[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Masih Ingatkah dengan Kami?

Angela Januarti Kwee

 

Empat hari di pertapaan dalam retret awal. Aku, adikku, C dan V seperti tidak terpisahkan. Kemana-mana selalu berempat. Mulai dari kamar tidur, ruang makan, kapela (tempat kegiatan) dan aktivitas lainnya sebisa mungkin kami selalu bersama. Cerita paling seru yang kami lakukan adalah ketika V sangat ingin melihat beberapa tempat di puncak bukit lokasi pertapaan.

Di puncak bukit itu ada tempat tinggal para suster, frater, sekolah tinggi, dan kapela. Rasa penasaran yang tinggi, membuatnya berinisiatif menumpang mobil para frater yang selalu turun untuk mengambil makanan di jam sarapan dan makan siang (dapurnya satu gedung dengan ruang makan peserta retret). Tanpa ragu, ia menghampiri rombongan frater dan berkata ingin ikut mobil mereka naik ke puncak usai makan siang. Ketika sudah mendapatkan kesepakatan, V dengan raut wajah gembira menghampiri kami dan berkata kami bisa ke puncak bersama-sama para frater (ini terjadi saat jam sarapan).

(Lantai dasar gedung ini adalah ruang makan, ada pula dapur di bagian belakangnya. Sedangkan lantai atas adalah ruang serba guna. Biasanya digunakan pula untuk kegiatan retret. Foto: Budi Cahyadi)

(Lantai dasar gedung ini adalah ruang makan, ada pula dapur di bagian belakangnya. Sedangkan lantai atas adalah ruang serba guna. Biasanya digunakan pula untuk kegiatan retret. Foto: Budi Cahyadi)

 

Waktu yang kami (khususnya V) tunggu-tunggu sudah tiba. Kami makan agak cepat agar tidak terlambat. Ketika melihat para frater, kami bergegas mendekat. Kami berpikir semua akan berjalan seperti yang kami bayangkan. Tapi … tidak semudah itu. Mungkin karena tidak enak (di saat yang sama ada rombongan para suster yang juga mengambil makanan), para frater tersebut tidak memberikan jawaban apapun. Terlebih beberapa ibu-ibu lainnya (peserta retret juga) tiba-tiba ikut berkerumun dan berebut ingin menumpang pula. Karena tidak enak, aku mengambil inisiatif dan berkata pada rombongan kami “Mungkin tidak boleh ke atas, lain kali saja.” V yang tampak kecewa berjalan pergi seraya berkata “Aku kecewa” beberapa kali. Kami mengikuti V berjalan pergi.

Tak berselang lama, ketika mobil hendak berangkat kami masih di jalur yang mereka lewati. Mobil berhenti. Para frater memperbolehkan kami menumpang. Kami segera naik ke mobil. Melihat hal tersebut, para ibu-ibu tadi mengejar mobil yang masih berhenti. Mobil memang sudah penuh dan untuk menghindari para ibu-ibu aku lantas berkata “Ayo frater … jalankan mobilnya ….”. Seorang frater yang berada di depanku memberikan kode kepada temannya yang menyupir. Mobil segera melaju. Kami semua tertawa sepanjang perjalanan. Sungguh … tak pernah terlintas di benakku akan segokil ini. Tiap kali memikirkan semua ini, aku akan tertawa sendiri.

KKPB3 (2)

Singkat cerita, kami hanya diantar hingga ke lokasi sekolah tinggi, karena di puncak teratas adalah tempat tinggal para frater. Kami berkesempatan masuk ke sekolah tinggi tersebut (karena menjelang jam makan siang, sekolah ini sepi). Melihat-lihat sebentar perpustakaannya. Ada banyak koleksi buku-buku. Ah … andai aku punya waktu yang agak lama, aku ingin sekali menghabiskan sekitar 30 menit hingga satu jam di perpustakaan ini.

KKPB3 (3) KKPB3 (4)

Puas melihat-lihat kami memilih segera turun bukit. Kami berjalan kaki di bawah sinar terik matahari siang. Keringat bercucuran. Lelah mulai menerjang. Kami berempat tertawa tanpa henti karena melakukan hal ‘gila’ seperti ini. Bayangkan saja, kami tidak sampai 30 menit di sekolah tinggi tersebut.

KKPB3 (5) KKPB3 (6)

Di kesempatan lain (retret lanjutan-PLB), aku kembali berbincang dengan seorang frater yang mengantar kami ke bukit. “Frater masih ingat saya?” tanyaku. “Masih. Biasanya kalian selalu berempat, yang lain ke mana?” tanyanya balik. Melalui perbincangan kami, aku menyadari bahwa kekompakkan kami (selalu berempat) dan ‘kegilaan’ kami bersama mereka selalu menjadi cerita seru dan lucu yang mereka ingat.

KKPB3 (7)

 

-AJ.020187-

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "[Kepingan Kisah di Pertapaan Bandol] Masih Ingatkah dengan Kami?"

  1. J C  16 December, 2015 at 08:23

    Selalu suka membaca kisah perjalanan Angela, menyejukkan hati…

  2. Lani  5 December, 2015 at 14:00

    Sama James aku ikut retret ktk msh di Indonesia skrng tdk pernah lagi……yg msh aku ingat retret ditempat alm. Romo Mangun indah sekali lokasinya, trs ke Rowoseneng damai banget lokasinya……….jd kangen

  3. James  5 December, 2015 at 13:48

    ci Lani saya ikut retretnya jadul, sekarang gak pernah lagi, maka kalau baca cerita seperti ini jadi teringat kembali

    Angela, gak bakal bosen dong malah sembari mengenang masa lalu sewaktu masih suka ikut retret di Indo

  4. Lani  5 December, 2015 at 13:20

    James mahalo…….apakah kamu pernah ikut retret? Dimana saja?

  5. Dj. 813  4 December, 2015 at 20:10

    Suasana yang selalu di idamkan setiap orang .
    Dulu saat sering ikut retreat, kadang malas kalau hari terakhir dan harus pulang .
    Karena suasana di retreat selalu menyenangkan.

    Salam Kasih dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS . . . ! ! !

  6. Angela Januarti  4 December, 2015 at 18:53

    @James : iya, Lina Kwee itu adik bungsuku
    Masih banyak cerita seru di pertapaan. Jadi tenang saja, aku akan kirim semuaaaanya. Asal tidak bosan ya, James.
    Salam dari pulau Borneo yang indah ☺
    @bg donald : karena lingkungan dan suasana seperti inilah yang membuat kami ingin selalu kembali ke sana.

  7. donald  4 December, 2015 at 16:50

    Lingkungan tenang, aman dan damai…

  8. James  4 December, 2015 at 14:59

    asik nih baca seperti ginian Angela, sering-sering aja kirim yah, salam hangat dari benua Kangguru

  9. James  4 December, 2015 at 14:46

    2……dibelakang Lina Kwee (adik Angela kah?)

    para Kenthirs lainnya masih Bertapa

  10. Lina kwee  4 December, 2015 at 13:15

    kapan kapan kebandol lg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.