Jenderal Nasution dalam Kenangan

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

KENANGAN surat-suratan dengan Pak Nas, Bapak Dwifungsi ABRI, hampir 30 tahun silam. Pak Nas nyaris mati diberondong tembakan penculiknya di malam 30 Sep 1965. Untung beliau punya enegi tambahan: melompat ke tembok Kedutaan Besar Irak.

Pak Nas ditunjuk-tunjuk di depan Majelis Umum PBB oleh Presiden Soekarno saat berpidato paling fenomenal dalam sejarah PBB Sep 1960, “Membangun Dunia Baru”.

Kalau cara diplomasi gagal merebut Irian Barat, kami akan pakai cara militer untuk melakukannya, kata Soekarno sambil menunjuk Pak Nas. “Ini lho orangnya yang akan memimpin perang merebut Irian Barat”, begitu kira-kira. Berani sekali Soekarno mengancam dunia agar tak macam-macam dengan Indonesia.

Pak Nas ahli militer yang disayang oleh Rusia dan AS. Jarang-jarang ada kayak gitu. Di Moskow, Pak Nas dapat sebuah bungalow presidium (VVIP) di Bukit Lenin. Pak Nas bebas atur ruangannya jadi kantor. Kadang oleh pihak Rusia dianggap sebagai markas tentara 24 jam.

Bila di AS, Pak Nas boleh berkantor khusus diberikan Chief Joint of Staffs (Pangab-nya AS) di Pentagon yang berhadapan dengan kantor Pangab AS. Di kantor dalam Pentagon itu, Pak Nas dan stafnya dapat bekerja 24 jam, karena lengkap dengan tempat tidur, kamar mandi dan etc.

Jasa Pak Nas paling hebat (bagi saya orang kampung) adalah membentuk Pertahanan Sipil alias Hansip. Daripada nanti PKI mempersentajai buruh dan tani, buru-buru Pak Nas bikin Hansip, karena beliau tak suka ide PKI itu.

AH Nasution

Kini Hansip jadi ajaib. Bukan membantu peperangan, tapi jagain kondangan, nutup jalan kalau ada yang mati atau ronda kampung yang kadang ketemu kuntilanak seperti Suzanna. Orang kepergok pacaran di kampung, takutnya sama Hansip. Lebih tragis, bila ada orang (maaf) diperkosa di kampung, dia akan teriak keras-keras, lalu melemah, dan sayuppp… Hansip yang dipanggil untuk pertolongan.

HANSIIIIIP!!!
HANSIIP
HANSIP
ANSIP
SIP
Siiiip….
Siiiiiiiip…..
sssssiiiiipppppp….

 

 

5 Comments to "Jenderal Nasution dalam Kenangan"

  1. J C  19 October, 2015 at 12:08

    Sungguh kagum dengan mas Iwan…ada hubungan personal dengan Sang Jenderal Besar ini…

  2. James  9 October, 2015 at 09:34

    ada guyonan di daerah Bandung/Jawa Barat…….tangtala lai in….poli ie lai in….ooooo eta mah Hansip meleunan (Tentara bukan, Polisi bukan, ooo itu sih Hansip barangkali) he he…..mas Dj dan Linda pasti ngerti deh

    hadir sembari absenin para Kenthirs lagi latihan Hansip

  3. Dj. 813  8 October, 2015 at 22:46

    Mas Iwan . . .
    Terimakasih , dengan artikel mas Iwan ini, Dj. diingatkan pernah tidur 1 Minggu
    diirumahnya Pak Nasution.
    Setiap jam 5 pagi dibangunkan oleh pak Nas untuk main ping-pong .
    Malam setelah makan malam bersama, kami berdua nonton TV bersama .
    Banyak kenangan, walau hanya 1 Minggu saja .
    Salam manis untuk keluarga dirumah .

  4. donald  8 October, 2015 at 14:02

    Sayangnya sekarang beliau sudah tidak ber’nas’…

  5. Linda Cheang  8 October, 2015 at 13:54

    pesanan saya buat Pak ISK, tuliskan tentang Jendral Gatot Subroto, terutama di saat terakhir hidupnya.

    Ayo, bongkar-bongkaran sejarah….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.