Gangguan

Anwari Doel Arnowo

 

Ada gangguan di sekitar hunianku, hunian kita, di mana kita menjalankan hidup. Apa itu? Hingar bingarnya suara, baik yang terdengar oleh telinga kita maupun oleh rasa kebatinan kita. Pikiran bisa terganggu terhadap hal-hal ini. Sebagian besar yang mengganggu justru yang tidak terdengar secara fisik. Bisa liwat desas desus liwat gossip atau yang liwat bisik-bisik. Kita semua mengalaminya, meskipun kita tinggal di USA atau di Banjarmasin, apalagi di Banten, Aceh atau juga di Ibu Kota Jakarta Daerah Khusus Istimewa itu.

Bagi satu pihak yang kita dengar tidak secara fisik itu adalah sesuatu yang dapat menyenangkan dan menenteramkan hati, tetapi bagi yang lebih mengerti kadang malah menerbitkan rasa kasihan. Ini sama dengan ucapan Jesus ketika disalib yang konon mengatakan: “ Ya Tuhan, ampunilah mereka, karena mereka tidak mengetaui apa yang mereka perbuat”. Begitulah kira-kira bunyi kata-kata yang terkenal itu. Seperti inilah nuansa pengertian, ajaran dan pedoman yang dilakukan terhadap ideologi mengenai politik dan kepercayaan.

Disturbance_in_the_Force

Dasar yang amat menakutkan adalah mereka merasa benar seratus persen atau malah lebih dari 100% hingga mereka merasa sungguh amat nyaman di zona seperti itu. Apakah yang tidak termasuk golongan mereka ini akan menderita atau terganggu itu sama sekali tidak dipedulikan. Justru celaan dan makian mungkin akan dilemparkan kepada mereka yang tidak sepaham itu.

Tentu mudah sekali berbuat seperti itu karena mereka yang menderita dan terganggu kenyamanannya itu sudah dianggap jahat dan berdosa hingga patut dihukum di dunia dan di “akhirat”. Diam-diam saya membuat kalkulasi pribadi. Kalau benar bahwa Planet Bumi ini berisi makhluk jenis manusia, maka menurut penelitian saya pribadi jumlah dua golongan besar seperti di atas itu itu jumlahnya hampir sama saja, separuh dan separuh artinya hampir mendekati seperti itu.

Saya yakin tidak ada yang tau persisnya karena memang seperti itu alam mengaturnya. Bagi mereka yang mempercayai adanya Tuhan dan juga bagi yang tidak atau tidak mau mempercayainya,  jumlah yang sama, hampir persis setengah setengah. Data seperti ini selalu berubah setiap detik dan setiap menit. Saya sendiri amat percaya adanya Tuhan, akan tetapi masih perlu bagi siapa saja untuk bisa bersama saya mengklarifikasi Tuhan itu seperti apa, sesuai dengan daya pikir masing-masing.  Bukankah daya pikir dan kesimpulan apapun itu adalah karunia Tuhan juga? Itu berlaku bagi yang percaya kepada adanya Tuhan.

Logika anda dan logika saya serta logika semua orang jadi terwujud karena kerja sama antar dua belas organ di dalam tubuh manusia. Mereka berinteraksi sehingga bisa dipakai oleh dinamika hidup yang berlangsung di dalam tubuh manusia. Logika masing-masing manusia itu menghasilkan produk berupa kekayaan intelektual, atau malah pemahaman yang bisa mempengaruhi sekumpulan masyarakat yang berkelompok atau masyarakat yang menyebar tetapi berkeyakinan sama.

disturbance

Saling berusaha mempengaruhi akan menyebabkan perbedaan-perbedaan tertentu, yang bisa membuat perselisihan yang kurang perlu. Di sini hanyalah diperlukan intelektualitas yang seimbang dengan ego masing-masing bila menghendaki kehidupan yang berlangsung damai. Sayang sekali yang pandai dan mampu menguasai egonya sendiri tidaklah  terlalu banyak. Mereka yang kurang mau berfikir terlebih dahulu, biasanya kurang pertimbangan di dalam cara bertindak melaksanakan bujukan dan godaan yang akan berakibat ekstrim.

Berdasarkan kalkulasi pribadi seperti itulah bilamana pada waktu yang tepat saya berhadapan dengan mereka yang masih muda usia, saya sering kali menyodorkan pedoman yang saya percayai sebagai ampuh untuk kehidupan siapapun. Saya selalu memulai dengan peliharalah kesehatan tubuh anda, bukan saja dengan menjaga asupan makanan dan olah raga, segera dalam usia sedini mungkin. Jangan menunggu sampai setua saya.

Utamanya jangan memasukkan racun ke dalam tubuhmu yang masih muda itu. Racun itu bukan hanya makanan yang kurang manfaat sehatnya atau obat dan vitamin dan yang kurang perlu. Juga bukan hanya rokok, juga minuman keras yang berlebihan, bahkan malah BUKAN narkoba juga. Yang saya maksud anda hindarilah, sekuat ketahanan fisik dan mental sepanjang hidup, untuk menjauhi ideologi dan semua pemahaman kepercayaan serta semua sikap amat suka membenarkan diri sendiri yang berlebihan.

Prinsip-prinsip-kuat membela ideologi dan kepercayaan bisa menjadi tragedi yang amat kuat mengerikan akibatnya. Di dunia ini sudah terbukti bahwa perubahan adalah sesuatu yang memang kekal dan abadi. Sikap setia terhadap kepercayaan juga bisa berubah cepat sekali. Utamakan  logika dan ketajaman otak anda sendiri dalam mengisi kehidupan anda, dalam melindungi diri sendiri dan dalam membela diri sendiri, keluarga dan lingkungan yang menurut diri anda adalah baik. Jangan segera percaya kepada anjuran yang arah tujuannya akan menuju kepada pertentangan antar manusia, biarpun dengan dalih yang membela mati-matian Negara, membela kepercayaan batin maupun kepercayaan politik yang akan membuka peluang anda akan berbenturan sikap dengan sesama manusia lain. Berbeda pendapat adalah hal yang biasa dan umum sifatnya. Tidak usah kita harus sama berpendapat dengan lawan sekalipun. Sifat dan sikap damai itu tidak segampang diucapkan.

Sudah pernah saya tuliskan lebih dari 8 tahun yang lalu, yang topiknya memunculkan tanda tanya:  pernahkan Planet Bumi di mana kita bertempat tinggal ini bebas dari sebuah peperangan antara manusia meskipun hanya dalam untuk waktu seminggu saja?

Seingat saya selama saya hidup lebih dari 77 tahun ini, perang selalu terjadi. Saya lahir pada periode Perang Dunia Kedua mulai mendekati berakhir. Tetapi ketegangan berperang skala besar timbul disebabkan terbentuknya dua Korea, Utara dan Selatan, merembet  ke Lebanon, Malvinas, VietNam, Israel Plaestina, ada Israel Mesir, dst dst. Hari ini masih berlangsung “perang” ISIS.

Apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya?? Boleh saja kita konsultasi dengan ahli sejarah atau ahli ekonomi dan ahli politik. Hasil analisisnya pasti akan merujuk dengan kpentingan ego sektoral. Saya berani menyatakan bahwa Partai Politik itu amat jauh tidak bermanfaat bagi diri saya. Mereka tentu akan menjawab bahwa politik adalah pilar yang teramat penting bagi tegaknya demokrasi. Itu saya yakin adalah keyakinan para demokrat. Saya ingin mengulangi bahwa Winston Churchill pernah mengatakan bahwa  DEMOKRASI ITU DIPILIH KARENA BELUM ADA YANG LEBIH BAIK.

Jadi kesimpulan saya sendiri adalah siapapun yang percaya seperti itu, tampak di pandangan mata saya sebagai pernyataan yang siap berubah. Saya sendiri heran mengapa masih ada tindakan-tindakan yang tidak demokratis di tempat-tempat yang katanya amat demokratis seperti halnya di Indonesia?

Negara kita ini telah sering dianggap paling baik dalam  menjalankan pemahaman demokrasinya. Semboyan adil makmur yang dicita-citakan saya pribadi tidak pernah mengalaminya. Saya sendiri hampir tidak pernah terikut mengikuti pemilihan umum, oleh karena undang-undang memang berkata seperti itu, sehingga yang saya lakukan itu tidak melanggar undang-undang yang manapun.

Apa sebab KPK, Kepolisian dan Kejaksaan masih sibuk dengan pemberantasan kejahatan justru yang terjadi di lingkungan mereka sendiri? Kalau Kementerian yang menyangkut kegiatan ekonomi, keuangan, pajak dan lain-lain yang rawan berbuat curang, kita bisa maklum. Kepolisian, Kejaksaan dan juga Makamah Agung, juga  Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Yudisial tidak luput dari kegiatan yang melanggar Undang Undang!

Berikut keluarlah lelucon-lelucon yang tidak lucu seperti begini: Seorang peternak kehilangan seekor sapi, tetapi tidak mau cepat melaporkannya kepada yang berwajib, karena yakin dia berpotensi untuk bisa kehilangan uang yang sama atau lebih tinggi nilainya dengan seekor sapi yang lain yang masih dimilikinya. Bagaimana bisa? Itu karena ada biaya siluman hanya untuk kegiatan menindak lanjuti adanya laporan pencurian seekor sapi tadi!! Itu TIDAK LUCU, kan? Kita semua manggut-manggut setuju saja!! Lucu tidak lucu tidak, seperti ayam telur ayam telur saja! Soal seperti ini memang bisa saja membuat seseorang berubah menjadi pesimis, seperti contohnya saya sendiri.

Maka teman sejawat saya akan cepat sekali menyahuti saya dengan: “Tidak boleh bersikap seperti itu, sobat!!” Yaa harap maklum, sebab saya juga bisa yakin akan ada perubahan keadaan maupun perubahan di dalam diri saya sendiri nantinya. Ini kan sudah berulang-ulang terjadi. Mungkin ada baiknya kita menyimpulkan dan menerima saja apapun kejahatan yang terjadi, dan juga membiarkannya berlalu juga, ASAL kita sendiri tidak ikut serta terikut melakukannya.

Hidup bersama dan berbarengan dengan sikap siap sedia untuk selalu memiliki ego yang baik dan wajar, tidak berlebihan membela kelompok-kelompok apapun yang melanda masyarakat di sekitar.

 

Anwari Doel Arnowo       

17 Agustus, 2015

 

 

3 Comments to "Gangguan"

  1. J C  25 September, 2015 at 11:30

    SETUJU BUANGET! Mana ini Itsmi…topik ini adalah salah satu topik favorit Itsmi…

  2. James  23 September, 2015 at 09:31

    dsiturbance always annoying….

    para Kenthirs mengalami gangguan maka telat hadir

  3. Dewi Aichi  23 September, 2015 at 00:10

    Pelajaran yang amat penting dari pak Anwari, secara bapak sudah banyak pengalaman hidup. Saya sepakat dengan pesan yang ingin bapak sampaikan kepada pembaca, mungkin saya, atau yang lain selalu saja merasa benar, padahal tidak benar. Ini yang harus disadari pelan-pelan agar bisa merubah sikap .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.