Perayaan 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Italia, Kemerdekaan dalam Jalinan Kerjasama dan Persatuan

Rieska Wulandari – Artikel

Stefano Romano – Foto Upacara 17 Agustus KBRI ROME

 

Perayaan kemerdekaan Indonesia ke-70 di Milan menjadi momen khusus bagi warga Indonesia yang telah puluhan tahun tinggal di Milan. Bagi mereka upacara kali ini tidak hanya sekedar seremonial tapi menjadi sebuah momen yang juga sangat dalam dan spiritual, beberapa warga saat mengikuti upacara bendera di pelataran 17 Agustus di Paviliun Indonesia, World Expo Milan 2015 tak dapat menahan air mata haru yang yang tampak mengalir di pipi mereka.

19

Tuti Djarkasih seorang warga yang hadir dalam kegiatan tersebut dalam status Facebooknya mengatakan ini adalah pertama kalinya dia mengikuti upacara bendara di Milan setelah 28 tahun tinggal di Milan. Ketua Komunitas Masyarakat Indonesia di Italia yang terkumpul dalam wadah Persatuan Indonesia-Italia (PII) Milan, Mamat mengatakan upacara berlangsung khidmat dan semangat. Tampak memimpin upacara di paviliun Indonesia, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Nus Nuzulia Ishak. Hadir pula Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Pradnyawati, Pengusaha Tomi Winata, Pembawa acara Daniel Mananta, masyarakat dan pelajar Indonesia serta staf Paviliun.

Ambassador of Indonesia Mr. August Parengkuan and DCM waiting before start the Ceremony

Ambassador of Indonesia Mr. August Parengkuan and DCM waiting before start the Ceremony

 

2 3 4 5 6 7

Wakil Ketua PII Milano, Ivon Mohede yang telah 25 tahun tinggal di di Milan mengkonfirmasi bahwa sejak Indonesia merdeka, baru kali ini ada upacara kemerdekaan di kota Milan. Ia menambahkan, upacara kali ini tidak sekedar seremoni bagi warga Indonesia yang berada di Milan, tapi juga sebuah momen dimana semua lapisan masyarakat yang ada, berusaha untuk berkomitmen dan berkontribusi dalam kerjasama yang baik demi membuahkan kemenangan. “Kami bersyukur dalam momen Expo ini, akhirnya warga Indonesia di Milan dapat merasakan kembali momen upacara dan perayaan kemerdekaan. Terima kasih kepada pendukung dana, pemerintah Indonesia, sponsor dan juga kepada masyarakat Indonesia yang hadir ke lokasi bahkan tidak hanya dari italia tapi juga dari Swiss dan Belanda,” ujarnya.

8 9 10 11

Kegiatan yang diprakarsai oleh Yayasan Artha Graha Network (AGN), didukung oleh Kementrian Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam wadah Persatuan Indonesia-Italia (PII) Milano, membuktikan sebuah koordinasi dan kerjasama yang baik dari semua pihak, tak pelak Musium Rekor Indonesia (MURI) dengan salah satu jurinya yaitu Osmar Semesta Susilo mengakui bahwa tumpeng setinggi 2,28m dengan berat 1400 kg dan diameter 1,2m berhasil memecahkan record sebagai tumpeng terbesar yang pernah ada dan Guinness World Record dengan jurinya Lorenzo Vetri mengkonfirmasi tumpeng tersebut sebagai tumpeng terbesar di dunia.

Tidak sekedar tinggi dan berat, juru masak I Made Shandy mengatakan tumpeng ini juga dilengkapi dengan 17 macam lauk pauk, seperti telur balado, tempe orek, rendang sapi, pepes ikan dori, urap sayur, perkedel, ayam goreng, sambal goreng kentang, telur dadar, lalap hingga sambel, dibuat dalam 8 susun, dibumbui oleh 19 macam rempah dan dikelilingi oleh 45 tumpeng kecil yang melambangkan 17-8-1945 yaitu hari kemerdekaan Indonesia. Di atas tumpeng dihiasi lambang Garuda Pancasila dan di sekitar tumpeng tampak bendera merah putih tersebar indah.

Dalam mencapai record ini tentu saja tidak hanya dibutuhkan 7 koki dan 4 pembantu koki, tapi juga dukungan dan kontribusi dari semua pihak, sehingga tidak kurang dari 500 warga Indonesia yang tinggal di kawasan Italia, Swiss dan Belanda turut hadir dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya itu, warga Indonesia juga ikut meramaikan bazaar dengan menjual makanan khas Indonesia, sesuai dengan tema World Expo 2015 yaitu Feeding The Planet, Energy For Life sehingga pengunjung Expo yang kebetulan datang ke Paviliun Indonesia dan membeli serta turut mencicipi makanan Indonesia mendapat khazanah baru tentang makanan Indonesia. Jadi paviliun Indonesia tidak hanya melakukan kegiatan sesuai tema expo, bahkan berhasil memecahkan rekor dunia, sebuah pencapaian yang impresif.

Perayaan 70 tahun Indonesia ini juga menjadi momen spesial sebab acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba tradisional seperti lomba bakiak, lomba balap karung, lomba melukis untuk anak dan sebagainya. Hadiahnya istimewa, partner sponsor dari Qatar Airlines menyediakan tiket pesawat pulang pergi Milan-Jakarta plus menginap di Putri Duyung Cottage dan tiket Milan-Denpasar dan menginap di Nusa Dua Bali. Tidak hanya itu, sponsor juga menghadiahkan tiket nonton pertandingan Inter-Juventus dan tiket derbi Inter FC – AC Milan dan kaos tim yang ditandatangani semua pemain inter.

12 13 - The Ambassador cut the National Cake 14 - Diplomatic Staff KBRI Rome 15 - Diplomatic women of Embassies of Indonesia with Ambassador and the DCM

Acara puncak dilanjutkan pada malam hari dengan pagelaran festival budaya dengan bintang tamu pemain biola Iskandar Widjaja, pelukis pasir Fauzan Ja’far dan penari Inadance. Hadir pula asisten pelatih Inter Dejan Stankovic serta dua pemain inter La Beneamata Dodo Pires dan Jonathan Biabiany.

Sementara itu di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma. Upacara bendera dihadiri oleh setidaknya 100 warga Indonesia yang tinggal di Roma dan sekitarnya. Upacara dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Italia, Cyprus dan Malta August Parengkuan.

16 17 - Let's fun! 18 - Bhinneka Tunggal Ika

Semoga perayaan kemerdekaan yang memperlihatkan kebersamaan dan persatuan ini dapat terus terjalin di Milan dan tidak hanya berlangsung setiap tujuh puluh tahun sekali saja.

Dirgahayu 70 tahun Indonesia, Merdeka!

 

Note Redaksi:

Rieska Wulandari, selamat datang dan selamat bergabung di BALTYRA, semoga betah dan kerasan. Ditunggu artikel-artikel lain dari Italia ya… Terima kasih Stefano Romano yang mengajak dan berkolaborasi dengan Rieska Wulandari untuk artikel perayaan 70 Tahun Republik Indonesia.

 

Rieska Wulandari (36), graduated from Journalism Program at Communication Faculty, Padjadjaran University Indonesia.  She starts her journalism  carrier since one of Indonesian afternoon  newspaper Suara Pembaruan appointed her as their West Java correspondent when she was still at the fifth semester of her university program and during her carrier she also joins international mass media such as Japanese News Bureau Jiji Press and the third largest mass media in the world Mainichi Shimbun.  Now its been more than one decade of her journalism carrier and since she moved to Italy due to her marriage with Italian, she keep her journalism work by doing freelance writing and photography coverage and her article published in some  media such as National Geographic Indonesia, National Geographic Traveler, Femina Magazine, Techlife magazine, Pikiran Rakyat, Koran Sindo, Detik.com, Inilah.com and so on. Now she is based in Milan.

 

 

About Stefano Romano

An Italian-born, by faith and destiny embraced Islam and passionately love Indonesian rich culture. His shots are extra-ordinary, as people say: pictures worth thousands words.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Perayaan 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Italia, Kemerdekaan dalam Jalinan Kerjasama dan Persatuan"

  1. J C  30 August, 2015 at 15:59

    Stefano, it’s really wonderful!

  2. Sumonggo  21 August, 2015 at 09:20

    Salut, merdeka dan bersatu di negeri orang. Wah, seandainya lari karung di kampung saya berhadiah tiket nonton Inter-Juventus … ha ha …

  3. james  21 August, 2015 at 08:20

    hadir bang Djas meski telat sebab semalam larut di uploadnya buat disini……..ada nih ci Lani semalam dah bobo duluan, matanya 5 watt….

    keren tuh Kumis pak Agust ala Kumis Gatotkaca dan Abang Jampang

  4. Dj. 813  21 August, 2015 at 02:21

    Cerita dan informasi yang menarik, serta foto-foto yang indah .
    Terimakasih dan salam,

  5. Stefano Romano  21 August, 2015 at 00:42

    Terima kasih
    Welcome to Rieska on BALTYRA!

  6. Lani  20 August, 2015 at 23:16

    KANG DJAS : mahalo sdh diingat………kemana member kenthir lainnya?

    Rieska : Salam kenal, selamat bergabung di Baltyra. Harapan semua bangsa Indonesia baik yg menetap didlm negeri, maupun di luar negeri, agar Kemerdekaan, merasa sdh merdeka tdk hanya slogan saja……….

    Stefano : Thanks, for sharing

  7. djasMerahputih  20 August, 2015 at 18:24

    Satoe: Absenin trio Kenthir….
    Foto dan kisah yang membanggakan…
    Selamat bergabung mba Rieska, bikin tulisan yang banyak yaahh…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *