[AMNESIA – The Future in History] Pertemuan Bisu

djas Merahputih

 

Terjebak dalam Perang (9)

 

Dua tahun berlalu dengan cepat, Sang Pangeran kini terlihat semakin dewasa dan berwibawa. Sosok kharismatik Baginda Raja Miriko membekas erat dalam karakter Sang Putera Mahkota. Wawasan Beliau pun bertambah luas dan semakin lengkap. Informasi dari para penasehat kerajaan sangat berguna dalam memotret segala permasalahan di Planet Ramnox. Beliau diminta oleh para Biq Xu untuk mencermati pribadi Presiden Amorluxico. Presiden ini sangat populer di mata rakyatnya, walaupun harus menanggung resiko dimusuhi para Manusia-Hewan yang terus berusaha mencelakakan Sang Presiden.

Setelah kejadian tragis beberapa tahun lalu, ini adalah rencana kedatangan pertama Presiden Amorluxico ke kota yang hampir saja merenggut jiwanya. Pengamanan super ketat terlihat di jalan-jalan utama Kota Dullstricht. Sang Presiden berencana menyaksikan pertandingan softball para atlit terhebat Amorluxico.

Pertandingan dalam rangka kampanye pencalonan kembali Sang Presiden untuk periode kedua tersebut dipastikan akan berjalan seru. Dua buah tim yang beberapa hari lagi berhadapan adalah gabungan dari seluruh pemain favorit di liga utama. Seluruh bagian stadion diperiksa. Daerah sekitar arena pertandingan tak luput dari sterilisasi pihak pengamanan presiden.

Hari yang ditunggu-tunggupun kini telah tiba. Rakyat berbondong-bondong memadati stadion dengan memakai kaos bergambar wajah Sang Presiden. Kaos dengan warna berbeda untuk pendukung masing-masing tim. Tim Unggul dan Tim Tangguh adalah nama kedua tim hebat itu. Setelah pidato kampanye singkat namun berapi-api dari Sang Presiden, pertandingan segera dimulai dengan giliran sebagai penyerang berawal di pihak Tim Tangguh.

Pertandingan berlangsung seru. Kejar mengejar poin terjadi, masing-masing tim menciptakan home run. Ketegangan terlihat pada seluruh wajah penonton. Tak terkecuali para pengawal kepresidenan.

Ketegangan para pengawal jauh berbeda, mereka terus menyisir sudut-sudut sempit dan terkucil di sekitar stadion. Mereka dilengkapi lensa monokuler kecil yang terpasang di setiap kacamata hitam para pengawal. Para sniper juga terlihat waspada pada posisi strategis masing-masing. Paruh pertama pertandingan berakhir seri. Suasana kini sedikit mengendur.

Hari ini adalah saat-saat penting buat Paduka. Baginda Raja Miriko telah memberikan restu pada kami untuk mempersiapkan medan perjuangan Paduka. Kami mohon Paduka bersiap-siap.” Pesan Pimpinan Biq Xu.

Sebelum berangkat meninggalkan istana siang tadi, para Biq Xu memberi saran kepada Sang Pangeran. Seorang tokoh bangsa Amox telah dipersiapkan sebagai media jasmani Sang Pangeran. Kali ini beliau tak akan menyamar, melainkan akan menyusupi sebuah jasad medium yang telah dipersiapkan lebih dulu. Ruh asli sang jasad sendiri akan tertidur untuk beberapa saat. Sang Pangeran berangkat dengan wujud transparan dengan kawalan kedua kakak kembarnya.

Perdebatan kecil terlihat di ruang penonton VVIP. Tak lama kemudian para pengawal ring satu presiden menyebar ke arah penonton di tribun terbuka. Sang Presiden memutuskan untuk turun dan menyapa para pendukungnya dalam jarak dekat. Sesuatu di luar protokoler kepresidenan, hal ini membuat para pengawal harus mengubah formasi pengamanan.

Beberapa tokoh politik lokal nampak mengikuti Sang Presiden. Mereka berjalan dalam sebuah terowongan khusus yang melintas di bawah lapangan pertandingan. Tak berapa lama, akhirnya Sang Presiden telah berada di tengah-tengah kerumunan para penonton. Sejumlah penonton terkejut dengan kehadiran mendadak Sang Presiden. Para pendukung berebut untuk mendekat dan menyalami idola mereka. Pasukan pengamanan presiden begitu kewalahan menyambut antusiasme warga.

Sementara di tengah lapangan, pertandingan telah dimulai kembali. Perhatian penonton terpecah, seorang pemain bintang Tim Unggul bersiap mengambil giliran menyerang. Penonton yang menyaksikan pertandingan terlihat tegang, sebaliknya kehebohan masih terlihat pada area penonton di sekitar Sang Presiden. Hanya para pengawal yang terlihat tegang dan cemas, berharap Sang Presiden segera kembali ke ruang VVIP.

Kekhawatiran para pengawal akhirnya terjadi juga. Sebuah dentuman memekakkan telinga terdengar keras memecah konsentrasi mereka. Asap merah mengepul.

Awaaasss….!!“, para penonton berteriak histeris ke arah Sang Presiden.

Meskipun sempat menoleh ke belakang, ke arah lapangan pertandingan, petaka itu tetap tak terelakkan lagi. Darah segar mengalir dari pelipis Sang Presiden. Para pengawal panik, menduga sebuah serangan teror telah terjadi. Kini, Sang Presiden tergeletak tak berdaya.

Seorang wanita dengan blazer hitam segera menyingkirkan bola softball yang baru saja menerpa wajah pemimpinnya. Tim penolong bergerak cepat. Namun sesaat sebelum tim medis tiba, sebuah bayangan putih melintas tak terlihat membentur tubuh Sang Presiden. Tubuh itu terhentak namun tak begitu keras. Kecemasan menyelimuti para penonton.

img 3. Sukma mengejar raga

img 3. Sukma mengejar raga

Sang Presiden tersungkur sesaat setelah sebuah bola softball menghujam tepat mengenai pelipisnya hingga berdarah. Dentuman keras sebuah petasan terdengar tepat saat bola menerpa wajah pria hebat ini. Dalam keadaan tak sadar beberapa saat, sukma inti Sang Pangeran menyerobot masuk ke jasad Presiden Amorluxico. Sukma sekunder Beliau ikut melekat pada bayangan tubuh tersebut. Sang Pangeran segera beradaptasi dengan wujud barunya. Karakter Presiden Amox telah Beliau pelajari dan biasakan sebagai gaya Beliau sendiri jauh sebelum momentum penyerobotan ini.

Para pengawal Presiden tak menyadari perubahan yang terjadi, kecuali bahwa suhu tubuh Sang Presiden menjadi sedikit lebih hangat dari biasanya. Kemudian juga diketahui bobot Sang Presiden beberapa kilogram lebih berat dibandingkan kecenderungan bobot sebelumnya. Ono dan Offo terlihat lega, rencana mereka berhasil. Sang Pangeran kini telah mengambil kendali pada raga baru itu.

Wajah anggun Gadis bertopi lebar perlahan muncul dan terlihat remang-remang saat Sang Presiden membuka mata. Berangsur kesadaran Beliau mulai pulih. Wajah remang-remang itu sedikit demi sedikit terlihat semakin jelas, namun perlahan muncul dengan wajah berbeda. Politisi lokal yang masih berusia muda, dengan rambut terurai, mengenakan blazer hitam dan berkacamata terlihat berdiri di sisi tempat istirahat Sang Presiden.

Sebuah bola softball telah menerpa wajah Bapak, apa Bapak baik-baik saja?

Wanita anggun itu berusaha memastikan Sang Presiden telah siuman dan sadar dengan keadaan di sekelilingnya.

Uuh… ah, eh iya… tadi aku pingsan yah..?” Sang Presiden berusaha menahan rasa pening di kepala.

Pangeran Soka Purnama dalam wujud barunya kembali menatap wanita anggun di samping tempat Beliau terbaring. Sebuah kalung bermata mutiara dengan bingkai emas berukir, menggantung anggun di leher sang wanita. Ono dan Offo bertanya-tanya, apakah Sang Pangeran belum menyadari siapa sesungguhnya wanita anggun di samping Beliau saat ini. Sepertinya, pertemuan ini hanya akan berakhir sebagai sebuah pertemuan bisu belaka.

Para pengawal lega setelah mendengar kabar Presiden mereka telah siuman. Mereka sangat bersyukur peristiwa tadi bukanlah sebuah serangan teror. Pikiran para pengawal utama masih dihantui peristiwa tragis dua tahun lalu. Dalam hati, mereka berdoa untuk Sang Pahlawan yang telah menjadi korban tragedi tersebut.

Anda siapa?

Mendapat pertanyaan aneh dari Sang Presiden, wanita ini tersenyum menyadari bahwa Sang Presiden belum benar-benar sadar dari pingsannya.

Saya…, calon wakil Bapak..!” Bisik sang wanita perlahan, berusaha memulihkan kesadaran Bapak Presiden.

Perlahan-lahan kesadaran Sang Presiden kembali pulih seperti sedia kala. Setelah berbincang ringan dengan orang-orang terdekatnya, Sang Presiden kembali tertidur. Kelelahan akibat perjalanan maraton selama kampanye membuat kondisi fisik Sang Presiden sangat rentan. Apalagi riwayat kesehatan Sang Presiden memang relatif buruk. Sejak usia 3 tahun, sudah beberapa kali penyakit berat menggerogoti tubuh Presiden Amox ini.

Saat tubuh Sang Presiden terlelap, Sukma Sang Pangeran bergegas keluar. Beliau telah memasang sebuah organ cantolan sukma pada tulang inti di bagian dada jasad baru Beliau. Kini, kapanpun Beliau ingin masuk tak lagi bergantung pada persetujuan si pemilik raga. Saat sukma Sang Pangeran masuk, ruh pemilik jasad akan segera terlelap.

Hal tersebut memudahkan Sang Pangeran saat memutuskan untuk mengambil alih kendali raga Sang Presiden pada situasi darurat serta momen-momen penting yang tak disadari Presiden Amorluxico sebagai manusia biasa.

Sebelum keluar ruangan Sang Pangeran kembali melirik ke arah wanita di samping Sang Presiden. Kalung bermata mutiara dengan bingkai emas berukir, menggantung anggun di leher sang gadis. Kalung itu sangat menyita perhatian Beliau.

 

*****

Bersambung..

Perang Baru , Rahasia Lama (11)

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "[AMNESIA – The Future in History] Pertemuan Bisu"

  1. djasMerahputih  15 November, 2015 at 21:07

    Lha itu habis absen langsung tidur…
    mau bacain dongeng malah tidur duluan…

    Thanks sudah mampir Kang JC…

  2. J C  15 November, 2015 at 17:06

    Mana ini Nyai Kona yang biasanya membacakan cerita Kang djas…

  3. djasMerahputih  15 November, 2015 at 07:48

    Thanks buat para kenthir yg sudah mampir..
    Mba Avy: kalo bacanya bolong-bolong harus mulai dari awal lagi lho..

  4. Alvina VB  15 November, 2015 at 07:09

    Ini lanjutan cerita yg kemarin ya? Kl iya, masih bolong di tengah2, blm selesai baca yg bagian ke 5-7 euy….

  5. Dj. 813  14 November, 2015 at 19:28

    Tarimakasih mi . . .
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  6. Lani  14 November, 2015 at 08:49

    Mahalo kang Djas

  7. james  14 November, 2015 at 04:45

    2…….hadir bang Djas

  8. djasMerahputih  13 November, 2015 at 18:46

    Satoe: Pentulise
    Absenin para Kenthir…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.