pembeda antara Kebenaran dan Dosa.

*****

 

Bersambung ke….

Terseret Arus

 

eBook Link (1), (2), (3)

Print book edisi Traveller (1), (2), (3)

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "[AMNESIA – The Future in History] Dua Misteri, Dua Pengaruh"

  1. djasMerahputih  14 August, 2015 at 19:51

    Makasih sudah mampir dan menyimak Kang JC..

  2. J C  14 August, 2015 at 14:37

    Ikut menyimak terus…

  3. Dj. 813  12 August, 2015 at 20:44

    Yuuuup . . . Bagus djas . . .
    Agar orang lain, kenal pantai Losari juga . . .
    Siapa tahu banyak peminat yang ingin datang dan lihat .
    Jangan lupa cerita tentang Air Terjum Bantimuurung.
    Tapi jangan dibikin murung . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

  4. djasMerahputih  12 August, 2015 at 16:28

    Om DJ:
    Lain kali cerita tentang pasar senggol atau jalan Sumbo opu . . .
    Atau pantai Losari . . . Tentang air terjun bantimuurung, agar bisa senyum dan tidak murung mulu.
    —————————
    Bahan sudah cukup banyak tentang Pantai Losari, tinggal nunggu ‘mood’nya… Sabar yaahh…

  5. Dj. 813  12 August, 2015 at 12:16

    Selamat Pagi djas . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Sudah . . . Sudah dopelototi . . .
    Itu ada anak mancing dari bulang, juga yang jalan diatas tali . . .
    Lain kali cerita tentang pasar senggol atau jalan Sumbo opu . . .
    Atau pantai Losari . . . Tentang air terjun bantimuurung, agar bisa senyyum dan tidak murung mulu.
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam Sejahtera dari Mainz .

  6. djasMerahputih  12 August, 2015 at 08:33

    om DJ: ha ha ha… jangan2 tulisan ini memang cocoknya dibaca hanya oleh para alien…
    Lain kali ngga usah dibaca lagi, cukup dipelototin aja yaah…..

  7. Dj. 813  11 August, 2015 at 21:01

    Djas . . .
    Semakin banyak yang Dj. baca, kok malah semakin membingungkan . . .
    Kalau mas Handoko menyebutnya dalam sekali , maka Dj.menyebut
    tinggi sekali . . . Karena bicara soal bangsa-bangsa dilangit yang belum pernah Dj. lihat.
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  8. djasMerahputih  11 August, 2015 at 12:16

    Tiga: Pentulise… hadir bang James…
    Starting day baltyra pindah ke selasa yaah…??

    Mas Hand: Masa sih…, sedalam lautan kah..??

  9. Handoko Widagdo  11 August, 2015 at 11:34

    Whaduh-whaduh…dalam banget Mas Djas.

  10. James  11 August, 2015 at 10:00

    1……hadir……lho kok kosong sepi yah ? pada kemana nih ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.