Kelirumologi for Kids

djas Merahputih

 

Kelirumologi tergolong cabang ilmu pengetahuan post moderen. Ilmu ini berkembang saat manusia moderen berhasil mengelola pikirannya secara ilmiah dan taat azas. Uniknya, ilmu ini justru hanya berkembang pesat di Indonesia, tempat di mana tingkat pendidikan masyarakatnya masih belum semaju negeri Barat. Namun, kita harus tetap merasa bangga bahwa di tengah-tengah tingkat pendidikan yang secara internasional dianggap masih rendah, sebuah cabang ilmu pengetahuan justru dapat berkembang sangat pesat di negeri ini. Itulah Kelirumologi.

Jika ilmu moderen menganut azas A=B berarti B=A, dalam Kelirumologi ini akan menjadi A=B maka B=C, C=D, D=E dan E~A —-> A~E. Kok bisa? Ya, itulah kelirumologi. Sesuatu yang sama pada akhirnya hanya menjadi serupa. Sesuatu yang serupa lama kelamaan menjadi serupa tapi tak sama. Dengan logika berlawanan maka sesuatu yang tadinya berbeda bisa menjadi serupa dan pada akhirnya bisa dianggap sama setelah melalui serangkaian proses labirinisasi.

kelirumologi

img. 1 Anti Kelirumologi

Dengan ilmu kelirumologi kita dapat memahami jika Indonesia yang agamis dan cenderung radikal masih mampu mencatat prestasi masuk sebagai lima negara terkorup di dunia. Negara yang hingga perlu memiliki kementerian khusus menangani urusan agama tapi disiplin serta tingkat kebersihan kota-kotanya begitu rendah. Bebekpun masih harus belajar kepada orang Indonesia bagaimana cara berbaris dalam antrian yang berantakan.

Jejak Kelirumologi dalam masyarakat Indonesia dapat kita telusuri sejak di lingkungan kanak-kanaknya. Perhatikanlah syair lagu populer berikut:

Balonku ada lima (1, 2, 3, 4, 5)

Rupa-rupa warnanya…

Merah (1), Kuning (2), Kelabu (3), Merah muda (4) dan Biru (5)

Meletus balon hijau (6)… Dorrr..!!

Hatiku sangat kacau… (kenapa galau..?? Toh yang meletus punya anak lain?)

Balonku tinggal empat (1-5 ngga ada yang meletus kok?)

Kupegang (kelirumologi) erat-erat…

 

Dalam lagu lain terungkap bahwa hewan di Indonesia juga memahami kelirumologi. Si Kancil yang nakal ternyata suka mencuri ketimun (buat apa? Mau bikin rujak apa?). Sementara belalang dan kupu-kupu di Indonesia hobbynya makan nasi dan minum susu. Ini hanya ada di Indonesia. Hebat kan…??!

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

22 Comments to "Kelirumologi for Kids"

  1. djasMerahputih  9 September, 2015 at 19:17

    ha ha ha…
    habis, om DJ bukannya ngasih tebakan, malah ngasih jebakan…

  2. Dj. 813  9 September, 2015 at 18:05

    Djas . . .
    Anak SD juga tahu kaau 5 + 25 = 30
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.