Biodata

Putut Tedjo Saksono

 

Seorang teman fesbuk, bertanya kepadaku tentang kegiatanku. Aku juga sering bingung ketika harus mengisi formulir, bingung jika harus membuat biodata dan susah ngejawab kalo ketemu teman lama. Kesulitan jika ditanya masalah kerjaan, “Kerja apa?” “Di mana kerja?.”

Tidak bisa menjawab dengan benar pertanyaan itu, bingung status kerjaanku itu apa? Mengaku sebagai pedagang jelas kurang tepat, karena yang jualan di rumah adalah istri, Itupun hanya kecil-kecilan, tidak ada tempat, terpaksa berbagi rumah bersama barang dagangan, mengorbankan ruang tamu.

Mengaku sebagai karyawan, inipun tidak juga tepat. karena aku kerja hanya kalo dibutuhkan saja, disuruh-suruh, bukan dengan keahlian, hanya sedikit kemampuan seperti kebanyakan orang.

biodata-wordle

Dibilang pengusaha, wadaooh masih sangat jauh. memang sih sejak tahun 2000an awal saya tercatat sebagai direktur di CV. Sekarlangit. Terdaftar dan sah di kementerian, Punya SITU dan SIUP. Tetapi… perusahaan itu bukan aku yang pegang. Hanya namaku saja yang masih kepake.

Dijuluki Seniman……hahaha, bisa diketawain kawan-kawan. Seseorang yang disebut seniman menghasilkan karya dan memperoleh kehidupan serta nafkah dari karya tersebut. Belum ada karyaku yang benar-benar disebut karya. Tidak bisa memberikan hasil untuk penghidupanku. Menulis puisi hanya untuk dinikmati sendiri, paling disebar lewat fesbuk. itupun yang kasih jempol dan komentar hanya segelintir teman. Barangkali kasihan kalee.

Karya foto baru bisa menghasilkan Album Keluarga. Sisanya dicentelin tembok rumah, supaya cat yang sudah sebagian terkelupas bisa ketutup, sekalian buat keluarga senang, karena kami akan nampak lebih indah dari aslinya.

Baru bisa sedikit menggambar, itupun hasil gambarnya kurang jelas, disebar di fesbuk dan berharap dikasih komentar, kalo ada yang tanya tentang gambar yang aku buat, cukup dijawab singkat “Abstrak”. dan sudah tidak dilanjutkan pertanyan berikut. Barangkali sudah pada males tanya lagi, atau pertanyaan itu hanya sekedar basa-basi.

Bermain Teater, aku hampir tidak pernah tampil di panggung, hanya satu kali Mas Edi Haryono, Bos Bela Studio, ngasih peran sebagai satpam bandara, dalam Pentas NYAMUK. Sekilas…… ya hanya sekilas tanpa dialog. Melihat mukaku yang enggak jelas, jelas aku bukan aktor. Dipercaya sih sebagai manager, di belakang layar. Makanya aku buat Group teater sendiri. hehehe, dengan begitu bisa puas main, dan bisa dapat pacar. Walau akhirnya aku ditinggalkan juga…hik…hik..hik. Group teater buatanku hanya bisa pentas di kota kecil dan festival tingkatan lokal, Tidak seperti Bela Studio, biasa main di TIM, Erasmus Huis, Gedung Kesenian Jakarta dll. Ngaku sebagai seniman aku tidak bisa menghasilkan karya alias Tuna Karya atawa Kere. Pantaslah sepupuku menjuluki aku seniman kapiran.

Dibilang jadi penulis sampai saat ini tidak mempunyai Karya tulis yang baik, kecuali catatan-catan yang kacau. Dua terbitan buku di Pabelan Jayakarta, namaku tercantum sebagai editor. Itu tidak sah, aku hanya mencari sumber berita.

Dan ada beberapa buku murahan (bukan harganya) yang dicetak di Penerbit Intimedia buatanku, Sungguh saat itu aku laper, hidup lontang-lantung di Jakarta, Jadi aku terima orderannya Pak Badri, Bos Intimedia untuk membuat buku. (sory pak Badri…maksudku yang murahan akunya…lagian situ ngasih target 4 buku dalam sebulan…edeeh, Umar Khayam saja nulis satu buku lebih setahun lamanya, nulisnya minta di Jepang lagi…. hehehe).

Ada sebutan yang bagus dan cocok buatku, yaitu pekerja serabutan. Biasanya julukan ini diberikan kepada pekerja kelas bawah, yang tidak punya pekerjaan tetap. Karena aku seorang pekerja kelas bawah maka aku merasa nyaman menggunakan istilah Pekerja Serabutan.

Usai hujan, langit cerah, bulan tua nampak terlihat. Bulan itu masih bulan yang sama dengan bulan yang dulu, ketika aku diperkenalkan oleh ibuku lewat tembang macapat gubahannya sendiri. Ibuku juga ibu-ibu yang lain berharap kelak anak yang digendongnya akan jadi orang. Sukses dalam kehidupan. Orang tua menuntun anak lewat harapan, doa dan cita-cita. Kini semuanya telah berlalu bagiku, cita-cita masa kecil kandas. Kehidupan terus berjalan, Selalu berharap esok akan lebih baik, sambil menyiasati nasib.

Semoga Allah Tuhan Semesta Alam Selalu memberikan yang terbaik. Karena Dia tahu yang terbaik buat kita semua. Rasa syukur berada di depan dalam doa dan di setiap langkah kita……. Salam…

 

 

6 Comments to "Biodata"

  1. HennieTriana Oberst  25 September, 2015 at 15:48

    Baru tau juga ada istilah Polymathe dan renaissance-man.

  2. J C  25 September, 2015 at 11:38

    Waaahhh…baru tahu istilah Polymathe dan renaissance-man..

    Kalau Lani dan James bertetangga bukan hanya serabutan, tapi semrawutan, serampangan dan kiwir-kiwir…

  3. Alvina VB  24 September, 2015 at 12:31

    Kerennya org yg bisa kerja serabutan spt mas disebut Polymathe, dan mau lebih keren lagi ya…a ‘renaissance-man’, he..he….

  4. James  24 September, 2015 at 10:48

    di Ozi bilamana seseorang memiliki kemampuan Kerja Serabutan malah lebih mudah mendapat lapangan perkerjaan dan upahnya justru lebih besar juga , setuju dengan Ci Lani berbanggalah meski kemampuan hanya serabutan yang penting tetap terhormat masih memiliki kemauan besar untuk bekerja

  5. Lani  24 September, 2015 at 00:43

    Pekerja apapun namanya, hrs disyukuri yg penting msh bekerja dan bekerja………..kdg orang hanya membanggakan krn statusnya tinggi, krn status jd kesohor ke seluruh nusantara bahkan dunia.

    Lebih baik dikatakan serabutan, drpd pengangguran yg kaga jelas……….

  6. Dj. 813  23 September, 2015 at 23:48

    Mas Putut Tedjo Saksono . . .
    Maaaaf kalau saat baca, Dj. malah tertawa sendiri .
    Anda orang yang merendahkan diri .
    Padahal anda memiliki kemampuan yang jauh lebih banyak dar kebanyakan orang.
    AAnda diberkati dengan bermacam-macam talenta .
    Yang penting, bukan apa atau siapa anda, tapi pergunakan talenta anda bisa untuk menolong sesama.
    Apapun kata orang, itu tidak terlalu penting .

    Selamat berkarya dan berbagi, Dj. tunggu cerita yang akan datang .

    Terimakasih dan salam

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.