Bunga Tulipku yang hilang

Mawar

 

Hallo teman-teman semua, apa kabar? Sorry ya saya menghilang hampir dua tahun karena suatu dan lain hal, selanjutnya terjangkit penyakit malas. Sebenarnya belum sembuh total sih, tapi perasaan tergelitik dengan artikel 6 Tahun Baltyra dari Carik Baltyra yang ada kalimat “pasang surutnya Baltyra” sehingga saya berjanji akan mencoba mengirim artikel lagi walau tidak akan sering, tapi pasti sekali-kali ada.

Musim Semi sudah berlalu, sekarang musim Panas pun tidak akan lama lagi selesai dan akan diganti dengan Musim Gugur. Musim Semi kali ini tidak begitu menyenangkan buat saya karena bunga Tulip yang bermacam jenis yang saya tanam tidak ada satupun yang muncul bunganya. Cuma di tahun pertama setelah saya tanam semuanya berbunga dengan indahnya, tapi tidak tahun ini.

Coba saja teman-teman perhatikan foto-foto yang saya sertakan, pasti banyak yang akan suka dan setuju dengan saya bahwa semuanya indah.

tulip01 tulip02 tulip03 tulip04 tulip05 tulip06 tulip07 tulip08 tulip09

Karena penasaran ingin tahu apa yang terjadi, maka sayapun menggali tanah di tempat saya menanam umbi-umbi bunga tulip tersebut dan yang saya temukan……….. hanya ada beberapa umbi yang tersisa dan semuanya juga sudah tidak utuh lagi. Saya tanyakan ke teman yang sangat ahli soal bunga-bunga dan katanya pasti semuanya dimakan oleh tupai dan chipmunk, lagian chipmunk ahli menggali terowongan di dalam tanah untuk memakan umbi-umbi bunga.

Perasaan sedih dan kesal juga, tapi ya itulah resiko kalau menanam bunga yang disukai oleh para binatang liar. Goodbye Tulip, tumbuh dan berbungalah kamu di halaman orang lain yang tidak ada binatang liarnya. Mulai saat ini saya sudah berpesan ke teman-temanku kalau ingin kasih bibit bunga ke saya jangan Tulip, tapi yang lain saja.

Terima kasih sudah berkenan membaca artikel saya ini.

 

Salam,

Note: foto terakhir bukan tulip, tapi daffodil jenis baru hadiah dari teman.

 

 

25 Comments to "Bunga Tulipku yang hilang"

  1. Mawar09  27 August, 2015 at 01:03

    Hallo Meita : terima kasih sudah mampir dan komentarnya. Memang cantik bunganya sayang semuanya sudah hilang.
    Apakabar? kalau mudik lagi aku kabari kamu ya, siapa tahu kita bisa ketemu. Salam kangen juga !

  2. Nur Mberok  26 August, 2015 at 11:35

    Halo Mawar !

    Apa kabar ? Wih cantik2 ya bunganya…

    Salam kangen

  3. Mawar09  22 August, 2015 at 03:11

    Hi Elnino : apakabar? iya…lama tidak bersapa ria, banyak kejadian !! nanti kalau ada waktu aku japri, tapi yg sabar ya !
    Terima kasih sudah mampir dan komentarnya. Salam !

  4. elnino  21 August, 2015 at 12:21

    Halo Mawar…
    Lama juga kita tidak bersapa ria ya
    Tulipmu cantik2 seperti bunga2mu yang lain juga…

  5. Mawar09  21 August, 2015 at 09:46

    Pak James : terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya. Salam!

  6. Mawar09  21 August, 2015 at 09:45

    Alvina : terima kasih untuk komentar dan website nya. Masalahnya selain tupai dan chipmunk……….. ternyata rusa liar juga doyan kuntum bunganya. Dari pada repot pasang kawat atas bawah, lebih baik saya ngga tanam tulip lagi, mending tanam banyak Irises saja, soalnya ngga ada yang doyan ! Salam !

  7. Mawar09  21 August, 2015 at 09:40

    Pak Dj : terima kasih ya komentarnya. Iya nih…….. namanya Mawar, tapi lagi cerita soal bunga Tulip. Lain kali akan cerita lagi soal bunga yang lain, juga soal bunga mawar. Memang kita ngga bisa marah, karena itu adalah resiko punya tanaman yang di sukai binatang liar. Salam !

  8. Mawar09  21 August, 2015 at 09:37

    Lani: terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya. Sorry japri belum sempat aku balas, nyicil ya !
    Salam !

  9. Mawar09  21 August, 2015 at 09:34

    Donald : terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya. Bunganya memang cantik dan indah, tapi sudah hilang semuanya.
    Salam!

  10. Mawar09  21 August, 2015 at 09:32

    Pak Han : terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya! Pujiannya terlalu tinggi kali buat saya! ha…ha…
    Nanti kalau sempat saya akan tulis catatan singkat dan email ke Pak Han ya. Salam!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.