[AMNESIA – The Future in History] Terseret Arus

djas Merahputih

 

Artikel sebelumnya:

Dua Misteri, Dua Pengaruh (6)

 

Penjelasan dua penasehat dari Langit Kelima membuat Sang Pangeran cemas. Apakah negeri misterius di Timur Ramnox juga mengalami hal serupa hingga penguasa langit ikut mengirimkan utusannya ke sana? Apakah yang terjadi pada negeri cantik warisan Mava Rhonesia itu? Sejumlah pertanyaan memenuhi benak Sang Pangeran. Beliau sangat ingin menanyakan hal tersebut pada Penasehat III, kelak ketika datang menemui Sang Pangeran purnama nanti.

Ingatan pada Ratu Mava Rhonesia menggiring bayangan Maysha ke pelupuk mata Sang Pangeran. Seingat Beliau, Maysha adalah seorang mahasiswi kesusasteraan. Mungkin ia sedang sibuk dengan kuliahnya. Tak sabar dengan rasa penasaran tersebut Sang Pangeran meminta Cakra dan beberapa rekannya mencari informasi tentang Gadis bertopi lebar, ke tempat ia menuntut ilmu.

Baik, paduka. Titah paduka segera kami laksanakan“. Cakra dan beberapa rekannya segera berangkat melaksanakan perintah tuannya.

Ketika melintas di depan Ono dan Offo, Cakra mendapat isyarat mata yang artinya telah dipahami oleh Cakra. Cakra membalasnya dengan isyarat berbeda. Sang Pangeran sendiri telah sibuk dengan dua buah misteri di pikiran Beliau sesaat setelah para pengawal beranjak dari tempatnya. Si ayam jago juga terlihat telah kembali berada di pangkuan Sang Pangeran.

Peristiwa penembakan terhadap Sang Presiden kembali muncul dalam ingatan Pangeran Soka Purnama. Pahlawan itu, ia seorang ayah yang tentunya memiliki keluarga. Betapa sedih keluarga pahlawan sunyi itu.

img 1. Top Secret

img 1. Top Secret

Status pahlawannya hanya diketahui segelintir orang, mengingat proses kematiannya adalah rahasia tingkat tinggi negeri Amorluxico. Beberapa hari sebelum kejadian, ayah Maysha telah dikabarkan mengidap penyakit cukup parah. Sebuah rekayasa dari pihak intelijen negara. Orang banyak akhirnya mengetahui kematian Sang Pahlawan disebabkan oleh penyakitnya tadi. Sebuah pengorbanan berlipat-lipat seorang warga negara kepada negeri yang amat dicintainya.

Aahh.. betapa sedihnya keluarga itu..!!

Sang Pangeran menarik nafas panjang lalu mengajak kedua kakak kembarnya membuat rencana, sebuah persiapan untuk mengunjungi keluarga hebat itu.

Sore hari para pengawal telah tiba di istana dan langsung menghadap Sang Pangeran. Berita yang datang tak membuat Sang Pangeran gembira. Maysha sedang melakukan penelitian menjelang tugas akhirnya ke Ibu Kota Amorluxico. Nampaknya, rasa penasaran Beliau masih harus dijalani lebih lama lagi.

Keberadaan Maysha di Ibu Kota Amorluxico, selain dengan urusan penelitian tugas akhir itu, Maysha juga bermaksud memenuhi undangan rahasia Sang Presiden. Presiden Amorluxico memutuskan untuk menyampaikan sendiri amanat terakhir Sang Ayah kepada Maysha dan keluarga. Maysha bertemu Sang Presiden pada sebuah tempat rahasia di luar istana kepresidenan.

*****

Purnama kembali memamerkan keceriaannya. Di luar dugaan Sang Pangeran, rupanya yang datang kali ini adalah dua penasehat, Ki Telaga Hati dan Ki Telaga Sukma. Ki Telaga Hati mempersilakan Ki Telaga Sukma melanjutkan pemaparan sebelumnya. Ki Telaga Sukma kembali menyoroti proses terjadinya peperangan berkepanjangan di wilayah benua Rupatinanco.

Perang besar tersebut sebenarnya berawal dari sebuah revolusi ilmu pengetahuan, namun oleh berbagai kepentingan kekuasaan maka akhirnya tidak dapat terhindarkan lagi. Para ilmuwan terus berusaha mengembangkan ilmu pengetahuan hingga pada batas-batas yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya. Namun akhirnya mereka kecewa, sebab usaha mereka yang sejatinya untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia telah diselewengkan oleh para penguasa serakah dan haus kuasa demi sebuah pesta pembantaian.

Sayang sekali, kepintaran otak menjadi sia-sia oleh kebodohan hati..!” Gerutu Sang Pangeran memendam kekesalan.

Penemuan bubuk mesiu memungkinkan manusia untuk berperang dalam skala yang lebih luas. Para tentara tak perlu saling berhadapan dalam jarak dekat untuk dapat saling membunuh. Cukup dengan mengarahkan senjata dalam jarak tembak yang cukup, para tentara telah saling bunuh satu sama lain. Jarak tembak senjatapun semakin hari menjadi semakin jauh.

Perkembangan ilmu pengetahuan lambat laun difokuskan kepada penemuan dan penciptaan senjata penghancur berskala besar. Ilmu pengetahuan yang tadinya berhasil meningkatkan taraf kehidupan manusia dengan penemuan di bidang-bidang tekstil dan pertanian, dalam perkembangan selanjutnya berbalik menjadi tenaga penghancur luar biasa.

img 2. Senjata Penghancur Peradaban

img 2. Senjata Penghancur Peradaban

Pada satu masa Benua Rupatinanco adalah pusat kemajuan ilmu pengetahuan. Namun di saat bersamaan telah tumbuh bibit-bibit penghancur peradaban dengan segala jenis persenjataannya yang hebat. Manusia mencapai kemajuan luar biasa di satu sisi namun mengalami kemerosotan tajam di sisi lain. Manusia telah kehilangan jati diri dan rasa kemanusiaannya sendiri. Manusia kemudian secara tak sadar telah meniru perilaku hewan dalam mempertahankan wilayah maupun melumpuhkan mangsanya.

Sang Pangeran kembali teringat pesan Ibunda Ratu di Langit Kelima. “Manusia diciptakan 90% mengambil bentuk dan kodrat hewan. Lalu ditambahkan 5% Pikiran dan 5% Hati (Rasa)“.

Pikiran dan hati inilah yang menempatkan manusia lebih mulia di hadapan Sang Pencipta. Pikiran akan membentuk Budaya, sementara Rasa berguna untuk Seni. Fisik manusia jauh lebih sempurna dari hewan tercantik manapun. Namun tanpa pikiran dan hati maka ia tak akan lebih dari sekedar hewan cantik dan tampan.

Manusia mulai lupa untuk bersikap dan berperilaku sebagai manusia. Sesungguhnya yang terjadi adalah hewan telah menjajah manusia dengan mencemari para raja dan penguasa dengan doktrin-doktrin hewani mereka. Walaupun kemudian terlihat bahwa para hewan ternyata telah melakukan kesalahan besar, sebab dampak yang bisa ditimbulkan oleh Manusia-Hewan tersebut akan berbalik menghancurkan bangsa hewan serta golongan non manusia lainnya.

Manusia-manusia hewan mulai memprovokasi manusia normal lainnya untuk memulai sesuatu yang akan mereka sesali di kemudian hari. Perang besar dimulai dari tiga negara dalam tiga wilayah berbeda. Dan entah disadari atau tidak, Amorluxico yang sebenarnya sedang bersantai dan tidak memiliki kehendak untuk berperang itu akhirnya ikut terseret ke dalam situasi tak terkendali ini.

img 3. Singa Bergegas

img 3. Singa Bergegas

Bagaikan singa yang terbangun dari tidurnya, Amorluxico segera bergegas untuk masuk ke dalam arena peperangan tanpa mengetahui dengan sadar tujuan penting apa yang akan diperjuangkan oleh bangsanya sendiri. Amorluxico telah terseret Arus Peperangan. Yang jelas seseorang telah membangunkannya dengan cara yang tidak sopan. Namun reaksi jangka panjang dari kekagetan tersebut suatu saat nanti akan disadari sebagai perilaku yang jauh dari karakter sejati bangsa Amorluxico sendiri.

Ki Telaga Hati menyaksikan kegeraman Ki Telaga Sukma saat menjelaskan panjang lebar tentang Manusia-Hewan yang ditengarai berada di balik semua kekisruhan di Planet Ramnox.

Ki Telaga Sukma mengakhiri pemaparannya dengan pertanyaan. “Apakah bangsa Amorluxico juga telah tersusupi doktrin-doktrin hewani yang lembut dan beracun itu? Patut disesali bahwa jawaban dari pertanyaan ini adalah, Ya..!!”.

Pangeran Soka Purnama semakin yakin kegemaran berperang bangsa Amorluxico bukanlah karakter asli mereka. Pengaruh dunia luar telah menyeret Amorluxico ke dalam sesuatu yang akan merubah watak asli bangsa ini. Peperangan telah digunakan oleh sekelompok Manusia-Hewan untuk mengambil keuntungan dari perdagangan senjata sambil melampiaskan keserakahan dan nafsu hewani mereka. Planet Ramnox telah benar-benar dikendalikan oleh hewan berwujud manusia.

*****

 

Bersambung…

Gadis dan Negeri Anggun (8)

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "[AMNESIA – The Future in History] Terseret Arus"

  1. djasMerahputih  16 September, 2015 at 20:37

    Kang JC:
    Sentilannya untuk republik ini semakin daleeeeemmm…
    ———————————
    Makasih telah menyimak kang JC…
    Yang kesentil sih harusnya semua yang masih merasa manusia… he he he…

  2. J C  16 September, 2015 at 11:49

    Sentilannya untuk republik ini semakin daleeeeemmm…

  3. djasMerahputih  10 September, 2015 at 20:16

    mba Avy:
    Ini udah cerita yg ke-7..

    bang James:
    Syukurlah ngga ikutan Amnesia…

  4. djasMerahputih  10 September, 2015 at 20:11

    om DJ:
    Makasih sudah mampir..
    djas senang akhirnya di bagian ini om DJ bisa sedikit mengikuti jalan cerita dongeng luar angkasa ini…

    Manusia dan hewan memang kerabat dekat. Apalagi di Indonesia seseorang kerap memanggil kawannya dengan “asu”

  5. james  10 September, 2015 at 08:55

    hadir bang Djas hanya gak Amenisa deh

  6. Alvina VB  10 September, 2015 at 03:17

    Hadoh….kena amnesia, blm baca yg bagian 4-5 dah muncul yg ke 6 euy…ntar nyicil dulu bacanya kl dah ada waktu yak….

  7. Dj. 813  10 September, 2015 at 01:53

    Hallo Djas . . .
    Terimakasih untuk artike yang sangat bagus dan harus dibaca dengan saksama, sehingga Dj.
    mengerti kemana arah dari cerita diatas .
    Manusia sering lebih kejam dari binatang .
    Binatang membunuh karena lapar dan tidak memiliki rasa iri dan dengki terhadap sesamanya .
    Tapi menusia kadang jauh lebih jahat, mereka menggunakan otaknya untuk melemahkan yang lain.
    Satu sifat manusia yang Dj. lihat, kalau ada yang kesulitan, mereka tertawa .
    Tapi kalau ada yang bahagia, hidup senang, mereka iri, tidak suka melhat yang lain senang.
    Kalau bisa melah menjegal agar orang lain jatuh, baru mereka tertawa puas.

    Sekali lagi, terimakasih dan salam sejahtera dari Mainz.

  8. djasMerahputih  9 September, 2015 at 19:21

    Pentulise: Absenin trio Amnesia…

    Mas Hand: Sudah jadi 3 buku, cek di web djas deh..

  9. Handoko Widagdo  9 September, 2015 at 17:07

    Aku nunggu kalau sudah komplit jadi buku ya Djas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.