Bapak Tapol Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

KEMARIN beberapa waktu lalu di belantara twitter bule (Amerika) ramai berseliweran tagar ‪#‎HappyBirthdayJimmyCarter. Ucapan ulang tahun ke 91 untuk mantan presiden AS Jimmy Carter (1977-1981) dari netizen AS. Orang sana apresiatif kepada bekas pemimpinnya, apapun yang mereka telah lakukan. Tak seperti disini, karena relijius hobinya menghina pemimpin dari Soekarno sampai yang kapan pun, selalu dihujat.

Carter membawa angin baru ketika menjadi presiden. Muda, senang pakai jins Levi’s kalau informal dan bersahaja. Serta bukan berasal dari dinasti politik dan oligarki sana. Selama Carter jadi presiden, kebijakannya berpijak pada HAM. Negara mana pun akan dinilai dari HAM, tak peduli sekutu atau bukan. Termasuk Indonesia. Saat Carter jadi presiden, Presiden Soeharto menyimpan puluhan ribu tahanan politik yang tak pernah diadili setelah geger 1965 dengan penyiksaan.

Karena ditekan oleh Presiden Carter, Indonesia membebaskan banyak tahanan politik akhir 1977. Bahkan kurang puas, kebijakan Carter memaksa agar semua tahanan politik di Indonesia dibebaskan dan berhasil pada 1979. Pulau Buru akhirnya bersih dan kosong. Kalau tak mau dengar himbauan Carter, coba aja, tak bakal dikasih bantuan ekonomi dan sebagainya untuk perut rakyat Indonesia.

Bebaslah pada 1977, Pramoedya Ananta Toer. Juga beberapa sahabat baik ayah saya dibebaskan, seperti Om Hasjim Rachman, Om Joesoef Izak juga Om Tom Anwar. Sewaktu menerima surat-surat kepercayaan Duta Besar RI Ashari Danoedirjo tahun 1978, diputar filmnya di berita TVRI (kayaknya disuruh oleh dipaksa diputar oleh AS), Presiden Carter berterima kasih karena ribuan tahanan politik dibebaskan. Sejak pembebasan itu Pram membukukan karya2nya dan kemudian mendunia dengan ketenaran.

Ibu saya pernah dikasih buku tetralogi karya Pram tahun 1980 atau 1981 (lupa saya) oleh Tante Asni (istri Om Joesoef Izak) yang punya Hasta Mitra, penerbit awal buku-buku Pram. Padahal, tahun segitu ada mahasiswa Jogja dibui tentara karena jualan buku-buku Pram. Membayangkan ibu saya lagi apes bisa saja ketangkap bawa buku Pram yang dilarang Kejaksaan Agung. Negara saya pokoknya sama rakyatnya saat itu.

Pak Harto tak suka dengan presiden AS ini dan tak mau ke AS selama Carter jadi presiden. Sebaliknya, Carter yang petani kacang, enggan ke Indonesia juga negara-negara yang jahat dalam HAM. Selama Carter jadi presiden, selalu ada bible di meja kerjanya di Oval Office. Hobinya mendamaikan sengketa dan mencari kebenaran serta kejujuran. Karena hobinya begitu, dia punya Carter Center, yang menjadi pengawas pemilu di negeri-negeri jahat sama HAM. Indonesia pernah didatangi untuk jadi pengawas, pada pemilu 1999 dan 2004. Carter diberi Nobel Perdamaian pada 2002 (wajar, daripada Obama yang tak ada karya perdamaian, malah dapat Nobel).

megawati-carter

Carter dari partai Demokrat. Kalau ada skandal dari partai Demokrat pasti masalah sekitar seks. Kalau skandal dari partai Republik pasti soal duit. Itu jadi tradisi politik di AS. Carter beda, walau dari Demokrat. Makanya dia tak begitu suka dengan Bill Clinton yang satu partai dengannya.

Tanya saja kepada Monica Lewinsky, apa yang dia perbuat bersama Presiden Bill Clinton waktu magang di Gedung Putih.

Buka retsluiting celana.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

7 Comments to "Bapak Tapol Indonesia"

  1. J C  19 October, 2015 at 15:36

    Ngakaaaakkk baca baris terakhir…

  2. djasMerahputih  17 October, 2015 at 07:30

    Kisah sejarah yg menginspirasi..
    Jimmy Carter patut dikenang oleh para tapol Indonesia.

    Hadir tji Lani, oleh2 liburannya mana nih..??

  3. Dj. 813  16 October, 2015 at 13:17

    Mas Iwan . . .
    Maaaf ini Dj. copy beberapa kata . . .

    ( coba aja, tak bakal dikasih bantuan ekonomi dan sebagainya untuk perut rakyat Indonesia. )

    Mungkin soal tahanan benar adanya, tapi dana untuk Rakyat . . ? ? ?
    Dj. rasa banyak yang tidak sampai ke rakyat , atau . . ? ? ?

    Salam Damai dari Mainz.

  4. james  16 October, 2015 at 09:28

    hadir Ci Lani, memang semalam sudah bobo karena adem setelah siangnya mulai puanas…

    ISK, setuju tuh memang si Carter banyak concernnya dengan HAM, thanks sharingnya yang banyak tidak di ungkap secara umum

  5. Alvina VB  16 October, 2015 at 03:09

    Mahalo mbakyu Lani…lagi tidur kok diinget, he..he…komentarnya ttg soeharto ada betulnya juga.
    He..he…mesem2 aja baca tulisan Bung ISK (yg lagi kena middle-age crisis ya? kkkkkk…just joking euy…. Coba dengerin aja apa kata si Monica Lewinsky sekarang ttg scandalnya dia dulu: https://www.youtube.com/watch?v=H_8y0WLm78U

  6. Lani  16 October, 2015 at 01:27

    Seperti biasanya tulisan prof. Sejarah Baltyra sll menggelitik, membuat org tergelitik ktk membacanya sampai tuntas!

    Yah, begitulah antara Negara paman Sam dan Indonesia. Terutama pd zamannya Carter sipetani kacang, yg mengusung HAM dan HAM.

    Well, Soeharto boleh benci sama pemerintahan Carter, tp sama duitnya kan tdk pernah benci hahaha……….

  7. Lani  16 October, 2015 at 01:22

    Sambil mengingat trio kenthir yg lagi pada tidur

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *