Peru (3) – Arequipa

Nia

 

Artikel sebelumnya:

Peru (1) – Trujillo

Peru (2) – Machu Picchu

Trio cantik dari Indonesia (baca: Nuniek, Julia dan saya) harus berpisah di Cusco. Nuniek kembali ke America, Julia melanjutkan perjalanan ke Puno dan saya seharusnya di hari itu sudah harus ke Arequipa tapi saya dapat kabar dari mbak Alfi bahwa Arequipa sedang krisis air bersih. Ledeng mati sampai 3 hari ke depan. Daripada kecantikan luntur karena tidak bisa mandi jadi saya memutuskan untuk tinggal lebih lama di Cusco dan ke Arequipa ketika air keran sudah dialirkan lagi sekalian ‘mbarengi’ Julia yang juga akan ke Arequipa dari Puno.

Arequipa - Plaza de Armas (pusat kota)

Arequipa – Plaza de Armas (pusat kota)

Saya email Cruz del Sur untuk mengganti tiket yang sudah saya beli. Tidak ada jawaban… saya jalan kaki mencari kantor Cruz del Sur di selatan Cusco dan sampai sana petugasnya bilang bahwa penggantian tiket saya sudah diproses…yaelahhh… coba email saya dibalas kan saya tidak perlu jauh-jauh ke sana.

Saya menghubungi mbak Alfi tentang perubahan jadwal saya. ‘OK, nanti aku jemput di terminal’ balas mbak Alfi. Terharu… mbak Alfi adalah teman yang kami kenal dari grup Backpacker Dunia yang tinggal di Arequipa bersama suami dan anak-anaknya. Kami belum pernah bertemu sebelumnya tapi begitu ketemu sudah seperti teman lama akrabnya ;)

Arequipa - merayakan ulang tahun mas Parjianto suami mbak Alfi

Arequipa – merayakan ulang tahun mas Parjianto suami mbak Alfi

Saya sampai terminal Arequipa pagi sekitar jam 9. Julia sampai siang hari tapi langsung diantar ke hotelnya karena dia naik bus 4M Exress semacam door to door service dari Puno ke Arequipa. Sambil menunggu Julia saya diajak mbak Alfi ke rumahnya. Sarapan, mandi dan ngobrol tentang keringnya Arequipa. ‘Setahun itu paling 4 hari ada hujan. Sumber air cuma mengandalkan lelehan salju ya gimana tidak krisis air?!’ kata mbak Alfi. Arequipa memang dekat dengan 3 gunung (Misti, Chachani, dan Pichu pichu) yang puncaknya bersalju. Lelehan salju ini yang dimanfaatkan untuk mengairi tanah gurun Arequipa. Tapi walaupun panasnya amit-amit dan jarang hujan tapi banyak taman yang bunga dan tanamannya tumbuh subur. Mungkin pegawai DKPnya rajin menyirami kali ya…

Arequipa - sudut kota

Arequipa – sudut kota

Arequipa - sudut kota

Arequipa – sudut kota

Kami diajak mbak Alfi jalan-jalan ke tempat-tempat yang agak jauh dari pusat kota Arequipa yaitu Molino de Sabandia, Mirador de Yanahuara dan Sanchaca Mirador. Mirador artinya view point atau lookout. Di Yanahuara dan Sanchaca kami bisa melihat kota Arequipa dari ketinggian. Molino de Sabandia adalah water mill tertua di Arequipa. Museumnya kecil tapi ada taman cantik dan ada beberapa hewan khas America Latin seperti Llama, Alpaca, dan… keledai! Bahagia banget saya bisa melihat keledai dari dekat hahaha…

Arequipa - Llama dan Alpaca di Mundo de Alpaca

Arequipa – Llama dan Alpaca di Mundo de Alpaca

Arequipa - memandang pantat-pantat seksi binatang di Molino de Sabandia

Arequipa – memandang pantat-pantat seksi binatang di Molino de Sabandia

Untuk tempat-tempat wisata di dalam kota selain jalan sendiri kami juga ikut Free Walking Tour yang ada setiap hari pagi dan sore tapi jam nya saya lupa tepatnya jam berapa. Bisa ditanyakan di tourist information office di Plaza de Armas. Free Walking Tour adalah tour gratis alias tidak dipungut biaya tapi diharapkan peserta tour memberi tips seiklasnya untuk guide nya.

Jika ada yang mau ke Arequipa saya sarankan ikut tour ini karena banyak informasi menarik yang disampaikan oleh guidenya dan peserta tidak hanya diajak untuk melihat tempat wisata, bangunan bersejarah dll tapi juga diajak untuk mencicipi makanan khas Arequipa yaitu Helado Queso atau es krim keju yang warnanya kuning seperti keju. Rasa es krim nya sih biasa saja… bukan terbuat dari keju. Selain itu peserta juga diajak ke salah satu café untuk mencicipi minuman (beralkohol) khas America Latin yaitu Pisco yang enakkkk sekali.

Arequipa - penjual Queso Helado (es krim keju)

Arequipa – penjual Queso Helado (es krim keju)

Bisa juga makan malam di café itu yang menyediakan menu Guinea Pig bakar. Selain mencicipi makanan dan minuman khas, peserta juga diajak mengunjungi pabrik pengolahan bulu Alpaca atau Mundo de Alpaca. Disana bisa melihat binatang Llama, Alpaca dan Vicuna dan dijelaskan perbedaan antara ketiga jenis binatang itu. Di mata saya sih semuanya tampak sama hehehe…

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Arequipa adalah Convento de Santa Catalina atau Biara Santa Catalina. Lokasinya tidak jauh dari Plaza de Armas. Harga tiket masuknya 40 Soles (13 USD). Seminggu ada 2 hari yang dibuka sampai malam dan menurut berbagai artikel yang saya baca harinya berganti-ganti. Waktu kami kesana hari Selasa biara buka sampai malam. Bagus sih… banyak lilin dan obor… tapi horror hahaha… lha siang hari saja kami sering merinding kalau masuk ke ruangan-ruangan tempat para suster tinggal. Biara ini bagaikan kota di dalam kota dengan gang-gang dan rumah-rumah yang dulunya jadi tempat tinggal para suster. Selengkapnya bisa dibaca di http://www.santacatalina.org.pe/

Arequipa - biara Santa Catalina

Arequipa – biara Santa Catalina

Arequipa - biara Santa Catalina

Arequipa – biara Santa Catalina

Arequipa - salah satu ruang kamar suster di Biara Santa Catalina yang bikin merinding bombay

Arequipa – salah satu ruang kamar suster di Biara Santa Catalina yang bikin merinding bombay

Arequipa - biara Santa Catalina

Arequipa – biara Santa Catalina

Arequipa - biara Santa Catalina

Arequipa – biara Santa Catalina

Arequipa - biara Santa Catalina

Arequipa – biara Santa Catalina

Arequipa - biara Santa Catalina

Arequipa – biara Santa Catalina

Arequipa - Mirador de Yanahuara

Arequipa – Mirador de Yanahuara

Arequipa - Molino de Sabandia

Arequipa – Molino de Sabandia

Arequipa - museum di dalam Molino de Sabandi

Arequipa – museum di dalam Molino de Sabandi

Arequipa - pemandangan kota dengan latar gunung Chachani dan Misti

Arequipa – pemandangan kota dengan latar gunung Chachani dan Misti

Arequipa - pemandangan sekitar Molino de Sabandia

Arequipa – pemandangan sekitar Molino de Sabandia

Arequipa - penenun di Mundo de Alpaca

Arequipa – penenun di Mundo de Alpaca

Arequipa - sudut kota di malam hari

Arequipa – sudut kota di malam hari

Arequipa juga terkenal dengan Jugo de Rana atau Jus Kodok yang dipercaya bisa meningkatkan performa diatas ranjang (Kang Anoew semrintil langsung mabur ke Peru!). Jus ini merupakan jus berbagai macam buah, lidah buaya, madu, malt dll lalu seekor kodok (mati dan sudah dibersihkan dan dikuliti) akan dimasukkan lalu di-jus bareng. Rasanya? Entah… kami tidak coba…

 

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "Peru (3) – Arequipa"

  1. Linda Cheang  14 October, 2015 at 17:00

    Nia, lha, itu di salah satu fotomu, ada tampak belakang biarawati, lagi ngapain? mosok itu “makhuk halus”?

  2. Lani  23 September, 2015 at 13:19

    Jadi hanya sebagian dr biara yg msh berfungsi lainnya sdh dijadikan tempat wisata. Hanya mmg keliatan lokasinya bikin merinding……….

  3. nia  23 September, 2015 at 09:37

    oom Dj… iya oom… kodok utuh cuma dikuliti trus cemplung

  4. nia  23 September, 2015 at 09:36

    makasih teman-teman semua makasih suhu yang rela direpotkan dengan email berantakan hahaha… maapin ye *besok lagi

    biara Santa Catalina masih berfungsi tapi hanya sebagian kecil dari seluruh area biara saja yang lain sudah jadi tempat wisata. kami mubeng2 sampai malam tidak lihat suster seorang pun

  5. Lani  21 September, 2015 at 23:05

    MISS NGAING-NGAING : Kuwi biaranya msh berfungsikah? Klu melihat dr foto2nya mmg bikin merinding, coba klu kamu nggandeng lurah Baltyra bakal merinding tiada akhir, krn kalian berdua bakal dikinthil mbau rekso yg berada didlm biara

  6. Dj. 813  21 September, 2015 at 21:02

    Waaaaaw . . .
    Ada juice kodok pula . . . .
    Apa tulangnya juga turrut di Juice . . ? ? ?
    Hahahahahaha . . .

    Itu foto-foto tembok sangat bersih, indah dipandang .

    Terimakasih untuk reportasenya . . .
    Salam manis dari Mainz .

  7. James  21 September, 2015 at 16:17

    indahnya Peru indahnya Para Kenthirs juga yang masih pada absen

  8. donald  21 September, 2015 at 15:06

    Menarik, mbak… Bagus perjalanannya!

  9. J C  21 September, 2015 at 13:44

    Iki bocah mlaku-mlaku di Amerika Selatan kok gak capek-capek ya… (sambil dodolan purwaceng iki pasti)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.