Gelar Produk Pertanian Surabaya

Yang Mulia Enief Adhara

 

Ada kekinian yang wajib diketahui sama warga Surabaya nih, sebagai kota jasa dan perdagangan, Surabaya seolah tumbuh pesat dengan bangunan dari beton. Tapi bukan berarti sektor pertaniannya hilang, bahkan tetap eksis menghidupi warganya. Pemerintah Kota Surabaya menggagas acara “Gelar Produk Pertanian”. Warga Surabaya dan sekitarnya bisa mendapatkan produk segar hasil pertanian, perikanan dan peternakan yang langsung dari petani, peternak dan nelayan dengan harga terjangkau. Jadi walau judulnya cuma nyebut pertanian, dimari ada juga peternakan dan perikanan.

Acara ini digelar di halaman Balai Kota atau lebih dikenal dengan Taman Surya pada Minggu pagi tanggal 9-September-2015. Ada 48 kelompok petani, peternak dan nelayan dari berbagai kecamatan di Surabaya akan memamerkan hasil produknya. Sejak Juli lalu Pemkot sudah rutin menggelar acara ini sebulan sekali pada hari Minggu pekan pertama yang dibuka Walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Minggu ini adalah acara ke 3 kalinya.

pertanian surabaya (1) pertanian surabaya (2)

Ini adalah usaha Pemkot untuk mengangkat sekaligus memperkenalkan hasil produk pertanian, peternakan dan perikanan segar yang tergabung dalam UKM (Usaha Kecil Menengah) termasuk juga Komunitas Pencinta Tanaman. Produk unggulan Surabaya yang jadi primadona antara lain, Tomat, Cabe, Terong, Timun Mas. Ada juga produk olahan misalnya Telor Asin, Aneka Olahan Jamur, Tempe, Kerupuk Ikan, Samiler dan Jamu Instant.

Masyarakat wajib tau akan produk lokal ini, hingga produk lokal akan mampu bersaing dengan banyaknya produk asing yang membanjiri pasaran. Acara ini disambut dengan antusias tinggi dari tiap kelompok tani, ternak dan nelayan. Acara pertama di bulan Juli diikuti 30 peserta lalu 35 pada Agustus dan kini 48 pada September.

pertanian surabaya (3) pertanian surabaya (4)

Usaha petanian, peternakan dan perikanan ini mendapat bantuan modal dari Dinas Pertanian berupa bibit yang kemudian dikembangkan. Nah diharapkan Gelar Produk ini akan menjadi Embrio bagi peningkatan ekonomi warga utamanya kelompok tani dan nelayan yang ada di kawasan Surabaya. Pemkot mengusahakan sebuah media pertemuan langsung antara konsumen dengan petani konvensional. Harga lebih murah karena belum masuk ke tengkulak. Kekinian yang satu ini semoga juga dilakukan oleh Pemkot dari daerah lain di seluruh Nusantara ya?! So produsen bisa terus maju dan masyarakat pun bisa membeli barang lokal berkualitas dengan harga terjangkau.

pertanian surabaya (5) pertanian surabaya (6) pertanian surabaya (7) pertanian surabaya (8)

Bulan Juli omset di acara ini IDR 18.000.000 lalu bulan berikut menjadi IDR 22.000.000 dengan Komunitas Hidroponik Surabaya sebagai ‘Best Seller’ Untuk kali ini kelompok tani dan nelayan baru dari 23 kecamatan di Surabaya termasuk dari wilayah terdampak penutupan lokalisasi yang telah dibina Dinas Pertanian Surabaya. Ke depannya jumlah peserta bisa merata dari 31 kecamatan karena memang ada Kelompok Tani sekitar 300-an. Acara ini membuka peluang dan berkah bagi para petani, peternak dan nelayan termasuk Komunitas Tanaman.

pertanian surabaya (9) pertanian surabaya (10) pertanian surabaya (11) pertanian surabaya (12) pertanian surabaya (13) pertanian surabaya (14) pertanian surabaya (15)

Mungkin aku salah satu orang yang agak berisik komentar agar orang-orang di Jakarta yang kena gusur lantaran tinggal di kawasan yang memang bukan tempat tinggal yang layak untuk kembali ke kampung. Itu bukan asal teriak tanpa belas kasihan. Justru aku peduli dan menganggap saat mereka mau memulai hidup yang lebih baik di daerah, akan ada perubahan yang lebih baik, buktinya ya semua yang ikut mengisi acara ini, mereka melakukan usaha dengan bantuan modal hingga bantuan untuk memperkenalkan hasil produknya.

Stand yang digelar di sini semua gratis, Pemkot hanya memberi syarat agar harga jual di sini memang harus murah dan terjangkau warga, apalagi seperti aku bilang tadi, semua ini langsung dari produsen belum melalui tengkulak. Mulai daging sampai bunga Anggrek Bulan ada di sini.

pertanian surabaya (16) pertanian surabaya (17) pertanian surabaya (18) pertanian surabaya (19) pertanian surabaya (20)

Bukankah hidup itu pilihan? Mau di kota atau di desa pada akhirnya kita menginginkan kehidupan yang baik, dan aku hanya membuat reportase ini sebagai bukti bahwa kehidupan bisa lebih baik kalo kita mau hijrah dan mencoba peluang dan harapan baru. Khususnya warga Surabaya sepertinya acara ini akan menjadi agenda tetap untuk beberapa bulan ke depan, yaitu setiap Minggu pertama di tiap Bulan. Mau cari masakan mateng? Aneka oleh-oleh khas? Aneka sayuran? Bibit dan bunga-bunga? Semua deh ada di sini.

Selamat buat Pemkot Surabaya yang selalu tanggap akan kepentingan semua warganya dengan berbagai event yang saling menguntungkan sekaligus ajang alternatif hiburan bagi warganya.

 

 

5 Comments to "Gelar Produk Pertanian Surabaya"

  1. J C  16 September, 2015 at 11:53

    Wuuuiiiihhhh…Surabaya semakin ciamik, kreatif dan asik tenan ya…

  2. Linda Cheang  14 September, 2015 at 13:10

    Mantap, euy!

  3. Lani  11 September, 2015 at 14:19

    ENIEF : wuiiiiih……….artikelmu merambah kemana-mana, aku acungi jempol pitulikur……..ini contoh yg sgt bagus sekali. Di Kona ada acara semacam ini semua produk lokal buatan Hawaii

  4. YM Enief Adhara  11 September, 2015 at 09:19

    Pagi waktu Surabaya Pak DJ

    Iya memang sih, tapi mungkin harganya gak bisa murah ya Pak hehehe
    coz Pemkot memberi batasan, harga nggak boleh lebih dari IDR 100.000

    Mungkin Bonsai bisa muncul dipameran tanaman ….

    OCT ini bakal ada ajang tahunan, JATIM FAIR yang menggelar produk makanan, batik, kerajinan dll asli Jatim

  5. Dj. 813  10 September, 2015 at 21:42

    Mas Ennief . . .
    Masih ada yang kurang . . .
    Belum ada yang jual bonsai .
    Padahal Dj. tahu di Surabaya banyak penggemar bonsai.
    Dj. pernah membeli bonsai saat pameran di tempat parkir Delta Plaza.

    Okay, terimakasih untuk reportase dan foto-foto yang indah-indah.
    Salam Sejahtera dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *