[Happy Tuesday] Mbonceng

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA…

Salam Bahagia di hari Selasa dari Mainz.

Mengingat akan cerita mas Mbilung Sarawita, tentang “Perubahan Jaman dan Perubahan Persepsi“ (http://baltyra.com/2015/09/23/perubahan-jaman-dan-perubahan-persepsi/) dan pertanyaannya…

“BAGAIMANA DENGAN PANJENENGAN? PUNYA CERITA YANG LAIN?“

Perkenankan Dj. untuk sedikit cerita pengalaman Dj., bukan dibonceng, tapi mengajak keponakan perempuan saat mau pulang ke rumah. Walau saat itu tahun 1968, tapi Dj. sudah punya scooter (Vespa 80 Cc) Hahahahahah…!!!

Setelah menjaga toko sport di lapangan golf, maka kami (Dj. dan keponakan perempuan) harus pulang dengan mengendarai scooter. Nah ya, karena keponakan wanita, maka cara mboncengnya dengan dua kaki di sebelah kiri, seperti cerita mas Mbilung. Bandung saat itu memang termasuk masih sepi, tapi juga masih banyak becak. Juga karena scooter di bagian belakang di kiri-kanan cukup ndut, maka kedua kaki keponakan semakin menjulur keluar.
Dj. sudah ingatkan agar duduknya mekangkang saja, tapi dia malah tertawa.

Nah ya, pendek cerita, saat sampai di jalan Cihampelas, tahu-tahu banyak orang teriak-teriak dan akhirnya menyetop Dj. Dj. sedikit kaget dan ketakutan, karena tidak tahu apa yang terjadi.

mbonceng

Salah seorang teriak….: “itu ada barangnya yang jatuh…!!!” Oooooaaaallaaaaaah, ternyata keponakan Dj. jatuh dari scooter dan Dj. tidak merasa (tidak merasa) Jiaaan… Kebangeten tenan…Mungkin karena kakinya kena atau kesenggol becak, untung Dj. jalan tidak terlalu cepat, namun demikian kasihan juga. Dj. berputar balik dan mengambil keponakan Dj. yang jatuh dan dia kelihatan okay dan tidak ada luka sama sekali.

Sesampai di rumah, kami masih cerita ke saudara-saudara kalau Umi jatuh dari scooter (nama keponakan Dj. itu Umi Triastuti). Kami semua malah mentertawakannya, tapi kemudian dia merasa pusing…. pusing dan pusing.
Maka kaka Dj. membawanya dengan mobil ke Rumah Sakit di jalan Pasteur, entah Rumah Sakit apa, Dj. lupa namanya.

Setelah diperiksa dokter, ternyata ada pendarahan di kepala dan dia benar-benar gegar otak dan harus dirawat di Rumah sakit. Cukup lama juga sih… karena lebih dari 1 bulan.

Tapi dengan kejadian ini, kakak perempuan Dj. yang saat itu juga hidup ikut kakak kami di Bandung, dialah yang selalu menengok, kalau selesai kuliah. Dan membawa kabar ke rumah, bagaimana keadaan Umi, kecuali hari Minggu dan hari senggang, maka kami bisa sekeluarga menengoknya. Dengan demikian, karena hampir setiap hari kakak Dj. menengoknya, maka jadi dekat dengan dokter muda yang menangani keponakan Dj.

Pendek cerita, akhirnya kakak Dj. bahkan menikah dengan dokter muda tersebut dan sampai sekarang, mereka masih hidup dan beranak cucu di Surabaya. Dan keponakan Dj. yang jatuh dari scooter, sampai sekarang juga masih hidup di Semarang.

Nah ya, dengan kejadian ini, ternyata banyak hikmahnya yang sudah kelihatan dengan nyata. Tapi dengan kejadian ini, Dj. tidak berharap anda untuk mencontohnya, itu sangat berbahaya. Apalagi jaman sekarang kendaraan di jalan semakin buanyaaaak dan sangat kacau cara mereka mengendarainya.

Menurut Dj. mbonceng dengan mekangkang (kalau memakai celana) lebih praktis. Walau duduk menyamping, tapi gunakan lengan dua-duanya bisa memeluk pengendara motor yang ada di depan anda.

Okay, itu tadi satu pengalaman yang awalnya cukup mengagetkan, tapi dengan kejadian itu, TUHAN telah menjadikan berkat bagi kakak Dj., sehingga membikin kebahagiaan mereka.

Mohon maaaf, bila kali ini tidak ada foto makanan dan tidak ada foto hasil jepretan Dj. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sangat sederhana ini. Terimakaksih kepada anda semuanya yang selalu menanti hari Selasa yang indah (Happy Tuesday) Hahahahaha..!!!

Tak lupa kepada mas Mbilung, yang telah mengingatkan Dj. akan kejadian ini, dengan membonceng sepeda motor, Dj. ucapkan banyak terimakasih.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Foto di bawah ini sekitar tahun 1968, dimana dulu Dj. sering diledekin, karena daun telinga yang besar…Hahahahahahaha…!!!

Dj. 813

mbonceng1

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

25 Comments to "[Happy Tuesday] Mbonceng"

  1. J C  18 October, 2015 at 20:51

    Pak Djoko, ingat mbonceng-mboncengan, jadi ingat waktu yang-yang’an dulu di Semarang…boncengan ke mana-mana…

    Salam untuk keluarga besar Paisan di Mainz ya…

  2. Dj. 813  13 October, 2015 at 13:10

    Terimakkasih yu . . .
    Nanti akan Dj.lihat . . .
    Ini sudah mau jalan kaki keliling dulu . . .
    Hahahahahahahaha . . .
    Salammanis dar Mainz yu.

  3. Lani  13 October, 2015 at 04:08

    MAS DJ : aku kirim japri

  4. Dj. 813  12 October, 2015 at 23:37

    ALOHA yu Lani . . .

    Mahalo yu, sudah mampir . . .
    Selamat Datang kembali di Kona . . .
    Semoga liburannya menyenangkan ya yu .
    Memang benar yu, hanya cerita yang Dj. alami dan bukan karangan .

    Okay, salam manis dari Mainz yu .

  5. Lani  12 October, 2015 at 23:27

    MAS DJ : lapor, aku baru sj balik dr klayaban mas hahaha……….

    Peristiwa keseharian mmg bisa dijadikan tulisan dan menurutku sgt menarik krn crita nyata, dan dialami oleh penulisnya.

    Sempat ngakak bacanya, tp namanya terjatuh jgn dianggap ringan, krn spt keponakan mas, malah gegar otak, siapa tau ktk terjatuh kepalanya dulu nyosor jalanan.

    KANG DJAS : kapan akan ngeboncengin trio kenthir? Kuat nih ngeboncengin 3 orang sekaligus???

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *