Merawat Air

Fire – Yogyakarta

 

Musim kemarau menyambangi kita lagi. Saudara-saudara kita di sejumlah daerah di Nusantara mulai mengalami kesulitan memperoleh air. Banjir kala penghujan, sulit air kala kemarau, menjadi rutinitas tahunan. Salah satu upaya manusia untuk melakukan konservasi air, di antaranya dengan bendung.

Bulan September tahun lalu, saya berjalan-jalan ke sebuah bendung yang terletak di desa wisata Kebonagung, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul. Bendung ini pernah menjadi tempat perlombaan perahu naga dalam rangkaian perayaan Peh Cun. Jalan menuju ke sana dihiasi dengan pemandangan aktivitas khas pedesaan, di antaranya adalah pasangan lansia tangguh ini, mungkin sedang mengusung hasil panen.

B1 B2

Berikut adalah penampakan dari bendung yang alirannya berasal dari sungai Opak ini.

B3 B4 B5 B6

Siapa yang mau main perosotan ….?

B7

Ini buat pegangan, jangan diduduki buat nongkrong …

B8

Kurang tahu, apa maksud patok ini.

B9

Tangga di dinding bendung. Lihatlah, bagaimana antusiasnya generasi muda kita untuk “membuat sejarah” ….

B10

Seorang bapak dan putranya berwisata di pinggir bendung. Wisata murah, indah, menenteramkan.

B11

Wisata minat khusus “melatih kesabaran” … Kalo soal meditasi pinggir kali ini para pertapa di pegunungan Himalaya pun kalah … Nggak masalah mau dapet cethul, wader, lele … asal jangan lele kuning ….

B12

Suasana pemandangan di sekitar bendung. Moga anak-anak zaman sekarang masih bisa diajak menikmati pemandangan alam meski sudah dijejali layar gadget.

B13 B14 B15 B16 B17

Plastik yang dicantelkan di tali ini rupanya sebagai ganti memedi sawah untuk medeni burung dari sawah yang ada di sekitar bendung. Tapi burungku nggak takut sama plastik ….. wakakak ….

B18

Beberapa petani beraktivitas di sawah sekitar bendung. Wah sedapnya tiduran di bawah rindangnya pohon pepaya…

B19 B20

Lho ini sempaknya siapa kok temangsang di sini? Jangan-jangan Papa Josh lagi laku kungkum agar terbebas dari kutukan kenthir permanen berkelanjutan alias sustainable-kenthir …

B21

Lestari ikanku, sejahtera bangsaku. Kalo ada yang masih bandel biar dijewer Bu Susi …  Yang gemar nyetrum ikan itu pasti belum pernah merasakan setrum kiwir-kiwir bertegangan tinggi dari Kona. Begitu disetrum langsung tegang terus nggak baen-baen ….

B22

Sssttt…. wah kayaknya pengumuman ini khusus buat Anoew van Dingklik ….

B23

Lapar? Mampir sini dulu, terima pesanan juga, tapi kalo pesannya dari Serpong mbuh diantar apa nggak …..

B24

Duduk-duduk di sini pasti semilir apalagi sambil ngrasani Mbokdhe Elnino yang masih nunggak cicilan irus …

B25

Kalo duduk-duduk di sini siang-siang jelas kepanasan …

B26

Sayangnya bangunan kamar kecil yang ada di sini sepertinya tidak terawat.

B27

Lho ini sapinya siapa kok bisa lepas di sini? Pasti Bulik Mugiyem lagi sibuk update status nggak ingat sama piaraannya …

B28

Kasihan bebek-bebek ini sampe muter-muter nyari Yu Mberok mau diajak selpie …

B29

Bangunan ini mungkin ditujukan sebagai tempat bagi para penonton menyaksikan event yang dilaksanakan di bendung ini.

B30 B31

Tembok yang menjadi sasaran tumpahan “aspirasi”. Yang paling atas itu kayaknya dari cewek yang di-php oleh Anoew van Dingklik…

B32 B33

Friend forever? Manis sekali …. seperti manisnya persahabatan antara turis Kona dengan turis Pakem … meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua kenthirnya …

B34

Serbuan enceng gondok di bendung ini.

B35 B36 B37

Meskipun bunganya terlihat menarik, tetap saja namanya enceng gondok.

B38 B39

Adakah yang tahu nama bunga merah menyolok ini?

B40 B41

Konon bila tanaman ini disentuh oleh Yu Lani, maka bukan tanamannya yang menguncup, tapi Yu Lani …. Karena Yu Lani dikenal sangat alim, anteng, dan pemalu …

B42 B43

Baiklah teman-teman, panas setahun dihapuskan hujan sehari, sudrun setahun dihapuskan kenthir sehari. Kalo kita sekarang gagal merawat air di bumi ini, mungkin suatu saat air-lah yang akan “meruwat” kita dari bumi.

 

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

23 Comments to "Merawat Air"

  1. Nur Mberok  26 August, 2015 at 11:42

    Weeee…. The master of Sudrun and Kenthir, apa kabur….

    Bebek bebek itu terbirit-birit ketemu aku, kok malah ngajak selpie. Iso tak rica-rica.
    Hahahahahha…..

    Ayo ngenthir ! Dirgahayu kenthir jayalah sudrun selalu ….

  2. triyudani  18 August, 2015 at 08:40

    Hahaha ,lucuuuu…salam kenal Fire.

  3. Alvina VB  17 August, 2015 at 09:35

    Loh…sama dgn di sini mbak, sedang panas ttp masih turun ujan, kadang gerimis ttp kadang turun bres, deras sekale pake halilintar segala, ttp satu jaman ya abis selesai, kaya cuma numpang lewat doang. Hujan gak merata kayanya. Apa di tempatnya mas Fire dah turun ujan saat ini? spy kemarau gak berkepanjangan dan susah air… kasihan refot para petaninya euy…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *