Perjalanan Yunani (1)

Adhe Mirza Hakim

 

“Perjalanan selalu memberi pengalaman baru yang akan memperkaya batinmu, akan selalu menjaga kesadaranmu bahwa kamu bukan siapa-siapa, jadilah anak-anak dunia yang selalu memberimu semangat dan keceriaan hidup, membebaskanmu sejenak dari rutinitas kesibukan yang membelenggu, mensyukuri nikmatNYA dengan cara mengagumi semua kebesaranNYA di dunia ini.” ~ AMH

 

Kamis, 13 Agustus 2014 Bandar Lampung – Jakarta

Hari yang sibuk dan rempong as usual setiap mau berangkat selalu menemui kesibukan yang tak terduga. Padahal sejak jauh hari saya sudah pesan untuk off work pas hari keberangkatan, jadwal penerbangan pukul 16.20 sore. Saya masih sempat berkemas pagi harinya jika memang ada yang masih luput dibawa. Nyatanya ada client yang tetap minta dijadwalkan pagi hari untuk konsultasi, berhubung yang minta client lama dan setia, hehe…baiklah tetap saya temui.

Pukul 12 siang, Ida, Netty dan mba Isma sudah halo…halo… nanyain apa sudah selesai berkemas?  Saya bilang masih di kantor, haiyaa… jadi makin galau, apalagi dengar Ida sudah rapih bersiap ke Bandara, pesawat pukul 16 sore tapi dia sudah siap dari pukul 12 siang hehe…kereen Ida, jadi ingat ama kejadian sehari sebelumnya, Leanny Bharline sobat perjalananku yang mukim di Palembang, saking semangatnya mau traveling, sehari sebelum keberangkatan dia sudah mau check in di Bandara hahaha…. Dian Saras sampai tepok jidat langsung telpon ke saya, “Mba Adhe, kita berangkat besok kan? Itu Leanny sudah ke bandara hari ini,” padahal Dian dan kaka Anna Sagita masih duduk manis di kantor masing-masing.

Dari ngurus kantor, ngurus aktivasi provider Three buat updates sosmed selama traveling, beli rice cooker, beli Bolu, Pempek dan aneka keripik serta menyiapkan sedikit oleh-oleh, buat sobat-sobat yang akan ditemui di Yunani dan Turki, asli rempong ala inang-inang dan herannya koq nggak kapok ya. *Lapmuka

Terkenang kembali bagaimana diskusi panjang sekaligus obrolan-obrolan kocak para emak-emak dan mbak-mbak di group Whatsapp “Goes 2 Turky N Greek” sejak tahun lalu sampai jelang hari H, sangat merekatkan kami semua satu sama lain bagai keluarga besar.  Dari obrolan yang galau soal kondisi politik ekonomi dari negara yang akan kami kunjungi, keruwetan mengurus visa sampai pembatalan peserta yang mendadak di hari-hari jelang keberangkatan karena issue bom meledak di salah satu negara yang akan kami kunjungi, serta kurs valas yang menanjak naik benar-benar memacu adrenalin team Admin Trip.

Alhamdulillah…saya dibantu sama sobat setia yang tajam memprediksi kenaikan kurs Euro, sehingga rencana perjalanan tetap lanjut, terimakasih makwo Vivi dan sobat-sobat semua, Etty dan mba Shinta, drg. Iwit dan Adit, Ovie dan mama, Leanny, Dian, Netty, Ida, Kaka Anna, Risma, Rika, Bandari, mba Isma dan pak Melwani, mba Nanik cs, Dedek dan kang Cecep, Leny Machdalena dan mba Meiyarni, member special mbakku budhe Umi dan keponakanku yang baik de Mia Yunisa, Nana Asep, Anita, serta de Pramesti Sari.

Terdiri dari 30 peserta dengan beragam profesi dari notaris, pegawai bank, dokter gigi, sekretaris, pegawai asuransi, PNS, wiraswasta, mahasiswa dan ibu RT juga ada. Dari rentang usia termuda 19 tahun sampai dengan yang tertua 72 tahun. Terimakasih semua yaa…. Khusus buat uni Tati yang sudah membantu mengatur paket tour baik di Yunani maupun Turki makasih atas kerjasamanya, serta de Faisal Ical yang sudah membantu mendesain kaos traveling buat foto group, thanks ya.

Tubuh lelah itu biasa asal jangan sampai lelah pikiran ya, tetap semangat…syukurlah penerbangan by GIA ke Jakarta lancar jaya tanpa ada delay. Kami tiba di CGK pukul 17.00 sore, setelah urusan bagasi selesai kami berkumpul di terminal 2 D keberangkatan internasional, kami sholat maghrib dan isya di jama’. Peserta trip dari Palembang, Leanny, Dian dan kak Anna tiba di CGK tak lama setelah kami tiba, segera mereka bergabung dengan rombongan. Tak lama hadir sobat-sobat dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi. Khusus Yunani Trip ini pesertanya ada 26 orang, 4 peserta lainnya (Etty, Leni, mba Meiyarni dan mba Shinta) bergabung di Turky trip.

Foto narsis di Bandara CGK, kompak selalu senang punya traveling group yang okay punya/strong>

Foto narsis di Bandara CGK, kompak selalu senang punya traveling group yang okay punya/strong>

Keakraban para peserta sudah terjalin dalam group berlanjut saat bertemu di bandara, banyak yang sudah mengenal satu sama lain, karena sudah pernah bergabung dalam perjalanan sebelumnya. Perjalanan ini terasa seperti reuni, dimana kami saling tertawa mengingat kejadian konyol yang dialami dalam perjalanan, justru menjadi kisah lucu dalam obrolan kami. Bahkan ada peserta yang mau tidur selonjoran di bangku airport silahkan saja, resikonya paling kami foto diam-diam hehe…

Budhe Umi kebagian tugas memesan kaos group dan dibagikan saat di bandara, tapi ada juga yang sudah menerimanya lebih dahulu. Ada 2 member group yang berulang tahun, pas tanggal keberangkatan yaitu drg. Iwit dan pas tanggal kepulangan yaitu Dian, bisa klop gitu ya. Traveling adalah kado buat diri sendiri sebagai rasa syukur terhadap nikmatNYA. Kami nggak kasih kado cuma kasih selamat hehe… kami juga tidak minta traktir karena perjalanan yang sudah kami lalui bersama lebih berkesan dari sekedar traktiran.

Setelah urusan pembagian kaos selesai, kami mulai mempersiapkan diri untuk chek in tiket, pukul 21.30 malam kami sudah berkumpul di depan counter Etihad Airways, kami chek in group khusus dilayani oleh 1 counter, jadi tidak mengganggu penumpang perseorangan. Budhe Umi menjadi seksi sibuk untuk urusan check in tiket, karena budhe terbiasa mengurusi hal-hal seperti ini maklum mantan karyawan Garuda, saat melalui pos imigrasi CGK kami juga diberi kemudahan lewat melalui 1 counter, thanks budhe, thanks juga buat Risma yang sudah membantu budhe menyusun tiket dan passport.

Team traveling kami punya tugas masing-masing dari yang dibalik layar mengurus jadwal, keuangan dan dokumen, serta team di lapangan yang bertugas mengkoordinir peserta, team medis plus pijat, team photografer plus pengarah gaya dan team lawak nya juga ada hahaha…

 

Jum’at, 14 Agustus 2015 Jakarta – Abu Dhabi – Athena

Pukul 01.30 kami sudah berada dalam cabin Etihad Airways, baru sekali ini saya naik Etihad, biasanya naik Qatar, Garuda dan AA untuk penerbangan ke luar negeri. Soal kenyamanan cabin seat tetap Qatar jadi juara, soal makanan Garuda yang juara, kalo soal tiket murah AA yang juara hihihi…tapi belakangan saya sadar ternyataa…Etihad juara untuk urusan membebaskan berat timbangan koper, hehe I lup U deh, Etihad juga menyediakan colokan charger handphone di setiap seat, aman deh buat yang gadgetnya lowbat bisa bebas ngecharge.

Selama perjalanan saya bisa tidur cukup nyenyak walau kursinya agak susah dimundurkan, tapi harap maklum deh namanya juga kelas ekonomi, kalo mau nyaman pake kelas bisnis dong ada rupa ada harga *edisitaudiri..fasilitas onboard entertainment nya nggak kalah sama Qatar, film-film new release bisa jadi pilihan buat menikmati perjalanan, saya sempat nonton satu film drama namun mata sudah ngantuk berat jadi lebih milih tidur daripada nonton film.

Menu makan malam Etihad, enak sih tapi teteup harus ada balado teri kentangnya makwo Vivi, apapun menunya jadi enak. Saat lepas landas di Athena, sempat-sempatnya narsis di cabin pesawat hihihi...au ah geleep ^_^

Menu makan malam Etihad, enak sih tapi teteup harus ada balado teri kentangnya makwo Vivi, apapun menunya jadi enak. Saat lepas landas di Athena, sempat-sempatnya narsis di cabin pesawat hihihi…au ah geleep ^_^

Kami mendarat di Abu Dhabi pukul 7 pagi dan waktu transit kami hanya ada 2 jam, kami harus segera ke boarding room no. 53, sebenarnya kami nggak perlu terlalu bergegas karena kami sudah melakukan check in langsung untuk penerbangan Abu Dhabi – Athens saat di CGK, tiketnya terusan. Buat yang mau ke toilet harap antri dengan sabar ya, toilet di dekat boarding room 53 showernya pakai air hangat jadi nyaman.

Free Hot Spot di bandara Abu Dhabi kereen bingits, wifi nya super kencang, mau upload ratusan foto lancar jaya hehe…Rombongan kami sudah mulai foto narsis sejak di CGK, semakin menjadi-jadi saat sampai di Abu Dhabi, dan semakin parah saat sampai di tujuan. Pukul 09.00 pagi kami melanjutkan penerbangan ke Athens. Perjalanan selama 5 jam terbang, terasa nyaman tak terasa kami sudah tiba di bandara Eleftherios Venizelos di Athena.

 

Athena

Sebagian teman-teman mengganti baju di toilet, yang untungnya sepi dan hanya dikuasai oleh rombongan kami saja. Teman-teman memakai baju kaos group, dengan kerudung yang disesuaikan dengan warna kaos, kecuali aku yang nggak sesuai dresscode hehe… jam sudah menunjukkan pukul 14.00 waktu setempat, kami harus segera keluar bandara, karena uni Tati sudah menjemput kami dengan bus wisata. Setelah saling cipika cipiki dengan uni Tati melepas kangen, kami segera keluar bandara menuju parkiran bus.

Foto group dulu di parkiran bandara, koper-koper belum masuk ke bus. Uni Tati menyambut Adhe Mirza Group....terharu...

Foto group dulu di parkiran bandara, koper-koper belum masuk ke bus. Uni Tati menyambut Adhe Mirza Group….terharu…

Uni Tati menulis “Adhe Mirza Group” di selembar kertas yang ditempel di kaca bus bagian depan, hehehe…jadi tersipu, aku kan hanya iseng-iseng ngumpulin teman jalan, berasa pegang travel group. Setelah foto group di depan bus wisata, kami segera naik ke bus yang nyaman, kami bebas milih mau duduk di mana saja, depan tengah atau belakang, mau duduk sendiri atau berdua silahkan, karena tempat duduknya lebih dari jumlah penumpang.

Makan siang sudah disiapkan sama uni Tati, berupa lunch box, berupa nasi kuning plus ayam goreng, dengan sayuran salad dan buah anggur, yang rasanya manis asam tapi seger. Tanaman baik sayur dan buah-buahan di Yunani semuanya tanaman organic, jadi lebih sehat walau tampilan tanaman organik lebih kecil dan tidak bisa bertahan lama, harus segera dimakan dan dihabiskan. Saya mulai memperhatikan kondisi geografis Yunani, dari bandara menuju pusat kota Athens ditempuh kurang lebih 45 menit, kanan kiri jalan banyak ditumbuhi tanaman zaitun, yang minyaknya lebih ngeTOP disebut Olive Oil, menjadi pemandangan yang menyejukkan mata, walau suhu udara di Athena serasa udara panas di Jakarta.

Mengutip info dari Mang Wikipedia, Athena atau Atena adalah ibu kota negara Yunani. Dalam bahasa Yunani Modern (bahasa Dhimotiki) kota ini disebut Athina atau Αθήνα, sedangkan dalam bahasa Yunani Kuno dan bahasa Katharevousa disebut Ἀθῆναι “Athēnai”, bentuk jamak dari Ἀθήνη-“Athēnē”, nama Yunani Dewi Athena.

Kota ini berpenduduk sekitar 700.000 jiwa namun bila dihitung dengan daerah metropolitannya, jumlah penduduknya adalah sekitar 3,5 juta jiwa. Athena juga menjadi pusat ekonomi, budaya, dan politik Yunani. Athena juga sering disebut sebagai asal dari peradaban barat karena berbagai pencapaian kebudayaannya pada abad ke-4 dan ke-5 dan membuatnya kaya akan berbagai bangunan, monumen, dan karya seni kuno. Salah satu yang paling terkenal adalah Akropolis yang menjadi salah satu bukti seni Yunani klasik. Berbagai warisan budaya ini direnovasi dalam rangka Olimpiade Athena 2004.

Uni Tati menjelaskan ke para peserta bahwa Tour Guide yang akan memandu kami sudah menunggu di Acropolis, jadi kunjungan kami pertama kali adalah ke Acropolis melihat destinasi wisata Mitologi Yunani kuno, Ancient Greek, terbayang nama2 dari Mitologi Yunani  yang sempat nempel di kepala, ada Apollo dewa Matahari, Zeus pemimpin para dewa, ada Hercules si perkasa, ada Medusa manusia berkepala ular dan Aphrodite dewi kecantikan.

 

Acropolis

Lokasi Acropolis jauh berada di atas bukit, mobil bus harus parkir jauh di bawah, kami harus mendaki anak tangga untuk melihat Acropolis. Mengutip info dari Mang Wikipedia, dalam bahasa Yunani, Acro artinya Tinggi, Polis artinya Kota, secara bebas diartikan Kota yang berada di atas ketinggian. Ada gerbang besar sebelum masuk ke Acropolis namanya Propylaea, kami berjalan dalam suhu udara yang cukup terik sekitar 35 derajat Celcius, mateng mateng deh hihihi… untung aku sudah melengkapi kepala dengan topi dan kacamata hitam, untuk meminimalisir udara panas dan teriknya mentari. Maklum kami tiba saat puncak musim panas di pertengahan bulan Agustus.

Acropolis, Greece

Acropolis, Greece

Selain itu disarankan memakai sepatu yang senyaman mungkin, sepatu kets atau loafers paling disarankan, ada satu peserta tour yang membuat aku takjub, Sari mampu naik ke Acropolis dengan sepatu pantovel 3cm, hihihi…, saya sempat melihat ada sedikit lecet di ujung tumit kaki Sari, saya sarankan Sari untuk ganti sepatu dengan sandal saja, tapi Sari tetap nyaman dengan sepatu pantovelnya yang feminine banget itu, hehe…yaa harap maklum dengan baju dress yang girly masa’ pakai sandal sih? Yang bener ajaa…hahaha, Sari kamu memang Okeeh deh agar foto-fotomu di Acropolis menampilkan sisi feminine layaknya Dewi Athena ya…

Ada yang senyum-senyum dulu sebelum naik ke Acropolis, ada yang dua-an duduk manis, ada yang tekun mendengar keterangan ibu Rena, guide di Acropolis dan ada yang mau foto dengan ibu guide yang funky

Ada yang senyum-senyum dulu sebelum naik ke Acropolis, ada yang dua-an duduk manis, ada yang tekun mendengar keterangan ibu Rena, guide di Acropolis dan ada yang mau foto dengan ibu guide yang funky

Buat peserta yang sudah cukup sepuh, mamanya Ovie dan budhe Umi memilih duduk-duduk dekat pelataran parkiran mobil yang cukup adem tempatnya. Sedang peserta lainnya langsung berjalan mengikuti tour guide, seorang ibu paruh baya yang tampak masih energik dan funky namanya Rena, dia menjelaskan sejarah singkat tentang Acropolis, dimana ada bangunan utama yang bernama kuil Parthenon, yang dibangun kurang lebih 2500 tahun yang lampau, Parthenon berasal dari kata Parthenos yang berarti Perawan, kuil ini dipersembahkan buat dewi Athena (dewi kebijaksanaan, kerajinan dan perang) karena Athena memberi pohon-pohon zaitun yang menghasilkan buah zaitun, minyak zaitun dan hutan yang bermanfaat buat penduduk kota.

Kuil Parthenon disebut juga “The Temple of Athena The Virgin”, atap Parthenon hancur semasa perang dengan Turki pada masa lalu. Saat ini kuil Parthenon dalam tahap rekonstruksi perbaikan, agak sulit membidik angle yang cantik agar alat-alat berat yang tertancap di sekitar kuil tidak masuk dalam foto frame, harap maklum ya teman. Saat menaiki anak tangga menuju kuil Parthenon, kita bisa memandang dari ketinggian kota Athena yang berada di bawahnya, indah… nah lokasi ini keren banget buat foto-foto.

Kota Athena dilihat dari ketinggian puncak Acropolis

Kota Athena dilihat dari ketinggian puncak Acropolis

Di sisi kanan Parthenon, ada kuil yang lebih kecil dengan enam pilar yang menyanggahnya, namanya “Erectheion” atau “Erechtheum”, kuil ini didedikasikan untuk dewi Athena (dewi kebijaksanaan, kerajinan dan perang) dan dewa Poseidon (dewa laut), kuil ini memiliki tampilan yang khas karena  ada enam ‘Pilar-Pilar’ yang berbentuk perempuan berdiri. Acropolis dikukuhkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1987.

Kuil Parthenon berdampingan dengan kuil Erectheion

Kuil Parthenon berdampingan dengan kuil Erectheion

Setelah merasa cukup berfoto, memvideokan suasana di sekitar kuil Parthenon dan menapaki situs Acropolis, rombongan kami diminta turun untuk melanjutkan city tour di kota Athena. Saya yang berjalan agak di belakang tiba-tiba terserang kram kaki kanan, dari betis ke telapak kaki semua kaku, help…plizz help me…, aduuh mau teriak minta tolong sama siapa ya? Sedang posisi anak tangga masih banyak yang harus dituruni. Alhamdulillah masih ada Netty dan Risma yang tampak sedang membeli minuman, saya tidak bisa berjalan, hanya bisa berdiri kaku sambil meringis menahan ngilu kaki, beberapa pengunjung warga local atau turis lainnya tampak mengamati dari jauh.

Netty dan Risma membantu membimbingku jalan pelan-pelan, saya sebenarnya bawa obat gosok tapi tertinggal di bus, waktu terus berjalan…sedang saya masih harus dibimbing Netty dan Risma untuk duduk di bangku taman yang ada di sekitar jalan keluar Acropolis, setelah membuka sepatu kets dan melepas kaos kaki, baru agak melemas urat kakiku. Perlahan effek kram kaki mereda hilang, pelan-pelan saya bisa kembali berjalan, Alhamdulillah punya teman-teman perjalanan yang best punya….Netty Bestiana dan Risma, best banget deh kamu, makasih yaa… sudah sabar nungguin saya trus belikan minuman dingin pula.

Acropolis berada di atas ketinggian 150 mdpl. Tampak Netty, Risma, Ovie, Ida dan Adhe, tongsisnya Risma in action hihi...

Acropolis berada di atas ketinggian 150 mdpl. Tampak Netty, Risma, Ovie, Ida dan Adhe, tongsisnya Risma in action hihi…

Tiba di parkiran bus, semua teman sudah duduk manis dalam bus, saya minta maaf karena telat datang, akibat kaki yang mendadak kram, trus uni Tati komen “bu Adhe tadi sempat duduk di batu salah satu tempat di Acropolis atau sempat memegang salah satu batu di sana?”, saya bilang iya sempat duduk dekat salah satu situs kuil Parthenon dan pegang batu di sana, maklum jauh-jauh dari Indonesia kalau nggak megang batu di sana rasanya nggak afdol. Uni Tati menjelaskan, sebelumnya dia lupa untuk mengingatkan peserta kalau tidak boleh duduk di sembarang batu atau pegang salah satu batu di Acropolis, karena ada “Pamalik” (larangan dari leluhur) bisa mengakibatkan satu hal pada pelakunya.

Hihihi… maaf yaa batu jika saya salah duduk atau iseng megangin kamu, Mamanya Ovie yang kebetulan duduk dekat saya, bilang kalau kaki kram saya diakibatkan bengkak karena syaraf kaki ku kaku, apalagi selama 14 jam penerbangan dari Jakarta to Athena, saya tidak buka sepatu kets trus digeber pula naik tangga setinggi 150 m (Acropolis berada di ketinggian 150 mdpl) jadi wajar kalau kakiku kram, bener juga apakata mama Ovie hehe… siip besok-besok kalau naik pesawat berbelas jam jangan lupa buka sepatu dan sedikit jalan mondar mandir untuk melemaskan urat kaki. Saya sebenarnya harus banyak bersyukur selama dalam perjalanan diberi nikmat sehat oleh ALLAH, karena 2 minggu sebelum keberangkatan saya sempat drop fisiknya, sakit flu berat. Alhamdulillah, saya juga berdoa sehat bukan buat diri sendiri tapi semua sobats peserta trip juga dalam kondisi sehat, selamat berangkat sampai pulang kembali ketanah air.

 

Panathenaic Stadium

GoPro nya Nana membuat foto narsis makin menjadi-jadi.... foto group depan Stadion Panathenaic

GoPro nya Nana membuat foto narsis makin menjadi-jadi…. foto group depan Stadion Panathenaic

Selanjutnya kami berhenti di Stadion Panathenaic,  dikenal sebagai Kallimármaro yang artinya “Marmer yang indah”, adalah sebuah stadium yang multi guna untuk beberapa acara dan atletik di Athena, dibangun pertama kali pada 566 SM dengan konstruksi batu marmer dari Gunung Penteli dan merupakan salah satu stadium yang tertua di dunia, lalu direnovasi tahun 1869 oleh arsitek Anastasios Metaxas dan Ernst Ziller dan didanai oleh dermawan Yunani George Averoff yang mana di depan stadium berdiri patung marmernya.

Di stadium inilah olimpiade modern pertama berlangsung pada tahun 1896, tahun 2004 stadium ini kembali dipakai dalam event Olympic Games (info Mang Wikipedia). Don’t miss it yaa untuk foto-foto lagi di sini hehe… saya yang sempat ragu untuk turun karena kuatir kaki kram kembali, akhirnya ikutan menyaksikan dari dekat stadium yang megah ini, judule nggak mau rugi yaa… hehe.

Stadion Panathenaic dan Patung George Averoff

Stadion Panathenaic dan Patung George Averoff

 

Hellenic Parlemen

Hellenic Parlemen, serta Prajurit muda berpakaian Fustanella, sedang melakukan pergantian penjaga

Hellenic Parlemen, serta Prajurit muda berpakaian Fustanella, sedang melakukan pergantian penjaga

Tempat yang kami kunjungi berikutnya adalah Gedung Parlemen Yunani terletak di Old Royal Palace di Athena, dibangun pertama kali bagi Raja Otto I yang merupakan raja pertama Yunani Modern. Di depan gedung parlemen ini ada ‘The Tomb of The Unknown Soldier’ (berbaring di dinding). Makam The Unknown Soldier ‘dijaga oleh’ Evzones ‘yang adalah anggota penjaga Presiden dalam pakaian tradisional yang disebut’ fustanella ‘.

The ‘fustanella’ dipakai oleh kaum revolusioner Yunani yang berjuang dalam perang kemerdekaan melawan Turki. Busana Fustanella ini  tampak unik, khususnya sepatu boots nya memiliki batok kecil di depannya. Kami sempat melihat prosesi perubahan penjaga gedung parlemen ini yang dilakukan setiap jam. Para penjaga ini dipilih dari pemuda-pemuda yang mengikuti program wajib militer. Beberapa peserta memvideokan prosesi penggantian penjaga, sisanya sibuk foto-foto dengan burung-burung yang banyak beterbangan di pelataran gedung parlemen.

Ada yang mau foto-foto dengan burung merpati, soalnya waktu di Madrid gak kesampean berfoto dengan burung-burung merpati hehe...

Ada yang mau foto-foto dengan burung merpati, soalnya waktu di Madrid gak kesampean berfoto dengan burung-burung merpati hehe…

 

Monastiraki Square

Monastiraki Square dan Gereja Pantanassa

Monastiraki Square dan Gereja Pantanassa

Dari gedung parlemen kami melanjutkan perjalanan ke Monastiraki, salah satu kawasan Flea Market (Pasar Loak) yang sangat terkenal di Athena, banyak toko-toko souvenir di sini yang menjual benda-benda seharga 1-5 euro. Monastiraki dalam bahasa Yunani: Μοναστηράκι, diucapkan [monastiraci], secara harfiah artinya biara dan merupakan salah satu distrik belanja utama di Athena.

Di daerah ini banyak butik pakaian, toko-toko souvenir, dan toko-toko khusus yang merupakan daya tarik wisata utama di Athena dan Attica untuk berbelanja, Hard Rock Café berlokasi di sini. Daerah ini terkenal dengan sebutan Monastiraki Square, ada Gereja Pantanassa yang terletak di alun-alunnya, jalan-jalan yang ada di sekitarnya adalah Pandrossou Street dan Adrianou Street. Para peserta tour diberi kesempatan untuk berbelanja selama 1 jam. Jangan tanya ya bagaimana serunya melihat teman-teman yang berbelanja hahaha….sstt termasuk yang nulis juga. Rata-rata berbelanja souvenir dan aneka sabun dari minyak zaitun yang khasiatnya bisa melembutkan kulit. Bagi penggemar kaos Hard Rock bisa melipir buat beli oleh-oleh di sini.

Duduk-duduk sambil nunggu bus, jangan sampai telat hadir yaa...nanti didenda beliin es krim, Flea Market dan HRC Athena

Duduk-duduk sambil nunggu bus, jangan sampai telat hadir yaa…nanti didenda beliin es krim, Flea Market dan HRC Athena

Usai berbelanja para peserta diantar untuk makan malam di Pars, Persian Restaurant, waktu menunjukkan pukul 21 malam, tapi suasananya mirip pukul 17 sore, udara masih terlihat terang. Ada bangunan sinagoge (tempat ibadah umat Yahudi) di samping restaurant ini, lingkungan restaurant ini sangat asri, jalan masuknya diapit oleh pohon-pohon pinus yang tinggi. Masuk ke dalamnya mata ini dimanjakan tatanan interior yang khas Timur Tengah, ada meja-meja panjang yang sudah disusun untuk group kami.

Pars, Persian Restaurant

Pars, Persian Restaurant

Restauran ini menghidangkan masakan timur tengah yang halal, menu Persia (Iran) disajikan sebagai makan malam kami. Lumayan deh…tetap saja daging rendang dan balado teri kentang dikeluarkan sebagai penyeimbang selera makan haha… susah yaa kalo lidah Nusantara, maunya yang pedas-pedas… Nisa salah satu peserta tour, mengeluarkan Bon Cabe andalannya untuk menambah selera makannya. Yuuk dimakan…. Menu yang disajikan diawali dengan menu pembuka berupa salad, lalu menu utama berupa nasi minyak plus steak daging sapi dengan tambahan tomat panggang dan jeruk lemon. Penutupnya disediakan potongan buah semangka dan anggur.

Zafolia Hotel

Zafolia Hotel

Selesai makan malam bus menuju ke Zafolia Hotel, para peserta akan istirahat semalam di sini, hotel bintang 4 yang cukup nyaman, koneksi free Wifi diberikan hanya di Lobby Hotel, jika ingin layanan wifi di kamar harus bayar. Saya sekamar dengan makwo Vivi, rasanya ingin segera mandi dan tidur melepas penat setelah penerbangan berbelas jam tetapi ada masalah saat akan buka koper ku, kunci gemboknya selip ntah di mana, belum lagi satu tas ranselku tertingal di bus, akhirnya uni Tati menghubungi supir bus untuk membawakan tas ranselku.

Saat dicari kunci gembok dalam tas ransel tetap tidak ketemu, akhirnya saya menyerah minta bagian room service hotel membuka paksa gembok koperku. Sebelumnya pihak Room Service mengingatkan untuk jangan dulu merusak gembok, sayang aja sama gembok ATF itu dan siapa tahu kunci gemboknya bisa ditemukan. Namun karena lelah mau mencarinya, saya putuskan untuk dibuka paksa saja gemboknya, nggak apa-apa rusak satu gembok, toh saya bawa gembok cadangan.

Setelah gembok dipotong, saya bisa buka koper kembali. Tetapi sesaat setelah koper dibuka, ndilalah….kunci gembok ketemu tergeletak di sudut kaki lemari dekat tempat tidurku, haiyaaa…..dasaaar error, hiikss rusak gembok 1 deh. Ambil hikmahnya….jangan terlalu cepat memutuskan merusak gembok hehe. Malam itu kami harus segera mengemas ulang apa-apa yang sudah kami beli di Monastiraki dan mengeluarkan dari koper sedikit oleh-oleh dari tanah air untuk uni Tati. Akhirnya bisa tidur nyenyak malam itu….

Jadwal hari ke 2 di Yunani morning call pukul 5 pagi, breakfast mulai pukul 6 sd pk. 7 pagi, lalu bersiap ke dermaga Olimpic Cruise untuk Plesir ke 3 pulau-pulau cantik di Aegean Sea…. Aegina, Poros dan Hydra…. We’re coming !!!

 

Bersambung….

AMH, BDL 06092015

*koleksi foto2 AMH, Vivi, Nana, Iwit, Netty, Mia

 

 

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "Perjalanan Yunani (1)"

  1. J C  16 September, 2015 at 11:50

    Asik tenan! Serasa ikut perjalanannya, mbak Adhe…

  2. Linda Cheang  10 September, 2015 at 13:10

    pengalaman serunya : meruska gembok koper, hehehehe, mana gemboknya sapisial….

  3. Sumonggo  10 September, 2015 at 05:04

    Wah di Yunani ternyata ada pamali juga .. ha ha …
    Titip salam buat Yu Nani yang sedang sibuk kebanjiran pengungsi.

  4. Alvina VB  10 September, 2015 at 03:16

    Bu Adhe, sudah lama gak bersua di lapak ini…
    Jalan-jalan yg pas di Yunani itu dibantu sama uni Tati, apakah ini ibu Hartati Nurwijaya?
    Ditunggu lanjutan ceritanya.

  5. Lani  10 September, 2015 at 00:23

    ADE : perjalanan yg penuh hura-hura, tentunya butuh perjuangan mengumpulkan 30 orang dlm group ini?

    Aku sering ketemu turis dr Yunani, mrk memberikan info kapan plg pas utk berlibur ke Yunani, dan mrk jg menyarankan utk nyebrang ke pulau2 disekitarnya……….

    Lucunya ktk dilanda krisis ekonomi, turis dr Yunani jg mengakui hal itu………….mmg negeri kami indah, tp kami jg sdg mengalami krisis……….dan itu kesempatan bagus buatku berarti Euro jatuh sampai harga terendah dibanding dgn dollar America………..kesempatan ngumpulin Euro

  6. donald  9 September, 2015 at 23:21

    Perjalanan yang bagus. Yunani menyimpan banyak kisah hebat….

  7. djasMerahputih  9 September, 2015 at 19:37

    Keren…
    Foto perjalanan yg indah.. thanks mba Ade.

    Om DJ: Jangan2 para Dewa sedang berlibur ke pulau mereka, di Bali..

  8. Dj. 813  9 September, 2015 at 18:08

    Waaaaaaw . . .
    Certa dan foto-foto yang menyenangkan dan indah.
    Jadi ingat pertama kali menginjakan kaki ke Yunani tahun 1974.
    Rasanya bangga sekali.
    Negara yang memiliki 1000 Dewa.
    Tapi sekarang bankrut, tidak ada Dewa yang bisa nolong juga .
    Salam manis dari Mainz.

  9. Handoko Widagdo  9 September, 2015 at 17:05

    Terima kasih Cik Dhe. Sungguh luar biasa perjalanan ke Yunani ini.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.