Pegunungan Alpen: Romantis dan Menantang

Ady Nugroho

 

Saya sebenarnya bukan penggila ketinggian dan penyuka kegiatan di pegunungan, tapi ketika sekelompok teman mengajak ski di Pegunungan Alpen saya setengah-setengah antara ingin melihat destinasi baru dan bayangan berdiri di pinggir tebing curam. Akhirnya saya iyakan ajakan itu setelah mendapat iming-iming bahwa di sana juga banyak desa-desa kecil yang cantik. Keraguan tetap ada, terutama karena ketakutan akan ketinggian itu tadi, menyeberang jembatan saja bisa membuat kaki saya kaku gemetar.

pegunungan alpen (1) pegunungan alpen (2)

Seminggu sebelum berangkat, saya mengambil kursus singkat beberapa jam di arena ski dalam ruangan di London. Jauh dari kenyataan di lapangan, tapi paling tidak saya mendapat gambaran rasanya berdiri di dua bilah papan ski di atas permukaan miring dan mengenakan pakaian khusus ski. Walaupun dingin, tubuh tetap memproduksi keringat sehingga saya perlu cara menghilangkan bau apek pada baju ski tersebut. Karena bahannya khusus, cara mencucinya pun juga khusus. Semua perlengkapan siap dibawa.

Berangkatlah kami ber-12 di awal Februari 2012 menuju Jenewa, Swiss, bandara terdekat dengan resor ski tujuan kami, yaitu Courmayeur, Italia. Resor ini berada di dekat perbatasan dengan Perancis. Kami menginap di sebuah hotel di tengah Courmayeur yang cantik karena salju tebal yang menyelimuti atap bangunan-bangunan, seperti gula halus di atas kue. Kota mungil ini semakin cantik di malam hari dengan kerlap-kerlip lampu penghias pepohonan di antara kedai-kedai minuman coklat hangat dan toko-toko suvenir.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seperti dugaan, hari pertama berski saya beberapa kali jatuh tersungkur atau terjengkang, padahal cuma berseluncur di jalur hijau (jalur termudah dan terdatar). Lebam di beberapa bagian tubuh pun tampak sesampainya kembali di hotel. Paling tidak, ketinggian yang awalnya saya takuti ternyata hanya bayangan saya. Sadar bahwa saya berada di ketinggian hanya terasa ketika menaiki cable car atau chair lift dari dasar lembah untuk mencapai bagian yang lebih tinggi. Perasaan itu juga muncul ketika Monte Bianco alias Mont Blanc, puncak tertinggi di Eropa, tampak di depan mata.

Aktivitas ini sangat menguras tenaga, bukan karena permukaan tanahnya yang tidak rata, melainkan karena pakaian dan sepatu ski yang sangat berat. Sayang sekali kami menginap di hotel yang tidak menyediakan fasilitas cuci-mencuci, jadi satu-satunya cara menghilangkan bau apek pada baju ski adalah mengangin-anginkannya saja agar bau keringatnya hilang. Momen paling melegakan adalah ketika melepas sepatu ski setelah berski seharian. Rutinitas ini berlangsung setiap hari selama seminggu, durasi liburan ski yang paling umum.

pegunungan alpen (5) pegunungan alpen (6) pegunungan alpen (7) pegunungan alpen (8)

Sejak ski pertama tersebut, saya jadi ketagihan. Selalu tidak sabar menanti musim dingin berikutnya. Dari pengalaman di Courmayeur, tahun-tahun berikutnya kami memilih menginap di chalet, vila khas Pegunungan Alpen, di resor-resor lain. Selain lebih murah, akomodasi ini juga terasa seperti rumah sendiri karena kelengkapan fasilitasnya, mulai dari mesin cuci, sarana hiburan, dapur, sampai tungku perapian. Kami bisa lebih leluasa memasak secara bergiliran, memakai mesin cuci sebagai solusi cara menghilangkan bau apek pada baju, dan bercengkerama di depan perapian.

Jadilah ski aktivitas paling ekstrem dalam hidup saya yang pernah saya lakukan. Dari tahun ke tahun saya jadi semakin jago. Jalur biru ayo, jalur merah siapa takut? Jalur hitam nanti dulu. Target saya bisa mewakili Indonesia di Winter Olympic. Bisa gak ya?

 

 

About Ady Nugroho

Tukang jalan-jalan keliling dunia yang sekarang tinggal di Inggris. Memutuskan meramaikan BALTYRA.com dengan spesialisasi artikel-artikel yang terkait dengan jalan-jalan. Baik di dalam maupun di luar negeri, pengalaman perjalanan, tips perjalanan seperti cara berburu tiket murah, mengemas tas backpack, tidur nyaman di bandara, dll. Artikel-artikel tersebut akan dikaitkan dengan cara perawatan perlengkapan jalan-jalan khusus, misalnya cara mencuci sleeping bag, cara mencuci selama perjalanan dan banyak lagi hal yang terkait dengan jalan-jalan menyusuri bumi ini.

Arsip Artikel

12 Comments to "Pegunungan Alpen: Romantis dan Menantang"

  1. J C  31 August, 2015 at 05:40

    Waaaaaahhh…mas Ady, bikin ngiler…ini salah satu tempat impian untuk dikunjungi…

  2. Dewi Aichi  25 August, 2015 at 20:48

    Wah..rupanya pak Ady suka juga berpetualang hehe….keren banget ini laporannya…jadi serasa ikutan di sana…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.