[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Keajaiban Kecil

Angela Januarti Kwee

 

Seringkali kita diberi sesuatu yang bisa kita maknai indah secara personal. Keajaiban kecil adalah ketika suatu peristiwa jadi bermakna sebab ia bermakna sesuai dengan sistem atau kepercayaan yang telah hidup dalam diri kita. Keajaiban hanya bisa difahami oleh mereka yang memiliki sistem makna. Seperti nubuat yang terpenuhi. Ketika menemukan kalimat ini di dalam buku Simple Miracles-nya Ayu Utami, perasaanku terasa begitu nyaman, secara otomatis senyum terukir di wajahku. Aku menyukai kalimat tersebut.

Aku masih ingat sebelum berangkat ke Bandol, aku membuat status di BBM yang berbunyi: Semoga ada banyak keajaiban kecil yang terjadi dalam petualangan kali ini. Tanpa aku sadari, Tuhan memang sedang merancang banyak keajaiban untukku.

pertapaanbandol-keajaibankecil (1)

Keajaiban itu dimulai saat aku hendak berangkat ke Pontianak dan memulai petualangan spiritualku. Sang koko menelepon di pagi hari dan bertanya aku hendak ke mana. Aku memang tidak memberitahunya akan mengikuti retret tersebut. Mendengar aku hendak pergi, ia berpesan agar aku benar-benar menikmati waktuku di sana, karena katanya saat aku kembali, aku akan sangat merindukan tempat itu. Ia juga menitipkan salam untuk seorang suster yang dikenal.

Memang, di hari terakhir aku merasakan apa yang dikatakannya. Aku tidak ingin pulang, aku merasa sedih meninggalkan pertapaan. Suasananya, orang-orangnya, pengajarannya dan tempatnya membuatku sangat kerasan. Aku juga bertemu suster E, suster yang koko itu kenal. Aku menyampaikan pesannya, kami bercerita singkat. Suster E juga memberikan materi dalam satu sesi retret. Kami sempat pula berfoto bersama di hari terakhir. Sekarang, kami tetap menjalin komunikasi.

pertapaanbandol-keajaibankecil (2)

Keajaiban kedua terjadi di hari keberangkatan dari Pontianak menuju Bandol. Pagi sekali, ketika baru terbangun dari tidur. Aku membaca pesan dari seorang ii¹ yang kukenal. Ia hendak pergi ke Lourdes. Ia menanyakan padaku apakah ada intensi yang ingin kusampaikan. Sebelum menutup perbincangan, ii menitipkan salam untuk dua orang frater di Bandol yang ia kenal. Aku berkata bahwa aku akan menyampaikan salamnya bila bertemu, meski aku tidak kenal mereka sebelumnya.

Empat hari di pertapaan, aku berkesempatan bertemu dengan frater EP dan frater MC yang ii itu kenal. Tak lupa aku menyampaikan salam dari sang ii. Ketika berkesempatan berbincang dengan frater MC, ia bercerita bahwa sebenarnya bukan ia yang memberikan materi di salah satu sesi retret. Dua hari menjelang retret ia diminta menggantikan seorang frater. Mendengar ceritanya, aku hanya bisa terkagum dengan rancangan Tuhan. Frater EP juga membawakan satu sesi dalam retret, hanya saja kami baru punya kesempatan bercerita panjang lebar di hari terakhir.

pertapaanbandol-keajaibankecil (3)

Keajaiban lainnnya, aku bertemu dan menginap satu kamar dengan dua gadis yang ‘unik’. Gadis bernama V selalu membuat kami tertawa dengan apa saja yang dia lakukan dan katakan. Kisah tentangnya akan aku ulas tuntas dalam kepingan yang lain. Gadis lainnya bernama C, dia sangat suka travelling. Ia datang bersama seorang ahia² yang sangat menyayanginya. Adikku yang juga mengikuti retret dan satu kamar dengan kami berkomentar “Pasti ini sudah rencana Tuhan, kita bertemu V dan C dan retret ini terasa semakin seru karena mereka.” Memang kami tidak terpisahkan. Ke mana saja selalu berempat. Aku jadi teringat perkataan frater EP bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan selalu punya rencana dari setiap peristiwa.

pertapaanbandol-keajaibankecil (4) pertapaanbandol-keajaibankecil (5)

Dari semua keajaiban kecil yang kupaparkan di atas, ada satu keajaiban yang membuatku speechless dan terkagum-kagum dengan kebesaran Sang Ilahi. Dalam kesempatan konseling dan pengakuan dosa. Aku menunggu antrian temanku C yang tengah konseling dengan seorang frater. Saat itu baru ada beberapa suster dan frater yang melayani. Ketika mulai datang suster dan frater yang lainnya, aku berdoa pada Tuhan agar membawakan seorang konselor untukku di tempatku berdiri saat itu.

Tak berselang lama, datang seorang frater membawa dua kursi plastik. Ia menaruh kursi tersebut tepat di depanku dan duduk menunggu umat datang. Aku lantas mendekat dan mengatakan ingin melakukan konseling. Aku menceritakan banyak hal kepadanya dan mendapatkan banyak saran. Ternyata ada beberapa sifat kami yang mirip sehingga ketika frater MR memberikan saran, rasanya mengena sekali. Aku juga tidak akan pernah lupa saat ia mendoakanku, mendoakan masa depanku. Seketika itu juga perasaan damai merasuki jiwa dan ragaku.

Di hari terakhir, sebelum misa penutup. Aku bertemu kembali dengan frater MR. Ia memanggil kami (aku, adikku, V dan C) dan mengenalkan saudara kandungnya yang juga seorang frater. Betapa terkejutnya aku mendapati saudaranya adalah frater MC.

pertapaanbandol-keajaibankecil (6)

Aku hanya bisa berkata Tuhan sungguh luar biasa!

pertapaanbandol-keajaibankecil (7)

-AJ.020187-

 

¹ii adalah sapaan dalam bahasa Tiocu yang berarti bibi.

²ahia adalah sapaan dalam bahasa Tiocu yang berarti abang.

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Keajaiban Kecil"

  1. J C  9 October, 2015 at 18:21

    Angela, sering sekali keajaiban terjadi di sekitar kita setiap hari…saat ini aku sangat menikmati keajaiban di dalam keluarga setiap harinya…

  2. Alvina VB  1 October, 2015 at 21:09

    Ikutan menyimak dulu Angel, thanks for sharing…sorry blm bisa komen panjang2 ya…James yg rajin yak….mau bolos dulu…1 blnan bisa diperpanjang, he..he…

  3. donald  1 October, 2015 at 20:01

    God is Good!

  4. Dj. 813  1 October, 2015 at 19:44

    Angel . . .
    Puji TUHAN . . .
    Mmemang begitu juga yang selalu Dj. alami saat bersama saudara seiman dalam retreat .
    Rasanya tidak ingin pisah.
    Karena pembicaraan ang se frekwensi ( pinjam kata dari mas Juwandi ).
    Hahahahahahaha . . .
    Salam Kasih dalan nama TUHAN YESUS KRISTUS .

  5. Handoko Widagdo  1 October, 2015 at 15:44

    Salam damai dan salam berdamai.

  6. Linda Cheang  1 October, 2015 at 15:15

    Tuhan itu sungguh nggak bisa diduga, Angela.

    Baidewei, enak juga, “melarikan diri” ke pertapaan

  7. James  1 October, 2015 at 10:40

    foto 4 keren deh……para gadis di Sintang foto bersama sembari manyun bibirnya kaya Ikan Koki tapi ternyata para gadis Sintang ini cantik semua euy….ternyata kota kecil yang kaya

  8. James  1 October, 2015 at 10:37

    keajaiban di Baltyra adalah karena memiliki Para Kenthirs nya

  9. Sumonggo  1 October, 2015 at 09:41

    Pada setiap peristiwa yang kita sebut sebagai kebetulan, terdapat sidik jari Tuhan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *