Dimudahkan

Anwari Doel Arnowo

 

Satu kata di judul tulisan ini tidak gampang, juga tidak mudah untuk mampu melakukannya. Apalagi tidak semua orang mau melakukannya karena macam-macam pertimbangan. Di dalam puja puji kepada Tuhan setiap agama, dikatakan bahwa Yang Maha Kuasa, Maha Besar, Tuhan itu selalu membantu semua makhluk mejalankan kehidupannya masing-masing.

Di dalam masa sulit waktu selama ini yang saya telah alami, saya dengar ada orang mati, di India atau di Sudan, atau orang Yahudi yang mati merana di tahanan tentara Nazi Jerman yang jahat dan kejam tiada tara, karena kelaparan. Apakah saya pernah melihat langsung kesengsaraan-kesengsaraan seperti itu? Saya belum pernah, syukur alhamdulillah. Yang terjadi dengan mengerikan itu saya saksikan hanya di dalam film di bioskop atau di TV melalui film-film dokumenter. Ayah saya pernah dipukul, tak terlalu keras, di kepalanya oleh seorang anggota Ken Pei Tai – sebuah bagian dari tentara penjajah Jepang-ketika itu beliau sedang di dalam tahanan mereka. Saya mendengar ini ketika saya masih kecil umur sekitar 5 tahunan langsung dari cerita beliau sendiri.

Di jaman belanda sebelum 3 setengah tahun di jaman penjajahan Jepang, ayah saya dipenjara dua kali, satu kali di Kalisosok, Surabaya dan pada kali yang ke dua di Soekamiskin, Bandung. Ditangkap dan dipenjara karena karena melawan penjajah, di”adil”i oleh pengadilan yang di dalam ruang pengadilan itu polisinya, jaksanya bahkan hakimnyapun adalah kenalan ayah semuanya dan secara berbarengan memutuskan menghukum ayah saya demi dan atas nama pemerintahan penjajah belanda.

Dengan riwayat kehidupan ayah saya yang seperti itu, mendekati masa tua beliau telah diberi kemudahan, dimudahkan, dengan kehidupan yang baik dan nyaman bersama dengan sepuluh dari sebelas putra putrinya yang diberi asuhan kasih sayang dan bimbingan ibu yang dicintai oleh ayah bersama-sama dengan kami, anak-anaknya, semuanya. Siapa yang memudahkannya? Mungkin ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah bila dijawab secara ilmu pengetauan biasa.

kesulitan-kemudahan

Bagi kaum beragama (theist) tentu saja dengan tangkas akan menjawab oleh Tuhan, sesuai ajaran dari setiap ajaran agama yang dianutnya. Dari kaum atheist tentu akan menjawab berlawanan. Itu adalah hak mereka menjawab seperti itu. Kaum agnostic atau gnostic  tentu menjawab bukan seperti kaum theist dan kaum atheist. Kaum theist seratus persen yakin tentang adanya Tuhan dan seluruh pengikutnya hidup sesuai dengan perintah dan restuNya.

Kaum atheist sama sekali berlawanan dengan kaum theist. Kaum gnostic itu percaya bahwa Tuhan itu bisa diketaui keberadaannya. Kaum agnostik sebaliknya berpendapat bahwa: tidak bisa diketaui keberadaan Tuhan. Hal ini adalah sebaliknya bagi kaum gnostic. Kaum ini, agnostic, tidak percaya bahwa ada atau tidak adanya Tuhan itu bisa diketaui.

Dari adanya empat kaum atau golongan inilah, maka timbul yang disebut Theis Agnostik yang artinya percaya adanya Tuhan tetapi tidak bisa mengetaui keberadaan Tuhan.

Theis gnostik menyembah dan mempercayai adanya Tuhan dan mengakui bisa diketaui keberadaan Tuhan.

Atheis Agnostik itu tidak percaya adanya Tuhan dan percaya bahwa Tuhan itu tidak bisa diketaui perihal keberadaannya.

Bilamana membicarakan yang begini akan tetapi tanpa persiapan kematangan kemanusiaan maka hasilnya bisa diduga akan membuat kebingungan. Oleh karenanya sebaiknyalah kita menghindarkan diri membicarakannya agar hubungan sesama manusia bisa berlangsung baik. Saya katakan hal ini seperti itu, karena pengalaman ber-inter-aksi dengan berbagai golongan dan juga berbagai pemikiran. Saya lebih sering melepaskan diri dari diskusi seperti ini, itu semua agar lingkungan kehidupan manusianya lebih terasa nyaman.

Berbeda pendapat itu bukan bencana, tetapi justru menjadikannya sebagai sesuatu yang amat berguna bisa dipakai sebagai bahan pembelajaran di dalam hidup bermasyarakat dengan sesama manusia.

Sikap ambigu, dipakai sebagai terjemahan dari ambiguous (=sikap kekhawatiran, bimbang ragu) juga bisa saja dipunyai seseorang dalam menghadapi diskusi yang sensitif sekali seperti itu. Saya sendiri yakin sekali bahwa hal seperti ini masih akan terjadi sampai lama nanti pada beberapa abad mendatang.

Saya menengarai bahwa kemajuan yang dicapai dengan pengetauan yang mutakhir berikut alat bantu pemikiran yang dahulu belum pernah ada, masih lama sekali untuk bisa menjawab apapun yang saat ini telah lama dan tetap menjadi pertanyaan tanpa jawab. Semuanya pasti sekali dengan lambat sekalipun akan kita temukan jawabnya.

Pertanyaan simple biasa serta sederhana saja, banyak yang malah belum terjawab. Apa gunanya alis mata, bulu mata, bulu rambut di ketiak? Usus buntu? Mengapa tidak ada mata ke tiga yang amat baik bila bias terpasang di belakang kepala kita? Mengapa otak kita yang terdiri dari  lebih dari 60% bahannya adalah lemak, tidak menjadi penyebab kondisi obesity? Kalau kita pusing yang amat sangat / merasa kepala kita akan pecah, otak kita masih bisa berfungsi dengan normal dan lancar? Tidak ada rasa sakit atau kesakitan di organ otak sendiri? Sarana rasa sakit itu memang tidak dipunyai oleh organ yang satu ini.

Bukankah di seluruh tubuh kita ini, bila ada sesuatu yang menyerang dan menyebabkan rasa sakit, otaklah yang paling dahulu sekali memindai dengan cepat rasa sakit itu? Malah justru otaklah yang mengatur seluruh tubuh kita dalam menghadapi melawan rasa sakit tersebut.

Begitu canggihnya otak manusia ini bekerja tanpa henti, sehingga ratusan para ahli syaraf, ahli kejiwaan dan dokter-dokter ahli neurologi lainnya bergerak melakukan penelitian berbiaya besar, toh masih terkagum-kagum dengan pengetauan manusia yang masih terlalu sedikiiit dalam mendapatkan ilmunya, bila ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas?

Jadi berikut ini saya ulangi untuk ke sekian kalinya: Saya berterima kasih kepada Tuhan (apapun nama-nama lain yang disandangkan manusia kepada Dia) oleh karena telah terciptanya tubuh saya yang amat canggih dan telah dilengkapi dengan isinya berupa 12 organ-organ utama dengan perangkat-perangkat hebat-hebat lainnya. Dengan kelengkapan seperti itulah maka saya merasa telah diberi kemerdekaan untuk memilih, misalnya saya menjadi manusia baik atau buruk, menjadi polisi atau bandit, menjadi orang biasa atau menjadi orang hebat. Yang saya syukuri hanya satu: KEMAMPUAN MEMILIH SENDIRI. Hal  lainya yang saya lakukan setiap bangun tidur pagi hari adalah saya selalu berkata kepada diri sendiri: “Anwari kamu menjadi orang yang baik hari ini!” Apa sebab hanya saya katakan hari ini saja? Karena: yang kemarin mungkin sekali saya sudah lupa.

Yang besok saya memang belum mengetauinya!!! Kalaupun memang bisa tau, saya juga tidak tau mau dipakai untuk apa? Itulah saya selama beberapa tahun ini, telah selamat menjalani hidup. Saya bisa meredusir (mereduksi atau mengurangi) kebingungan menghadapi ketidak-tauan saya mengenai hari esok dan seterusnya, karena itu adalah dunia lain. Sebelum merambah ke alam berikutnya, yang ada di dunia lain, menurut logika saya, saya harus mati terlebih dahulu. Jadi setelah matilah saya akan melihat dunia lain itu. Saya tidak harus tau soal alam berikutnya setelah hidup, tidak tau dan tidak yakin atau tidak taupun, itu semua bukan di dalam lingkup kemampuan diri saya. Saya hanya manusia biasa dengan kemampuan yang terbatas, pada saat ini. Saya sama sekali tidak berani mengada-ada dengan menyimpulkan seperti ini atau seperti itu. I will see it when I get there. Itu pasti, bukan berandai-andai.

 

Anwari Doel Arnowo  –   

2015/September/10

 

 

2 Comments to "Dimudahkan"

  1. J C  19 October, 2015 at 12:09

    Refleksi kehidupan yang dahsyat!

  2. Dj. 813  8 October, 2015 at 22:36

    Setelah Meita ingin menjadi orang baik dengan 90 hari tidak mengeluh dan tidak mengkritik.

    Hari ini juga Cak Doel, ingin juga jadi orang baik , atau lebih baik .
    Sudah ada dua yang berpikir positiv . . .
    HALELUYA – – – ! ! !
    TUHAN MEMBERKATI APA YANG MEI DAN CAK DOEL RENCANAKAN – – –

    Salam Damai dari Mainz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.