Selamat Datang Pagi

Ida Cholisa

 

Nikmat mana lagi yang aku dustakan?

Pagi ini begitu cerah. Usai membereskan semua pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, menata kamar tidur dan semua ruangan, aku melangkah keluar dan menghamparkan pandangan. Tampak olehku dedaunan tanaman menjatuhkan bulir air. Aku menangkapnya hingga bulir air tersebut membasahi telapak tangan. Pagiku begitu indah.

Rutinitas pagi menyapu halaman dan membersihkan tanaman bagiku terasa sangat menyenangkan. Dunia serasa milikku seorang. Aku menatap biji pepaya yang tersebar di dalam dan di sela pot. Sebagian biji yang kusebar telah tumbuh menjadi bibit pohon pepaya. Takjub saat menatapnya. Kuasa Allah begitu sempurna. Manusia jenius mana yang sanggup menumbuhkan tanaman dari sejumput biji tanpa campur tanganNya?

rose

Pandanganku beralih pada tanaman mangga. Dahulu, belasan tahun lalu, pohon mangga ini ditanam oleh mendiang suamiku. Pohon mangga tersebut mengenyangkan kami saat menyantap buah-buahan yang dihasilkan olehnya. Rimbunnya dedaunan meneduhkan rumah kecil kami. Subhanallah, dari sebatang pohon mangga, begitu banyak nikmat tercurah untuk kami. Pada setiap nikmat yang kami teguk, semoga mengalir pahala untuk seseorang yang menanam benih pohon mangga ini…

Pagiku begitu sempurna. Aku masih bernafas tanpa kendala. Perlahan badanku sehat dan bugar seperti sedia kala. Aku masih bisa menyantap sepotong roti dan meneguk segelas air. Aku masih bisa beraktivitas tanpa kesulitan berarti. Subhanallah, siapa yang mampu menitikkan bahagia di segumpal hati yang kumiliki? Allah, dialah Allah pemilik diri ini…

Pagi memberiku harapan dan semangat tinggi. Harapan untuk terus memperbaiki diri, semangat untuk terus berkarya semampu diri. Mudah-mudahan tak ada waktu terbuang sia-sia, usai perjuangan panjang yang meriuhkan segenap rasa.

Pagiku begitu istimewa. Ada Allah yang menjaga, hingga tak patut bagiku untuk bersedih atau berduka. Dalam sendiri, Allah begitu dekat di hati ini..

Selamat datang, pagi. Semoga hari-hariku senantiasa indah dan berseri-seri…

 

 

5 Comments to "Selamat Datang Pagi"

  1. Dj. 813  16 December, 2015 at 22:11

    Di Mainz, buka pintu pagi hari dan teriak . . .
    Selamat Pagi . . .
    Tutup lagi . . .
    Brrrrr . . . dingin . . . cuma 5° C

    Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Terimakasih dan salam,

  2. djasMerahputih  16 December, 2015 at 18:55

    Nyusul bang James…
    Pagi selalu dinanti, apalagi pas yang mau gajian…

  3. Lani  16 December, 2015 at 10:22

    James, baru asyik dengerin debat di Indonesia……..tp mahalo udah diingat

  4. J C  16 December, 2015 at 08:49

    Selamat pagi juga…

  5. james  16 December, 2015 at 08:39

    1…..selamat tinggal malam

    pada kemana para Kenthirs, yang di Kona kok gak ikut balapan hari ini

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.