Menyibukkan Diri

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALO ANDA SEMUA DI BALTYRA…Salam Jumpa…

Pagi setelah Susi berangkat kerja, maka Dj. bersiap-siap untuk jalan kaki, seperti biasanya. Kalau Senin, Rabu dan Jumat, Dj. fitness, tapi hari lainnya Dj. jalan kaki dan berusaha untuk mencapai 10.000 langkah. Kadang kalau cerita ke teman, banyak yang nanya, apa setiap langkah dihitung…??? Dj. jawab, ya jelas, tapi bukan Dj. yang hitung, melainkan Apps di HP…Hahahahahaha…!!!

Dj. pernah ceritakan juga berjalan melewati jalan setapak (bukan jalan mobil) yang mungkin di Jakarta sudah sulit didapat. Jelas, dulunya pasti bukan jalan, mungkin ada yang iseng potong kompas dan lama-lama jadi jalan setapak dua tapak, hahahaha…!!

menyibukkandiri01

Di jalur ini, yang biasa Dj. lalui banyak yang bisa dilihat, selain lewat taman bisa juga melihat-lihat bunga-bunga.

menyibukkandiri02

Juga buah kacang, (Walnuss = walnut) yang masih nempel di batang pohon dan masih segar berwarna hijau…

menyibukkandiri03 menyibukkandiri04

Tapi pagi itu, jujur sebenarnya Dj. ingin ambil foto di perkebunan buah Pflaumen (Plums), karena dua hari yang lalu Dj. lihat banyak sekali yang masih bergelantungan di setiap pohon dan belum diunduh (dipanen). Namun saat itu Dj. lupa bawa HP, jadi harus nunggu 2 hari lagi, kalau Dj. jalan lewat situ lagi. Tapi apa boleh buat, hari ini saat Dj. lewat perkebunan ini lagi, semua sudah dipanen, jadi kosong…

menyibukkandiri05

Kebanyakan hanya sisa yang sudah jatuh dari pohon dan tidak ada yang mau ambil.

menyibukkandiri06

Dasar masih penasaran juga, mosok tidak ada yang tersisa di pohon, maka Dj. masih mencari-cari di antara dedaunan. Ternyata ada juga…Hahahahahahaha…

menyibukkandiri07 menyibukkandiri08

Siang menjelang sore…telepon berdering saat Dj. ingin istirahat tidur siang, terpaksa bangun dan terima telpon. Di seberang sana tersengar suara menantu dan di belakang nya juga terdengar tangisan Sarah…

Jana berkata: “Maaf opa, apakah kamu sedang tidur siang…???”.
Dj. jawab: “Ya ada apa, kok terdengar Sarah nangis…???”.
Jana: “Benar, Sarah dari tadi hanya panggil-panggil opa…opa…“. Olehnya saya telpon biar mereka tenang.
Dj.: “Apa yang bisa saya bantu…? “.
Jana: “Apa opa mau ikut ke kota, agar anak-anak tenang…“.
Dj.: “Okay…Kapan kalian mau ke kota…???”.
Jana: “Kita akan naik bus yang 20 menit lagi lewat…“.
Dj.: “Okay, kita ketemu di Haltestelle “.

Demikianlah percakapan singkat antara Jana dan Dj. Dan Dj. secepatnya ganti baju dan turun ke bawah, menuju ke Haltestelle, yang memang tidak jauh dari Apartment kami. Saat Dj. sampai di Haltestelle, Dj. sudah melihat mereka sudah lebih dulu sampai daripada Dj. Sangat menyenangkan, saat melihat David yang sudah melihat Dj. datang dan lari ke arah Dj., kemudian memeluk Dj. dan berkata…Hallo Opa…!!!

Demikian juga Sarah yang sudah duduk di gerobaknya, turun dan lari kearah Dj. juga…cucu-cucu yang manis dan lucu. Di dalam bus pun, Sarah ingin Dj. pangku, karena dia lihat Dj. memangku adiknya (si Laura).

Sesampai di kota, maka kami menuju Fussgängerzone (City walk), dimana kami ingin makan es grimm…Lihat dan cari tempat diluar, ternyata penuh dan di dalampun penuh, untung di dalam ada loteng dan masih ada tempat, kata pelayannya.

Akhirnya kami naik ke atas, setelah memarkir gerobaknya Sarah dan Laura. Waaaaaw…di atas malah tidak ada menusia sama sekali, jadi nyaman juga, anak-anak bisa leluasa bergerak dan tidak ada yang terganggu. Sarah yang pernah beberapa kali di ajak ke sana, dia langsung menuju ke tempat di mana ada disediakan mainan untuk anak-anak.

David, Jana dan Dj. mulai memilah-milih di menu cardnya, apa yang ingin kami makan. Haaaaach…apa…??? Demikian Dj. dikagetkan, karena Dj dengar saat David memesan dua macam, padahal Dj tahu makan satu porsi saja belum tentu habis. Olehnya Dj sarankan, agar dia memesan satu dulu, kalau itu bisa dimakan sampai habis, maka dia boleh pesan yang lain lagi. Okay, diapun setuju dan dia memesan es spagetti.

menyibukkandiri09

Melihat pesanannya datang, dia sudah mengkeret, dia bilang…ternyata besar ya opa…Hahahahahaha…!!! Dj. bilang, nggak apa-apa, kamu bisa habiskan…

menyibukkandiri10

Untuk Sarah, Jana hanya pesan dua bola es dan dia sudah sangat puas. Lucu sekali, karena melihat David angkat jempol, karena rasa enak es grimm nya, maka Sarah ingin ikut-ikutan. Walau tidak mudah, namun akhirnya dia berhasil juga mengangkat jempolnya. Dan ini kenakalan Sarah, punya es sendiri, tapi selalu ambil maminya punya.

menyibukkandiri11

Kalau Dj. ingatkan, bahwa itu sama dengan yang dia punya juga, maka…

menyibukkandiri12

Dasar anak nakal, tapi tidak lama lagi dia tunjukan jempolnya lagi, Ingin kasih lihat bahwa dia sudah bisa. Lucu sekali…

menyibukkandiri13

Setelah semua puas makan es grimm, maka kami melanjutkan jalan kaki dan menuju ketengah kota.

menyibukkandiri14

Di taman di tengah kota, maka Jana ingin membeli minuman dan Dj. jaga anak-anak dan David bisa bermain air.
Maaf sibuk mangku Laura tidak bisa ambil fotonya David.

menyibukkandiri15

Melihat laura Dj. keluarkan dari gerobaknya dan Dj. pangku, maka Sarahpun iri dan minta dipangku juga.

menyibukkandiri16

Nah ya, begitulah mereka cucu-cucu kami yang lucu-lucu…Ada kenakalan Sarah, tapi untuk kami, dia tetap lucu.
Apalagi dengan potongan rambutnya yang baru, dia benar-benar seperti tomboy…

Okay…Dj. rasa banyak sudah yang hari ini Dj. ceritakan dan pamerkan di sini. Mohon maaf bila banyak kata-kata yangg tidak berkenan. Terimakasih untuk kebaikan pengasuh Baltyra, yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Terimakasih kepada anda semua yang selalu menantikan hari Selasa.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

menyibukkandiri17

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

36 Comments to "Menyibukkan Diri"

  1. Dj. 813  27 August, 2015 at 03:33

    Hallo Mei . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Dj. yakin pasti sama dengan kecilnya Mei . . .
    Hahahahahahahaha . . . .
    Salam manis dari Mainz .

  2. Nur Mberok  26 August, 2015 at 11:29

    Sarahhhh !!! xixixixi tomboy sekali kau sarah !!!

  3. Dj. 813  22 August, 2015 at 02:29

    Mbak Elnino . . .
    Matur Nuwun mbak . . .
    Memang mereka telah menjadi huah hati kami, opa dan oma mereka .
    Dan kami sangat bangga, karena mereka juga mau dekat dengan kami .
    Salam manis dari Mainz, untuk keluarga dirumah .

  4. Dj. 813  22 August, 2015 at 02:28

    Imelda Palmas 20 August, 2015 at 20:47

    2 anak balita kalau di RI sdh diasuh 2 pengasuh…jempol utk anak mantu 3 anak disurus sendiri…
    ———————————————————————

    Imelda Palmas . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Ya itulah kehidupan di Eropa, kamipun dulu dengan 3 anak dan tanpa ada yang menolong.
    Semua kami kerjakan bersama dan setelah anak-anak sedikit besar, merekapun turut andil dalam pekerjaan dirumah .
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  5. elnino  21 August, 2015 at 12:30

    Senangnyaaa….cucu2 yang lucu…

  6. Dj. 813  20 August, 2015 at 21:11

    Dimas Josh Chen . . .
    Matur Nuwun dimas . . .
    Maaf ya, kalau dihujani dengan oret-oretan tiap hari . . .
    Hahahahahahahah . . .
    Maklum akhir-akhir ini hampir tidak punya waktu lagi .
    Terimakasih untuk salamnya, sudah Dj.sampaikan .
    Susi bilang terimakasih, salam juga untuk Josh Chen sekeluarga .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *