Gusti Nurul dan Harley Davidson

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SEJAK muda Gusti Nurul melimpah dengan fasilitas termasuk naik moge di tahun 1940an, karena anak satu-satunya raja, yaitu Mangkunegara VII dari permaisuri. Kalau dari unofficial wife (selir) buanyaaak…satu di antaranya BRAy Partini Djajadiningrat, tak kalah cantik dari adiknya, Gusti Nurul. Partini menikahi Hussein Djajdiningrat, cendikiawan terkenal dan bangsawan Banten, sekaligus kakek Dimas Djay. Kalau ayahnya mangkat, Gusti Nurul jadi Mangkunegara VIII. Tapi tak boleh. Karena dia perempuan.

Salah apa jadi perempuan? Panjang ceritanya.

gustinurul-harleydavidson

Di keyakinan saya, perempuan dan pria sama (kecuali soal menstruasi, mengandung, melahirkan dan menyusui). Kalau ada beda-beda pasti ada yang ‘koslet’ cara menafsirkannya. Siapa? Ya petinggi-petinggi agama itu, yang suka-suka menafsirkan kitab suci seenak dia sesuai tuntutan lingkungan dan jaman juga perut.

Kalau ada yang merendahkan perempuan dengan mecari-cari alasan relijius, pasti otaknya lagi koslet. Periksa aja.

 

 

14 Comments to "Gusti Nurul dan Harley Davidson"

  1. Lani  16 November, 2015 at 10:58

    Untung ngga jadi kluyuran ke Paris, ke Hawaii saja aman

  2. Lani  16 November, 2015 at 10:57

    Setuju banget dgn komentar Al yg nongkrong di Canada. Aku kira yg mbalelo itu krn merasa kurang percaya diri, takut kalah sama perempuan hahaha………

  3. J C  15 November, 2015 at 17:07

    Dilihat dari kacamata KAUM POKOKE sekarang, dari pakaiannya saja sudah pasti DIHARAMKAN, apalagi kok sampai nangkring di atas Harley, bisa dianggap murtad, ganjarannya masuk neraka…

  4. Alvina VB  15 November, 2015 at 07:06

    Gusti Nurul hidup di jaman feodal dan tradisi jawa yg kentel banget. Saya yakin kl dia hidup saat ini, kemungkinan besar gelar tsb akan dikasihkan ke dia, mengingat Indonesia saat ini sudah jauh lebih maju dibandingin negara Asia lainnya. Indonesia sudah punya president wanita, menteri wanita, dubes wanita dan banyak wanita Indonesia yg memimpin di banyak badan organisasi di dunia ini. Makanya jangan balik ke jaman feodal donk……gemesssss banget kl denger wanita Indonesia yg bergelar dr., insinyur, dan sarjana lainnya, mau2nya dirumahkan setelah kawin dengan laki2 feodal apalagi pake embel2 spy jadi istri yg sakinah. Saya rasa, istri yg sakinah itu wanita yg bisa berhasil jadi istri & ibu yg baik dan bekerja untuk kepentingan org banyak. Lah contohnya gak usah jauh2, Ibu guru Westi aja bisa kok.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *