Bingkisan dari Rumah Intaran

Ary Hana

 

Beberapa bulan lalu saya mendapat bingkisan dari Rumah Intaran, biro arsitek desa milik Gede Kresna di Desa Bengkala, Kubutambahan, Singaraja, Bali. Sekarung daun intaran kering, sesuatu yang tampak sepele tapi sangat berharga buat bahan obat tradisional dan bahan sabun.

pohon intaran di Rumah Intaran

pohon intaran di Rumah Intaran

Intaran atau yang lebih dikenal sebagai mimba, pohon sukarno, neem atau Azadirachta Indica A. Juss ini amat banyak manfaatnya, mulai dari buah, daun, batang, hingga akar. Di India, neem dikembangkan sebagai salah satu tanaman penting dalam pengobatan ayurveda. Di Rumah Intaran, pohon neem meraksasa, bergerak melampaui langit-langit rumah, seolah hendak menjangkau langit.

sekarung daun intaran kering

sekarung daun intaran kering

Sebagai tanaman obat, neem berfungsi sebagai anti virus, anti jamur, anti racun sehingga digunakan untuk mengobati gigitan serangga berbisa. Jika diminum neem bisa mengobati penyakit jantung, membunuh sel tumor dan kanker, juga penyakit malaria.

Saya butuh daun neem sebagai bahan tambahan sabun. Di bidang kulit dan kecantikan, neem digunakan untuk mengatasi gangguan kulit seperti jerawat, infeksi bakteri dan jamur di kulit, menghaluskan kulit, menghilangkan bercak hitam. Pada rambut, neem membantu mengatasi rambut rontok, kebotakan, dan ketombe.

Gede Kresna mengirimi saya daun neem yang kering karena ‘sayang’ kalau daun yang masih segar dan menghijau dipetik. Maka daun neem kering ini setelah saya cuci, saya rebus dengan air pada takaran tertentu, lalu saya saring. Teh intaran ini kemudian saya campurkan pada sabun dan sampo yang saya buat. Tak hanya itu, ketika merebus buah lerak untuk dijadikan sabun cuci alami, saya campurkan juga daun neem kering dan akarwangi. Hasilnya, sabun cair lerak tak hanya harum buat mencuci baju -bukan baju putih tentunya- tapi juga sebagai pembersih lantai dan perabot, sekaligus sebagai sampo dan sabun -kalau lagi malas pakai sabun padat-.  Sabun cair lerak ini selain membersihkan juga anti kuman.

Teh intaran secara teratur saya gunakan juga untuk membersihkan wajah -karena mencegah dan mengobati jerawat- serta menjadi cairan anti nyamuk. Setiap akan tidur atau usai digigit nyamuk, saya semprotkan teh intaran -yang sudah dimasukkan wadah spray- ke kulit tangan dan kaki. Mungkin karena rasanya pahit, nyamuk enggan menggigit. Andai digigit pun tak akan menyebabkan bentol-bentol parah dan bengkak.

daun intaran kering sebagai pembersih wajah dan anti nyamuk

daun intaran kering sebagai pembersih wajah dan anti nyamuk

Saya berencana membubukkan daun intaran kering ini untuk digunakan sebagai salep obat penyakit kulit. Namun hasil ujicoba masih belum memuaskan. Mungkin saya butuh alat khusus :D

 

Bingkisan yang Lain

Beberapa minggu lalu kembali saya mendapat bingkisan dari Rumah Intaran. Dua jirigen 5 liter minyak kelapa, satu wadah sarang lebah, sebotol madu, dan beberapa ratus gram buah intaran. Bingkisan yang menurut saya luar biasa buat ujicoba berikutnya.

Minyak kelapa yang dikirim begitu harum baunya. Namun karena tidak lolos QC maka tak bisa dipasarkan sebagai minyak konsumsi. Mungkin karena warnanya yang kekuningan. Minyak kelapa tradisional ini lalu saya olah menjadi sabun, dengan menambahkan santan kelapa, teh intara, soda api, buah vanili yang sudah diolah, dan bubuk kunyit sebagai pewarna.

Sabun intaran berbahan tradisional ini efektif untuk membersihkan badan sekaligus membantu penyembuhan penyakit kulit -karena khasiat neem dan kunyit sebagai antibiotik- serta menghaluskan dan melembabkan kulit. Sabun ini juga bisa digunakan sebagai sampo -yang berfungsi menyuburkan rambut- sekaligus sabun muka -buat mereka yang memiliki kulit muka jenis normal atau kering-, jadi benar-benar 3 in 1.

minyak kelapa tradisional dan sarang lebah

minyak kelapa tradisional dan sarang lebah

Sarang madu seberat sekitar 6 kg yang dikirim akan saya rebus untuk menghasilkan lilin lebah. Lilin lebah banyak digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi. Kebetulan saya sedang mencoba membuat beberapa cairan pelembab memanfaatkan lilin lebah. Sedang madu intaran jadi santapan setiap sarapan.

Buah intaran yang dikirim saya press dengan grinder kopi untuk mengumpulkan minyaknya. Minyak neem selain berfungsi sebagai obat, juga dapat digunakan sebagai KB alami.

Di India, pemanfaatan pohon intaran alias pohon sukarno ini begitu meluas, Di Indonesia baru sekedar peneduh jalan. Itu pun hanya di daerah tertentu. Padahal manfaatnya besar sekali andai dikembangkan lebih lanjut. Saya sendiri belum bisa berkontribusi pada penanaman pohon intaran, baru sekedar meneliti manfaatnya lalu saya terapkan pada lingkungan kecil sekitar saya. Namanya juga iseng-iseng berhadiah sehat

akhirnya, sabun intaran hasil dari pengolahan minyak kelapa tradisional dan daun intaran

akhirnya, sabun intaran hasil dari pengolahan minyak kelapa tradisional dan daun intaran

 

Bisa juga dibaca di: https://othervisions.wordpress.com/2015/11/22/bingkisan-dari-rumah-intaran/

 

 

5 Comments to "Bingkisan dari Rumah Intaran"

  1. J C  24 November, 2015 at 17:20

    Pesenanku terakhir ada bahan ini gak?

  2. ah  24 November, 2015 at 04:46

    donaĺd : tetap aja iseng

    paķ dj : d8 luar lebih dikenal sbg pohon neem

    lani : bahasa jawanya pohon mimbo. itu sabun kubuat utk rumah intaran, nanti jg ada lipbalm n lotionbar dr beeswax

  3. Lani  23 November, 2015 at 23:08

    AH : Sama spt mas DJ baru sekali ini nama pohon Intaran. Apakah ada nama lainnya didaerah Jawa?

    Plg senang melihat bentuk sabun, apakah dijual?

  4. Dj. 813  23 November, 2015 at 17:21

    Mbak AH . . .
    Terimakasih untuk info tentang Intaran yang sangat bermanfaat .
    Walau nama intaran, jujur baru pertama kali dengar .
    Salam,

  5. donald  23 November, 2015 at 16:28

    Walau iseng-iseng, tetapi sangat menarik.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.