Bukan Dramaturgi

Ita Siregar

 

Terimakasih, Pembaca.

Beberapa komentar ini bikin semangat! Di antara kami pun saling nanggap, apa yang dulu tak jelas, terungkap. Ingatan-ingatan muncul, cerita-cerita baru berkembang. Ahai. Semoga buku BD ini bermanfaat.

bukan dramaturgi

Nice book. (Yusak, suami Jenni)

Kok bagian Mamah ngejar-ngejar aku nggak ditulis? (Taufik, suami Wenny).

Menarik. Yang bikin nangis cerita “Michelle”. Yang bikin ketawa “RGG”. Yang bikin bikin penasaran “mimpi” Ita. Cerita Wenny menjelaskan semua cerita dulu. Saya pikir akan baca dikit-dikit, tapi penasaran, saya baca sampai jam 23.53, selesai. Haha… “(Amy Meilani, Jurusan Humas, Fikom 1985)

Saya baca berkali-kali dan tiap kali masih terharu. Baca bagian Wenny, Dina, Lisda, Jenni aku nangis. Ita bilang Mamanya tak pernah ke Bandung menengok. Tapi aku pernah sekali ketemu Mamanya Ita di Sekeloa. Wajah dan rambutnya mirip Ita. Dari mana perumpamaan seperti ikan itu? Aduh, dalam sekali maknanya. (Ho Lian, salah satu tokoh dalam buku)

Membaca buku BD, senang, sedih dan terharu. Jadi pengen ngobrol. (Teh Yanti, teman Jenni)

Saya malas baca buku tapi penasaran sama BD, mbaca sampai reumbay cipanon. (Ci Pipin, Cici Jenni)

Seru banget. Semalam saya baca sebagai pengantar tidur, eh nggak bisa berhenti sampai tamat jam 2 pagi. Bacanya jadi bisa ikut bernostalgia. Selamat untuk persahabatan yang tetap langgeng selama 30 tahun ini. (Meidina, Penerangan Fikom 85)

You still got the move. Gaya penulisan yang selalu kukagumi. “…. seperti ikan di laut, aku diliputi air asin tapi aku sama sekali tidak asin.” (Mino Situmorang, Jakarta)

Nangis pas cerita Mbak Wenny dan ibunya. Jurusan komunikasi angkatanku juga punya sebutan, unggulers karena kami unggul… hahaha. Narsis poll. Adik tingkat kami mencibir waktu dengar nama ini. Tapi, nama adalah doa. Beberapa sudah membuktikan kami cukup unggul. (Indah Rahma, Solo)

Kisah-kisah kehidupan yang menarik. Betapa banyak kisah menarik di dunia ini. Semoga menjadi berkat bagi yang bersangkutan dan bagi orang lain. Ada kisah asyik, tapi waktu mengalaminya, pastinya nggak asyik. (Setya Budi, Jakarta).

 

Salam Bukan Dramaturgi.

 

 

5 Comments to "Bukan Dramaturgi"

  1. J C  24 December, 2015 at 07:27

    Turut menyimak…

  2. Lani  19 December, 2015 at 00:14

    Bang Djas mahalo………..hahaha nampaknya semua singkatan bs menuju ke trio kita ya? Yg penting biar kenthir tp bukan setan2 spt yg suka bikin gaduh negeri ini

  3. james  18 December, 2015 at 15:44

    halo bang Djas, makasih absenannya

  4. Handoko Widagdo  18 December, 2015 at 11:21

    Aih..aih…komen-komen yang sangat menarik tentang buku..atau tentang persahabatan?

  5. djasMerahputih  18 December, 2015 at 09:32

    Satoe: Absenin trio Dramakenthir

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.