Mengeringkan Tomat

Dewi Aichi – Brazil

 

Beberapa waktu lalu saya sempat sedih dan menyesal mengetahui bahwa tomat-tomat hasil panen terbuang membusuk di beberapa wilayah di Indonesia. Dan juga mengetahui bahwa tetangga-tetangga saya sendiri di kampung, banyak yang saat itu panen tomat dan tidak bisa menjualnya karena tidak laku. Lalu? Ya busuklah…mana bisa awet tomat-tomat itu jika tidak diakalin. Saya sudah sarankan untuk dibekukan, untuk dibikin pasta atau sambel, lalu dibekukan, dan kalau bisa dikeringkan.

Mengingat jerih payah para petani, biaya, tenaga, dan belum waktu untuk menunggu panen.  Di beberapa negara, menu makan memang sangat mendukung penggunaan banyak tomat. Lain sekali dengan menu-menu Indonesia yang sedikit sekali menggunakan tomat sebagai pelengkap bahan masakan.

Untuk itu saya berniat berbagi pengetahuan dan menulis beberapa resep yang saya ambil dari berbagai sumber dan saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Resep-resep ini hanya sekedar memberikan ide dalam memanfaatkan tomat jika sedang banyak. jadi tidak melulu untuk sambel, untuk campuran gado-gado, atau sekedar hiasan nasi tumpeng. Tomat bisa digunakan dalam berbagai menu.

Sebelumnya saya di sini akan menulis terlebih dahulu bagaimana caranya agar tomat tidak cepat membusuk. Yaitu dengan cara dikeringkan. Untuk mengeringkan tomat, tomat harus dioven selama 4-6 jam.  Jika cuaca panas, bisa memanfaatkan sinar matahari, sehingga membantu mempercepat proses pengeringan sebelum di oven. Tomat dinyatakan sudah kering jika sudah tidak ada air menetes dari buah tomat itu.

Dalam mengeringkan tomat, caranya, tomat dibelah jadi dua bagian dengan ukuran yang sama. lalu isi tomat dikeluarkan, dan dikumpulkan dalam wadah tersendiri. Jangan dibuang. Isi buah tomat bisa dijadikan minuman segar, atau untuk pasta, untuk sambel, untuk oseng, dan lain-lain.  nah, tomat yang sudah dibelah dan dikeluarkan isinya tadi bisa segera dikeringkan.

Setelah benar-benar kering (cirinya berkeriput dan tidak ada air), bisa disimpan ke dalam toples kaca yang steril, lalu dituangi olive oil sampai tomat terendam semua. Tutup rapat dan simpan.

mengeringkan tomat (1) mengeringkan tomat (2) mengeringkan tomat (3)

Untuk resep segera aku posting berikutnya. Semua gambar diambil dari google image. Khusus resep tayang di Baltyra saja ya hihi…

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Mengeringkan Tomat"

  1. J C  16 September, 2015 at 11:53

    * mikir * (jauh-jauh ke Brazil cuma mau mepe tomat)

  2. Sumonggo  11 September, 2015 at 10:41

    Wah jemuran tomatnya panjang betul, dari Tugu sampai Alkid … he he ….

  3. james  11 September, 2015 at 10:11

    tomat sehat dan termasuk bahan anti kanker juga

  4. Lani  11 September, 2015 at 00:20

    DA : mmg tomat kering enak, dicampur di salad, campuran pizza dan masih banyak lagi manfaatnya

  5. Dj. 813  10 September, 2015 at 21:51

    Mbak DA . . .
    Wadooooh, sudah keduluan . . .
    Hahahahahahaha . . .
    Ini makanan kesukaan Dj. untuk makan malam .
    Saat makan roti dengan sosis dan teman-temannya .
    Juga buah Olive yang sudah disimpan didalam minyaknya dan bwang putih .
    Dj. mengenal makanan ini pertama kali ke ROM di Italy.
    Dan kalau diundang makan oleh keluarga Italy, itu tomat kering selalu ada .
    Asem-asem manis . . . Hhhhhhmmmmm . . . Lecker . . . ! ! !

    Okay, semoga satu usaha yang mulia, akan membuahkan hasil yang baik .

    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *