[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Awal Petualangan

Angela Januarti Kwee

 

Keinginan untuk mengunjungi tempat ini berawal dari cerita seorang koko¹ kepadaku. Kami bertemu di biara Menyurai² tiga tahun lalu. Ia sangat bersemangat bercerita tentang pengalamannya berkunjung ke lembah Karmel di Cikanyere. Adik sepupunya adalah Suster dari Putri Karmel dan bertugas di sana.

Gereja St. Theresia Liseux, Lembah Karmel, Cikanyere, Jawa Barat (Foto: Budi Cahyadi)

Gereja St. Theresia Liseux, Lembah Karmel, Cikanyere, Jawa Barat (Foto: Budi Cahyadi)

Energi positif yang ia bagikan saat bercerita, tanpa sadar membuatku terpengaruh. Aku mulai mencari tahu tentang kongregasi Putri Karmel dan mengunjungi website resmi mereka (http://www.carmeliaindo.org/). Tidak hanya sampai di situ. Dalam perjalanan waktu, aku kembali mendengar pengalaman serupa dari dua rekan kerja yang pernah mengikuti retret di lembah Karmel dan pertapaan Shanti Bhuana di Bandol. Terlebih, aku juga melihat foto-foto yang menunjukkan betapa indah dan nyamannya suasana di sana. Sejujurnya, keinginan untuk bisa berkunjung ke sana dan menikmati pengalaman seperti mereka telah ada sejak lama. Hanya saja waktu belum mengizinkannya.

Suatu ketika, aku membaca buku yang mengatakan pentingnya memiliki seorang mentor dalam hidup. “Belajar langsung dari pakar yang sukses adalah wajib.” Begitulah bunyi kalimat yang membuatku bersemangat menemukan mentor dalam hidup. Mentor dalam pekerjaan, aku sudah memilikinya. Mentor dalam hal spiritual, sejujurnya sudah kudapatkan juga. Kali ini aku ingin belajar dari orang-orang yang memilih hidup kontemplatif³. Aku rasa banyak hal baru yang bisa kupelajari.

16 Juli 2015, aku mendapatkan informasi mengenai retret awal di Pertapaan Shanti Buana, Bandol. Retret itu diadakan oleh para Frater Carmelitae Sancti Eliae (CSE) dan Suster Putri Karmel. Lagi-lagi informasi tersebut aku dapatkan dari sang koko. Karena aku sudah lama mendengar tentang mereka dan mengetahui cara hidup mereka yang kontemplatif, aku sangat bersemangat. Hati kecilku berbisik lembut “Ikutlah retret ini.” Aku tipe orang yang selalu mengikuti kata hati, maka aku mulai berjuang untuk mendapatkan cuti.

(Info retret yang kudapatkan)

(Info retret yang kudapatkan)

Tantangan utama adalah jadwal retret bertabrakan dengan jadwal kunjungan tamu kami. Aku menjadi salah satu tim yang bertanggungjawab dalam kunjungan ini. Aku mulai melobi pimpinanku. Menjelaskan tentang keinginanku mengikuti retret. Usai berbicang panjang lebar, pimpinanku berkata “Kamu pilih saja mana yang menurutmu penting.” Kalimat ini membuatku galau. Kalau berbicara tentang tanggungjawab, aku tidak mau mengabaikan pekerjaanku. Di sisi lain, suara hatiku terdengar semakin keras. Tidak berani mengambil keputusan sendiri, aku menceritakan hal ini pada seseorang yang dekat denganku. Ia berkata “Intinya komunikasikan saja dengan pimpinanmu dan cari seseorang yang bisa menggantikan tugas dan tanggungjawabmu.” Singkat cerita, aku mengantongi cuti dan melakukan perjalanan yang kusebut petualangan spiritual.

Kapela Maria Bunda Karmel di Pertapaan Shanti Bhuana, Bandol. (Foto: Budi Cahyadi)

Kapela Maria Bunda Karmel di Pertapaan Shanti Bhuana, Bandol. (Foto: Budi Cahyadi)

Apakah mengikuti kata hati adalah pilihan yang tepat? Apakah aku menemukan mentor spiritual seperti yang kuharapkan? Aku mulai mencari jawabannya ….

 

-AJ.020187-

 

¹ Baca juga kisah Senja di Biara Menyurai.

Senja Keduapuluhtiga di Biara Menyurai – 365 Hari Mengenal Senja

[Senja di Biara Menyurai] Pembaharuan Diri

[Senja di Biara Menyurai] Tempat Terindah

[Senja di Biara Menyurai] God Gave Me You

[Senja di Biara Menyurai] Apa Persiapanmu?

 

² Koko adalah sapaan dalam bahasa khek yang artinya abang.

³ Menurut Wikipedia : Kontemplatif berasal dari Bahasa Latin (contemplore) berarti merenung dan memandang. Kontemplatif merupakan cara hidup yang mengutamakan kehidupan penuh ketenangan, bermati raga, dan bertapa, sehingga dapat berdoa dan bersemadi dengan lebih mudah. Ordo atau kongregasi dalam Gereja Katolik Roma yang mengutamakan segi kehidupan religius semacam ini disebut ordo atau kongregasi kontemplatif.

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Awal Petualangan"

  1. Melchior Suroso  28 March, 2020 at 07:29

    Mohon dukungan doa untuk saya sudah 5 tahun sakit stroke dan insomnia. Terima kasih. Melchior Suroso

  2. Angela Januarti  16 September, 2015 at 22:19

    Pak DJ : yang ini memang sudah lewat tapi awal oktober nanti ada retret lanjutannya.

    Pak JC : baik pak JC

    Kak Linda : sudah terbit kok. Hehehe. Pendek sekali koment-nya

    Brother djasMerahputih : untuk kali ini tidak dulu. Kalau ajak David retretnya beda. Hahaha

  3. djasMerahputih  16 September, 2015 at 20:53

    Pengalaman yang berkesan Angela…
    David ngga diajak yah…

  4. Linda Cheang  16 September, 2015 at 15:29

    komentarku nggak tayang mulu,

    padahal cuma tulis : adem, euy.

  5. Linda Cheang  16 September, 2015 at 15:12

    adem, euy

  6. J C  16 September, 2015 at 12:01

    Asiiiikk…Angela ditunggu cerita-cerita petualangannya di Pertapaan Bandol ya…

  7. Dj. 813  16 September, 2015 at 02:51

    Hallo Angel . . .
    Terimakasih untuk undangannya, tapi sudah lewat kan . . .
    Hahahahahaha . . . ! ! !
    Salammanis dari Mainz

  8. Angela Januarti  15 September, 2015 at 22:10

    Brother James : terima kasih juga karena selalu setia membaca tulisanku.

    *Makasih juga untuk semua yang sudah mampir dan membaca tulisan ini

  9. James  15 September, 2015 at 13:05

    Angela, makasih sharingnya, setiap artikel petualangannya selalu menarik untuk di ikuti dan di baca

  10. James  15 September, 2015 at 12:55

    1……masih kebagian sambil mengabsenkan Trio Kenthirs yang belum muncul

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.