Tigapuluh Delapan Tahun

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Tanggal 19 Agustus pagi, saat Dj. sedang fitness, tahu-tahu HP Dj. bergetar dan Dj. lihat ternyata dari anak kami si Dewi. Dj. pikir ada apa, kok pagi-pagi sudah nulis sms dan isinya…

“Hallo pa, selamat ya, atas hari pernikahan kalian.”

Jelas Dj. sedikit kaget dan pukul dahi Dj. sendiri dan sedikit heran, kok bisa lupa. Hal ini juga pernah terjadi, saat kami liburan di Bali pertengahan tahun 80 an. Wajah Susi sedikit murung, Dj. kira dia sakit, mungkin salah makan…
Dj. sempat bertanya, apa kurang enak badan, atau sakit perut, dia jawab tidak. Setelah selesai mandi pagi, kami ingin jalan menuju tempat sarapan di hotel, dia bertanya, hari ini hari apa ya…???

Dj. jawab dengan santai, lihat di TV kan bisa, maklum saat itu belum punya HP. Dia masih bertanya lagi, maksuku bukan itu, tapi tanggal berapa. Coba lihat di buku agenda, emang mau apa kok tanya tanggal, kita kan baru 3 hari di Bali. Dia sedikit keraskan suaranya, ini hari adalah hari pernikahan kita, lupa kan…??? Dj. jawab dengan membela diri,tidak dong…Kan karena hari pernikahan kita, maka kita ada di Bali, benar…??? Dia malah tertawa…Dasar…(katanya) Hahahahahahaha…!!!

Okay, kembali ke tanggal 19 Agustus 2015 kali ini, Dj. benar-benar lupa, padahal saat mau pergi fitness, dia sempat berkata…Jangan jalan kaki, biar aku antar dengan mobil saja. Dj. malah masih bilang, kamu tidur saja, karena masih jam 7:30 dan dia kembali tidur. Untung saat anak Dj. si Dewi kirim sms, Dj. sudah mau selesai, tapi belum mandi uap.

Sebelum mandi uap, maka Dj. kirim sms ke HP nya Susi dengan kata-kata…Selamat Ulang Tahun penikahan kita.
Karena Dj. tadi lhat HP nya di ruang tamu jadi pasti dia tidak dengar…Hahahahahaha…

Setelah selesai semuanya, Dj. buru-buru cari bunga Rose (Bachara) kesukaan Susi. Apa boleh dikata, ada beberapa toko bunga yang Dj. datangi, tapi tidak ada bunga Bachara, jadi putus asa juga. Tapi salah satu toko meyakinkan Dj. nanti jam 12:00 siang akan datang kiriman. Akhirnya Dj. kirim sms ke anak Dj. si Dewi agar dia belikan bunga Rose, untuk Dj.

Tahu-tahu HP Dj. bergetar lagi dan tahunya Susi kirim sms dan Dj. baca…Yang masih lamakah…??? Aku sudah siapkan sarapan di meja. Dj. jawab, sedang nunggu bus. Datang lagi sms dan bunyinya, Aku jemput saja dengan mobil biar cepat. Dj. jawab sms nya, Nggak usah, bus nya datang dalam waktu 3 menit lagi.

Saat sampai di rumah dia sudah jemput di depan pintu dan dia bisikkan, selamat untuk ulang tahun pernikahan kita. Dan dia antar Dj. ke meja, ternyata dia sudah bikin nasi goreng.

tigapuluhdelapan01

Dj. jadi tidak entah hati, saat dia sendokkan nasi goreng di piring Dj. dia bikin dari tomat seperti angka 38. Hahahaha…!!!

tigapuluhdelapan02

Setelah mengucap syukur, atas berkat hari ini, maka kami menyantap nasi goreng yang sangat sederhana ini, tapi enak sekali. Tapi bukan nasi gorengnya yang Dj. pikirkan, arti dari pengorbanannya untuk membikin nasi goreng ini yang sangat Dj. hargai. Sambil makan dan ngobrol kiri-kanan, dia masih ambil bingkisan untuk Dj yang entah kapan dia beli. Setelah makan dan ngobrol lama juga, maka bel di rumah berbunyi dan nongol anak kami si Dewi dengan bunga di tangannya. Langsung dia serahkan ke Dj. dan Dj. ke ruang tamu dan memberikan ke istri tercinta.

tigapuluhdelapan03

Dia masih berkata, aku kira kamu lupa…Dj. jawab dengan jujur, memang lupa, tadi si Dewi yang mengingatkan dan Dewipun senyum…Jam 18 masuk malam, maka dia bertanya, kamu mau makan apa malam ini…??? Dj. jawab, tenang saja, kamu ganti pakaian dan kita ke kota, aku sudah pesan tempat untuk kita berdua. Dia kelihatan senyum dan masih bertanya, seperti tidak percaya…Benar kah…??? Dimana…??? Nanti kamu akan lihat sendiri dan mudah-mudahan kamu senang…

Maka jam 20:00 kami sudah sampai di Restaurant dimana Dj. memesan tempat untuk kami berdua. Senang Dj. melihat wajah istri yang berseri, walau ini rumah makan yang cukup sederhanya dan juga tidak mahal amat. Restaurant Italy yang sedikit romantis, tenang dan tidak banyak muda-mudi yang gaduh, seperti di “Hans im glück”
Di sini (Aposto), benar-benar tenang, walau hampir semua tempat terisi. Sambil menunggu pesanan minuman, kami masih bisa memilah-milih makanan yang ingin kami makan.

tigapuluhdelapan04 tigapuluhdelapan05

Karena kami ada di Restaurant Italy, maka pilihan Dj. adalah pizza dan Dj. melihat ada Pizza “DIAVOLO“. Selain yang sudah tertulis di menu card, maka Dj. masih memesan agar ditambah dengan Artichokes dan juga bawang putih.

tigapuluhdelapan06

Saat minuman datang, maka kami sudah bisa memesan makanan yang kami pilih.

tigapuluhdelapan07

Proooost…!!!

tigapuluhdelapan08

Sambil menunggu pesanan makanan datang, kami berdua malah cerita dari saat kami pertama bertemu, sudah 40 tahun yang lalu. Tidak terasa, waktu begitu 40 tahun cepat berlalu. Jelas banyak sekali kenangannya, baik yang menyenangkan, maupun yang kurang menyenangkan. Tapi semuanya itu indah untuk dikenang kembali dan sempat Dj. bertanya, dalam 40 tahun ini, apa yang sudah kita dapatkan…???

Maka dia menjawab, 3 anak-anak dan mengantar mereka menelesaikan pendidikan, walau Daniel masih ingin melanjutkan lagi. Dan juga 3 cucu-cucu yang lucu-lucu yang selalu menghibur kita. Karena ngobrol, maka tidak terasa, kalau pesanan sudah datang. Pizza DIAVOLO untuk Dj. dengan garis tengah 32 Cm, walau belum yang Jumbo.

tigapuluhdelapan09

Dan untuk Susi dia pesan, RIGATONI. (pasta)

tigapuluhdelapan10

Melihat Pizza di hadapan Dj.,cukup kaget juga, karena besarnya. Tapi Susi menenangkan Dj., dulu 40 – 20 tahun yang lalu bukan hal yang aneh kan, sekarangpun kamu sanggup. Hahahahahahaha…!!! Okay…(pikir Dj.) kalau tidak habispun yang maklum lah karena memang bukan yang muda lagi, seperti 40 tahun yang lalu).

Nah…1… 2… 3…!!! Hahahahahah…!!!

tigapuluhdelapan11 tigapuluhdelapan12 tigapuluhdelapan13 tigapuluhdelapan14 tigapuluhdelapan15 tigapuluhdelapan16 tigapuluhdelapan17

H O O O R R R E E E E E….!!! Akhirnya habis juga…Dan Susi sambil senyum, angkat jempol…Jujur…Dj. sendiri tidak sangka kalau bisa menghabiskan 1 loyang Pizza.

Tapi agar pizzanya tidak berhenti di tenggorokan, maka Dj. pesan minum 1 lagi. Dan Susi memesan Tiramisu.

tigapuluhdelapan18

Nah itulah acara Ulang Tahun pernikahan kami yang ke 38 dan yang kami rayakan hanya berdua saja dengan sangat sederhana. Kami tahu, kalau kami undang anak-anak, merekapun pasti menolak, karena mereka akan berkata, itu kan acara kalian. Bukan soal mewah atau tidak mewah, tapi saatnya kami saling mengucapkan terimakasih, terutama kepada TUHAN, yang telah membentuk kami selama 40 tahun dengan banyaknya Berkat Anugerah yang telah kami terima dan waktu yang akan datang.

Kami tak lupa saling berterimakasih, terutama Dj. yang galak dan Susi yang sangat sabar terhadap Dj. Dimana Dj. juga pernah menuliskan, bahwa selama kami berdua, dari awal hingga sekarang, dia belum pernah marah 1 X pun.
Mungkin banyak yang berpikir, mana mungkin 40 tahun tidak pernah marah…??? Bukan berarti dia tidak bisa marah, kepada anak-anak saat mereka nakal, dia jelas akan marahi. Hanya kepada Dj. dia belum pernah marah, itu lah kehebatan istri tercinta.

Okay, Dj. kira banyak sudah yang Dj. tulis dan mohon maaf bila oret-oretan ini banyak salah tulis atau ada kata-kata yang tidak berkenan.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra, terutama dimas Josh Chen yang selalu menerima oret-oretan Dj. Entah sudah berapa yang Dj. kirim dan menumpuk di e-Mail box dimas Josh Chen dan selalu Dj. ubah agar tidak ditayangkan dulu. Atau permintaan Dj. agar ini atau itu dulu yang ditayangkan. Terimakasih dimas.

Terimakasih kepada anda semuanya yang selalu bersabar menanti hari Selasa. Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya, kini dan sampai Maranatha TUHAN datang.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

tigapuluhdelapan19

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

56 Comments to "Tigapuluh Delapan Tahun"

  1. triyudani  2 September, 2015 at 07:27

    Hahaha….tambah lucuuu……wis no comment ae.

  2. Matahari  2 September, 2015 at 04:44

    Yang saya amati dari adu komentar ini adalah…Triyudani….wanita ini sangat “pintar”…dia memancing adu komentar antara penulis dan Swan Liong Be…agar adu komentar itu berkelanjutan…..dan dia menikmati….Coba amati komentar wanita ini…disaat penulis dan Swan Liong Be saling keluarkan pendapat…dan terlihat sudah selesai dan tidak memperpanjang komentar….wanita ini kembali muncul dengan komen:” Peace….peace is beautiful.Pak Liong Be kok suka banget mengkritik ya.Apakah karena namanya,Be ( dibaca bi ,bee) kaya lebah.Suka menyengat hahaha…”…Saya lihat komentar ini sebuah “pancingan”agar adu komen berlanjut lagi…Sesudah itu wanita ini mulai pasang trick berikutnya dengan memuji muji penulis secara berlebihan….dengan maksud membuat Swan Liong Be muncul lagi……Ini semua saya perhatikan….Saya bukan seorang dukun tapi saya tidak suka dengan tabiat wanita ini…disaat dua orang mengeluarkan pendapat…lebih baik kita diam dan bukan malah menambah keruh…apalagi pola pikirmu bukan seperti pola pikir orang Jerman dimana mengkritik itu hal biasa dan yang dikritik harusnya bisa menerima…Kalau saya jadi penulis…saya akan lebih mendengar komentar Swan Liong Be yang smart dan blak blakan daripada Triyudani yang hanya menggombal…

  3. Swan Liong Be  1 September, 2015 at 23:14

    Triyudani: Aku sebetulnya sudah selesai dengan hal ini, tapi setelah membaca komentarmu aku tergelitik untuk mengomentarinya.
    Aku agak heran dengan komentarmu “Silence is Golden” = “kalo gak sependapat saya pilih diam” ; karena menurut kamu prinsip bersahabat itu lebih baik dairpada bermusuhan. Aku mengambil kesimpulan bahwa kalo beda pendapat automatis bermusuhan atau kalo mau bersahabatan harus sependapat, gitu ya?!
    Tapi ini memang budaya di indonesia; daripada bentrok lebih baik diam. Kebanyakan orang indonesia itu tidak bisa menerima kritik, dalam bahasa jerman: “Die meisten Indonesier können mit Kritik nicht umgehen” gak tau bhs. indonesianya yang tepat bagaimana.

  4. Dj. 813  1 September, 2015 at 15:21

    Mbak Tree . . .
    Oooooo . . . Yang punya Jawa Post . . . ? ? ?
    Hebat sekali, Dj.pernah di wawancarai oleh Jjawa Post , mbak Tree pasti masih ingat.
    Karena mbak Tree yang mengingatkan Dj. kalau ada di koran Jawa Post.

    Nah ya . . .
    Kalau ada ” HAPPY WEDNESDAY ” Nnanti oret-oretan Dj. Dj. kasih nana ” HAPPA TEUSDAY ”
    Hahahahahahahah . . .! ! !
    Kan muncunya selalu hari Selasa, ada benarnya juga kan .
    Yang tidak happy , ya salah sendri to . . . ? ? ?
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Okay, salam manis dari Mainz untuk seluruh keluarga dirumah ya .
    Terutama untuk Rio dan mas Andrey .

  5. triyudani  1 September, 2015 at 09:09

    Mas Dj…
    Saya penggemar tulisan p.Dahlan Iskan.Hampir semua bukunya saya baca.Juga tulisannya yang selalu hadir di Jawa Post ( bacaan wajib saya menjelang tidur ).
    Jadi saya nggak asal memuji.
    Ada lagi yang tulisannya mirip pak Dahlan Iskan selain penjenengan,namanya Azrul Ananda.Tulisan dengan judul Happy Wednesday.Selalu bikin happy,Monggo dipresani di Jawa Pos.Siapa Azrul Ananda? Dia anak p. Dahlan Iskan sendiri.

  6. Dj. 813  1 September, 2015 at 02:45

    triyudani 31 August, 2015 at 12:44

    Mas Dj…
    Tahu nggak tulisan penjenengan itu mirip dengan pak Dahlan Iskan gaya bahasanya.Beliau yang punya koran Jawa Pos dan bekas menteri pak SBY ( mentri BUMN ). Tulisan dengan gaya bahasa yang sederhana,mudah dipahami dan banyak jokes.Di situlah kekuatannya.Saya yakin kalau dibukukan tulisan mas Dj pasti akan laris manis.
    So.jangan berhenti menulis ya…
    ——————————————————

    Mbak Tree . . .

    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Ini jokes atau ngece ( ngeledek ). . . ? ? ?
    Dj. hampir saja keseleg baca yang mbak Tree tulis . . .
    Mosok oret-oretan Dj. yang tidak ada artinya, disamakan dengan tulisan Dahlan Iskan . . . ? ? ?
    Ini mbak Tree yang mimpi atau . . . ? ? ?
    Apalah artinya seorang Dj .
    Tapi Dj. sangat berterimakasih, untuk motivasinya .
    Dj- akan selalu ingat, oret-oretan Dj. mirip dengan tulisan Dahlan Iskan .
    Semoga beliau tidak baca, kalau tahu, bisa marah . . .
    Hahahahahahah . . . ! ! !

    Okay . . . Okay . . .
    Agar tidak terjadi salah paham, cukup sudah pujiaannya ya .
    Sekali lagi . . . TERIMAKASIH . . . . MATUR NUWUN . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz untuk keluarga dirumah ya .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.