Maeda – Merdeka

Osa Kurniawan Ilham

 

“Aku tidak akan pernah lupa kepada kata-katanya bahwa di dalam rumahku, Kaigun (Angkatan Laut) akan bertanggungjawab, tetapi di luar rumahku, aku tidak bisa membantu karena merupakan wilayah kekuasaan Rikugun (Angkatan Darat).” Kesaksian Sukarno

Perkenalkan, Laksamana Muda Tadashi Maeda. Dia adalah seorang perwira tinggi militer Jepang yang cerdas, idealis dan visioner. Sebagai seorang penganut agama Kristen yang cukup taat, dia memiliki wawasan yang sangat luas karena pengalaman tugasnya di berbagai Negara. Siapa kira sepak terjangnya akan selalu disebut ketika Indonesia akan memperingati proklamasi kemerdekaannya?

maeda01

Maeda dan Nishijima (seorang tangan kanannya yang dekat dengan aktivis pergerakan) akhirnya menjadi tawanan perang di Jakarta saat Sekutu mendarat di Jakarta. Bahkan mereka berdua sempat ditahan satu sel, bahkan disiksa untuk mengakui bahwa proklamasi Indonesia adalah buatan Jepang. Tapi mereka berdua sepakat untuk tidak mau membuka rahasia yaitu kegiatan pada malam 17 Agustus 1945, karena mereka berpikir bahwa itu adalah perjuangan bangsa Indonesia sendiri walau mereka punya sedikit andil di dalamnya.

maeda02

Saat dipulangkan ke Jepang setelah menyelesaikan masa tahanannya, dia dikecam, diperlakukan hina dan dicabut kehormatannya karena dianggap sebagai perwira pembangkang yang tidak menjunjung tinggi kehormatan negaranya dan memilih menjadi pengkhianat dengan melibatkan diri dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Di Jepang semua akses ekonomi ditutup sehingga sampai masa tuanya Maeda tinggal dalam keadaan miskin. Untuk menyambung hidupnya, dia seringkali diundang terbang Tokyo – Jakarta untuk mencari biaya untuk melanjutkan hidupnya dari belas kasihan sahabat-sahabat lamanya yang sekarang telah menjadi pejabat pemerintahan Indonesia.

maeda03

Menurut Nishijima, pada tahun 1950 Bung Karno menawarkan sumbangan mobil atau uang yang cukup kepada Maeda tapi akhirnya dia hanya mengirimkan bantuan dalam bentuk uang kepada Maeda. Pada tahun 1958, ketika berkunjung ke Jepang, Bung Karno juga mengunjungi Maeda yang sedang sakit.

Pada tahun 1980-an, Maeda akhirnya meninggal dunia dalam kondisi melarat.

#17+8+45=70

 

 

10 Comments to "Maeda – Merdeka"

  1. J C  20 August, 2015 at 18:06

    Mas Osa, kisah yang dahsyat!

  2. Linda Cheang  19 August, 2015 at 14:39

    kenapa orang-orang yang punya andil baik untuk RI, akhir hidupnya melarat atau menyedihkan???

  3. Dj. 813  18 August, 2015 at 18:37

    Itulah orang berTUHAN , dia melihat kebenaran sejati.
    Walau di negaranya disebut penghianat, tapi kebenaran ada dalam hidupnya .
    Terimakkasih bung Osa .

  4. triyudani  18 August, 2015 at 08:25

    Sungguh sangat terharu
    Membaca ini.Terimakasih Osaki atas informasinya.Hari ini bertambah pengetahuanku.

  5. Handoko Widagdo  18 August, 2015 at 07:14

    Sudah saatnya Indonesia memberi gelar pahlawan kepada orang-orang yang bukan warga negara Indonesia tetapi berjasa dalam kemerdekaan Indonesia, seperti Pak Maeda.

  6. Osa KI  17 August, 2015 at 19:32

    Benar sekali, Ci Lani. Banyak yg senasib dengan Maeda.

  7. james  17 August, 2015 at 15:25

    hadir mbak Lani……sembari mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan yang ke – 70…..Merdeka

  8. djasMerahputih  17 August, 2015 at 11:26

    Hadir Tji LANI…. thanks..

    Hormatku buatmu Maeda…!! Thanks OsaKI…
    17+8+45=Tujuh Puluh (Pesan tersirat Sang Penciptakah?)

  9. Lani  17 August, 2015 at 11:00

    OsaKI : Tidak hanya sosok Maeda, aku percaya banyak yg mengalami nasib spt Maeda. Sgt menyakitkan

  10. Lani  17 August, 2015 at 10:46

    Hadir, sambil absenin trio kenthir

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.