Perspektif Ungkapan Sebagai Kepercayaan Diri

Herluinus Mafranenda Dwi Nugrahananto

 

Beberapa waktu yang sangat lalu, saya pernah memberikan ulasan mengenai kutipan berikut:

“Aku iki yo ngene anane. Nek gelem yo wis, ora gelem ora po-po” (Aku ini seperti ini adanya. Mau ya sudah, tidak mau ya tidak apa-apa)

Kebanyakan orang melihat hal ini dan melalui perspektif masing-masing mengerucut menjadi satu kesimpulan: bahwa yang mengucapkan ini merupakan orang yang sudah pasrah.

be_yourself

Tetapi saya sebagai orang yang sudah mendengar kata ini sangat lama, karena merupakan suatu ungkapan orang Jawa yang menggambarkan kerendahan hati, memiliki pandangan yang berbeda. Bahwa tulisan ini ditujukan bahwa sang empunya ucapan bangga dengan dirinya sendiri dan dengan berani mengatakan “Aku ini seperti ini adanya”. Hal ini berarti bahwa orang tersebut bangga untuk menjadi dirinya sendiri.

Masa kini, sering sekali dijumpai banyak orang yang tidak bangga menjadi diri sendiri. Dengan berbagai cara berusaha mengubah dirinya menjadi orang lain. Entah potongan rambut, gaya berpakaian, gaya berbicara, gaya bertindak, bahkan yang baru-baru ini adalah cara menyelesaikan masalah.

Akibatnya, identitas seorang pribadi yang asli dan otentik akan semakin kabur. Semuanya hanya mengarah pada rasa ingin ikut-ikut orang lain. Pribadi yang khas itu akan hilang. Ini dapat diartikan sebagai sebuah akibat dari kepercayaan diri yang rendah dari orang-orang. Menjadi diri sendiri itu tidaklah buruk. Menjadi otentik itu juga baik. Masing-masing pribadi, tanpa harus memiliki kemampuan, sudah diciptakan unik dan memiliki keunikannya masing-masing. Sehingga, tidak usah repot-repot mengeluarkan biaya untuk mengubah diri sendiri yang sudah unik itu untuk menjadi ‘orang lain’.

Sikap ingin menjadi orang lain ini justru akan membuat diri Anda semakin terasing dan semakin tidak mengenal diri Anda yang sejati. Akhirnya, karena Anda tidak mengenal diri Anda, maka identitas tentang diri Anda akan hilang dan sifat asli tentang diri Anda yang seharusnya Anda ketahui dan kuasai sendiri, perlahan-lahan akan sirna.

Maka dari itu, percaya dirilah terhadap diri sendiri. Tidak perlu mengikuti trend untuk memperoleh sesuatu. Menjadi diri sendiri itu asyik, karena tidak akan ada beban yang harus membuat Anda terbeban karena Anda tidak sesuai lagi dengan orang yang Anda anut. Lepaskanlah belenggu yang bernama ketidakpercayaan diri Anda, banggalah menjadi diri Anda sendiri. Dan kata-kata bahasa Jawa diatas, saya modifikasi kembali agar memiliki nilai jual lebih menjadi:

“Aku iki yo ngene anane. nek gelem yo wis, ora gelem yo ora po-po (because I’m proud to be my own self)” 

Jadilah dirimu sendiri. Kawanmu yang ada dan yang sadar, adalah kawanmu yang suka ketika kamu menjadi dirimu sendiri. AMDG.

 

 

About Herluinus Mafranenda

Kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga 2010-2014. Mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi sekarang - 2015. Anda sakit gigi? Ada gigi berlubang? Gigi sakit tiba-tiba nggak sakit lagi? Gigi goyang? Mau dibuatkan gigi tiruan? Ada sariawan, gusi bengkak-bengkak mudah berdarah, atau gangguan kesehatan mulut lainnya? Tenang saja, hubungi saya di 081802760016 atau mention di Twitter @herluinusTND khusus daerah Surabaya, Jatim dan sekitarnya. Kualitas terjamin, harga bersaing, perawatan di RSGMP FKG Unair Surabaya. Karena kesehatan Anda yang utama...

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "Perspektif Ungkapan Sebagai Kepercayaan Diri"

  1. J C  16 September, 2015 at 11:50

    Kalau aku sudah jelas “be myself”

  2. james  10 September, 2015 at 08:52

    hadir bang Djas……makasih diabsenin

  3. Alvina VB  10 September, 2015 at 01:30

    Gak bisa2 masuk komen euy…ini kok pake CAPTCHA Code ya? Kemarin keknya pake angka deh.

  4. Lani  10 September, 2015 at 00:02

    Komentar buat penulisnya: mengenai ungkapan/pepatah jawa itu sdh aku anut sejak duluuuuuuuuuu………..mmg menjadi diri sendiri itu paling passsssss………

    Nek gelem yo koyo ngene, nek ora gelem yo kebangeten hahaha……..ini tambahan rodo mekso

  5. Lani  10 September, 2015 at 00:00

    KANG DJAS : mahalo sdh diingat…………

  6. djasMerahputih  9 September, 2015 at 19:41

    Setuja…

    Absenin trio kenthirs…

  7. Dj. 813  9 September, 2015 at 19:05

    Mas Nanto . . .
    Matur Nuwun mas . . .

    “Aku iki yo ngene anane kok mas . . . .
    yen gelem yo ngene, yen ora gelem yo ora po-po to yo . . .
    Hahahahahahaha . . . . ! ! !

    Senang sekali Dj. membaca artikel ini.

    Salam Sejahtera dari Mainz .

  8. Handoko Widagdo  9 September, 2015 at 17:10

    Coba aku tanyakan kepada Ibu Wesiati yang ahli dalam hal ini. Bagaimana Bu?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.