Tas Merk Rames

Leo Sastrawijaya

 

Sore itu di warung Kang Kirto, sidang majelis kongkow lagi nampak berdebat serius untuk masalah yang tidak serius.

Soal Tas merk Rames.

Tas ikon, tas yang sedang ramai lantaran harganya yang tinggi menjulang melebihi tinggi tugu Monas, konon gara-gara tas merek ini juga yang membuat rumah tangga Arjuna sempat guncang. Lantaran Sang Permaisuri cemburu dengan Dewi Banowati yang wira-wiri di tipi menenteng tas kinclong tersebut.

tas hermes

Rames memang ditakdirkan menjadi salah satu symbol status bagi masyarakat dunia wayang, terlebih masyarakat kelas kaya kagetan di negeri dunia ketiga. Negeri di mana ketika masyarakat negeri lain sudah bosan memperbincangkan, mereka baru mendengar, kaget, lalu mabok, tanpa mengerti apa yang dimabokkan pula.

Demi melihat Kang Bawor nampak tidak antusias dalam diskusi yang serius untuk masalah tidak serius itu, maka secara aklamasi para anggota majelis kongkow mengajukan pertanyaan klise yang tidak nyleneh kepada Kang Bawor.

“Bagaimana pendapat sampeyan soal fenomena Tas Rames tersebut kang?”

“Tasnya mungkin memang bagus dan mewah, tapi menurutku tas-tas tersebut nemplok di tangan ORANG YANG TERLALU SEDERHANA SELERANYA namun sedang punya duit untuk membeli. Itu saja ya pendapatku. Selebihnya biarkan aku menikmati mendoan anget maknyus ini tanpa gangguan Rames kalian …”

Sidang itu kontan sunyi!!!

 

 

5 Comments to "Tas Merk Rames"

  1. J C  19 October, 2015 at 12:18

    Hahaha…urusan tas ini memang heboh di jagad selebriti Indonesia…

  2. Dj. 813  12 October, 2015 at 22:25

    Nasi Rame lebih enak dan murah .
    Hahahahahaha . . .
    Salam,

  3. James  10 October, 2015 at 05:37

    makasih bang Djas……

    ah pengen tas merk Nasi saja biar Rames nya ditinggal saja

  4. Lani  10 October, 2015 at 01:26

    Tas merk Rames? Lucu namanya niru sego rames……….hahaha

    Kang Djas : mahalo

  5. djasMerahputih  9 October, 2015 at 18:54

    Ha ha ha… nunggu tas merk Remas nongol di pasaran..
    Absenin trio Kenthir..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.