Sampai Kapan(pun?) Tidak Mengerti

Anwari Doel Arnowo

 

Bukan sekali dua kali kita bertanya-tanya: Hidup kita itu tujuannya apa? Apakah memang ada yang namanya tujuan hidup itu? Mengapa makhluk seperti kita ini harus hidup? Kan sudah tentu bahkan pasti akan mati juga. Kedua-duanya telah dan akan hanya satu kali terjadinya. Setelah peristiwa pembuahan spermatozoa dengan indung telur itu, telah terciptakan makhluk, yang telah kita kenali dengan kata janin yang tumbuh dan berubah pada setiap menit dan setiap detik tanpa henti selama 40 Minggu lamanya, sebelum bentuk-capaiannya menjadi seorang makhluk bayi yang lengkap, siap dilahirkan. Saat setelah inilah, ia lahir, maka dia memulai kehidupannya sendiri di luar rahim ibu yang selama ini telah selama 9 bulan mengandungnya. Mulailah ia untuk pertama kali mengenal merasakan dan menghirup udara. Pada saat udara memasuki serta mulai mengisi parunya, maka keluarlah tangis bayi yang untuk pertama kali. Selama 40 minggu sebelumnya sang janin ini sudah hidup dan menjalani kehidupannya di dalam rahim ibu kandungnya.

Janin meskipun belum bernapas, oleh karena pada waktu itu memang tiada udara di dalam tubuh ibunya, dia sudah hidup. Pada suatu tuisan saya yang telah lalu saya sebutkan pengalaman ketika janin cucu perempuan saya yang sedang dalam kandungan anak saya yang bungsu, ketika sedang diUSG (Ultra Sonography) oleh Dokter OBGYN(Obstetric & Gynecology) ternyata mampu berinteraksi. Janin dengan manusia yang memindai tubuh bagian dalam manusia melalui USG. Proses kehidupan yang contohnya seperti kisah ini digambarkan dengan cara menggunakan ilmu pengetauan manusia yang mutakhir. Itu bilamana kita gunakan pemahaman ilmu panutan, yaitu: biologi.

Silakan buka link berikut. Sediakan waktu yang cukup  mendengarkan dan menyaksikan bagaimana canggihnya proses pembentukan makhluk manusia. Yang mau menggunakan akal dan dinamika biologi silakan saja meneliti dengan hati-hati. Yang hanya ingin mendengar  ajaran menurut kepercayaan agamanya saja, ya silakan. Tetapi dengan menyaksikan sajian secara ilmu biologi tidak ada salahnya dan ruginya.

 

http://www.ba-bamail.com/video.aspx?emailid=16403

Luar biasa kan? Ciptaan manusia itu melalui proses yang sudah digambarkan secanggih seperti itupun, masih banyak bagian yang belum bisa diterangkan pada saat ini.

Apa itu, misalnya, yang disebut sel yang bernacam-macam jenisnya itu yang secara harmonis bisa berinteraksi sehingga mampu membantu dalam ikut serta menyempurnakan ciptaan istimewa makhluk ini: manusia. Baru sampai pada tahap hanya menyaksikan sajian video ini saja, saya sudah bisa merasakan nuansa bahwa rasa keinginan tau dan juga rasa bertambah bodoh tercampur aduk. Saya menghibur diri sendiri dan mengatakan kepada diri saya sendiri, bahwa sekian generasi yang akan datang sekalipun bisa saja masih belum mampu mengungkap apa itu dan bagaimana meniru dan membuat ciptaan seperti itu.  Bila sampai saat ini kita tidak bisa mendalami, maka kita terima saja bahwa memang sekian saja porsi atau jatah kita dalam kehidupan masing-masing.

tidak-tahu

Nanti pada suatu saat yang sudah sampai waktunya, mungkin cucu dan cicit kita semua akan mengalami seperti yang kita kehendaki seperti itu. Proses apapun memerlukan waktu dan mungkin sekali pada suatu saat nanti kita akan masuk ke dalam dimensi waktu, di mana unsur waktu itu bukan menjadi kendala lagi. Khayalan saya membayangkan bahwa bilamana  kita hidup di dalam dimensi waktu maka bilamana kita ingin kembali ke jaman masa Madjapahit, maka kita bisa bebas melakukannya, dan kita bisa ketemu dengan Sang Mahapatih Gajahmada. Atau ke masa depan di mana kita bisa bertempat tinggal di Bulan atau bahkan di Mars.

Sebelum hal itu mungkin terjadi, maka secara nyata kita semua harus taat menjalani hidup kita di dunia.

Hidup seperti sejak lama kita telah hidup di sini. Di sini dan pada saat ini. Itu adalah fakta dan kita tidak atau belum mampu untuk mengadakan  perubahan apapun yang lain dari yang ada seperti selama ini. Sekali lagi: itu adalah porsi kita !!

Ada kehidupan yang menggambarkan sepasang manula yang usianya di atas 90 tahun, mengekspresikan diri mereka masih saling mencintai dan menyanyikan sebuah lagu: YOU’LL NEVER KNOW how much I love you ….

Silakan menikmatinya dengan membuka link berikut:

http://www.babamail.com/video.aspx?emailid=17573&memberid=976370

 

 

Anwari Doel Arnowo

5 – 10 – 2015 – Ini adalah The Palindrome date. (Dibaca dari kiri ke kanan dan sebaliknya hasilnya akan sama saja)

 

 

7 Comments to "Sampai Kapan(pun?) Tidak Mengerti"

  1. djasMerahputih  23 October, 2015 at 19:48

    Misteri waktu masih menjadi PR terbesar bagi para ilmuan.
    Pasti keren kalau bisa melintasi lorong waktu..
    #khayaltingkattinggi

  2. Itsmi  23 October, 2015 at 19:43

    Hidup tanpa Tuhan itu yang paling asyik, kita bisa membuat tujuan sendiri, jadi kita belajar jadi orang yang bertanggung jawab…

  3. Itsmi  23 October, 2015 at 19:41

    Donald, Sisakan sedikit misteri, sehingga kau selalu bergairah, katanya

    Bagi seorang pastur mengatakan begini logis karena kalau misteri sudah di bongkar oleh sains, pastur itu jadi nganggur….

    Libidonya mau kemana ???

  4. J C  23 October, 2015 at 08:14

    Masih banyak sekali yang di luar jangkauan akal dan kemampuan manusia saat ini, entah berapa lama lagi misteri-misteri seperti ini akan terungkap penjelasannya…

  5. Lani  22 October, 2015 at 23:17

    CAK DOEL : Semakin banyak yg ingin diketahui, semakin banyak mengetahui, semakin banyak pula ketidak tahuan kita…….termasuk masalah hidup, kehidupan ini

  6. donald  22 October, 2015 at 22:05

    Selalu banyak pertanyaan tentang hidup, sebanyak apapun penjelasannya, rasanya sulit menemukan makna terbaik. Selalu ada celah baru dan mengejutkan, sehingga hadir gairah baru.

    Seorang pastur yang pernah menjadi dosen di Unpad, Bandung, pengajar kelas psikologi, mendiang MAW Brouwer, selalu bercanda kepada mahasiswanya, yang kebetulan memang kurang ajar semua, tak perlu menjadi seorang bijak untuk tahu tentang hidup, bila kau telah tahu semua, itulah akhir hidupmu.

    Sisakan sedikit misteri, sehingga kau selalu bergairah, katanya. Sementara aku terkantuk-kantuk berat di kursi belakang ruang kuliah mendengar uraiannya.

  7. Dj. 813  22 October, 2015 at 21:57

    Cak Doel . . .
    Terimakasih untuk pencerahannya . . .
    Olehnya, kita harusberpikir, kalau hidup ini tidak ada tujuannya, maka sia-sialah semuanya.
    Sia-sia bunda mengandung selama 9 bulan dan membesarkan kita.
    Apalagi oleh sang pencipta kehidupan ini .
    Masih banyak yang kita tidak tahu, oelhanya timbul apa yang dinamakan iman ( percaya )
    Daaaan . . . inilah iman itu, Kalau kita percaya / yakin ada maksud tertentu yang mana mengapa DIA merancang kita sedemikian rupa.

    Terimakasih dan salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.