[AMNESIA – The Future in History] Perang Baru, Rahasia Lama

djas Merahputih

 

Pertemuan Bisu (10)

 

Masuk..!” Sang Presiden menjawab ketukan pintu di ruang perawatan beliau.

Masuklah seorang politikus wanita calon wakil Sang Presiden dengan membawa sebuah bingkisan dan beberapa rangkai kembang warna-warni. Seorang pria nampak menemani, keduanya bersalaman dengan Sang Presiden. Mereka adalah sepasang pengantin baru. Bulan madu mereka dihabiskan dengan berkeliling ke berbagai tempat, ke daerah-daerah lokasi kampanye Sang Presiden. Kota Dullstricht menjadi kota penutup rangkaian kampanye Mereka.

Pasangan pengantin baru itu menyampaikan sebuah rencana untuk mengajak Sang Presiden berkunjung ke Danau Saxoview yang tenang. Tempat paling ideal untuk bersantai dan melepaskan penat setelah rangkaian perjalanan kampanye-kampanye melelahkan. Alangkah bahagia hati Sang Presiden. Itu adalah momen paling tepat. Ketenangan Danau Saxoview sanggup membayar semua ketegangan serta kelelahan yang dialami selama ini.

*****

Purnama sedang bersinar, Penasehat IV kerajaan baru saja tiba dan telah siap menyampaikan paparan pada pagi berikutnya. Ki Telaga Dogma adalah penasehat terakhir yang diutus oleh Baginda Raja Miriko di Langit Kelima untuk menerangkan sejarah kekisruhan di Planet Ramnox kepada Sang Pangeran.

Malam berganti pagi yang cerah. Sang Pangeran nampak mendengarkan dengan teliti pemaparan Penasehat IV ini. Ki Telaga Dogma mengamati keberhasilan Bangsa Amox yang mampu berjalan tegak setelah berhasil mengakhiri perang dengan dua buah senjata mutakhir. Senjata yang tidak sekedar melukai manusia dan rasa kemanusiaan, tapi juga melukai alam semesta. Meskipun demikian, paling tidak saat itu perang dapat diakhiri. Sementara, sebuah cikal bakal perang berikut telah mengintai anak-anak manusia di belakang hari. Sang Pangeran sudah menduga sebelumnya.

Perang masih akan terjadi di masa depan. Selama akar masalah belum diatasi, menemukan sistem relasi yang seimbang antara tiga kasta yang ada. Penguasa, Pemodal dan Pekerja.” sahut Sang Pangeran.

Penjelasan Ki Telaga Dogma terhenti sejenak. Ono dan Offo nampak kagum menyaksikan perkembangan daya pikir dan analisa masalah yang ditunjukkan Sang Pangeran. Ki Telaga Dogma ikut tersenyum lalu kembali melanjutkan paparan.

Bagaikan musim silih berganti antara musim panas dan musim dingin, perang antar manusia belumlah sampai pada tepiannya. Perang dingin dimulai, kembali dengan alasan dan pertimbangan insting hewani. Saling ancam dan intimidasi. Dua kelompok ideologi kini terbentuk dari sisa-sisa perang besar terdahulu untuk mengidentifikasi semangat dan faham para penguasa.

Setiap bangsa di permukaan Ramnox wajib memutuskan untuk memilih satu di antara dua pilihan ideologi yang terbentuk. Pada saat sebuah bangsa tidak mampu mengambil keputusan, maka saat itu juga status mereka adalah sebagai mangsa dari dua kekuatan utama.

Para penguasa semakin kukuh menampakkan sifat-sifat Manusia-Hewannya. Sementara manusia-manusia normal disibukkan dengan urusan perut dan nafsu mereka sendiri-sendiri. Sifat individualistis serta fanatisme kelompok yang banyak berlaku dalam dunia hewan, kini banyak ditiru oleh manusia dan bahkan dikembangkan sedemikian rupa. Kebebasan individu menjadi ciri ideologi Barat sementara fanatisme kelompok merupakan nafas ideologi dari Timur.

Pangeran Soka Purnama masih kesulitan mengidentifikasi Manusia-Hewan yang dimaksud Ki Telaga Dogma. Tentang dua ideologi yang tercipta, Sang Pangeran menduga negeri Ra Sirhonesia akan mengambil ideologi Timur untuk bangsanya.

Itu berarti bahwa Maysha…..” kalimat Sang Pangeran terhenti, menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang membahas masalah negeri-negeri berideologi Barat dan Timur.

Mengapa tiba-tiba nama itu meluncur begitu saja? Suasana seketika menjadi hening, begitu hening hingga suara Ketiweuy mematuk-matuk sesuatu terdengar sampai ke dalam ruangan. Sang Pangeran terlihat kikuk sambil menoleh pada Ono dan Offo yang berusaha tidak bereaksi apa-apa, namun tangan di belakang keduanya saling colek. Ki Telaga Dogma melanjutkan paparan setelah mendapat isyarat dari pimpinan Biq Xu.

Ideologi Barat dan Timur berlomba menciptakan senjata-senjata pemusnah massal mutakhir untuk menakut-nakuti satu sama lain. Sebuah perlombaan yang kemudian mereka sadari tidak akan mungkin menghasilkan seorang pemenang. Sebab gabungan kekuatan senjata yang mereka miliki berdua sudah cukup untuk menghentikan perputaran Planet Ramnox pada porosnya. Telah mampu memusnahkan seluruh kehidupan di sana. Sehingga, meskipun masih tersisa sejumlah manusia, peperangan setelah itu hanya akan menyisakan tongkat dan batu sebagai senjata.

img. 3 Perang super

img. 3 Perang super

Melihat kehancuran luar biasa yang bisa ditimbulkan oleh senjata-senjata mutakhir mereka, maka jalan keluar yang bisa ditempuh selain berperang habis-habisan adalah dengan membagi wilayah sengketa menjadi dua buah wilayah sesuai dengan faham mereka masing-masing. Peperangan dapat dicegah tepat pada waktunya. Tapi bukan berarti nafsu berperang manusia juga telah berakhir. Perang ternyata hanya akan berubah wujud.

Ki Telaga Dogma terus berpikir entah kapan manusia-manusia di permukaan Ramnox mampu melepaskan insting hewani yang merusak ini. Ketika perang dingin telah usai, maka perang berikutnya telah lahir dengan tawa bahagia. Negara-negara mulai kehilangan batas-batas wilayah geografis. Ideologi Timur dan Barat telah melebur ke dalam sebuah identitas baru yang bersifat global. Perseteruan kembali mengerucut kepada tiga kelompok awal. Para pemilik modal, penguasa serta kelompok para pekerja. Dan seperti sebelumnya, kelompok ketiga adalah pihak yang paling mudah untuk dieksploitasi.

Insting hewani telah menetapkan bahwa pemangsa yang kuat berhak untuk memangsa yang lemah. Aturan ini berlaku dalam perang model baru yang disebut dengan perang modal. Perang telah berubah wujud. Tanpa memandang asal-usul para korban dan negara asal, para pemodal berlomba-lomba untuk menancapkan kuku dan taring pada setiap wilayah yang kaya akan sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Para pemilik modal kembali berselingkuh dengan para penguasa. Industri bermodal kecil harus rela terlindas oleh sistem persaingan ala hutan rimba. Yang terkuat berhak untuk menindas siapa saja.

Paparan Ki Telaga Dogma tiba-tiba terhenti kembali. Kali ini oleh kedatangan Cakra, pengawal kerajaan yang mengabarkan kedatangan beberapa orang di tepi danau, di sekitar istana Sang Pangeran. Pertemuan dihentikan, Sang Pangeran bergegas menuju tempat yang dimaksud para pengawal. Beberapa orang sedang berdiri di ujung dermaga, tempat yang biasa digunakan Sang Pangeran untuk memancing. Juga tempat beliau bertemu dengan Gadis bertopi lebar.

Maysha…!” Sang Pangeran bergumam singkat. Gadis bertopi lebar terlihat di antara rombongan tersebut. Masih dengan gaun birunya, namun kini telah berkacamata.

Aneh, biasanya Maysha datang sendiri.” Pandangan Beliau beralih pada seorang pria di samping Maysha. Pria yang pasti sangat dikenal oleh Sang Pangeran.

Itu kan Sang Presiden..! Maysha dan Presiden..??

Pikiran Sang Pangeran tiba-tiba saja menjadi liar dan tak menentu. Satu pertanyaan mengundang seribu pertanyaan lain. Beliau nampak sangat serius memikirkan sebuah jawaban dari seribu pertanyaan itu.

img. 4 Sejuta tanya

img. 4 Sejuta tanya

Pangeran Soka Purnama berusaha mencari sesuatu untuk bisa menjawab misteri dan keanehan tersebut. Sebuah benda baru saja mengingatkan beliau pada seseorang. Kalung mutiara berbingkai emas dengan ukiran yang indah.

Bukankah kalung itu milik politikus wanita, calon wakil Bapak Presiden..? Juga kacamata itu…” Sang Pangeran berhasil menemukan sebuah jawaban, namun kembali dengan sejuta pertanyaan.

Ono dan Offo melihat waktu yang tepat untuk mengungkap semua hal. Kini sudah waktunya membongkar rahasia lama. Dengan tenang mereka menyampaikan bahwa Gadis bertopi lebar, putri senator muda dalam album foto dan wanita anggun calon Wakil Presiden, adalah wanita yang sama. Penjelasan Ono dan Offo sangat mengejutkan Sang Pangeran. Antara kesal dan senang, Pangeran Soka Purnama tiba-tiba memeluk kedua kakak kembar. Sebuah peristiwa yang sangat jarang dilakukan Sang Pangeran. Mungkin beliau tak bisa membayangkan jika rahasia itu disampaikan lebih awal.

Bila saja saat itu Beliau tahu bahwa korban penembakan adalah ayah Sang Gadis bertopi lebar, kawan baru Sang Pangeran, entah apa yang akan terjadi pada sosok pelaku penembakan. Mereka telah melakukan kesalahan fatal, dan untuk itu mereka layak dihukum dengan perlakuan terburuk sekalipun.

 

*****

Bersambung…

Hari Kemenangan (12-habis)

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

4 Comments to "[AMNESIA – The Future in History] Perang Baru, Rahasia Lama"

  1. djasMerahputih  16 December, 2015 at 19:41

    Thanks kang JC..
    waah.. berarti timingnya pas dong..

  2. J C  16 December, 2015 at 08:40

    Semakin seru…(sama serunya dengan negeri ini)

  3. djasMerahputih  12 December, 2015 at 07:49

    2.. Pentulise..!!
    Masih nunggu para kenthir yang dirahasiakan…

  4. James  12 December, 2015 at 04:22

    1…….hadir bang Djas…..Rahasia Kuno Perang Modern

    mari Kenthirs lainnya mana ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.