[AMNESIA – The Future in History] Terjebak dalam Perang

djas Merahputih

 

Cerita sebelumnya:

Gadis dan Negeri Anggun (8)

Sang Pangeran kembali menerima kunjungan para utusan dari Langit Kelima saat purnama bersinar. Ki Telaga Indra sebagai Penasehat III Kerajaan kini memberikan pikiran dan pandangannya. Penasehat III memaparkan tentang awal keterlibatan bangsa Amox dalam sebuah perang besar.

Sebuah bangsa tanpa sadar telah membangunkan bangsa Amox dari tidur nyenyaknya. Sang Singa terbangun dan mengaum dengan keras lalu mulai mencari pelaku iseng itu. Namun si biang kerok ternyata bukanlah lawan mudah untuk ditumbangkan. Ia adalah sebuah bangsa kuat yang sedang bersantai dan menikmati pertumbuhan dalam negerinya sendiri. Sebuah bangsa yang dari sejarahnya juga masih keturunan dan kerabat dekat Pangeran Maxi.

Diceritakan bahwa saat Pangeran Maxi menetap di benua Rupatinanco lalu memutuskan mencari benua baru di sebelah Barat maka penguasa Langit Kelima menempatkan sepupu Pangeran dari keturunan Dewa Matahari, pada sebuah wilayah berpulau di Timur Ramnox. Sejatinya, Ia adalah sebuah bangsa pemalu dan baru saja memutuskan untuk membuka diri terhadap pergaulan dengan dunia luar. Entah mengapa tiba-tiba saja ia menjadi galak dan liar.

“Apakah ia sebuah negeri Maskulin yang juga gemar berperang?” Pikir Pangeran Soka.

Sang Pangeran terkejut mengetahui keberadaan negeri keturunan Dewa Matahari tersebut. Sang Pangeran cemas dengan paparan Ki Telaga Indra selanjutnya.

Karena kedekatan geografisnya, bangsa keturunan Dewa Matahari ini bergaul dan nampak lebih akrab dengan bangsa dan orang-orang dalam wilayah kekuasaan saudara kembar Pangeran Maxi, yakni Maava Rhonesia. Putri Maava sangat senang ketika penguasa di Langit Kelima memutuskan untuk mengirim seorang keturunan Sang Paman, Dewa Matahari, menetap di dekat wilayah kekuasaannya.

Bangsa Ra Punaipong (Ranai) bukan tanpa alasan untuk membangunkan singa yang sedang bersantai tersebut. Mereka beralasan anak-anak singa yang bermain terlalu jauh ke wilayah seberang mulai mengganggu kenyamanan istirahat mereka. Dan mereka berharap Sang Singa rela menasehati dan memanggil kembali anak-anaknya agar tidak bermain terlalu jauh.

Aaahh..!! Ra Punaipong.. Bangsa itu ternyata sebuah bangsa Feminin..!!

Sang Pangeran cukup lega mendengarkan nama negeri yang berawalan Ra- itu. Semoga kisah selanjutnya tak terlalu memuakkan, batin Sang Pangeran.

Ki Telaga Indra melanjutkan. Reaksi dari permohonan itu rupanya jauh dari harapan bangsa Ranai, sehingga perangpun tak terelakkan lagi. Bangsa Amox yang seharusnya dapat melanjutkan masa berleha-lehanya dengan nyaman, memutuskan untuk bangkit dan menunjukkan taring tajamnya. Sebuah bukti bahwa doktrin-doktrin hewani telah meracuni para pemimpin bangsa Amox, dan kini mulai terlihat sedikit demi sedikit.

Amorluxico memimpin perang dengan perkasa dan tanpa ampun. Perang terus berlangsung baik di darat, laut maupun udara. Senjata-senjata terbaru dikembangkan dan diuji coba langsung dalam arena pertempuran. Manusia-Hewan yang saling cakar dan saling melukai tersebut lupa bahwa pertikaian mereka telah juga melukai golongan Pertiwi yang berwujud Samudera, Gunung dan Daratan.

Dugaan Sang Pangeran meleset, kisah kekerasan mulai nampak, namun sedikit membela keputusan para pemimpin Ranai. Mereka telah lebih dulu menyampaikan keluhan mereka pada negeri Amorluxico.

Pangeran Soka Purnama juga mengamati watak asli bangsa Ranai. Negeri ini lebih gemar bertani serta seni merangkai berbagai benda untuk menghasilkan sebuah keindahan visual. Beliau menduga, kesalahpahaman dua negeri itu adalah jebakan yang diskenariokan sekelompok Manusia-Hewan penggemar kebisingan dan kegaduhan.

Kisah Ki Telaga Indra tak dilanjutkan. Sang Pangeran nampaknya mulai tak nyaman dengan arah cerita ini dan memberikan isyarat kepada Penasehat III kerajaan untuk mengakhiri pemaparannya. Ki Telaga Indra pamit pada Sang Pangeran untuk segera menemui para Biq Xu.

Kepada para Biq Xu, Ki Telaga Indra menuntaskan kisahnya. Para penghuni kolong langit lainnya merasa sangat terganggu dengan segala kebisingan akibat peperangan besar itu. Burung yang sedang mencari makan untuk anak-anaknya terlihat terbang ke sana kemari menghindari debu-debu peperangan di angkasa. Ikan-ikan di dalam Samudera bersembunyi ke laut dalam guna menghindari kebisingan. Tak ketinggalan, daratanpun ikut terluka oleh tusukan cakar-cakar kedua raksasa. Mereka sedang bertempur untuk menentukan siapa penguasa sesungguhnya di kolong langit ini.

Hiruk pikuk peperangan telah mengusik para penguasa di Langit Kelima. Mereka tak menyangka kewenangan yang telah diberikan kepada manusia telah diterlantarkan begitu saja dan membiarkan para hewan mengambil alih peranannya. Baginda Raja Miriko sangat sedih mendengar kabar buruk tersebut dan memutuskan untuk segera mengambil beberapa tindakan penting. Para penasehat dan pembesar-pembesar kerajaan dikumpulkan dari seluruh penjuru Negeri AMNESIA. Mereka berusaha mencari solusi atas apa yang sedang terjadi pada diri Ras Manusia di planet Ramnox ini.

Sementara itu, Baginda Raja melihat kesempatan untuk petualangan baru Sang Pangeran. Planet Ramnox adalah tempat yang tepat. Kekisruhan di planet itu adalah tantangan paling ideal guna mengasah jiwa kepemimpinan Sang Putera Mahkota. Pangeran Soka Purnama, meskipun belum berpengalaman, segera diutus untuk terlibat dalam proses penyelesaian seluruh konflik yang ada di permukaan Ramnox. Para penasehat ditugaskan untuk membantu segala kebutuhan Sang Pangeran.

*****

Purnama demi purnama berlalu, Sang Pangeran memperoleh informasi-informasi berharga dari para penasehat kerajaan. Mereka datang silih berganti ke istana darurat Pangeran Soka Purnama. Sementara kabar tentang Maysha yang diperoleh para pengawal, kini telah menetap di Ibu Kota Amorluxico. Maysha telah lebih dulu menamatkan studi kesusasteraannya sebelum mengambil studi lanjutan dalam bidang politik, sesuai amanat Sang Ayah.

Sang Pangeran tetap menjalani hari-hari sepi di danau Saxoview yang tenang. Beliau berusaha merangkai penggalan kisah seluruh penasehat dari Langit Kelima. Mencari benang merah kekisruhan di planet ini dan mencoba menemukan celah untuk mengatasinya.

Ono dan Offo bangga dengan ketekunan serta keseriusan Sang Pangeran. Baginda Raja Miriko tentu sangat gembira mendengar kabar tersebut.

Sesekali Sang Pangeran menugaskan salah seorang anggota kerajaan untuk menyamar sebagai Maysha. Beliau terlihat sangat senang melihat kegembiraan pemilik perahu langganan Maysha, saat menyangka bahwa seseorang yang menumpang di sampan kecilnya adalah Maysha si Gadis bertopi lebar.

Paling tidak, Maysha imitasi di depan mata Sang Pangeran juga dapat mengikis setumpuk kesepian dan rasa rindu di dalam jiwa Beliau. Kupu-kupu kecilpun kini telah mampu membuat Sang Pangeran terhibur. Ono dan Offo nampak santai dan lebih memilih untuk menggoda hewan-hewan kecil yang melintas di sekitar danau.

Suatu pagi, Ketiweuy tiba-tiba saja mempertontonkan gerakan hebohnya. Sang Pangeran nampak begitu gembira. Para Biq Xu mengabarkan rencana kedatangan Sang Ratu dari Langit Kelima. Sang Ratu terharu melihat penderitaan dan rasa sepi yang kini melingkupi Sang Pangeran dan memutuskan untuk mengunjungi anak tersayang.

*****

Peperangan besar kedua di Planet Ramnox telah usai, dan kini sebuah masa tenang memberi kesempatan negeri-negeri yang hancur untuk kembali berbenah. Sang Pangeran menduga peperangan besar ketiga sedang dipersiapkan para Manusia-Hewan di sebuah tempat di planet ini. Tanda ke arah sana mulai terlihat. Selain membangun kembali kota-kota yang hancur, mereka juga sedang mengembangkan senjata-senjata jarak jauh dan pemusnah massal pada negeri-negeri tertentu. Negeri tersebut telah dipersiapkan sebagai aktor utama pada peperangan besar berikutnya. Peperangan ini bisa dipastikan akan membuat peradaban manusia kembali ke titik nol.

Para Biq Xu telah diberitahu oleh Baginda Raja Miriko bahwa Manusia-Hewan yang dimaksud Sang Pangeran dan para penasehat sebenarnya lebih rumit dibanding dugaan mereka. Makhluk tersebut tercipta dari api dan angin, sehingga wujud fisiknya bukanlah seperti manusia biasa. Manusia-Hewan yang mereka maksud hanyalah fisik manusia biasa yang telah terkontaminasi sel tubuh Makhluk Mutan.

Makhluk ini tercipta melalui proses ledakan sebuah gunung api beruranium, sehingga memicu partikel radio aktif. Seekor kera super jenius namun mendapat kutukan dari kaumnya, lenyap seketika saat terkena ledakan dan kemudian terpapar radiasi tersebut. Kombinasi dari seluruh hal tadi menghasilkan sebuah makhluk raksasa bermata tunggal. Makhluk Mutan inilah akhirnya yang menjadi pengendali segala kekacauan di seluruh permukaan Ramnox.

 

*****

Bersambung…

Pertemuan Bisu (10)

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

5 Comments to "[AMNESIA – The Future in History] Terjebak dalam Perang"

  1. J C  15 November, 2015 at 16:44

    Simak terus…semoga ini hanya “khayalan” Kang djas…jangan sampai terjadi di negeri ini…

  2. djasMerahputih  5 November, 2015 at 22:01

    om DJ:
    Terimakaksih, lebih senang melihat perahu yang tenang, daripada perang.
    ——————————-
    Sama om DJ, liat perahu itu perasaan jadi adem. Beda sama gambar lainnya…

  3. Dj. 813  4 November, 2015 at 21:32

    Djas . . .
    Terimakaksih, lebih senang melihat perahu yang tenang, daripada perang.
    Anak Gunung Rinjani di P. Lombok sedang meletus .
    Semoga tidak ada korban .
    Salam Damai dari Mainz mi .

  4. djasMerahputih  3 November, 2015 at 19:00

    Pentulise hadir bang James.. tq. Tapi ngga mau kejebak lagi..

  5. james  3 November, 2015 at 16:53

    1…….terjebak dalam Perang Hadir Para Kenthirs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.