Only God Can Judge Me

Bayu Eljowo

 

Di Indonesia kalau pakai kaos dengan tulisan model begini bakalan menimbulkan keresahan di masyarakat karena dianggap melecehkan orang-orang yang beragama dan berTuhan terutama sebagian muslim. Kaos dengan motif begini bakalan disamakan dengan motif lambang komunis “palu arit” yang dilarang di Indonesia. Kalau nekad memakainya, urusannya bisa gawat, kalau nggak “digebukin” sama massa yang “ngamuk” atau bisa jadi digelandang ke kantor polisi.

infidel

Namun kalau bagi sebagian penganut tasawuf mungkin akan berpandangan lain. Pemakai kaos ini bisa jadi akan dilihat sebagai orang suci yang berusaha menutupi dirinya sebagai orang suci atau beriman atau dekat dengan Tuhan. Dengan memakai kaos bermotif infidel (tulisan latin) dan kafir (tulisan arab) si pemakainya ingin dianggap sebagai orang biasa yang tidak punya ketakwaan apa-apa dihadapan Tuhan bahkan di mata manusia. Bahkan dirinya dianggap sebagai orang durjana yang akan dilaknat langit dan bumi.

Ada cerita seorang guru sufi yang selalu dikagumi karena ilmunya dan juga kesalehannya oleh murid2nya dan orang-orang sekitarnya. Lama kelamaan penduduk di sekitar kampung si guru sufi itu menganggapnya sebagai wali Allah yang sakti dan sangat mujarab doa-doanya. Karena si guru sufi takut gelar yang diberikan masyarakatnya kepadanya akan membuatnya jadi sombong, lupa diri dan jauh kepada Allah, akhirnya si guru sufi tersebut berusaha menghapus citra tersebut dengan berbuat sesuatu yang bertentangan dengan perintah Tuhan. Dia makan dan minum setiap hari di bulan puasa di hadapan orang banyak. Masyarakat pun akhirnya marah dan menganggapnya sebagai guru gila dan sesat yang pada akhirnya masyarakat meninggalkan si guru sufi tersebut.

Pesan moral dari cerita si guru sufi tersebut adalah ada sebagian orang yang amal perbuatannya membuatnya menjadi manusia yang terkemuka di bumi dan juga di langit, namun ada juga sebagian manusia yang hanya terkemuka di bumi namun tidak di langit. Cilakanya adalah ada sebagian manusia yang tidak terkenal baik di bumi maupun di langit. Benar-benar menjadi manusia yang sangat merugi dan malang.

Sedangkan bagi si guru sufi tersebut adalah tidak penting terkemuka di bumi di mata manusia karena baginya terkemuka di langit adalah yang lebih utama dimana Allah membangga-banggakan dirinya di hadapan para malaikat akan keimanan dan ketakwaannya meskipun seluruh makhluk di dunia membencinya atau mencapnya sebagai kafir atau sesat.

only_god_can_judge_me

Jarene wong kulon: “Only GOD can judge me..!”

Wallahu ‘alam bishawab…

 

Note Redaksi:

Bayu Eljowo, selamat datang dan selamat bergabung di BALTYRA, rumah kita bersama. Semoga betah dan kerasan ya, dan tentu saja ditunggu artikel-artikel lainnya. Terima kasih Dewi Aichi yang sudah memperkenalkan Bayu Eljowo kepada kita semua…

 

 

About Bayu Eljowo

Salah seorang pecinta dan pejuang pluralisme Indonesia melalui tulisan-tulisannya. Dan sekarang mulai berkiprah di BALTYRA.com.

Arsip Artikel

18 Comments to "Only God Can Judge Me"

  1. awesome  13 August, 2015 at 14:38

    menarik, ijin share ya

    dan welcome Bayu

  2. Lani  13 August, 2015 at 11:25

    DA : Klu kaos dgn tulisan itu dipakai oleh Bapakmu ktk sdg macul disawah ada 2 kemungkinan, klu yg mengerti artinya, bs saja jd perang pakai pacul hahaha………..tp buat yg ndak mudenk……..ya ndak bakalan terjadi masalah/dipermasalahkan………

    Krn tdk semua petani di Sleman/Gunung Kidul mengerti artinya………kamu lagi sibuk apa? Tdk pernah ngajak Skype?

  3. James  13 August, 2015 at 10:08

    hadir mbak Lani sambil menyampaikan Welcome to Baltyra kepada mas Bayu

  4. Dewi Aichi  13 August, 2015 at 09:00

    Pak Handoko, ini saya kenalkan pak Bayu, piyantun Solo juga lho pak….

  5. Handoko Widagdo  13 August, 2015 at 08:30

    Selamat bergabung Bayu Eljiwo. Mari berbagi kehidupan dalam rumah Baltyra.

  6. djasMerahputih  13 August, 2015 at 08:20

    Hadir Tji Lani…
    Selamat datang mas Bayu, keren tulisannya….
    Mungkin ini menggambarkan fenomena tong kosong. Koin yang jatuh ke dalam tong kosong akan terdengar nyaring… !! slogan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa nampaknya belum menyentuh masyarakat banyak… Media mainstream berperan melanggengkan kondisi yang menguntungkan bagi industri ini. Kalo masyarakat sudah cerdas dan tak mudah kagetan lagi, ngga bakal ada hotnews di media mereka.

  7. HennieTriana Oberst  13 August, 2015 at 08:16

    Apa mungkin ini kebiasaan “terlalu peduli” dengan urusan orang lain.

    Selamat bergabung, Bayu Eljowo.

  8. Dewi Aichi  13 August, 2015 at 06:26

    Tulisan dalam baju saja bisa menjadikan polemik ya, jadi ingat kasusnya Titi DJ yang memakai baju dengan motif wanita telanjang dalam seluruh bajunya, seolah-olah pemakainya yang telanjang, segitu aja di Indonesia ribut kok, apa karena siapa yang memakai ya? Coba tulisan itu dipakai bapakku ketika macul di sawah, kira-kira jadi masalah ngga ya? dan coba jika yang pakai kaos itu adalah Ahmad Dhani saat menjadi juri di Indonesia Idol, bermasalah ngga ya? hehe..

  9. Lani  13 August, 2015 at 05:51

    Hadir, sambil meng-absen trio kenthir…………

  10. Lani  13 August, 2015 at 05:51

    Salam kenal, selamat bergabung di Baltyra

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.