“Gus Dur” Kanada

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

WAKTU masih bocah 11 tahun, Justin Trudeau diajak ayahnya PM Kanada Pierre Trudeau berkunjung ke Indonesia, 1983. Fungsinya mengganti posisi ibunya yang sudah bercerai. Lucu lihat dia disalami Pak Harto, Ibu Tien, semua menteri-menteri sambil diusap-usap kepalanya oleh Pak Maraden Pangabean. Sekarang Justin menjadi PM Kanada termuda.

Ayah Justin sahabat baik Indonesia dan Pak Harto. Pierre adalah pemimpin barat paling ‘nyentrik’. Waktu ke sini 1971 Pierre nggenjot becak di Blok P Kebajoran dan sempat “hilang” sehingga Joop Ave protokol Istana keringet dingin. Pierre pernah pidato di House of Commons (parlemen Inggris) pakai sendal. Ada acara resmi dengan Ratu Elzabeth II dia pakai baju biasa dan tak dikenali serta tak ditegur Ratu. Pierre berani bertemu Castro dan Mao Zedong awal 1970an, saat pemimpin barat tak mau. Ketika banyak politikus barat yang doyan perang jijik dengan aksi damai di ranjang John Lennon dan Yoko Ono, Pierre mau menerima John dan Yoko di kantornya.

Trudeau

Pierre sahabat dekat (sohib) Imam Syiah Ismaili Aga Khan IV. Ketika diktator Uganda Idi Amin mengusir puluhan ribu warganya keturunan Asia yang kebanyakan muslim Syiah Ismaili dari India, Pierre mau menerima 8.000 pengungsi Uganda itu setelah ditelepon sahabatnya Aga Khan. Jumlah pengungsi terbesar non kulit putih dan non-Kristen yang diterima Kanada dalam sejarah. Datangnya pun naik pesawat! Pengungsi paling keren dalam sejarah. Karena kebanyakan mereka adalah bankir dan pedagang di Uganda yang menguasai seperlima ekonomi negeri hitam itu. Padahal jumlahnya cuma 2% dari populasi negeri Idi Amin (nonton aja film ‘The Last King of Scotland’).

Bagi Pierre, pengungsi adalah aset dan akan memberi kontribusi besar bagi Kanada. Ternyata benar. Kini bocah-bocah pengungsi itu jadi anggota parlemen Muslim pertama di Kanada, ada yang jadi walikota Calgary sebagai Muslim pertama jadi walikota di Kanada. Mereka tumbuh menjadi penggerak sektor jasa dan perdagangan. Muslim Kanada sejuk dan bebas dari stereotip negatif seperti di AS pasca 9/11.

Pierre wafat tahun 2000. Presiden Abdurrahman Wahid yang juga ‘nyentrik’ (santri berpikiran barat modern), datang jauh-jauh dari Chile terbang ke Ottawa untuk memberi penghormatan terakhir kepada ayahnya Justin yang sangat dihormatinya karena menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

PM Kanada

Kini putra Pierre Trudeau, Justin, akan meneruskan gaya liberal ayahnya. Justin ganteng ikut wajah ibunya yang cantik dan genit, Margaret Trudeau. Ibu Justin pernah bikin heboh saat HUT perkawinan ke 6, malah melewatkan malam bahagia itu dengan personil The Rolling Stones saat konser di Toronto 1977. Saat itu orang tua Justin di ambang perceraian.

Orang berpikiran liberal cocok hidup di abad modern yang sangat majemuk. Orang konservatif, seperti George Bush, Nazi, pemimpin Israel, Wahabi, Salafi, HTI, Klu Klux Klan, Skinhead, cocok tinggal di septic tank…

 

 

8 Comments to "“Gus Dur” Kanada"

  1. Nuchan  2 November, 2015 at 14:30

    Hehehe bener2 kece bingitss hahaha…

  2. J C  2 November, 2015 at 13:17

    Luar biasa! Sepertinya trend sekarang, para pemimpin makin muda usia…

  3. Itsmi  30 October, 2015 at 18:17

    Liberal Amerika itu di Belanda konservatif

  4. donald  30 October, 2015 at 11:20

    Semoga semakin banyak generasi lebih muda di negeri ini hadir dengan karakter seperti beliau… Indonesia yang lebih sehat, pasti.

  5. djasMerahputih  30 October, 2015 at 07:47

    Hadir paling telat mba Avy…
    Wahh selamat, Kanada juga punya “Gusdur”….

    Thanks artikel informatifnya kang ISK.

  6. James  30 October, 2015 at 06:02

    Danke AL sudah ikut diabsenin, kok ci Lani bisa keduluan sih ?.

  7. Lani  29 October, 2015 at 23:37

    Wah sdh dibalap oleh yang di Canada………..satu kenthir sdh mencungul entah lainnya lagi pd ngapain?

  8. Alvina VB  29 October, 2015 at 23:23

    Trio amigos di KAM blm muncul nich…absenin dulu dah…

    Bung Iwan, Liberal menang karena kampanye managernya niru/ hampir persis sama kampanyenya Obama jadi president 8 thn yg lalu, lewat social media: Twitter, FB, robbo-call dan ratusan ribu volunteer anak2 muda, gay activists, pokoknya rally 3 bln penuh sebelum pemilu di sini.

    Partai Liberal Canada yg dulu jatuh krn kasus korupsi yg sangat parah. Partai ini sangatlah liberal dan wis pokoknya kita gak tahu apa yg akan terjadi 4 thn y.a.d. Wait and see aja…karena janji2 mereka adl: – melegalisir marijuana, nanti akan ada post2/clinic buat nyuntik secara legal geto…., – melegalisir kawin utk pasangan sejenis dan melegalisir prostitusi. Good luck dah….saya sich gak mau ikutan berpartisipasi sama program2 mereka; hanya org2 gemblung yg liberal dan para hippies yg paling seneng donk…..yipiiii….akhirnya….free at last!!! Kadang org tuch gak mikir imbasnya bagi anak2 muda gimana nantinya? Apakah mau anak2 mudanya jadi pecandu dan gak bisa lanjutin kuliah nantinya?

    Kl Justin sendiri sich blm ada apa2nya (blm sekaliber bapaknya), dia sih masih belajar dlm berpolitik – cuman ya itu faktor yg mendukung : “young, handsome and charismatic” itu yg menarik para anak muda yg voting buat dia. Nantinya dia akan disetir oleh para politicians liberal yg tue2 yg ada dibelakang dia (org2 yg sama yg dorong2 dia buat jadi PM). Soalnya yg tue2 kan terlibat korupsi 8 thn yg lalu (dari tingkat bawah sampe yg teratas, minta ampyunnn dah pokoknya makan duit rakyat) ada di balik layar aza, gak berani nongol. Rakyat Canada ternyata kena amnesia juga, dan sudah kena hypnosis oleh ketampanan seorg Justin Trudeau dan istrinya yg cuantiq si Sophie, ex presenter Entertainment di salah satu stasiun TV di sini. Dan 8 thn yg lalu anak2 muda yg voting gak tahu menahu ttg korupsi gede2an partai yg mereka pilih. Pokoknya just wait and see aja dah…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.