Ahok

Yang Mulia Enief Adhara

 

Yang gak seimbang adalah para kritikus atau pengamat akan kicep tak berkicau akan perubahan significant dari sosok Jakarta di bawah kepemimpinan si Ahok. Jakarta berangsur ‘lebih’ bersih di segala hal termasuk pemotongan tunjangan yang tidak penting (terlalu besar) dan dialihkan dalam bentuk yang lebih berguna, Urusan Kelurahan lebih cepet dan kagak pake duit, warga bisa ngadu apa aja dan direspon, reformasi birokrasi, pelayanan kesehatan gratis, penertiban kawasan kumuh, optimalisasi waduk, pembersihan Kali Ciliwung, penertiban PKL, pendidikan gratis, e-budgeting yang terbuka.

ahok

Ahok sendirian melawan para Mafia, politisi, DPRD, melawan preman, melawan partai politik, melawan tatanan dan aturan hukum rimba yang dibuat puluhan tahun di DKI Jakarta. AHok masih kuat, tegar, istikomah masih besemangat memikirkan warga Jakarta sekolahnya gratis, berobat gratis, perumahan nyicil, mereka yang terkena bongkaran pemukiman liar disediakan Ahok rusunawa.

Ahok sama sekali tidak ada naungan apapun, kecuali naungan atas kepercayaannya menjalankan kewajibannya sebagai seorang pemimpin yang dipilih rakyat. Ahok adalah sipil murni seorang pengusaha sukses yang jujur berjuang dari nol. Ahok pun tidak terkait dengan partai politik manapun juga, Ahok itu sekarang independen
Ahok bagaikan 5 Jendral Harimau pada masa Perang tiga Negara (Sam Kok), dia juga mengabdi pada tugasnya bukan mengabdi pada duit, dia laki-laki sejati yang berani karena benar. Sayang kritikus ngicep akan sisi baik Ahok, yang di blowup cuma yang bernada miring atau ;jeritan hati’ oknum tak bertanggung jawab.

Mau Ahok Cina, Kristen, apalah apalah, yang gw kagumi adalah kesetiaan dan komitmennya sebagai pemimpin, gw sebagai Moslem dan warga Jakarta tidak merasa terusik kehidupan rohani gw gara-gara Gubernurnya Kristen, atau gw mendadak jadi budak belian gara-gara Gubernurnya keturunan Cina, gw tetep warga yang in-exis dan bersyukur ada seorang Ahok.

Ahok, gw bukan fans elu ya?! Inget itu, tapi andai gw ketemu elo, gw akan bilang dengan tegas. “Gw kagum sama elo dan gw bersyukur ada orang kaya elo dan elo memang sosok yang gw kagumi”.

Buat asshole yang suka mencaci, Bangsa Indonesia itu mencakup siapapun yang lahir, hidup, tumbuh di Indonesia Keturunan Tionghoa dulu juga banyak yang ikut perang memerdekakan negeri ini. Nah soal Ahok yang bukan Moslem, itu urusan dia, yang penting dia tidak membuat kebijakan yang merugikan kaum Moslem. Menurut gw soal agama itu keyakinan yang so personal tanggung jawab pribadi bukan tanggung jawab Gubernur, Presiden atau tetangga lo, jangan koar-koar lo bilang Ahok Kristen, Kapir bla bla bla.

Lha jaman Gubernurnya Islam aja yang sekarang banyak bacot bilang Ahok Cina, Kapir bla bla toh juga nenggak alkohol, main perex, judi, korupsi, ngembat tanah orang, mainin harga seenak udel, buang sampah seenak berok-nya bla bla …. for long term!!! Itung deh berapa lama noh dipimpin Gubernur yang katanya Moslem? Tapi banyak warganya (yang mayoriyas Moslem) tak menunjukan kehidupan rohani yang baik, akhlak dan moral yang sesuai tuntunan Alquran dan hadist dan liat faktanya selalu gitu !

Soal keimanan dan ketaqwaan gak tergantung Gubernurnya cuy, tergantung hati dan otak lo untuk mengkaji agama yang lo anut dengan baik dan benar …. paham???

 

 

12 Comments to "Ahok"

  1. J C  9 October, 2015 at 18:14

    Iyo iki…Enief nulisnya “ngamuk”…

    Ahok memang fenomenal!

  2. triyudani  3 October, 2015 at 12:12

    Siip..siip..sip Ahok pancen oye, ganteng,tinggi,gagah dan yang penting tegas serta anti korupsi.
    Kita rakyat Indonesia memang membutuhkan figur seperti dia.
    Salut buat mas Enief yg sudah nulis tentang Ahok.
    Tapi ngomong 2 kenapa kok nulisnya koyo ngamuk gitu ya hahaha….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.