Kumpul Keluarga

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO  ANDA  SEMUANYA  DI  BALTYRA…

Salam  jumpa dengan oret-oretan Dj. hari Selasa yang indah ini…

Manusia…ya…yang namanya manusia adalah mahluk yang condong besosialisasi. Ke manapun manusia berada, biasanya selalu ingin memiliki teman, berkumpul dan hidup bersama.  Apalagi orang Jawa bilang…, “MANGAN  ORA  MANGAN  ASAL  NGUMPUL“…Hahahahahaha…!!! Mungkin ada yang ingin hidup sendiri, tapi itu Dj. rasa sangat jarang…Mungkin jadi demikian, “NGUMPUL  ORA  NGUMPUL ASAL  MANGAN“  Hahahahahaha…!!!

Dj. yakin hampir semua manusia saling membutuhkan, baik itu sekadar pertemanan atau persaudaraan. Manusia tidak ingin hidup sendiri, ingin bersenda gurau bersama, ngobrol bersama, menyanyi  bersama. Ingat…sejak kita kecil, kita suduah membutuhkan pertemanan dan bahkan setelah besar, kita membutuhkan pasangan. Ini semua, karena manusia tidak ingin hidup sendiri dan kesepian.

Di Jerman, hampir setiap orang ikut dalam perkumpulan (Club), entah itu perkumpulanapapun…menjahit, memasak, menari (bagi kaum wanita) dan juga masih banyak lagi. Apalagi bagi para lelaki, sudah tidak aneh kalau mereka ada di perkumpulan sport, mengumpulkan barang, seperti perangko, sampai tutup botol, ya…  mungkin ada yang mengumpulkan istri…  Hahahahahahaha…!!!

Demikian juga, bahwa setiap keluarga, pasti sangat berharap bisa berkumpul bersama…Dj. rasa ini sudah menjadi sifat yang ada di dalam pikiran manusia, pasti sangat senang bila bisa bertemu dan kumpul bersama. Siapa sih yang tidak senang bertemu dengan anak-anak dan cucu-cucunya, bertemu orang tua, atau kaka dan adiknya. Kadang kalau mereka telpon akan detang jam 11:00 pagi dan jam 11:00 belum juga muncul, bisa menbikin gelisah. Semoga tidak ada apa-apa di jalan.

Banyak yang harus membayar harga cukup mahal, untuk menengok orang tua, atau orang tua menengok anak-anaknya. Tidak sedikit, yang harus dikorbankan, apalagi saat anak-anak sudah kuliah dan harus tinggal jauh dari orang tua. Dj. rasa sudah alami (natur), kalau orang tua sering berpikir, bagaimana keadaan anaknya yang jauh. Ada yang bisa ditengok setiap minggu sekali, kalau tidak jauh bahkan dijemput agar bisa pulang untuk berkumpul,
melepaskan rasa rindu.

Apapun harganya, kalau anak-anak di luar kota dan transport tidak nyaman atau tidak aman, maka orang tua harus menjemput pada akhir pekan dan mengantar kembali ke kost mereka pada hari Minggunya. Belum kendala macet yang harus ditempuh kalau tinggal di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya atau kota besar yang lain di Indonesia. Mungkin bisa berjam-jama di jalan, baik pergi, maupun pulang.

Juga yang belajar keluar negeri, mereka kadang harus bekerja keras sambil balajar, agar bisa menabung untuk membiayai hidup dan syukur-syukur bisa beli ticket untuk pulang hanya agar bisa bertemu dengan orang tua dan saudara. Bagi mereka yang orang tuanya mampu, bisa jadi orang tua yang kangen akan menengok anaknya yang jauh. Nah, itu lah rasa rindu atau kengen sebagai orang tua dan anak-anak yang berjauhan.

Apalagi kalau sang anak yang jauh, mendadak telpon dan jatuh sakit sakit, akan menjadikan orang tua sangat bersedih dan mutar pikiran. Harus kah pergi di mana sang buah hati berada, juga kalau orang tua yang sakit, anak yang sedang belajarpun juga ingin pulang. Ada ikatan bathin yang sangat mendalam, mas Juwandi katakan karena gelombang bathin (perasaan) yang sama.

Namanya juga anak sendiri, siapa sih yang tidak sayang sama anak-anaknya sendiri… ??? Yang jahat sekalipun, mereka tahu untuk mrngasihi keluarganya. Demikian juga kami, saat anak-anak kami harus keluar dari Mainz untuk belajar, kamipun sering was-was dan sering telponan. Karena kebiasaan kami kalau akhir pekan, sarapan bersama dan diawali dengan doa dan renungan bersama.

Jadi sampai mereka sudah keluar dari rumah, bahkan si mbarep sudah berkeluarga, tapi kebiasaan ini tetap kami lanjutkan. Setiap akhir pekan, kami selalu kumpul bersama dan kami akan saling berkomunikasi lewat telpon bila ada halangan. Padahal setiap harinya juga telponan atau datang langsung atau ketemu di kota.

Akhir pekan ini, si mbarep telpon….Ma…kita kumpul diluar saja, karena kami sedang ada di luar. Susi iyakan dan ahirnya kami kumpul di Restaurant untuk makan siang bersama. Satu hal yang tadinya kurang Dj. minati, karena hanya buang uang saja, ya…sebab di rumah banyak makanan. Tapi Susi menenangkan  Dj. agar kami ke sana, mereka akan kecewa kalau kami tidak datang.

Dj. sudah sangka, kalau di Mal inipun sudah rame dengan dekorasi Natal. Dan saat kami masuk lewat pintu besar dan di antara dekorasi Natal, maka Dj. sudah mendengar suara si mbareb yang berada di atas…Pa…!!!   Kami sudah di atas…   Dj. nengok keatas dan Dj. lihat dia ambil foto dengan kameranya.

kumpul-keluarga01

Akhirnya kami naik ke atas dimana mereka (Jana dan anak-anak nya)  sudah mencari tempat untuk kami semua di Restaurant…Cucu-cucu juga menyambut kami dengan wajah yang berseri dan langsung minta digendong. Saking asiknya, Susi, Dewi dan Jana mengambil makanan dan kami selesai makan, baru ingat untuk ambil foto…Hahahahaha…!!! Jadi foto di bawah ini, setelah selesai makan siang. Maaaf…tidak ada foto makanannya. Hahahahahaha…!!!

kumpul-keluarga02 kumpul-keluarga03 kumpul-keluarga04

Puji TUHAN…!!! Walau hanya keluarga kecil saja, tapi kami selalu berkumpul bersama. Dan saat Susi cerita, kalau dia tidak boleh bayar, karena Eva yang bayar, maka Dj. tegur Eva. Tabung uangmu dan jangan dihambur-hambur.
Dia menjawab dengan tenang…Pa, siapa yang harus aku manjakan, kalau bukan papa dan mama dan keluarga kita…??? Dari jawaban ini, Dj. tidak mampu untuk lebih lanjut menasehati dia. Kami jujur sangat besyukur, bahwa dia sudah bisa berpikir demikian, Dj. anggap dia sudah dewasa cara berpikirnya. Walau kami tidak pernah mengajarkan mereka dengan kata-kata, karena Dj. lebih banyak memilih untuk diam. Tapi kami hanya bisa memberi contoh yang mudah-mudahan akan berguna dalam kehidupan mereka.

Nah…inilah keluarga Paisan di Mainz. Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan. Dj. ucapkan banyak terimakaksih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sangat sederhana ini. Jelas kepada anda semuanya, yang selalu menanti hari Selasa yang indah.

Untuk agar anda semua tidak kecewa, maka Dj. pamerkan masakan  Susi saja ya…Ini masakan Susi, saat anak-anak akan datang…

kumpul-keluarga05

Ada rendang…

kumpul-keluarga06

Ada semur untuk cucu-cucu yang belum bisa makan yang pedas, kecuali Sarah.

kumpul-keluarga07

Ada sambel goreng ikan tongkol asap.

kumpul-keluarga08 kumpul-keluarga09

Ada Rawon, kesukaan Jana (menantu)

kumpul-keluarga10

 

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semuanya.
Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

kumpul-keluarga11

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

39 Comments to "Kumpul Keluarga"

  1. Dj. 813  27 November, 2015 at 18:13

    Hallo Jeng . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Semoga kalian sekeluarga selalu sehat .

    Salammanis dari Mainz

  2. rahajeng  26 November, 2015 at 21:55

    yummy eeeennnaaaakkkk…

  3. Dj. 813  19 November, 2015 at 01:43

    Mbak Cornelya . . .
    Terimakasih sudah mampiir . . .
    Terimakasih juga untuk berkatnya . . .
    Dj. rasa tidak sulit, kalau anak-anak sudah sejak kecil dibiasakan .
    Kalau sudah besar, mungking sedikit lebih sulit, tapi bukannya tidakmungkin .
    Salam manis untuk suami yang gagah dan utrinya yang cantik dan pintar .
    Semoga Berkat dan Kasih TUHAN selalu menaungi kita semuana .

  4. Kornelya  18 November, 2015 at 20:47

    Pa DJ, berkumpul dengan orang2 terkasih yg penuh cinta dan ketulusan itu merupakan rahmat, dan kebahagiaan. Tidak semua keluarga bisa menikmatinya. You’re blessed. Salam untuk ibu Suzi dan ketiga malaikat kecilnya.

  5. Dj. 813  16 November, 2015 at 13:02

    Dimas Josh Chen . . .
    Matur Nuwun dimas . . .

    Sangat benar, kami setiap hari, untuk makan siang selalu masakan Indonesia .
    Bahkan menantu yang asal Slovakiapun sudah pandai masak rendang dan itu kesukaannya,
    walau pedas .
    Hari ini Susi juga harus bantu Eva, karena dia ingin memperkenalkan masakan Indonesia,
    ke teman-teman kerjanya .
    Dia akan bikin nasi tmpeng ( nasi kuning ), dengan segala tetek bengeknya .
    Dj. jadi kebagian tugas masak kering tempe, sambal goreng teluur dan goreng krupuk.
    Hahahahahahahaha . . . .
    Sedang dia sendiri bikin urap, rendang, bergedel, ayam goreng cuka dll…dll . ..

    Dia ingin memperkenalkan Indonesia, agar lebih banyak dari teman kerjanya yang 80 orang
    bisa liburan ke Indonesia .

    Okay,salammanis dari Mainz untuk keluarga dirumah ya .

    Inilah anak e wong Jowo . . . Hahahahahaha . . . ! ! !

  6. J C  15 November, 2015 at 16:58

    Wuiiiihh…kalau saya perhatikan sepertinya Panjenengan sekeluarga lebih sering menghidangkan masakan/makanan Indonesia ketimbang makanan ala barat ya…

    Salam untuk keluarga besar Paisan di Mainz ya…

  7. Dj. 813  14 November, 2015 at 19:13

    Hallo djas . . .
    Terimakkasih sudah mampir . . . .
    Kau semakin lucu . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Lain kali dikirim , supaya nongol ya . . .

    Salam Sejahtera dari Mainz .

  8. djasMerahputih  14 November, 2015 at 07:18

    Lho… komentar djas kok belum nongol-nongol di sini..??
    padahal selasa lalu belum djas kirim..

    Salut buat happy familynya om DJ..
    Sayang arwananya ngga ikutan…

    Salam coto mangkasara’

  9. Dj. 813  12 November, 2015 at 15:22

    Ikha 12 November, 2015 at 12:53

    Bukan yg itu… tp yg itu…hahaha…

    ————————————————————

    Ikha . . . .

    Okay . . . Yang itu ya….. dan bukan yang itu . . .
    Okaylah . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Kamu semakin lucu . . .
    Salammanis untuk seluruh keluarga dirumah ya .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *